Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Pergin ke pasar.


__ADS_3

Pagi menjelang, tidak seperti pagi - pagi sebelumnya di hari libur, pagi ini dini benar - benar bangun lebih awal, bahkan ketika riani selesai sholat subuh terlihat dini sudah duduk diatas ranjang.


" kita pergi ke pasarnya sekarang ya bu".


" ya Allah ndok, ini masih jam lima subuh, pasarnya mana sudah buka, penjualnya saja masih di rumahnya masing - masing".


" jadi dini kepagian dong bangunya".


"tidak sayang, malah bagus dini bisa bangun pagi hari, ayo sholat subuh dulu, ibu antar atau sendiri ke kamar mandinya untuk ambil wudhu".


" tiap hari bangunnya tanpa ibu bangunin seperti ini kan bagus ndok, sudah kelas satu lo, harus sudah biasa bangun tidur sendiri, jangan karena mau ikut ke pasar saja subuh - subuh sudah bangun".


" kalau gitu, tiap hari saja kita ke pasarnya bu, biar dini bangun pagi terus".


" owh, jadi bener karena mau ikut ke pasar saja mau bangun tidurnya subuh gitu".


" ya,, enggak bu "


" waduh salah ngomong aku" kata dini dalam hati.


" ya sudah ayo cepat".


" ke pasar sekarang ya bu".


" lha siapa tadi yang minta antar ambil wudhu".


" he.. he.. He.. ".


" iya bu, maaf".

__ADS_1


setelah mengantarkan anaknya ke kamar mandi riani memasangkan mukena pada anaknya.


" tau kamu bangunnya pagi, kita tadi sholat subuh bareng ndok".


" lain kali kita sholat bareng saja ya, sudah cepet sholatnya ingat dua rakaat ya, jangan lebih, berani ibu tinggal ke dapur tidak".


" iya ibu, dini berani kok, ibu ke dapur saja".


Lalu riani bergegas perginke daput untuk menyiapkan sarapan keluarganya, riani memilih memasak nasi goreng saja untuk menu sarapan supaya bisa segera mengantarkan emaknya ke pasar.


" dini sudah bangun belum ?" emak riani tiba - tiba bertanya membuat riani terkejut.


" Astahfirullah.. emak bikin kaget ria saja, sudah mak sedang sholat subuh dia".


" tumben pagi sekali bangunnya, kom sholat kamu tinggal bener tidak sholatnya, dia masih kecil lo ria".


" mak riani cuma masak nasi goreng sama telur ceplok saja ya, biar cepat".


" iya, nanti sepulang dari pasar saja kita masak lauknya, nasi masih kan di magic?".


" masih banyak mak, tadi riani sudah masak nasi kok".


" nasi goreng dan telurnya sudah riani sediakan di atas meja makan, riani mau mandikan dini dulu mak"


" iya, jangan lama - lama, nanti kesiangam kita sampai pasarnya".


Selesai memandikan memakaikan baju anaknya, lalu riani bergegas mandi dan bersiap, dan setelah selesai sarapan riani besrta emak dan anaknya bergegas pergi kepasar mengendarai sepda motor.


Sesampainya di pasar, susana pasar terlihat sudah ramai.

__ADS_1


" hampir saja kita kesiangan nyampai pasarnya ria".


"ah, tidak juga mak, itu lihat dagangan penjual masih banyak semua".


"riani mau cari perlengkapan sekolah dininya mak, nanti emak telfon saja kalau emak ada perlu sama riani".


" iya, sana jangan lama - lama, siapa yang akan bantuin emak bawa belanjaan kalau kamu lama".


" kami tidak akan lama mak, cuma cari beberapa keperluan sekolah dini saja kok".


" juga senter buat dini ngaji mbah".


" masih ingat soal senter ya".


" masih lah, kan memang dini minta senter".


" ya sudah ria sama dini ke toko sebelah sana dulunya mak" izin riani sambil berlalu dari emaknya.


" bu, dini boleh minta di belikan sandal nggak?".


" memangnya sendal dini kenapa, kok minta dibelikan ".


" ya biar punya lagi bu, boleh ya".


Belum sempat riani menjawab pertanyaan anaknya terdengar suara.


" Dini... ,Ya Allak nak mbah kangen, ndook".


Mendengar suara itu membuat riani dan dini menghentikan langkah kakinya dan menoleh.

__ADS_1


__ADS_2