Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Gerak Cepat Ragil.


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan tono dan ragil dari tadi bapak ragil sudah mendengarkan semua percakapan tono dan ragil dari dalam rumah, dan Ketika tono terlihat pulang pak Sanusi segera memangil anaknya dan meminta penjelasan soal siapa riani.


“ sudah pulang tono gil?”


“ sudah pak, bapak mau kemana kok ?”


“ nggak kemana – mana, mau ngobrol saja sama kamu, bisa”


“ bisa pak, sini “


“ bapak boleh tanya sama kamu nak?”


“ boleh pak, ada apa?”


“ apa yang kamu bahas dengan tono tadi?”


“ oh tadi, tono minta solusi karena kekasihnya akan dilamar orang pak”


“ bukan yang itu yang mau bapak tanyakan”


“ terus bapak mau tanya soal apa ?”


“ siapa riani, orang mana?”


Terkejut ragil mendengar pertayaan bapaknya, karena dia sebenarnya belum siap menjelaskan soal riani sekarang, dia ingin menjelaskan semuanya tetapi nanti Ketika semua sudah jelas, kalau sekarang riani saja masih belum mau membuka hati buat dirinya, dengan ragu – ragu ragil tetap menjawab pertanyaan bapaknya.


“ saat ini dia teman ragil pak”


“ Cuma teman ?”


“ iya untuk saat ini dia hanya teman ragil. Akan tetapi ragil berharap kedepanya dia yang menjadi pendamping hidup ragil”


“ kenapa menunggu nanti, dan apa benar dia seorang janda ?”


“ karena kalau sekarang kan kami belum ada ikatan, dan saat ini ragil dalam proses pendekatan pak, dan beneran dia seorang janda punya anak satu, kenapa ? apa bapak keberatan dengan setatusnya ?”


“ kalau boleh jujur bapak memang keberatan seandainya kamu serius dengan dia, apa tidak ada gadis yang mau dengan mu sehingga kamu mau menikahi seorang janda, sudah punya anak lagi, apa kamu siap merawat dan memberikan kasih sayang terhadap anak orang ?”


“ sudah ragil fikirkan soal itu dan ragil siap dengan segala konsekuensinya pak”


“ fikirkan dulu jangan samapai kamu menyesal kemudian hari, dan jangan terburu – buru dalam mengambil kesimpulan dan keputusan, baik bagi mu belum tentu baik bagi keluarga mu nak”


“ iya pak akan ragil fikirkan lagi, terima kasih nasehatnya”


“ lagian masih banyak gadis gil kenapa kamu amalah memilih janda sudah punya anak lagi”


“ ada apa sih pak kok kelihatannya seru sekali ngobrolnya sama ragil”


“ ini lo bu ragil katanya sedang jatuh cinta, tapi sayangnya dia cintanya sama janda yang sudah punya anak, kalau belum punya anak mungkin bapak langsung setuju tapi ini sudah punya anak jadi ragil bapak minta memikirkannya lagi, kalau menurut ibu bagaiman ?”


“ memangnya janda mana yang kamu sukai nak ?”


“ dia tinggal di desa N***** bu”


“ kenapa harus janda to nak, kapan kalian kenalnya”


“ kami tidak sengaja kenal lewat media sosaial Fb bu”


“ lho jadi kamu belum lihat orangnya, baru lihat foto saja ?”


“ tidak bu ragil sudah pernah ke rumahnya Ketika baru pulang dari L*****  kesana dengan tono\, kebetulan tono yang lebih mengenal riani bu”


“ oh Namanya riani, kalau kamu memang sudah mantab sama dia coba kenalkan sama bapak dan ibu dulu”


“ iya pak nanti kalau sumua sudah jelas akan ragil kenalkan sama bapak dan ibu”


“ dan jangan lupa minta pendapat sama mbak mu juga mas mu”


“ apa mereka akan setuju jika ragil benar – benar meikah dengan riani pak?”


“ tanyakan dulu kepada mereka”


“ iya pak”


“ ayo bu kita tidur bapak sudah mengantuk”


“ tumben to pak jam segini sudah mengantuk biasanya kalau belum lewat jam sepuluh bapak belum tidur”


“ sudah lah ayo”


Tanpa bertanya lagi ibu ragil segera mengikuti suaminya bu marni faham betul bagaimana sifat suaminya pasti mengantuk hanya alsan saja, pasti ada hal yang ingin dibicarakan berdua denganya.


“ ada apa to pak ?”


“ menurut ibu bagaimna keinginan ragil tadi, ibu beneran setuju kalau ragil menikah i janda itu ?”

__ADS_1


“ kalau ibu memang terserah ragil pak. Toh dia yang akan menjalaninya, kita hanya bisa memberikan saran saja pak, kalau menurut bapak bagaimana?”


