Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Skenario Pertemuan.


__ADS_3

Selesai menelfon sang ibu imah bukanya berangkat menjemput anaknya pulang sekolah malah duduk melamun di ruang keluarga di rumahnya.


" kira - kira apa ya yang akan ibu lakukan supaya radi mau menerima perjodohan ini, aku kok takut jika ibu gagal meyakinkan radi, terus jika gagal apa yang akan ku sampaikan terhadap bulek imah, ah.. apa pun yang terjadi radi harus menerima perjodohan ini, malu dong sama riani, riani saja sudah menikah masak radi belum" ucap imah seorang diri.


Sementara sang ibu merasa sangat bahagia begitu mendengar jika keluarga diva mau menerima perjodohan yang imah tawarkan.


" alangkah bahagianya aku jika radi juga mau menerima perjodohan ini, aku bakalan punya menantu cantik, baik dan masih gadis tentunya, tidak seperti riani sudah janda sombong lagi"


Ibu radi sudah berandai - andai dan membayangkan memiliki menantu perempuan secantik diva.


" lihat nanti setelah menikah diva akan ku pamer - pamerkan dengan warga sini khususnya ke pada keluarga riani, untuk merayakan kabar gembira ini aku akan memasak menu kesukaan radi"


" tapi bagaimana jika nanti radi menolak perjodohan ini, apa yang harus aku lakukan?" ucapnya sambil merenung.


Tak lama berselang muncul sebuah ide yang dia yakini pasti bisa membuat radi menuruti keinginannya kali ini.


" yaa, ku gunakan cara itu saja untuk membuat radi menuruti keinginan ku supaya dia mau menerima perjodohan ini"


Ibu radi segera memasak menu kesukaan anak laki - lakinya yang saat ini sedang berada di kebun sawit milik keluarga mereka.


Belum juga selesai memasak sudah terdengar suara motor radi dari kejauhan, dan benar adanya tak lama berselang terlihat suaminya sudah berada di dapur.


" masak apa bu harum sekali baunya"


" ibu masak kesukaan anak mu, sudah sana mandi dulu, jangan ganggu ibu memasak"


" terus untuk ayah masak apa bu? "


" iya sama yah, bukan kah kalian berdua memiliki satu selera, ayam rica - rica"


" hehehe iya bu"


" mana radi yah kok tidak kelihatan? "


" itu langsung mandi dia bu"


" oh kirain tidak ikut pulang"


" memangnya mau kemana jika tidak ikut pulang, suka aneh ibu ini"


" ya siapa tau mampir cari istri dulu pak, bukannya berdiam diri terus seperti ini, sampai kapan radi mau seperti itu terus"


" sampai dia menikam jodohnya lah bu, sudah ah ayah mau mandi dulu"


Ibu radi hanya diam menanggapi ucapan sang suami, selesai masak ibu radi berniat menyusul anaknya di kamarnya.


" aku harus bertindak cepat ini, kalau menunggu radi kelamaan" ucapnya.


Begitu sampai kamar anaknya sang ibu malah terlihat geram begitu mendengar ucapan sang anak dari dalam kamarnya.


" dek apa kabar mu hari ini, mas kangen dek, tapi mas tidak berani lagi menganggu mu, sepertinya kamu sudah bahagia sekarang ya sayang, maaf kan mas yang tidak bisa memperjuangkan cinta kita, tetap lah menjadi riani yang baik dan periang penuh semangat ya sayang, mas turut bahagia jika melihat mu bahagia dek" ucap radi pelan namun dapat di dengar dengan baik oleh sang ibu.


" di radi, kamu mau makan sekarang atau nanti nak" panggil sang ibu yang seolah - olah tidak mendengar perkataan radi barusan.


" iya bu sebentar lagi"


" cepat lah setelah makan tolong antarkan lauk ke rumah mbak mu ya" sang ibu mulai melancarkan rencananya.


" iya bu"


" nanti lauk yang buat mbak mu ibu taruh di dalam rantang, segeralah antarkan supaya bisa buat lauk keponakan mu makan siang"


" iya bu" jawab radi tetap dari dalam kamarnya dan masih dengan memegang foto riani.

__ADS_1


Setelah menyuruh radi mengantarkan lauk ke rumah mbaknya, sang ibu lalu menghubungi imah.


" assalamu'alaikum bu, ada apa? "


" Waalaikum salam, sebentar lagi radi akan ke rumah mu, kalau bisa diva suruh main ke rumah mu nanti mereka biar bisa ketemu lalu kamu lihat bagaimana reaksi radi begitu melihat diva"


" oh iya bu kebetulan itu diva sedang duduk - duduk di teras rumahnya, nanti imah panggil supaya main ke rumah imah bu, nanti kalau radi sudah berangkat ibu kasih kabar imah, miscall saja bu"


" iya mudah soal itu, sudah dulu ya nanti ayah mu dengar"


" iya bu, assalamualaikum "


" Waalaikum salam"


" nanti ya sayang cucu nenek yang paling cantik sebentar lagi oom radi ke sana mengantarkan lauk buat cucu nenek yang cantik ini" ibu radi seolah - olah masih menelfon sang cucu.


