Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Kabar Bahagia.


__ADS_3

Radi yang sedang larut dalam


kesedihannya berbanding balik dengan riani yang saat ini riani sedang dibingungkan dengan perubahan sikap sang suami sudah dua hari ini ragil tidak mau makan nasi.


“ bu jauhkan nasi itu dari ayah, ayah tidak sanggup mencium baunya” ucap ragil pagi ini Ketika mereka sedang sarapan pagi Bersama.


“ yah ini sudah dua hari lo ayah seperti musuh dengan nasi nanti sepulang dari sekolah kita ke dokter ya ibu takut ayah kenapa -napa”


“ iya gil benar apa kata istrimu kamu sudah dua hari ini pasti muntah – muntah jika berdekatan dengan nasi seperti orang hamil saja” bu simi ikut menimpali soalnya dia heran atas perubahan sang menantu.


“ atau pagi ini saja gil biar bapak yang anterin kamu ke dokter” saran bapak riani


“ tidak pak nanti saja sama ibunya dini saja pak ragil ke dokternya, bu ayah ke depan saja ya tolong antarkan ubi rebus ayah ke depan ayah tidak sanggup mencium bau nasi ini”


“ iya yah” jawab riani prihatin atas apa yang dialami sang suami


Selesai sarapan dan Bersiap


riani dan dini berangkat menuju sekolah dengan diantar ragil.


“ pagi mbak “ sapa riani terhadap tiya yang kebetulan datang ke sekolah berbarengan dengan riani.


“ pagi juga ri, kok makin


terlihat gemoy ya ri kamu sekarang apa sedang ngisi ya”


“ iya mbak tadi baru ngisi


sepiring nasi dan sekarang mau ngisi kelas “ jawab riani bergurau


“ serius mbak ini ri, kamu


ngak mengalami hal yang aneh gitu, mual misalnya”


“ Ya Allah mbak riani itu sudah pernah hamil jadi riani tau bagaimana jika sedang hamil dan riani tidak mengalami hal aneh apa pun” jawab riani


“ tap ikan setiap kehamilan itu berbeda – beda ri”


“ kalau pun riani hamil ya Alhamdulilah dong”


“ iya si cantik dini biar punya kawan bermain”


“ iya mbak, riani ke kelas dulu ya mbak, atau mau bareng”


" kamu lupa kelas mbak jam pertama adalah jam olahraga" jawab tiya.


"oh iya, maaf" ucap riani sambil berlalu menuju kelasnya.


Jam sekolah telah berakhir dan riani melihat sang suami sudah menunggunya terlihat ragil sedang bercanda dengan dini.


“ seru banget sampai pada nggak sadar ibu datang”


“ ini lo bu anak gadis merajuk minta adik, terus ayah jawab iya nanti ayah buatin tapi malah merajuk”


“ kenapa sayang?”


“ yak kan dini minta adik bu


kata ayah mau dibuatin dari tepung gitu kan sebel dini jadinya”


“ ih sudah besar kok masih suka merajuk mau ikut ibu ke puskesmas atau mau diantar pulang dulu kamu sayang”


“ ikut ayah sama ibu saja lah tapi nanti beli bakso ya yah”


“ siap tuan putri”


“ makasih,dini sayang ayah”


ucap dini sambal mencium pipi sang ayah.


“ Cuma ayah nih yang disayang ibu tidak”.


“sayang ibu juga dong” ucap dini juga sambil mencium pipi sang ibu.


Dan tanpa mereka bertiga sadari ada sepasang mata yang memperhatikan interaksi ketiganya dengan mata berkaca – kaca.


“ kamu terlihat sangat bahagia dek bahkan kamu sekarang terlihat semakin gemuk dan semakin cantik, maafkan dulu aku tidak bisa membuatmu hidup Bahagia” ucap sang pemilik sepasang


mata yang sedang memperhatikan interaksi ketiga orang di depannya itu.


Dan pemilik sepasang mata


itu adalah aldi sebenarnya dia bermaksud untuk menemui sang anak karena telah lama tidak bertemu dengan anaknya maka aldi berniat menemui anaknya di sekolah saja akan tetapi begitu aldi datang sudah tampak sang anak sedang Bersama ayah


sambungnya oleh karena itu aldi malu untuk mendekat makanya dia hanya melihat sang anak dan mantan istrinya dari jauh.


“ bapak sangat rindu dengan


dini nak, tapi sepertinya kamu pun sudah melupakan bapak mu ini, kamu pun terlihat sangat dekat dengan ayah baru mu” ucap aldi lirih.


“ mas apa masih lama ya kita berada disini” ucap tukang ojek yang aldi naiki.


“ oh tidak mas mari langsung antarkan saya pulang saja” putus aldi akhirnya.


