Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Kedatangan Mantan.


__ADS_3

" Walaikumsalam " terdengar ibu mertua riani yang membukakan pintu untuk sang tamu.


" eh nak mila silahkan masuk "


" ada apa kamu kemari mil" terdengar suara ketus mbak leha terdengar dari kamar yang riani tempati.


" mbak leha apa kabar mbak, sehat jangan ketus gitu dong sama mantan calon ipar, aku sengaja kesini karena mendengar katanya ragil sudah pulang ya mbak, mana ragil aku sudah sangat rindu dengan dia " ucap sang tamu yang dipanggil mila tersebut.


" jangan ngawur kamu mil, ragil saat ini sudah mempunyai istri jadi berhentilah mengharapkan dia cari lah laki - laki yang lainnya asal jangan adik ku" tiba - tiba mbak dian terdengar ikut menimpali obrolan mereka.


"benar apa kata dian jangan sampai ucapan mu membuat istri ragil slaah faham kamu"


" malah itu mbak yang saya harapkan dengan begitu merek segera bercerai dan aku bisa mengejar cinta ragil kembali, tolong dong mbak panggil kan ragil " ucap sang tamu tanpa tau malu.


" ragil sedang tidak di rumah mil, jadi kamu pulang saja" ucap Ibu ragil.


" tidak usah berbohong kepada ku mantan calon mertua, aku tau saat ini ragil sedang dikamarnya kan dengan istri jandanya, ups maaf keceplosan" ucap mila sambil menutup mulutnya pura - pura khilaf.


" kamu jangan mencari gara - gara ya mil, memangnya kemana selingkuhan mu itu, kamu sudah dicampakkan ya oleh dia karena tau bagaimana kelakuan mu diluaran sana".


" aduh mbak dian ini memang calon ipar terbaik selalu tau apa yang aku rasakan, tapi maaf perlu saya ralat dan perjelas di sini, saya yang mencampakkannya bukan saya yang dicampakkan, lagian siapa sih yang bisa menolak pesona seorang mila gitu lo"


" aku yang bisa menolak pesona mu mil" tiba - tiba ragil muncul sambil menggendong dini yang nampak sedang tertidur, dan menjawab ucapan mila tersebut.


" ya ampun sayang beberapa bulan nggak ketemu makin ganteng saja kamu, sini peluk dulu dong" ucap manja mila terhadap ragil.


" maaf mil, aku mau menidurkan anak ku saja dari pada melandenni sikap gila mu, lagian siapa juga yang mau kamu peluk, sana minggir aku mau lewat jangan halangi jalan ku" hardik ragil terhadap mila yang membuat mila langsung cemberut.


Ragil segera menuju kamarnya membawa dini yang terlelap dalam gendongannya, begitu sampai kamar dia melihat istrinya sedang duduk di kursi yang ada di dalam kamarnya, dan ragil yakin jika riani mendengar semua apa yang dia bicarakan diruang tamu yang letaknya tepat disebelah kamarnya itu.


" eh yah, dini tidur ya, sini tidurkan disini saja" kata riani sambil bangkit menyiapkan tempat untuk dini tidur.


" tidak usah berpura - pura ayah tau ibu mendengar semuanya, sini atau jelaskan siapa tamu yang diluar itu " ucap ragil setelah membaringkan dini, ragil tidak mau istrinya salah faham atas kehadiran mila wanita masa lalunya yang super nekat orangnya itu.


" sayang tamu yang di luar itu adalah mantan ayah, tapi kami sudah putus meskipun dia menolak ayah tinggalkan dan penyebab kami putus adalah dia selingkuh dengan beberapa pria, jadi kamu jangan salah faham dengan dia ya, mari kita temui dia bersama - sama ya, mau kan kamu teman i ayah untuk menemui dia"


" memangnya tidak apa - apa aku ikut keluar menemui dia yah".


" tidak dong, supaya dia percaya jika ayah sudah punya ibu dan dia berhenti membuat onar okey sayang ayo temui dia, lagian dini juga sudah tertidur".

__ADS_1


" ayo".


