
Riani merasa sangat terkejut. mendengar penuturan orang yang mengaku sebagai pakde ragil tadi.
" apa lamaram, kok tidak ada yang memberitahu ku sama sekali, bapak, emak pakde, dan bude kenapa semua diam saja, apa yang harus aku lakukan, apa ku tolak saja tapi kalau aku menolak lamaran ini bapak sama emak pasti akan merasa malu, Ya Allah aku harus bagaimana sekarang".
Riani tenggelam dalam lamunannya, dia tidak bisa fokus menyimak apa yang orang - orang bicarakan tiba - tiba riani dikejutkan oleh tepukan di bahunya, dan yang menepuk bahunya adalah mbak tiya teman mengajarnya.
" eh kalau ditanya itu jawab, bukannya melamun calon mantan Jamu ".
" apaan sih mbak, kapan datangnya".
" sudah dari tadi, ini brondong yang kamu maksud".
" mbak nanti dulu ya ngajak gelutnya, sumpah saat ini otak riani sedang ngebleng total, riani sedang tidak bisa berfikir".
" cieee yang dilamar brondong ngebleng to otaknya"
" mbakk"
" iya - iya itu pertanyaan pakde brondong mu jawab dulu itu".
" memangnya apa pertanyaannya mbak? ".
" ya ampun riani serius kamu nggak denger ".
" beneran mbak".
" sudah - sudah, ndok kedatangan keluarga nak ragil kesini adalah untuk melamarmu bagaimana jawaban mu, kamu Terima apa tidak lamaran nak ragil".
Riani terdiam mendengar ucapan bapaknya, "apa yang harus aku katakan untuk menjawab pertanyaan bapak".
" pak, sudah riani katakan berkali - kali, kalau riani akan ikut apa pun jawaban bapak, riani akan ikhlas menerima dan menjalaninya".
" baik karena tadi bapak sudah menerima lamaran dari nak ragil jadi kami hanya ingin mendengar jawaban dari kami secara langsung nak".
" jika bapak sudah menerima lamaran ini maka tidak ada alasan bagi riani menolaknya".
" jadi kamu menerimanya ndok".
" Iya Pak ".
" hore dini akan punya ayah ragil beneran, Terima kasih ya ayah, ibu" perkataan dini membuat semua yang hadir tertawa.
" Alhamdulilah, Terima kasih atas jawabannya nak riani, ragil sebagai tanda pengikat diantara kalian pasangkan cicinnya dijari nak riani dan yang lain juga sekalian pasangkan".
" iya pakde, tapi sebelumnya saya mau minta maaf kepada ibunya dini karena mengambil keputusan tanpa meminta mendapat mu terlebih dahulu, maafkan saya ya bu".
" iya semoga ini memang yang terbaik untuk semuanya ya, kedepannya kalau mau mengambil keputusan tolong kita rundingkan dulu ya".
" siap nyonya ragil".
" apaan sih, cepatan masang cincinnya"
" ya Allah sabar sedikit dulu kenapa calon mantan jamu".
" mbak jangan mulai dech".
" semoga ini akan menjadi awal yang baik untuk kita semua khususnya untuk kita berdua untuk saat ini dan kedepannya bu, terimakasih sudah mau menerima ku menjadi pendamping hidupmu" ucap ragil sambil masang kan cincin di jari manis riani.
" saya yang Terima kasih ke ayah sudah memilih janda beranak satu ini menjadi bagian tulang rusukmu, jadilah imam sepanjang hidupku".
" hem... hem... sudah ayah ibu saja ini".
" bude ajak mbak tiya keluar saja bude".
__ADS_1
" hahahaha....... " semua tertawa mendengar perkataan riani.
"Alhamdulilah sekarang kalian berdua sudah resmi bertunangan tapi belum halal ya, dan pak sudrajat untuk tanggal pernikahan mereka menurut bapak dan pakde bagaimana baiknya".
" kalau menurut saya lebih cepat lebih baik Pak".
" kalau boleh saya usul bagaikan kalau acara pernikahannya dilakukan tanggal dia Mei tahun dia ribu***** saja jadi satu bulan kedepan, bagaimana pak besan" bapak ragil memberikan usul.
" baik pak kami ikut saja bagaimana baiknya".
" baik pernikahan mereka akan dilaksanakan satu bulan lagi dari sekarang".
" Baik pak, tapi kalau boleh saya memohon, anak saya riani merupakan anak tunggal, dan kerjaan dia juga berada di desa ini, jadi kalau nak ragil dan keluarga tidak keberatan saya selalu pakde riani dan perwakilan keluarga meminta jika nanti setelah menikah sudi kiranya nak ragil untuk menetap disini, tapi jika nak ragil dan keluarga keberatan boleh menolaknnya".
" itu soal mudah pak joni jangan terlalu di risaukan toh selama ini ragil juga jarang berada di rumah jadi kami tidak akan merasa kehilangan jika dia menetap disini" kelakar bapak ragil.
" maaf sebelumnya pakde, ragil tau akan soal itu dan ragil siap untuk tinggal disini"
Jawaban ragil membuat bapak dan emak riani lega.