" siapa bu" tanya suaminya.


" ini lo pak ibu sedang mengabari cucu kita kalau sebentar lagi omnya mau mengantarkan lauk buat dia"


" lha tadinya mana? "


" masih di kamarnya belum keluar"


" di.. radi.. itu keponakan mu sudah menunggu kedatangan mu cepatlah berangkat kasian kalau terlalu lama menunggu mu"


" tapi radi belum makan yah"


" makan siang di rumah mbak mu saja sekalian, kasian Novi jika terlalu lama menunggu nak, lagian lauknya ibu lebihi jumlahnya tadi" ucap sang ibu manis.


"baiklah jika begitu radi berangkat sekarang mungkin pulangnya agak sore mau sekalian istirahat disana ya bu"


" boleh, nah ini hati - hati kalau bawa nanti tumpah "


" waalaikumsalam " jawab sang ibu dan ayah serempak.


Setelah radi berangkat diam - diam ibi radi memberi kode kepada imah supaya tau jika radi sudah berangkat.


Melihat ada panggilan tak terjawab dari ibunya imah lalu pergi ke rumah diva untuk memanggil diva yang sedang duduk di teras rumahnya.


" wah lagi santai sepertinya dek"


" ah mbak imah bikin kaget saja, dari tadi ya mba"


" nggak baru datang kok, dek diva sedang sibuk tidak? ".


" enggak, ada apa mbak? "


" mbak minta tolong sebentar bisa tidak ya? "


" minta tolong apa mbak? "


" ini bantuin mbak membuat lemper dek, agak banyak sih soalnya buatnya"


" lemper ya mbak, oh bisa mbak sebentar saya minta izin dulu sama ibu ya"


" iya mbak tunggu di rumah ya dek"


" iya mbak"


Tak perlu menunggu lama diva pun segera menyusul imah ke rumahnya.


" Assalamualaikum mbak imah, ini diva"

__ADS_1


" waalaikumsalam dek, masuk saja tidak dikunci kok pintunya"


" iya mbak"


" kok sepi mbak kemana anak mbah imah? "


" jam segini masih tidur siang novi nya dek, dan suami mbak nanti sore baru pulang dari kebun"


Lalu mereka berdua nampak mulai sibuk membuat lemper.


" dek tolong kamu bantuin mbak motong daun pisang buat membungkus lempernya ya"


" iya mbak, dimana ya daun pisangnya"


" Astagfirullah, mbak lupa, itu daun pisangnya masih di luar belum mbak ambil dek, sebentar mbak ambil dulu"


" biar diva saja yang ambil mbak, mbak imah lanjutkan saja mengukus ketannya"


" iya dek, terimakasih ya"


Sebenarnya diva malas membantu imah membuat lemper akan tetapi diva tidak mau nanti malah imah menjadi ilfil dengannya jadi terpaksa diva mau membantu imah.


" sepertinya mbak imah sengaja ngerjain aku deh, sengaja dia tidak mengambil daun pisang ini mana belum di apa - apa kan daun pisang ini, haduh panas lagi" gerutu diva.


" ini mbak daun pisangnya sudah selesai diva siapkan, ini mau diva lap dulu sebelum dipakai ya"


" iya dek, aduh calon adek ipar ku ini rajin banget deh, ibu ku pasti nanti akan sayang banget dengan kamu dek, percaya sama mbak"


" Aamiin" jawab diva.


"Assalamu'alaikum" terdengar suara salam dan imah sangat hafal mendengar suara sang pemberi salam.


" akhirnya datang juga dia" batin imah.


" Waalaikumsalam, sepertinya ada tamu dek tolong kamu bukain pintu ya"


" iya mbak"


Ketika pintu terbuka diva sangat terkejut melihat yang datang adalah tadi, begitu pun dengan tadi dia juga terkejut melihat diva yang membukakan pintu untuknya.


" ma,, mas tadi" ucap diva gugup.


" kok kamu yang bukain pintu div, kemana mbak imah? "


" ada mas mari silahkan masuk"


" iya, mbak.. mbak imah ini lauk buat Novi"


" kasihkan diva biar disimpan dulu Mbak sedang sibuk ini"


"mbak sibuk ngapain sih? " tanya tadi setelah mendekat ke imah.


"ini mbak sedang bikin makan kesukaan mu lemper isi abon, dan mbak dibantuin sama si cantik diva, sudah kenal kan kamu sama diva? "


" sudah lah mbak kan dulu diva sering main ke rumah, ya kan diva? "


" iya mas"


" tapi diva dulu tidak seperti yang sekarang, kok kelihatan beda kamu sekarang di"


" iya wajar beda, kan diva baru pulang dari kota "


" oh pantas "

__ADS_1


Diva nampak curi - curi pandang terhadap radi akan tetapi radi malah terlihat biasa saja terhadap diva.


__ADS_2