
Pagi menjelang setelah selesai sholat subuh riani membuatkan kopi untuk bapaknya dan ragil yang terlihat berjalan memasuki ruangan inap dini, pagi ini dini sudah terlihat semakin sehat dan segar panasnya sudah turun dan tidak Kembali panas semenjal minum obat semalam, bahkan semalam dini tidur dengan nyenyak sekali.
Sekitar jam delapan pagi terlihat pakde dan bude riani datang menjenguk sambilmembawa bekal untuk sarapan keluarga riani, melihat ada orang asing ada diruagan dini sifat kepo pak de riani kambuh.
“ oh ini to yang menemani mu disini pantas semalam kamu melarangku untuk menemani mu jat, siapa dia?”
“ bukan seperti itu mas, kan semalam hujan jadi kasian mas kalau harus kesini lagian aku sudah ditemani sama
nak ragil”
“oh Namanya ragil orang mana, dan kok bisa ada disini?”
“ iya pak de nama saya ragil saya orang sebrang, dan saya calon suami riani dan ayah baru dini”
Jawaban ragil membuat riani melotot sedangkan bapak riani tersenyum simpul.
“ bukan seperti itu pakde” bantah riani
“ seperti itu juga tidak apa – apa to ndok, malah bagus memangnya sampai kapan kamu akan hidup sendiri”
“ ya tapi kan tidak secepat ini”
“ lebih cepat lebih baik, dan nak ragil perkenalkan saya Joni pakenya riani tepatnya kakak dari bapak
riani, kalau pakde boleh tau sejak kapan nak ragil mengenal riani dan kenal dimana?”
“ saya kenal riani sudah beberapa bulan ini pakde dan kami kenalnya lewat FB”
“ dimana itu FB ?”
“ Facebook pakde”
“ Facebook media sosial ya, kok bisa?”
“ ya bisa to mas apa sih sekarang yang tidak bisa”
“ sudah to pak kita kesini itu mau mbesuk cucu kok malah kamu sibuk mengurusi nak ragil dan riani, jadi malu
kan rianinya, aduh cucu mbah bagaimna kondisinya sekarang masih demam tidak, ini mbah bawakan bubur mau makan sekarang ya mumpung masih hangat” itstri pak joni mengalihkan topik pembicaraan.
“ iya mbah dini mau makan tapi disuapi ayah ragil ya”
“ kok ayah sih nak biasanya om manggilnya” protes riani.
“ sudahlah senyaman dini saja, aku saja tidak keberatan dipanggil dini ayah terus kenapa kamu yang protes, iya sayang sini ayah suapin”
Pembicaraan ragil dan dini membuat seseorang yang ada didepan pintu diam mematung karena terkejut.
“ siapa pemuda itu, kenapa terlihat dekat sekali dengan anakku, dan kenapa semua keluarga riani terlihat menyukainya, apa riani sudah mendapatkan penggantiku dan melupakan ku” aldi berkata dalam hati.
Ya seseorang yang berada didepan pintu memenga aldi sebenarnya dia berniat ke rumah riani untuk bertemu
anaknya karena hari ini hari minggu aldi fikir dini ada di rumah setelah sampai di rumah riani rumahnya terlihat terkunci dan sepi setelah bertanya kepada tetangga riani aldi mendapat info kalau sejak kemarin dini dirawat di puskesmas kecamatan, oleh karena itu aldi langsung menuju ke puskesmas tempat dini dirawat sesampai di puskesmas pemandangan yang menyakitkan yang dia lihat terlihat sang anak sangat manja dengan laki – laki yang Bernama ragil bahkan dini memanggilnya dengan panggilan ayah.
“ Assalamualaikum” ucapan salam aldi membuat semua yang ada didalam ruangan menoleh kea rah pintu
“ waalaikum salam, lho aldi silahkan masuk, kapan pulang kok tiba – tiba sudah ada disini?” bapak riani mempersilahkan aldi untuk masuk kedalm ruangan inap dini.
“ iya mbah terimakasih,kemarin mbah saya pulangnya”
“ mana istrimu kok tidak diajak?”
“ nabila tidak ikut aldi pulang mbah, masih banyak kerjaan dia di rumah”
“ ayo silahkan duduk disini di, apa kabar kamu?” pakde joni iut menimpali
“ alhamdulilah sehat pakde, pakde apa kabar?”
“ seperti yang kamu lihat sehat wal afiat, sudah mau nambah anak belum di?”
__ADS_1
“ belum pakde”
“ jangan lama – lama nundanya segera punya anak lagi biar tidak kesepian”
“ iya pakde, oh ya dek sejak kapan dini sakit dan kenapa kamu tidak memberi kabar pada ku”
“ sejak kemarin maaf aku sudah tidak menyimpan nomer hp mu”
“ yah dini mau minum”
Sebelum aldi Kembali melanjutkan perkataanya dini sudah menyela meminta minum kepada ragil.