" Alhamdulilah kalau begitu, acara lamarannya sudah selesai dan tanggal pernikahan juga sudah ditentukan, mari dilanjutkan dengan mengobrol sambil mencicipi makan yang ada, mari semuanya jangan malu - malu".
" tenang saja pak sudrajat habis ini nanti makanannya boleh kami".
Setelah selesai berbincang keluarga ragil dipersilahkan untik makan terlebih dahulu sebelum pulang, dan dini jangan ditanya lagi berapa bahagianya dia yanga akan segera mempunyai ayah baru, terlebih ragil orangnya.
" ayah terbaik pokoknya, selalu menepati janjinya kepada dini"
"selalu dong, kan ayah sudah janji akan selalu bahagiakan dini sama ibu juga katong dan uti"
" dini sayang ayah, nanti ayah menginap kan kita tidur bareng nanti ya yah".
" tidak sayang, nanti ayah pulang dulu, sebulan lagi baru ayah, dini, sama ibu bisa tidur bareng, ok sayang".
" siap princess ayah, mau makan sama apa".
" gil kamu kok bisa sedekat itu sama dini".
" iya mbak dini memang manja banget sama aku".
" iya mbak leha benar itu, dini suka manja sama om ragil nya".
" kok om sih bu, ayah dong susah amat panggil ayah".
" tidak usah malu - malu gitu kali ri, ntar takutnya malah malu - maluin".
" mbak tiya, ini otak riani sudah mau pulih loh ya, awas saja lihat nanti pembalasan riani mbak".
" nggak takut, kamu. banyak berhutang penjelasan sama mbam, oke".
Selsai menikmati makan keluarga ragil berpamitan untuk pulang, sedangkan dini masih bergelondot sama ragil.
" ayah beneran mau pulang? ".
" iya sayang, sekarang ayah pulang dulu, sebulan lagi ayah akan kembali lagi kesini dan akan tidak akan pergi lagi itu janji ayah ke princess ayah ini, jangan cemberut gitu dong, senyumnya mana".
Ragil memang paling bisa meluluhkan suasana hati dini, mendengar perkataan ragil calon ayahnya dini langsung tersenyum.
Setelah berpamitan ragil dan keluarganya segera berpamitan pulang.
" sayang banget sepertinya brondong mulai sama dini ria, salut aku sama kamu, dimana sih nemunya tu brondong? ".
" ceritanya panjang mbak, yang pasti kami ketemunya di FB".
__ADS_1
" FB naksudmu media sosial Facebook gitu, nggak lucu aj bercandamu riani".
" serius mbak, kami memang awalnya kenal di media sosial Facebook".
" ada ya kayak gitu, mbak fikir cuma di dunia sinetron saja riani, apa pun jalannya mbak do'akan ini jodoh terakhirmu dan langgeng sampai maut memisahkan kalian".
" Aamiin, terimakasih mbak atas do'anga, tapi kok tumben omongan mbak lempeng".
" asem, mbak serius tau riani, dasar calon mantan kamu, coba kamu lihat hasil mbak jadi fotografer dadakan, bagus kan hasilnya".
" iya mbak bagus banget, kirim ke riani ya mbak ".
" siap calon nyonya ragil".
" kan mulai lagi".
" hahahaaa.... mak tiya pamit pulang dulu ya, sudah sore ini".
" iya nak, ini ada sedikit makanan buat anak - anak nanti".
" waduh malah merepotkan ini mak".
" tidak sama sekali nak, Terima kasih sudah mau bantu - bantu kami hari ini".
" ah emak seperti sama siapa saja, tiya juga anak emak sama seprti riani mak cuma kami tidak lahir dari rahim yang sama".
" iya nak, bagi emak kamu adalah anak perempuan sulung emak".
" terimakasih mak sudha selalu baik buat tiya selama ini, tiya pamit pulang ya mak".
" iya nak hati - hati di jalan ".
" assalamualaikum mak dan bude tiya pulang ya".
" Waalaikumsalam salam, hati - hati bawa motornya".
" siap bos".
Sepeninggal ragil beserta keluarganya dan tiya, riani, bude, emak, dan dibantu oleh saudara yang lainnya masih sibuk menata makanan dalam wadah untuk dibagi - bagikan kepada tetangga dan sanak saudara keluarga riani.
"tadi mas mu telfon, katanya kalau kamun menikah, dia mau pulang kampung ndok".
" bude sudah bilang sama mas aji kalau riani sebulan lagi mau menikah? ".
" Iya sudah, baru saja"
" kok sudah diberi tahu sih bude".
" ya kenapa, kalau cepat bude kasih tau, kan mas mu biar bisa siap - siap jauh - jauh hari to ri".
" iya sih bude, riani mau ganti baju dulu nya bude".
" iya bude juga mau mengantarkan kue - kue ini ke rumah para tetangga ".
" mau ria bantuin nggak bude".
" memangnya kamu tidak malu kalau ada yang meledek i mu".
" malu juga sebenarnya, tapi riani kasian sama bude jika mengantarkan makanan sebanyak itu sendirian"
" bude tidak sendirian, itu ada yu mala sama yu sita yang akan bantuin bude, sana kamu bersih - bersih saja bantuin mak mu".
" iya bude".
__ADS_1
" setelah berganti baju riani segera membantu emaknya membersihkan sisa - sisa acara lamaran tadi.