Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Hari H


__ADS_3

Pagi menjelang dari semalam riani sudah sulit untuk tidur entahlah, waktu pernikahanya yang pertama dengan aldi riani tidak segrogi pernikahan keduanya dengan ragil yang akan diadakan pagi ini.Seolah – olah apa pun yang dilakukan riani selalu canggung dan penuh dengan keraguan takut jika terjadi kesalahan.Ketika keluarganya sudah terlihat rapi riani malah masih terlihat berantakan dan belum mandi.


“ ya Allah ri kamu belum apa – apa. Ini mbak yang mau dandanin kamu sudah datang dari tadi lo emak kira kamu sudah selesai mandi, ini kok malah belum apa – apa, jadi menikah tidak sih kamu ini?”


“ ya jadi mak, sebentar kok riani gemetaran ya mak”


“ ini pernikahan kedua mu ndok, kenapa kamu jadi terlihat grogi seperti ini?”


“ riani tidak tau mak, mak atau dini atau yang lainnya saja dulu yang make up riani yang terakhir tidak apa – apa”


“ kamu ini aneh – aneh saja, sana mandi dulu, pengantin kok jorok”


“ ada apa to mbah kok ribut – ribut?”


“ bagimana aku bisa tidak rebut, coba bapak lihat anak perempusnmu jam segini belum mandi pak, takutnya


rombongan pengantin pria datang dia be;um siap”


“ lho kamu belum mandi ri?”


“ belum pak masih mengantuk sebenarnya raini”


“ semalam kamu tidur jam berapa memangnya ?”


“ entah jam dua apa jam tiga “


“ kan bapak sudah bilang kamu tidur lenih awal riani”


“ riani tidak bisa tidur pak”


“ apa karena semalam dini tidur dengan bapak jadi kamu tidak bisa tidur?”


“ sepertinya bukan itu pak penyebabnya anak mu ini grogi menhadapi pernikahanya”


“ kok aneh waktu kamu menikah dengan aldi dulu kamu biasa – biasa saja”


“ semoga ini pertanda baik ya pak”


“ Aaminn, semoga saja mak, sudah kalau kita ngobrol terus kapa riani akan mandinya, kamu segera mandi dan


rambuntmu jangan kamu basah i “


“ kenapa memangnya rambut riani tidak boleh dibasahi mak”


“ kamu mau nanti jilbab mu terlihat basah”


“ iya juga ya”


“ sudah sana cepetan mandi anakmu saja sudah cantik dan rapi ibunya masih berantakan”


Sebelum riani beranjak mandi terdengar bunyi hpnya, segera riani mengambil hpnya terlebih dahulu, ada nama calon imam terlihat dilayar hp.


“ assalamualaikum yah”


“ walaikum salam, ibu sudah selesai Bersiap belum ini ayah dan rombongan akan berangkat kesana”


“ sepagi ini”


“ iya lah acara ijabnyakan jam Sembilan sayang, jangan – jangan kamu belum selsesai Bersiap ya”


“ hehehehe ini baru mau mandi”


“ ya Allah sayang ku ini sudah jam berapa kok kamu belum mandi, seirius mau menikah tidak sih”


“ ya serius yah”


“ terus kenapa jam segini belum mandi?”


“ semalam ibu tidak bisa tidur”


“ sama ayah juga tidak bisa tidur, sudah tidak sabar mau kesana buat halalin ibu”


“ serius ibu bingung tidak tau harus ngapain dari tadi”


“ terus dini siapa yang ngurusin?”


“ emak”


“ dari yang ibu memandikan sampai gantiin baju, terus yang dandanin emak semua”


“ iya”


“terus kamu ngapain?”


“ bengong dikamar”


“ sudah ini ayah benar – benar mau berangkat, ibu segra mandi ayah tidak mau tau begitu ayah sampai sana


ibu sudah harus sudah siap ayah hahalalin, assa;amualaikum”


“ waalaikum salam”


“ ada apa sih muka calon pengantin cemberut gitu” mbak leha menghamiri sang adik yang selesai bertelfonan dan terlihat cemberut mukanya.


“ riani mbak”


“ ada apa dengan riani gil?”