“ ini sayang” aldi bergegas mengabilkan minum untuk dini
“ terima kasih pak”
Melihat respon dini aldi Cuma duduk didekatnya sambal memandang ragil yang masih sibuk menyuapi dini.
“ dini makan buburnya disuapi bapak saja ya omnya nanti capek lo”
“ enggak lah dini mau disuapi sama ayah ragil saja, bapak duduk saja”
“ sabar di mungkin dini belum terbiasa dengan adanya kamu sudah hamper lima tahun lo dini sama kamu hidup
terpisah dan kamu sama sekali tidak pernah datang ke rumah walau hanya untuk menengok dini, sekali datang minta rujuk waktu itu”
Perkataan bapak riani membuat aldi terdiam, memang benar selama ini seolah – olah aldi sudah melupakan keberadaan dini, terlebih semenjak menikah lagi aldi tidak pernah mengingat akan anaknya dini, jadi jika saat ini dini cuek dengan kehadirannya maka aldi tidak bisa menyalahkan siapapun.
“nah sudah makanya lalu minum obat ya sayang supaya besok kitab isa pulang”
“ iya ayah ragil, tapi kalau dini pulang ke rumah ayah masih tinggal sama din ikan?”
“ secepatnya ayah akan tinggal sama dini” jawab ragil sambal membelai kepala dini.
“ sudah – sudah, ini obatnya diminum dulu ya”
“ ngomong – ngomong mbak nabila apa kabarnya mas?”
“ kabar nabila baik dek”
“ kok kamu bisa tau kalau dini dirawat ?”
“ tadi mas ke rumah tapi\ rumah kosong, lalu mas tanya tetangga sebelah katanya dini dirawat disini”
“ sebenarnya dari kemarin malam dini sudah demam tapi paginya tetap mau pergi sekolah lalu Ketika jam pertama dia pinsan di kelas lalu di bawa ke ruangan UKS karena tidak sadar – sadar dan demamnya makin tinggi lalu dini saya bawa ke sini’
“ terus kenapa tidak memberi tahu liana, atau bapak, kok malah memberi tahu orang lain dek”
“ maksudmu?”
“ ya kenapa malah pemuda itu yang kamu beri tahu bukannya keluarga ku, bapak, ibu dan liana itu masih mbah
dan tantenya dini meskipun kita sudah bercerai”
“ sebelum mengambil pendapat sendiri ada baiknya kamu mencari informasi atau menanyakan dulu kebenaranya mas, tidak ada yang memebri tahu soal sakitnya dini kepada ragil, kemarin siang tiba – tiba dia datang sendiri ke puskesmas tanpa saya beri tahu, kalau tidak percaya tanyakan kepadanya atau sama bapak dan emak atau bahkan ke dini” emosi riani mendengar perkataan aldi.
“ benar aldi kemarin nak ragil datang tanpa memberi kabar kami terlebih dahulu, katanya dari kemarin malam dia
kefikiran dini terus lalu paginya dia datang ke rumah dan seperti kamu Ketika dia datang ke rumah kami rumah dalam kondisi kosong karena kami smeua ada disini, lalu dia pun bertanya kepada tetangga dan diberi tahu kalau dini diraeat disini, dan semalam dia menemani bapak menjaga dini karena nak ragil dilarang pulang oleh dini”
“ ayah ragil datang untuk memberikan boneka ini kepada dini karena ayah sudah berjanji kepada dini mau membelikan dini boneka beruang besar warna pink ya yah”
Dengan bangga dini menunjukkan boneka pemberian ragil ke pada bapaknya dan itu memebuat aldi merasa malu karena dia datang hanya membawa makanan ringan yang dibeli di toko samping rumahnya buat dini, dan dia baru saja datang dari kota tanpa memikirkan oleh – oleh untuk anaknya.
“ maaf sebelumya apa saya bisa bicara berdua dengan riani sebentar saja”
“ mau bicara apa, aku tidak mau ada yang melihat kita bicara berdua lalu diadukan sama istrimu, kalau mau bicara dengan ku disini saja”
“ tapi ini hal pribadi dek, sebentar saja”
__ADS_1
“ bicara disini atau tidak sama sekali”
“ baiklah kalau begitu, sebenrarnya kedatangan say aini mau menyampaikan niat baik untuk mu dan anak kita dek”
“ niat baik maksudnya”
bapak riani menyela karena dia tau arah pembicaraan aldi pasti mengajak riani rujuk Kembali.