“ sebenarnya bapak kurang setuju bu kalau ragil benar – benar menikah dengan janda itu, apa lagi sudah punya anak dari pernikahannya terdahulu, bapak takut ragil tidak bahagia”


“ jadi kita harus bagaimana pak kapan - kapan  kita rembukkan dulu dengan mbak – mbaknya ragil?”


“ jangan dulu bu tad ikan kata ragil mereka masih belum serus, kita pelan – pelan saja dulu kasoh pengertian


kepada ragil, lagian bapak akan coba mencari tau siapa perempuan yang di sukai ragil ini lewat tono dulu bu”


“ baiklah ibu menurut saja baigaimana bagusnya pak”


“ ya sudah kita tistirahat saja bu”


“ ya pak sebentar ibu ke belakang dulu mau lihat pintu sudah di kunci apa belum”


Sepeninggal bapak dan ibunya ragil mencoba menghubungi riani, ragil fikir semakin cepat dan giat berusaha masuk dalam kehidupan riani maka peluang mendapatkan janda itu semakin mudah, ental lah ragil pun tidak tau kenapa bisa begitu mencintai riani, dia tidak pernah merasakan rasa saying sebesar ini dengan Wanita manapun.


“ Assalamualaikum mbak, sedang apa ? ragil ganggu tidak nih?”


“ waalaikum salam gil, ini mbak sedang menemani dini tidur, ada apaya?”


“ nggak kepengen ngobrol saja mbak”


“ oh, kalau kamu sedang apa ?”


“ duduk santai di teras rumah mbak, mbak riani sudah tau soal kebenaran kalau tono putus dari yana ya”


“ iya sudah tadi tono menelfon mbak, kasian dia, sebenarnya dia benar – benar mencintai yana dengan


tulus entah kenapa kok malah yana malah di jodohkan dengan orang lain, tapi ya mau bagaimana lagi, semua keputusan ada ditangan yana, seandainya yana mau mempertahankan hubungannya dengan tono mbak yakin keluarganya tidak akan menerimanya dan akan menentangnya"


" iya ragil tau pasti mereka kan melakukan segala cara untuk memisahkan yana dengan tonos ama seperti mbak


dengan rad ikan?”


“ tidak usah bawa – bawa mbak sama radi dong gil, tapi mbak beneran minta maaf lo sudah melibatkan kamu dalam masalah mbak dan radi”


“ tidak apa -apa mbak, ragil malah senang bisa membantu mbak riani, tapi ragil ragu apa radi percaya dengan ucapan mbak riani karena sampai detik ini radi tidak pernah minta penejelasan apa pun sama ragil mbak, dan ragil dapat kabat sekarang radi pergi dari rumahnya ya”


“ iya\, semenjak kejadian itu dia pergi dari rumah katanya dia bekerja di kota B*****\, tapi pastinya mbak juga kurang tau karena kami sudah putus komunikasi”


“ terus kapan nih mbak mencari pengganti radi?”


“ entahlah mbak belum tau gil, masih nyaman seperti ini, lagian siapa yang mau dengan janda punya anak seperti mbak ini”


“ rata – rata mereka Cuma mau menerima mbak tidak dengan anak mbak juga keluarga mbak gil, kalau pun ada yang bisa menerima mbak dengan segala kekurangan dan kelebihan mbak semua hanya mimpi, terlebih bisa menerima dini dengan tulus dan bisa menganggap dini seperti anak kandungnya”


“ kalau beneran ada apa yang akan mbak lakukan?”


“ ya kalau pun ada, mbak akan menerimanya sebagai anugrah yang diberikan Allah untuk mbak gil”


“ kalau misal orang itu langsung melamar mbak tanpa adanya kisah pacarana dulu bagaimana?"


" ya kalau memang ada akan mbak terima lah, bagi mbak kebahagiaan dini dan bapak juga mamak mbak adalah yang terpenting gil”


“ meslipun mbak dengan orang itu saat ini tidak ada ikatan apa pun, hanya sekedar kenal”


“ iya, siapa pun dia akan mbak terima asal bisa menerima keluarga mbak secara keseluruhan”


“ seandainya dia langsung datang ke rumah mbak untuk melamar bagaimana mbak?”


“ ya mbak akan minta saran dulu ke keluarga mbak kalau mereka OK maka mbak tidak ada alasan untuk menolak,


capek gil lama – lama pacarana akhirnya outus juga jadi sekarang mbak akan menikah tanpa adanya pacarana terlebih dahulu, pacarannya setelah menikah spertinya seru”


“kalau orangnya seperti ragil yang datang melamar mbak dengan tiba – tiba apa mbak akan menerimanya?”


“ kan sudah mbak katakana semua terserah keluarga mbak, siapa pun itu asal keluarga mbak setuju maka mbak akan menerimanya”


“ baik terima kasih atas informasinya”


“ kok terima kasih gil”


“ mbak maaf sebelumnya boleh tidak kalau panggilan ragil ke mbak mulai saat ini ragil ganti tidak mbak lagi”


“ maksud kamu?”