Sementara itu begitu sampai


di puskesmas dan mendaftar ragil mendapatkan panggilan.


“ pak ragil” panggil petugas


puskesmas.


“ ayah masuk dulu ya dini sama ibu di sini dulu tunggu ayah”


“ iya ayah semoga ayah


tidak kenapa – napa ya”


“ amin sayang”

__ADS_1


“ lho bu riani sedang apa disini bu?” tanya seseorang terhadap riani


“ oh ibunya desi ya, ini sedang mengantarkan suami saya periksa bu”


“ iya bu saya ibunya desi, sakit apa suaminya bu?”


“ belum tau bu soalnya dua hari ini baru muncul gejalanya”


“ semoga suaminya sehat bu,


saya permisi dulu yam mau ambil obat”


“oh iya bu mari silahkan”


“ bu, ibu dipanggil bu dokter buat diperiksa” ucap ragil tiba – tiba datang menghampiri riani


“ lha ibu tidak sakit kok diperiksa, terus bagaimana hasil pemeriksaan ayah?” tanya riani.


“ ayah tidak kenapa – napa,


semua terlihat baik oleh karena itu giliran ibu diperiksa ayo sudah ditunggu sama bu dokter lo”


“ ini kok aneh sih yah ya sudah ayo, dini mau disini saja apa ikut ke dalam nak”


“ disini saja lah bu”


“ ya sudah dari pada jenuh nunggu ayah sama ibu ini main hp ayah dulu ya nak” ucap ragil


Lalu riani dan ragil segera


memasuki ruangan periksa bu dokter.


“ selamat siang dok ini istri saya”


“ selamat siang pak, begini


ibu riani setelah saya periksa suami ibu tidak mengalami apa pun dan saya malah curiga sebenarnya yang membuat pak ragil ini tidak bisa mencium aroma nasi karena beliau sedang mengalami gejala kehamilan simpatik, ibu sedang hamil akan tetapi suami ibu yang mengalami gejala - gejala aneh, sedangkan ibu tidak merasakan apa pun, oleh karena itu mari ibu saya periksa dulu” jelas sang dokter terhadap riani.


“ iya dok silahkan”


“ kapan terakhir ibu datang bulan?”


“ terakhir datang bulan.., ya Allah saya sudah telat dua bulan lebih dok kok saya tidak ngeh ya”


“ na kan sekarang coba ibu


ke kamar mandi sebelah dan tampung air urin ibu disini ya untuk lebih pastinya kita kan melakukan testpack”


“ iya dok “ jawab riani gugup


Riani keluar dari dalam kamar mandi dengan tersenyum sumringah.


“ Alhamdulilah yah positif” ucap riani yang membuat sang suami bengong saja


“ positif apanya bu” tanya ragil


“ is ayah ini”


hamil, selamat ya pak bu atas kehamilannya, dan usia janin yang ada dikandungan ibu berusia Sembilan minggu ini saya kasih resep nanti ibu tebus di bagian obat”jelas sang dokter yang membuat ragil langsung memeluk sang istri sambil mengucapkan rasa syukur atas kehamilan sang istri.


“ iya bu dokter terima kasih” jawab riani.


“ Alhamdulilah Ya Allah


tidak sia – sia tiap malam lembur ya bu” ucap ragil memotong ucapan sang istri dan reflek dari ucapannya membuat sang istri mencubit perutnya.


“ kalau bicara dikondisikan


dong yah malu tau kedengaran sama bu dokter”


“ tidak apa -apa bu saya maklum kok”


“ ayah sih bikin malu saja,


ya sudah dok saya permisi dahulu ya sekali lagi terima kasih ya”


“ iya bu silahkan jangan lupa minum obatnya secara rutin dan semoga janin dan iibunya sehat selalu dan kalau ada keluhan segera datang kemari pak bu”


“ baik bu dokter kami permisi dulu” ucap ragil


“ sayang ayo kita pulang’


‘ ibu sudah yah periksanya?”


“ sudah dong”


“ ibu sakit apa yah, dan ayah juga sakit apa? Kok bisa barengan sakitnya?”


“ sudah nanti saja jawabnya di rumah ayo jadi makan bakso tidak nih anak gadis ayah”


“ jadi dong”


“ tapi baksonya kita bungkus saja ya nak makanya di rumah saja bareng mbah kakung sama mbah uti” tawar ragil terhadap sang anak, karena ragil ingin riani segera sampai rumah dan beristirahat.


“ iya yah tapi nanti bikini es teh ya bu”


“ iya sayang”


Selesai membeli bakso ragil segera membawa motornya dengan membonceng dini di depan dan riani di belakang.