" dan satu hal lagi jika nanti dia berkata kasar dengan mu kamu boleh membalas ucapan kasarnya sesuka kamu karena ayah akan selalu membela ibu" ucap ragil sambil memeluk istrinya.


" baik ayo kita temui dia yah" ajak riani terhadap sang suaminya.


beriringan mereka berdua menuju ruang ruang tamu untuk menemui sang mantan suami riani ini.


" ih kok lama sih sayang keluarnya, owh jadi ini jandes yang sudah membuatmu berpaling dari ku, hai jandes kenalin aku mantan terindah ragil, iya kan sayang" ucap mila tanpa rasa malu dan membuat mbak dian memelototkan matanya mendengar perkataan mila tersebut.


Dan riani cukup terkejut melihat penampilan manatan kekasih suaminya ini, karena mila datang dengan memakai pakaian yang sangat kekurangan bahan ini.


" nak mila jika ingin bertamu tolong yang sopan jika tidak bisa bersikap yang sopan silahkan keluar dari rumah saya" usir ibu ragil terhadap tamunya ini.


" tenang calon ibu mertua beri dukungan padaku untuk memperjuangkan anak ganteng mu ini dan memisahkan ragil darin jandes ini"


" mila silahkan duduk mari berbicara dengan kepala dingin agar semua menjadi lebih jelas lagi, yah meskipun tidak ada lagi yang perlu dijelaskan disini"


" ayo sayang apapun mau kamu aku pasti akan menurutinya, dan kamu jandes jangan coba - coba duduk di samping ragil ya"


" kok kamu ini tidak tau malu banget ya mil, wajarlah jika istri ragil duduk disamping suaminya kamu itu yang jauh - jauh duduknya dari ragil" semprot mbak leha yang datang dari arah dapur, sebenarnya leha berniat membuatkan mila sang tamu minuman akan tetapi mendengar perkataan mila yang kurang ajar leha tidka jadi membuatkan mila minuman.


sedangkan riani cuma diam sambil menyimak apa yang sedang terjadi. Setelah mereka duduk semua ragil memulai pembicaraan merka.


" baiklah mila kenalkan istriku riani, dan sayang ini mila mantan ayah dulu"


" Hai mbak aku riani istrinya mas ragil"


" tidak usah kamu memperkenalkan diri jandes karena bagiku kamu tidaklah penting " jawab mila sambil menolak uluran tangan dari riani.


Riani terdiam lalu menarik uluran tangannya yang ditolak oleh mila tersebut, melihat hal tersebut ragil segera meraih dan menggenggam tangan istrinya


" mila biasa tidak kamu memanggil istriku dengan sopan, istriku ini punya nama ya dan namanya riani bukan jandes kalau kamu seperti ini terus lebih baik kamu pulang saja sana" ragil makin geram dengan tingkah mila sedangkan riani heran kok bisa suaminya mempunyai masa lalu dengan model seperti ini.


" sayang kok kamu jadi kasar gitu sih sama aku, biasanya kamu sellau lembut lo sama aku" ucap mila dengan mata berkaca - kaca seolah - olah merasa sangat sakit hati dengan hardikkan ragil.


" tidak usah drama kamu mil, lagian kenapa sih kamu pakai acara datang ke rumah ini, bukannya kamu sudah bahagia menjadi simpanan laki - laki bandot itu tanpa adanya ikatan pernikahan " ucap mbak leha terang - terangan dan membuat riani terkejut mendengarnya.


" aku sudah putus mbak sama dian karena aku tidak pernah bisa melupakan adikmu ini" ucap mila sendu.

__ADS_1


" mil kamu masih ingatkan ketika aku memberi kamu pilihan dulu dan kamu lebih memilih selingkuhan mu yang berasal dari kota itu dan meninggalkan ku yang hanya pemuda desa ini, terus sekarang kenapa kamu tiba - tiba datang sekarang disaat aku sudah menikah?"