“ ya mulai saat ini ragil tidak akan memanggil mbak dengan panggilan mbak lagi akan tetapi ragil ganti dengan ibunya dini bagaimana boleh tidak”


“ terserah kamu asal tidak kamu panggil ndok atau adik saja karena usia mbak lebih tua dari kamu”


“ terima kasih ibunya dini, dan ibunya dini jangan panggil ragil lagi dong biar adil”


“ OK mbak akan panggil kamu adik ya”

__ADS_1


“ jangan cukup kamu saja, untuk saat ini, ok ibunya dini”


“ terserah kamu saja, asal kamu senang “


Kapan libur sekolah?”


“ masih lama dua bulan lagi ada apa ? mau ajakin kami liburan ya, hehehe bercanda “


“ kalau mau ayo mau liburan kemana kita?”


“ nggal ah makasih kami biasa liburannya ke kebun saja”


“ ya sekali – kali liburan kemana gitu dini biar senang”


“ tidak terima kasih”


“ iya – iya, sudah mala mini, besok harus sekolah kan ? sudah dulu ya ibunya dini besok sambung lagi”


“ iya, assalamualaikum”


“ waalikum salam”


Setelah menelfon ariani ragil segera menghubungi mbak sulungnya dia mau minta pendapat, karena dari jawaban


ariani tadi ragil yakin akan bisa mempersunting janda sang pujaan hatinya


“hallo mbak leha”


“ kebiasaan kalau menelfon tu salam dulu om ragil”


“ maaf, assalamulaikum mbak leha yang cantik dan selamat malam”


“ waalaikum salam, pasti ada maunya kalau memuji mbak ini”


“ nggak Cuma minta pendapat mbak saja”


“ pendapat soal apa?”


“ riani”


“ yang janda punya anak kemarin?”


“ yups betul sekali mbak ku yang cantik”


“ apa kata bapak sama ibu”


“ kata mereka terserah ragil, karena ragil yang akan menjalaninya”


“ yakin mereka berkata seperti itu?”


“ iya dong, kalau menurut mbak bagaimna? Mbak leha adalah mbak yang pertama ragil minta i  pendapatnya lo jadi jangan mengecewakan ragil jawabannya nanti”


“ ya terserah mbak dong kan mbak yang punya pendapat , lagian kenapa mbak yang paling duluan kamu minta i pendapat kenapa tidak mas mu atau mbak – mbak mu yang lainnya”


“ ya kalau mbak sudah OK ragil yakin semuanya pun akan OK”


“ riani sendiri bagaimana, dan sudah sejauh apa hubungan mu, sudah jadian ya”


“ belum, riani tidak mau pacarana mbak, karena dia takut kalau pacarana seperti yang sudah – sudah”


“ spererti yang sudah – sudah maksudnya?”


“ ya ujung – ujungnya berpisah juga, dia mau pacarannya setelah menikah unikan pujaan hati ragil”


“ unik apanya aneh lha iya”


“ sudah dong cepat katakana apa pendapat mbak leha?”


“ kalau mbak sama mas mu sama seperti pendapat bapak sama ibu terserah kamu asal kamu bisa menerima anaknya juga denga tulus, jika nanti kalian sudah punya anak satu pesan mbak jangan kamu beda – bedakan kasih sayangmu terhadap anak riani dengan suaminya dulu dengan anakmu, kalau sampai itu kamu lakukan maka mbak yang akan memisahkan kamu dengan riani”


“ jangan dong menikah saja belum sudah mau dipisahkan saja”


“ jadi mbak dukung nih”


“ iya asal kamu serius”


“ oke terima kasih atas dukungan dan sarannya mbak ku yang paling baik sejagat ray aini, sudah dulu ya


dan selamat malam”


Panggilan langsung dimatikan oleh ragil dan ragil sangat tau saat ini mbak leha sedang mengumpatnya, akan


tetapi ragil tidak perduli meskipun diumpat oleh mbaknya, dia sangat senang dengan dukungan dari mbak sulungnya itu, kalau mbak sulungnya mendukungnya maka dengan mudah seluruh keluarganya kan ikut mendukungnya dalam memprjuankan cinta ariani.


“ sesuai keinginanmu ariani aku akan datang melamarmu dengan segera tanpa ada ikatan pacarana atau jadian

__ADS_1


terlebih dahulu, aku akan mengabulkan keinginanmu untuk berpacaran setelah menikah, dini anak cantik do’a in ayah supaya bisa meluluhkan hati ibu mu nak” lirih ragil masih duduk di teras rumahnya.


“ ah indahnya mala mini akan lebih indah jika aku berhasil mendapatkan mu duhai janda muda pujaan ku”


__ADS_2