Begitu sampai rumah riani segera membuat es teh pesanan sang anak.


“ sini biar ayah saja yang membuat es teh nya ibu istirahat saja”


“ Cuma buat es teh yah”


“ tidak ayah tidak mau ibu kecapean malai sekarang ibu tidak boleh capek”


“ ya sudah ibu siapkan baksonya dulu”

__ADS_1


“ sudah ayah siapakan kita tinggal memakannya kalau tidak percaya silahkan lihat” ucap ragil sambil menoel dagu riani.


“ ya sudah riani panggil bapak sama emak dulu”


“ dan bapak sma emak sudah


dipanggil sama anak gadis”


“ terus ibu ngapain?”


“ duduk dan nikmati saja baksonya, ingat jangan terlalu pedas makan baksonya, sedikit saja sambalnya” ucap ragil memperingatkan sang istri.


“ baiklah suami ku tersayang “


“ sama – sama sayang” ucap


ragil sambil mencium pipi sang istri yang sedang mengandung buah cinta mereka.


Setelah semua siap mereka


sekeluarga menikmati bakso dan es teh disiang hari yang panas ini.


“ tumben siang – siang


begini beli bakso ri, terus tadi jadi memeriksakan suamimu ke dokter?”


“ jadi pak tapi bukan ragil yang sakit”


“ terus?” tanya sang mertua terhadap ragil


“ ini pak hasilnya” ucap


ragil sambil menyerahkan amplop kepada sang mertua.


“ apa ini gil?”


“ itu hasilnya dari pemeriksaan dokter tadi mak buka saja”


“ Alhamdulilah “ ucap mak


sumi begitu melihat apa yang ada di dalam amplop.


“ apa mak hasilnya” tanya sang suami ingin tahu


“ kita akan nambah cucu pak dini akan punya adik”.


Dini yang sedang memakan


bakso mendengar ucapan sang mbah uti tersedak.


“ hati – hati sih sayang makanya” ucap riani terhadap sang anak.


“ apa uti beneran dini akan punya adik tapi adik bayi kan bukan adik dari tepung seperti kata ayah tadi”


tanya dini antusias.


“ iya adik bayi seperti adiknya luna nak” ucap sang ayah


“ hore dini akan punya adik, nanti adik dini perempuan kan yah?”


“ ya soal itu ayah tidak berani menentukan sayang”


“ perempuan atau laki – laki yang penting adik dan ibu mu sehat ndok” nasehat mak sumi terhadap sang cucu.


“ iya uti, yang penting punya adik, terima kasih ya yah bu sudah beneran bikini dini adik” ucap dini


bahagia.


“ ayah jangan lupa kasih kabar bahagia ini kepada ayah dan ibu nanti setelah selesai makan baksonya” riani mengingatkan sang suami


“ iya bu nanti ayah telfon mereka”


Selesai memakan baksonya ragil segera menghubungi kedua orang tuanya untuk mengabarkan kehamilan riani.


“ assalamualaikum bu”


“Waalaikum salam gil, kamu apa kabar nak?”


“Alhamdulilah sangat baik bu, ibu sama ayah bagaimana kabarnya?”


“Alhamdulilah kami sehat semua gil, riani sama dini mana? Sehat juga kan mereka?”


“Alhamdulilah semua yang disini sehat bu, bu ragil mau menyampaikan sesuatu sama ibu dan semua keluarga”


“ ada apa nak” tanya sang ibu penasaran.


“ Alhamdulilah ibu sama ayah


akan nambah anggota cucu, riani hamil bu ragil akan punya anak lagi dan dini akan punya adik”


“Alhamdulilah selamat ya nak dijaga istri dan anakmu yang ada dikandungan kamu jangan bertindak yang aneh – aneh, sudah berapa bulan kehamilan riani gil?”


“ sudah Sembilan minggu bu”


“semoga riani diberikan kemudahan dalam menjalani kehamilannya dan sehat bayi serta ibunya”


“aamiin ya sudah bu ragil


mau sholat dhuhur dulu ya”


“Iya nak banyak – banyak


berdoa ke pada Allah nak minta Perlindungan Nya, aslam buat keluarga di sana ya”


“Iya bu assalamualaikum”


“waalaikumsalam salam nak”


“Alhamdulilah ya Allah Engkau kabulkan do’a serta permohonan hamba semoga dengan kehadiran buah hati diantara mereka dapat keluarga anak ku semakin harmonis dan Bahagia”

__ADS_1


Kabar kehamilan riani menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarganya, ragil menjadi semakin posesif terhadap semua kegiatan riani, bahkan untuk mencuci baju saja ragil melarang riani, ragil rela melakukan semua tugas rumah tangga asal riani tidak kecapean.


__ADS_2