" kan sudah ku bilang tadi sayang kalau aku tidak bisa melupakanmu"


" mil asal kamu tau ya, meskipun saat ini jika kamu datang dengan posisi ku belum menikah pun aku tidak akan mau kembali dengan mu lagi apa lagi dengan kondisi aku yang sudah punya istri seperti ini lebih kali aku tidak mau kembali padamu "


" kenapa sayang apa kurang nya aku dibandingkan dengan dia, lihat lah dari segi penampilan aku jelas lebih berkelas dari dia, dari segi fisik pun aku menang jauh dari dia, terus buat apa kamu masih mempertahankan dia, ayolah kembali sama aku saja"


" maaf aku tidak bisa mil"


" kenapa atau kamu aku berpenampilan tertutup seperti dia oke aku mau menutupi tubuh indah ku ini dengan memakai pakaian seperti dia asal kamu mau meninggalkan dia dan kembali pada ku sayang"


" percuma juga kamu tutupi mil lha wong sudah kamu obral gitu tubuhmu" sela mbak dian sewot.


" mbak dian semua orang punya dosa dan khilaf anggap saja kemarin - kemarin aku sedang khilaf mbak".


" khilaf kok keterusan "


" sudah - sudah yang pasti apa pun yang terjadi aku tidak akan mau kembali lagi sama kamu, karena apa aku sangat menyayangi istriku ini, jadi kamu jangan berharap lebih dariku"


" kamu jahat, aku sudah rela meninggalkan semuanya demi kamu tapi kamu tega menolakku seperti sampah, lihat apa yang akan ku lakukan sama kamu" ucap mila sambil menangis tersedu - sedu.


" bahkan aku keluar dari pekerjaan ku demi kamu sayang, aku tinggalkan juga kemewahan yang aku miliki demi kamu, tolong sedikit saja hargai pengorbanan lu ini" mila masih mecoba meluluhkan hati ragilragil seolah - olah dia lupa akan penghianatan yang dia lakukan dulu terhadap ragil.


" sayang aku tau aku dulu sudah bersalah dengan tidak setia terhadapmu, oleh karena itu tolong kasih aku kesempatan untuk menebus semuanya itu aku mohon".


" maaf mil aku tetap tidak bisa"


" kamu bisa sayang, tinggalkan saja janda beranak satu ini aku masih mau menerima mu meskipun seratus mu menjadi duda sayang aku mohon".


" heh mila dengar ya, mendingan adik ipar ku janda jelas statusnya dari pada kamu setatus saja perawan atau gadis tapi sudah menggugurkan kahamilanmu berkali - kali kan" potong mbak leha.


" gini ya mil menyesal ibu tadi mempersilahkan kamu masuk ke rumah ini, jika tau kamu akan bertindak seperti ini lebih baik tidak ibu persilahkan kamu masuk tadi, dan asal kamu tahu apa pun yang terjadi aku ibu ragil tidak akan menerima mu sebagai menantu perempuan ku, karena bagiku menantuku cuma riani seorang jadi kamu silahkan keluar dari rumah ku ini" ibu ragil benar - benar sudah jengkel melihat tingkah mila tersebut.


" dan maaf menambahkan ya mbak mila, mungkin aku istri mas ragil memang tidak secantik mbak mila, pakaian ku juga tidak semewah mbak mila, dan gaya hidupku tidak segelamor mbak mila tapi Isya Allah soal setia mbak mila tidak ada seujung kuku pun dibandingkan kesetiaan yang ku miliki, lagian mbak mila ini kok lucu panggil suami orang dengan sebutan sayang - sayang didepan istrinya mau saya siram pakai air comberan ya mbak" berang riani


" Hai jandes asal kamu tau ya aku lebih mengenal siapa ragil dibandingkan kamu ya karena aku lebih dulu n menjadi kekasih hatinya dan aku lebih tau apa yang menjadi keinginan ragil karena kami sudah lama bersama"


" duh berarti aku harus mengucapakan terima kasih dong sama kamu mbak, Terima kasih ya sudah mau jagain jodoh aku selama ini" cibir riani terhadap mila dan itu membuat mila terlihat sangat berang mendengar ucapan istri ragil tersebut, perdebatan mereka semakin memanas hingga ayah ragil datang ke rumah dan melihat perdebatan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2