__ADS_1


“ kita saja sudah Bersiap mau berangkat kesana dia masih belum mandi Ajaib kan”


“ hahahah… masih lama juga waktu buat dia Bersiap gil tenang saja begitu kita sampai sana mbak yakin dia sudah siap menyambut sang suaminya ini dengan cantik, tapi memang benar kata kamu dia memang sosok yang ajaib penuh kejutan”


“ itulah mbak yang membuat ragil cinta mati sama dia, di aitu berbeda dengan kebanyakan wania diluaran sana”


“ puji terus biar mbak semakin eneg sama kebucinanmu sama riani, sudah ayo berangkat semua sudah Bersiap tinggal menunggumu mbak disuruh memangilmu tadi”


“ iya mbak ayo,awas saja kalau aku sudah sampai sana dan riani brelum Bersiap”


“ mau kamu apain dia”


“ aku kurung sekalian dikamar”


“ itu mah modus dan mau kamu gil, sini tas bajumu mbak saja yang bawa hari ini kamu tidak boleh capek persiapkan tenagamu buat nanti malam bersama riani”


“ apaan sih mbak itu privasi ragil mau ngapain saja dengan istri ragil nanti malam”


“ do’a mbak Cuma satu”


“ apa?”


“ semoga dini nanti malam minta tidur Bersama dengan kalian. Kamu bair kapok”


“ aku memang sudah berjanji dengan anak gadis malam pertama jadi ayahnya kami akan tidur bertiga kok mbak”


“ seirus gil”


“ iya serius lah”


“ waow salut mbak sama kamu”


“ harus dong adik siapa dulu”


“ mbak tidak menyangka jika kamu bisa bersikap seperti ini jadi terharu mbak sini peluk dulu”


“nggak ah sudah rapi gini main peluk – peluk calon suami orang”


“ eh dodol calon suami orang itu juga adik mbak tau” ucap leha sambal memeluk adiknya.


“ eh ditungguin dari tadi tidak keluar – keluar dari tadi malah asik peluk – pelukan disini, ayo cepetan keluar semua sudah menunggu tu, nanti kesiangan sampai sana” omel ibu ragil kepada kedua anaknya yang sedang berpelukan itu.


“ iya bu ini mau keluar malah mbak leha minta peluk segala sama calon suami riani”


“ sudah ngak usah lebay lagi kamu gil, ayo keluar”


Mereka bertiga beriringan keluar dari dalam kamar ragil , terlihat semua yang akan ikut mengantarkan ragil ke rumah riani sudah Bersiap, dan mas ipar ragil sedang membagikan rokok buat bapak – bapak dan para bujangan yang ada.


“ kamu ikut motor ku saja ya gil”


“nggak ah ton aku ikut sama amir saja”


“ biarin aku takut kamu sentiment sama aku lalu aku kamu ajak jatuh kan bahaya, bukannya jadi nikah aku malah dirawat”


“ hahahaha kamu fikir aku sudah gila apa kakak ipar”


“ siapa tau adik ipar”


“ sudah – sudah ayo berangkat , kamu mau berboncengan dengan siapa gil?” tanya bapak ragil terhadap anaknya.


“sama tono pak”


“ katanya tadi tidak mau boncengan dengan ku”


“ bercanda kakak mu ini adik ipar”


Tak lama setelah itu rombongan pengantin pria segera menuju ke rumah mempelai Wanita. Iring – iringan pengendara motor pengantar pengantin ragil menjadi perhatian banyak orang sepanjang jalan karena banyaknya sang pemgiring manten.


Sedangkan di rumah mempelai Wanita yaitu riani, sudah terlihat mulai dimake up sama mbak MUAnya, riani


tampak semakin cantik dengan balutan busana pengantin pilihan ragil yang berwarna lilac, tak henti – hentinya mbak tiya meledek sang calon pengantin tersebut.


“ ternyata selera ragil tinggi juga, kamu terlihat makin cantik dengan gaun lilac itu ri”


“ ah mbak bisa saja”


“ serius, yak an din ibu mu terlihat semakin cantik saja, sini mbak foto dulu mau bak buat setatus biar mantan – mantan mu semua pada kecewa dan menyesal melihat kamu cantik seperti ini”


“ jangan mbak nanti saja kalau sudah selesai make up nya”


“ jangan saja nanti brondongmu itu tidak menegnali mu ri, mbak saja pangling sama kamu”


“ pangkling bagaimana ? semua masih tetap sama mbak, mbak ini lipstiknya bisa dikurangi tidak sih, berat rasanya bibir riani”


“ jangan mbak riani ini sudah pas kok, mbak anteng sebentar saya mau memasangkan manik – manik di jilbab mbak riani”


“ kamu itu memang manten peciciln lo ri, diam dulu kenapa biar mbak mua nya enak dandani kamunya”


“ mbak tiya saja yang dari tadi meledeki riani”


“ iya dech maklum pengantin selalu benar”


“ sudah selesai belum mbak dandani rianinya?”


