
Setelah sarapan riani dan anaknya ikut bapaknya ke kebun kelapa sawit milik keluarganya, tidak luas kebun milik ayahnya akan tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka ber empat jadi gaji riani sebagai guru honorer bisa ditabung.
Di pinggir tanaman sawit masih ada beberapa pohon kelapa yang dapat digunakan untuk memasak atau sekedar diambil kelapa mudanya.
" kek nanti ambil kelapa muda ya, dini sudah lama tidak minum kelapa muda, pinta sang cucu terhadap kakeknya".
" iya sayang, nanti kakek ambilkan, tetap isetelah kakek dan ibumu selesai mbereskan pelepah sawit ini ya".
" iya kek".
" dini di sini daja ya nak, jangan ikut masuk nanti banyak nyamuk, tunggu sebentar lagi nenek pasti sudah sampai".
" ria, kamu temani saja dulu anak mu, sampai emak mu datang, kasian dini sendirian di gubuk"
" iya pak, bapak nggak apa - apa sendirian dulu menyingkirkan pelepahnya? ".
" tidak lah, kan sudah biasa ndodos saja bapak seudah biasa sendirian apa lagi ini cuma menyingkirkan pelepah sawit, mudah itu".
Riani duduk di dalam gubuk yang memang sengaja bapaknya buat untuk digunakan beristirahat ketika berada di kebun. menemani anaknya yang sedang main masak - masak an sambil makan jajan,
Riani diam - diam mengambil gambar anaknya yang sedang bermain lalu diunggahnya diakun media sosial berlogo berwarna biru miliknya.
Ditulisnya caption " liburan sekolahnya di kebun saja ya nak".
Tidak lama banyak like dan komentar bermunculan mengomentari unggahannya tersebut, rata - rata komennya gemas dengan pipi mbem sang anak.
__ADS_1
Melihat sang anak masih asik main riani berselancar di media sosailnya, terlihat salah satu teman media sosialnya menunggah sebuah foto adiknyabyang sedang dirawat di rumah sakit .
" Semoga segera sembuh mbk adeknya, sakit apa ya?, tulis riani di kolom komentar".
Tak lama berselang muncul balasan " Aamin, sakit tifus bu".
Lalu muncul lagi sebuah balasan dari akun yang tidak riani kenal.
"ini mbk ariani ibunya dini, yang beralamat di desa N*****# buka?".
" ini siapa ya ?, balas riani".
" cek inbok mbk".
Karena merasa tidak mengenal dengan pemilik akun N**@ , riani biarkan tidak menanggapinya lebih jauh, lagi pula emaknya pun sudah sampai di kebun.
" ea nggak apa - apa dari pada kurang nanti kembali ke warung eo jauh tadi sekalian emak beli rokok bapak mu".
" Asiikk jajan dini banyak, trimakasih nek".
" duuh senengnya yang banyak jajan", tiba tiba kakek dini menyela.
P
"Lho bapak kok disini, sejak kapan?".
__ADS_1
" sejak emakmu datang, sudah kecut mulut bapak belum merokok dari tadi, mana rokok bapak mbah? ".
" ini, soal rokok aja cepet mbah kakung mu din".
" lha ini kok bawa makanan juga mak, mau makan siang di sini ya ? ".
" iya, sudah lama kita tidak makan dikebun bareng - bareng".
Belum juga riani menjawab pertkataan emaknya, dini anaknya mendekat sambil menunjukkan hp ibunya.
" bu hp ibu dari tadi bunyi terus".
Diambilnya hp dari tangan anaknya dan dibukanya, ada beberapa inbok masuk dan ada add permintaan pertemanan dari akun yang tidak dikenalnya tadi.
" ini benar dengan mbk, ariani ibu e dini kan?".
"mbak aku Tono, masih ingat tidak? Yang tinggal di desa Sumber beras.
" add permintaan pertemanan ku mbk".
"mbak masak lupa sih sama aku?".
Masih ada beberapa inbok lagi yang belum dibuka oleh riani, lalu dimatikan data selulernya.
" sudah sekarang tidak akan bunyi lagi, dini mau dengerin lagu anak - anak atau tetap main masak - masakan?".
__ADS_1
" main masak - masakkan sama mbah saja bu".
" ya sudah dini di gubuk sama mbah, ibu mau bantui mbah kakung sebentar ya, jangan nakal".