
" dek sebenarnya kamu memanggil mbak kemari itu untuk apa ya? ".
" ada banyak hal yang ingin aq sampein ke mbak, termasuk soal mas radi mbak".
" memangnya ada apa dengan mas mu".
" coba mbak lihat mas radi secara baik - baik setelah mbak bicara dengan ku ini, mbak akan tau perubahan fisik mas radi yang semakin kurus dan tidak terawat".
" terus apa hubungannya dengan mbak dek".
" semua itu terjadi semenjak mas radi putus dengan mbak, coba mbak baca percakapan ku dengan mas radi ini" kata yana sambil mengulurkan hpnya kepada riani.
" mas yang sabar ya aku dapat kabar kalau mbak riani sudah bertunangan dengan mas ragil".
" kamu yang bener dek? ".
" benar mas, kemarin sore mereka lamaran, mas nggak apa - apa kan".
" sakit dek, mas kira riani masih mau menunggu mas bisa meluluhkan hati ibu, ternyata aku salah, dan kenapa harus ragil?".
" yana tidak tau mas, sepertinya mbak riani memang sudah melupakan mu".
" apa semudah itu dia melupakan mas dek, sedangkan sampai detik ini mas belum bisa melupakannya? ".
" entahlah".
riani tidak mau lagi melanjutkan percakapan yana dan radi, riani segera mengembalikan HP yana.
" kenapa dikembalikan mbak, masih banyak lagi percakapan kami".
" tidak, bukan hak mbak untuk mengetahui apa yang kalian bahas".
"mbak mas radi sangat menderita mbak, dia masih selalu memikirkan mbak".
" mbak hanya mengikuti kehendak ibu mu dan mbak imah, dan mas mu jangan sampai tau soal itu, biarlah setau mas mu mbak selingkuh dengan ragil".
" sayangnya mas radi sudah tau segalanya mbak".
" maksud kamu? ".
" ya mas radi sudah tau soal kedatangan ibu dan mbak imah ke rumah mbak riani juga sandiwara mbak riani tentang mas ragil, tapi anehnya kok mbak riani beneran tunangan dengan mas ragil".
" apa itu yang menyebabkan mas mu pergi yan? ".
" iya mbak, apa lagi setelah mas radi tau pernikahan ku ini juga atas kehendak ibu ku, sebenarnya mas radi tidak mau pulang mbak, karena mas radi tidak sanggup bertemu mbak dan mas radi sangat marah sama ibu, tapi siapa dikeluarga kami yang bisa menentang kehendak ibu mbak".
" yang sabar pasti ada hikmahnya".
" mbak boleh yana tau soal mas tono mbak? ".
" silahkan selagi mbak bisa jawab maka akan mbak jawab".
" dimana sekarang mas tono mbak dan apa kabarnya? ".
" dia sekarang ada di kota J****, dan kabarnya baik, ada apa memangnya? ".
" kalau boleh yana jujur mbak, sebenrnya yana tidak sampai hati menyakiti mas tono, sampai detik ini yana masih mencintai mas tono mbak, cuma apa lah daya yana untuk menolak keinginan ibu mbak, tolong sampaikan maaf ku kepada mas tono ya mbak".
__ADS_1
" ya nanti mbak sampaikan".
" mbak masih sering dihubungi mas tono ya? ".
" sering sih tidak dia kan ganti nomer, cuma kebetulan tadi dia menghubungi mbak dengan nomer baru".
" boleh aku minta nomer barunya mbak? ".
" tidak, mbak tidak mau ada masalah nanti dikemudian hari".
" yana mohon mbak".
" maaf, tapi kalau kamu mau bicara dengannya pakai HP mbak saja"
" beneran boleh mbak".
" boleh, sebentar mbak hubungi dia".
"Assalamualaikum mbak riani ada apa".
" Waalaikumsalam mas ini yana bukan mbak riani, yana minjem HP mbak riani untuk menghubungi mas tono, mas apa kabar? ".
" kabar buruk, untuk apa kamu menghubungi ku, untuk mentertawakan ku ya setelah apa yang kamu lakukan padaku? ".
" tidak mas, yana pun sangat merasa bersalah dengan mas, yana juga merasakan apa yang mas rasakan, yana pun sangat tersiksa dengan semua ini mas".
" hahahaha, nggak usah mengarang kamu yana, sudahlah jangan pernah ganggu hidupku lagi, dan jangan pernah menghubungiku lagi, ini kan yang kamu mau, seharusnya kamu bahagia bisa membuat ku merasakan sakit seperti ini".
" maaf mas".
"tut.... "
" sebenci itukah mas tono padaku mbak".
" dia tidak benci padamu dia hanya masih merasakan sakit dan kecewa saja, nanti kalau dia sudah bisa move on dari mu maka dia akan kembali seperti biasanya ".
" sampai kapan mbak? ".
" entahlah mbak juga tidak tau".
" mbak apa aku akan mengalami nasib yang sama dengan mas radi mbak? ".
" tidak, mbak akan mendo'akan kamu akan bahagia dengan pernikahan mu ini".
" tapi mbak, aku tidak mencintai calon suamiku mbak".
" lama - lama kamu akan cinta juga, cobalah menerima apa yang sudah ditakdirkan kepadamu buka hatimu untuk calon suamimu yan, kan kasian dia tidak tau apa - apa malah jadi korbannya".