“ belulm bu sebentar lagi tinggal memasang manik – manik dan merapikan jilbanya mbak riani saja”


“ oh ya sudah agak cepat ya soalnya rombongan pengantin pria sudah dekat”

__ADS_1


“ iya bu siap”


“ kamu kenapa kok kelihatan tegang seperti itu ri”


“ dari semalam dia sudah tidak bisa tidur ya, entah kenapa”


“ dulu pas kamu menikah dengan aldi seperti ini juga kamu ri?”


“ tidak mbak, entah kenapa yang sekarang aku grogi banget mbak”


“ bu ayah telfon ni” ucap dini membuat percakapan antara riani dan mbak tiya terhenti.


“ coba dini saja yang angkat”


“ assalamualaikum ayah ini dini”


“ waalaikum salam sayang ayah sudah sampai nih, dini dimana, dan ibu sudah siap belum?”


“ sudah ibu sudag siap ini dini sedang menemani ibu di kamar, yah nanti ayah jangan kaget ya kalau melihat ibu”


“ kenapa memangnya sayang”


“ tidak ada apa – apa yang penting jangan terkejut saja”


“ ya sudah ayah tutup dulu, ya sayang assalamualaikum”


“waalaikumsalam”


“ sudah belum mbak ini, soalnya rombongan pengantin pria sudah datang”


“ sudah kok bu tiya, ini mbak riani sudah siap”


“ mau keluar sekarang ri?”


“ nanti saja mbak tunggu utinya dini kesini dulu”


Tak lama berselang emak riani kembali masuk ke dalam kamar riani.


“ ayo ndok kamu keluar dulu acara ijab kobulnya akan segera dimulai, tiya kamu yang bawa riani keluar Bersama


dini ya”


“ iya mak, ayok ri, dini pegang tangan kiri ibu ya, bude disebelah kananya”


“ iya bude”


Setelah riani masuk ke


ruangan akan dilaksanakanya acara ijab kobul, terlihat ragil sangat terpana memandang calon istrinya, bahkan sampai kakak iparnya sampai menyenggol tangan ragil untuk menyadarkannya.


“ lihatnya biasa saja kali gil” bisik tono terhadap ragil.


“ sumpah ton calon istriku cantik banget”


“ calon istri ya dipuji – puji terus dasar bucin”


“dini sini duduk disamping uti ndok”


“ biar disini sama riani saja mak”


“ baiklah”


“ bagaimana kedua calon pengantinya sudah siapkan, kalau sudah siap mari segera kita laksanakan acara ijab kobulnya saja”


“ sudah pak “ jawab bapak riani dan bapak ragil secara bersamaan.


“ baiklah, mas ragil sebelum acari ijab kobulnya dilaksanakan, saya mau menayakan dulu kepada kedua


mempelai, apakah ada paksaan buat mbak riani dalam pernikahan ini”


“ tidak pak”


“ mas ragil pamungkas apakah ada paksaan buat mas dalam pernikahan ini”


“ tidak pak”


“ baiklah untuk mempersingkat waktu kepada bapak wali nikah sudah siapkan untuk menikahkan putri bapak”


“ insyAllah siap pak’


“ baik mari kita mulai saja acara pada pagi hari ini, kita awali dengan bacaan sholawat, syahadat, dan istigfar tiga kali ya, setelah Bersama – sama kita membacanya lalu kedua mempelai membaca secara pribadi sendiri – sendiri diawali oleh mepelai pria terlebih dahulu”


Rangkaian acara berjalan dengan lancar bahkan ragil mampu mengucapkan kaliamat ijab kobulnya dapat diucapkan dengan sekali ucap dan Ketika kalimat SAH terdengar riani tidak dapat menahan air mata terharu dan bahgianya.


“ terima kasih sudah mau menerima ku sebagai suami dan imam mu riani” ucap ragil Ketika riani mencium


tanganya dengan takzim wujud bakti seorang istri terhadap suaminya.


“ terima kasih juga sudah mau menerima ku denga segala kekurangan ku ini yah” balas riani.


“ sayang ayah sudah resmi menjadi ayahmu mulai detik ini, sini peluk dulu” kata ragil terhadap dini


“ iya yah terima kasih ya ayah sudah mau menjadi ayah dini, dini sayang ayah”


“ ayah juga sayang bahkan sangat sayang terhadap dini”


Perlakuan ragil terhadap dini membuat semua yang menyaksikan merasa terharu.

__ADS_1


“ sudah – sudah acara mesra – mesraannya dilanjut nanti saja sekarang salaman dengan semua yang hadir ucap


bude riani. Dan dengan diringi suaras holawat nabi yang diucapkan oleh semua yang hadir beriringan ragil, dini dan riani menyalami semua hadirin yang hadir.


__ADS_2