“ begini, pak, mak, pakde, dan bude, saya sudah menalak nabila istri kedua saya”
“ terus”
“ sabar dek akan saya jelaskan maksud dan tujuan saya datang kemari, sebenarnya kedatang saya bermaksud untuk menjenguk dini saya kangen dengan dini tapi melihat dini sakit saya juga berniat untuk mengajak kamu rujuk dek supaya dini lebih ada yang bisa menjaganya biar tidak sakit sampai dirawat seperti ini”
“ jadi maksud kamu aku tidak bisa gitu menjaga cucu saya, terus selama ini siapa yang membantu riani menjaga dan mengurus dini kalau tidak aku sama mbah utinya, kamu, kalau mau bicara itu difikirkan dulu aldi, kamu sadar tidak kalau setiap kamu datang menemui kami hanya ingin mengajak rujuk riani, tidak ada sekali pun kamu
meminta rujuk untuk memikirkan kebahagian dini, kemana tanggung jawab mu sebagai seorang bapak, berapa uang yang kamu berikan untuk dini, pernah tidak kamu membelikan dini susu, tidak kan”
Bapak riani sudah tidak bisa lagi menahan emosinya Ketika mendengar perkataan aldi, dsedangkan ragil hanya diam sambil memeluk dini dan menutup telinga dini menggunakan tangannya agar dini tidak mendengar semua pembicaraan keras sang mbahnya.
" maafkan aldi atas semua kesalahan aldi pak, aldi sadar selama ini belum menjadi bapak yang baik untuk dini oleh karena itu tolong kasih kesempatan aldi untuk menebus semua kesalahan aldi dengan membahagiakan riani dan dini pak”
“ tidak saya tidak akan mengizinkan riani rujuk Kembali dengan mu apa pun alasannya”
“ tapi pak akan lebih baik untuk perkembangan dini jika hidup dengan keluarga yang utuh”
“ maaf sebelumnya karena menyela pembicaraan ini, apa boleh jika dini saya bawa keluar ruangan dulu, atau bapak dan yang lainnya yang keluar dari ruangan ini untuk mebicarakan masalah ini biar dini disini Bersama ku, saya hanya takut jika pesikis dini terganggu mendengar suara keras ini, lihat lah sekarang dini sudah ketakutan
mendengar suara kencang bapak”
Ragil menyela pembicaraan karena terlihat dini gemetaran mendengar mbak kakungnya berteriak karena marah.
“ dan akan lebih baik lagi jika pembicaraan ini dilanjutkan lain waktu saja di rumah lihatlah banyak keluarga pasein yang lainnya disini, biar dini sehat dulu mas baru mas sampaikan keinginan mas tadi, bisakan, sekarang lebih baik kita focus kepada kesembuhan dini dulu”
“ siapa kamu beani mencampuri pembicaraan kami, kalau aku menunda keinginan ku untuk rujuk denga riani kamu kan yang senang bisa ada waktu lebih banyak untuk mendekati anak dan istriku ini”
“ maaf mantan istri tepatnya, kamu mau tau siapa dia mas, aku diam bukan berarti aku menerima keinginan mu untuk rujuk mas, denga rya, ragil ini adalah calon suamiku juga calon ayah sambung dini jadi kamu berhenti untuk mengajak ku rujuk, lagian kamu ini baru juga bercerai dengan istrimu kok sudah mengajak ku rujuk kamu fikir akum
au sama kamu, kalau kedatangan mu hanya untuk mencari gara – gara maka silahkan pulang saja”
“ tapi dek”
“ aldi jangan sampai pakde yang bertindak ya”
“ baik pakde, kalau begitu saya permisi dulu, dini segera sembuh ya agar kitab isa segera hidup Bersama lagi”
Setelah mengatakan itu aldi pun keluar dari ruangan dini, tetapi dia tidak langsung pulang akan tetapi menelfon bapaknya untuk mengabarkan jika dini sedang dirawat dipuskesmas.
sedangkan ragil sangat senang mendengar perkataan riani yang menyebut jika dirinya adalah calon suaminya dan ca;on ayah sambung buat dini.
" setidaknya dia sudah mau mengakui jika aku calon suaminya" kata ragil lirih sambil tersenyum sendiri.
“Assalamualaikum pak, bapak sudah pulang belum?” ucap aldi ketika sambungan telfonya diterima oleh bapaknya.
“ waalikum salam, sudah ada apa, kamu dimana di,bapak pulang kata ibumu kamu ke rumah riani”
“iya pak, tetapi keluarga riani semua tidak ada di rumah”
“ kemana memangnya mereka?”
“ di puskesmas, dini dirawat pak”
“ kok bisa, sakit apa dini, terus bagaimana keadaanya sekarang, bapak maun mandi dulu lalu kesana sekarang”
“ iya pak aldi tunggu disini ya”
Setelah menelfon bapaknya aldi duduk di ruangan tunggu pasien, dia belum beranjak pulang karena menunggu
bapak dan ibunya datang menejenguk dini.
__ADS_1