" sulit mbak apa lagi dengan kondisi hatiku yang seperti ini, aku selalu dihantui perasaan bersalah kepada mas tono mbak".
" hilangkan tono dari hatimu maka kamu akan bahagia, toh percuma saja jika kamu tetap menyimpan nama tono didalam hatimu dan semua kenangan kalian toh kalian berdua tidak mungkin bisa bersatu, jadi ihlaskan semuanya buka lembaran baru bersama dengan jodoh pilihan keluargamu".
" apa ini juga yang mbak lakukan, sehingga mbak bisa menerima mas ragil dengan mudah? ".
" mungkin, mbak orangnya tidak mau ribet, kalau ada yang bisa dipermudah kenapa mencari yang sulit ".
" berarti kemarin - kemari mbak tidak serius cinta dengan mas radi? ".
__ADS_1
" mbak orangnya konsisten juga ya, ketika bersama dengan mas mu maka sepenuhnya mbak mencintai dia dengan tulus, tapi semua itu tidak cukup bagi keluargamu dek, dan saat ini ragil datang dengan ketulusannya maka mbak pun tidak bisa menolaknya, toh semua ini juga sudah menjadi keputusan bapak dan keluarga mbak".
" adalah kesempatan untuk mas radi mbak? ".
" tidak, karena saat ini mbak sudah alam ikatan pertunangan dengan ragil, kalau kamu menerima calon suami yang menjadi pilihan keluarga mu karena tidak mau mengecewakan keluargamu maka mbak pun sama, ragil adalah pilihan keluarga mbak, dan mbak yakin ini memang yang terbaik buat mbak dan dini".
" meskipun ada hati yang terluka dengan keputusan itu dek".
Tiba - tiba radi muncul diambang pintu kamar yana dan ikut nimbrung dalam pembicaraan yana dan riani.
" ya meskipun ada hati yang terluka, dan ini sudah menjadi keputusan ku".
" dek, beri mas kesempatan untuk memperjuangkan hubungan kita dek".
" hubungan kita sudah lama berakhir dan kesempatan itu sudah lama aku berikan dan sekarang sudah tidak ada lagi kesempatan mas, capek riani selalu menunggu janji mas buat memperjuangkan riani, riani mau yang pasti - pasti saja".
" terus mas harus bagaimana dek, jujur mas masih sangat mencintai mu dan belum bisa melupakan mu".
" soal perasaan mas riani tidak bisa melarangnya karena itu merupakan gak pribadi mu, tapi kalau soal keputusan riani mas pun tidak bisa memaksakan nya, maaf".
" dek apa mungkin secepat ini kamu bisa melupakan mas dan semua kenangan kita? ".
" tidak juga, akan tetapi riani akan tetap akan membuka lembaran baru dengan calon suami riani dan riani sudah menutup rapat soal mas dan semua kenangan mas sebagai pengalaman dan pembelajaran hidup riani".
" dek bolehkah mas minta satu peukan untuk perpisahan dan yang pertama dan terakhir kalinya".
" tidak, dek kalau memang tidak ada lagi yang mau dibahas mbak permisi dulu ya nggak enak kalau ada yang lihat".
" baik mbak maaf ya sudah merepotkan mbak".
" tidak merepotkan kok, mbak keluar dulu silahkan lanjutkan ngobrolnya dengan mas mu, mari ".
Sepeninggal riani radi masih berada di kamar adiknya.
" maaf ya mas yana tidka bisa membantu banyak".
" iya dek nggak apa - apa, sepertinya keputusan riani sudah bulat untuk menikah dengan ragil, nanti mas akan cari tau ragil serius tidak dengan riani, mas tetap tidak rela jika ragil hanya akan menyia-nyiakan riani".
" sepertinya mas ragil juga serius mas".
" Oh ya, tetapi mas tetap akan mencari tahu siapa tau mas mempunyai kesempatan untuk bisa menjadi pendamping hidup riani dek".
" terus bagaimana dengan ibu dan mbak imah, memangnya mas berani melawan keputusan ibu".
" kalau riani mau balikkan sama mas, dan mau memberikan kesempatan kepada mas maka mas akan benar - benar memperjuankannya dek".
" yakin, kalau yana tidak yakin mas berani melawan keputusan ibu, menurut yana mas Terima saja keputusan mbak riani tidak usah lagi mengganggu kehidupan mbak riani mas, siapa tau kalau mas bisa ihklas menerima semua ini mas bisa segera move on dari mbak riani, dan mas segera mendapatkan pengganti mbak riani ".
" tidak semudah itu dek, berat bagi mas untuk bisa melupakan riani".
" apa sih yang kalian bicarakan sepertinya serius sekali, radi dari tadi ibu mencarimu lo, ternyata tak kami disini" mbak imah datang dan ikut duduk diranjang yana.
" ada apa ibu mencarimu mbak, ibu takut aku menemui riani nya? ".
" ah tidak mungkin ada yang akan ibu bahas sama kamu".
" akun sih tidka yakin seperti itu mbak, atau mbak sengaja mencari ku juga karena takut aku menemui riani, bilang sama ibu kalau aku sudah tidak mempunyai kesempatan untuk mendapatkan riani dan semua ini karena ulah ibu dan mbak imah".
__ADS_1
Mendengar perkataan radi imah dan yana hanya bisa terdiam karena apa yang dikatan radi benar adanya.