
Hari ini adalah hari ketiga sesuai waktu yang diberikan imah terhadap bu kinah dan diva, sedari pagi imah sudah selesai memasak, nanti setelah anaknya pergi ke sekolah dan suaminya pergi ke kebun imah berencana mendatangi rumah bu kinah kembali.
Imah terlihat sangat bersemangat dalam menyelesaikan memasak dan bersih - bersih rumahnya, bahkan sebelum anak dan suaminya bangun imah telah selesai memasak.
" mas kopinya sudah ku siapkan di depan televisi ya" ucap imah ketika melihat sang suami telah bangun dari tidurnya.
" sepagi ini kopi ku sudah siap dek, tumben amat"
" berarti istri mu ini sedang rajin mas, sudah sana minum dulu kopinya keburu dingin nanti, aku mau menyiapkan bekal mas ke kebun nanti"
" memangnya sudah selesai ya dek kamu memasaknya? "
" sudah dong"
" serius dek, ada apa sih kok tumben pagi ini kamu cepat dek masaknya? "
" ya bagus dong jadi mas kan ke ke kebunnya kan bisa berangkat lebih pagi"
" cuma aneh saja dek melihat kamu sepagi ini sudah selesai masak, memangnya kamu mau pergi ke mana, ke rumah ibu? "
" nggak mas, aku hari ini di rumah saja, sudah ah kopinya keburu dingin itu "
" iya" jawab suami imah yang heran dengan sikap imah pagi ini.
Imah cuek saja akan rasa penasaran sang suami dia tetap melakukan segala aktivitas nya, setelah anak dan suaminya sarapan dan berangkat imah menyiapkan cemilan buat buah tangan nanti datang ke rumah ulek kinah.
" apa ya kira - kira jawaban bulek imah atas tawaran ku kemarin, aku sih yakin mereka pasti menerima tawaran ku, siapa sih yang bisa menolak pesona kegantengan adik ku, secara mbak nya saja secantik ini jadi wajar dong kalau adik ku radi juga ganteng " ucap narsis imah seorang diri.
" nah selesai, tinggal mandi, dandan terus pergi deh ke rumah bulek kinah"
Namun tak lama berselang dari imah selesai bersiap terdengar suara salam dari luar rumah.
" Assalamualaikum, dek imah"
" waalaikumsalam, owh bulek kinah, mari silahkan masuk, maaf ya rumahnya berantakan maklum gadis kecil imah kalau main sering lupa membereskan mainannya bulek" ucap imah basa - basi.
"ah namanya anak - anak sudah biasa dek, ini ada sedikit cemilan buat anak dek imah"
" wah malah merepotkan bulek ini, tapi terima kasih ya bulek"
" iya, tidak merepotkan kok dek"
" padahal saya lo yang mau datang ke rumah bulek, kok malah bulek sudah kesini duluan"
" tidak apa - apa dek kemarin kan dek imah sudah ke rumah saya jadi gantian pagi ini saya yang ke rumah deo imah"
" sebentar ya bulek saya simpan dulu cemilan dari bulek"
" iya mari silahkan "
__ADS_1
Imah segera berlalu menuju dapur untuk mengambil cemilan yang dia buat tadi dan membuat minuman buat bulek kinah.
" hem jadi nggak sabar apa ya jawaban mereka, semoga jawabannya menggembirakan" lirih imah sambil membuat minuman.
" maaf lama bulek, mari dinikmati minuman dan cemilannya bulek"
" nah ini malah merepotkan dek imah saya"
" tidak merepotkan sama sekali bulek, mana diva kok tidak ikut bulek"
" oh diva sedang membersihkan rumah tadi, jadi tidak ikut kesini, maklum anak gadis kalau tidak beberes rumah mau ngapain lagi dek biar terbiasa nanti kalau sudah punya suami".
Lain yang dikatakan bu kinah dengan kenyataan yang ada, karena ketika bu kinah berangkat ke rumah imah diva masih tidur dikamar nya dan bu kinah yakin sampai detik ini diva pasti belum bangun dari tidurnya, sengaja bu kinah memuji anak gadis nya rajin supaya imah makin yakin akan rencananya menjodohkan diva dengan sang adik
" wah ternyata meskipun sudah pernah tinggal di kota diva tetap rajin ya bulek orangnya"
" alhamdulilah dek diva memang dari kecil rajin bantu orang tua"
" alhamdulilah kalau begitu bulek, terus bagaimana soal penawaran saya kemarin" tanya imah langsung pada intinya karena sangking penasaran yang dia.
" begini dek sebenarnya memang kedatangan saya kemari itu memang mau menyampaikan keputusan keluarga kalau.." ucap bu kinah terjadi.
" kalau apa bulek? "
"sebelumya saya mau bertanya dulu dengan dek imah boleh? " ucap bulek kinah terhadap imah.
" misal ini misal ya, kalau pihak kami menerima penawaran perjodohannya bagaimana dengan nak radi sendiri apa dia mau menerima penjodohan Ini dek, maaf sebelumnya saya takut nanti jika diva sudah mau menerima perjodohan ini nanti radi malah menolaknya"
" soal radi bulek tenang saja, itu menjadi urusan saya dan ibu saya, dia pasti mau menerima perjodohan ini, jadi bagaimana dengan diva menerima apa menolak nya bulek "
" kalau diva sih terserah apa yang menjadi keputusan, keluarga dek"
" dan keputusan keluarga bagaimana bulek " tanya imah yang semakin penasaran.
" Bismillah Insya Allah, dek kami menerima penawaran perjodohan yang dek imah tawarkan" ucap bu kinah pada akhirnya.
" Alhamdulilah saya senang mendengarnya bulek, semoga jodoh mereka sampai maut memisahkan mereka berdua ya bulek"
" Aamiin, tapi dek kalau boleh saya mengusulkan bagaiman kalau perjodohan ini disegerakan mengingat usia mereka berdua sudah lebih cukup untuk membina rumah tangga"
" pasti itu bulek, bukankah niat baik itu memang baiknya disegerakan, aduuh jan aku bahagia sekali bulek, terima kasih ya atas kesediannya menerima perjodohan ini, ibu saya pasti bahagia mendengarnya, soalnya ibu saya sudah kepingin punya mantu perempuan apa lagi mantunya secantik dan sebaik diva wah makin bahagia ibu saya bulek"
" Aamiin, semoga saja dek, saya menunggu kabar baiknya soal kedatangan keluarga nak radi ke rumah untuk meminang anak gadis saya ya dek"
" bulek tenang saja keluarga kami akan segera ke rumah bulek untuk menang diva menjadi calon mantu perempuan satu - satunya di keluarga kami"
" baiklah dek saya kira cukup itu saja yang saya sampaikan dan saya tunggu kedatangan keluarga dek imah ke rumah saya untuk meminang anak saya, akan tetapi sebelum keluarga dek imah ke rumah nanti dia hari sebelumnya dek imah kasih kabar ke saya supaya saya bisa memberi kabar saudara jauh agar datang ke rumah saya ikut menyaksikan acara lamarannya ya dek "
" iya bulek nanti saya sendiri yang akan memberikan kabar ke pada bulek kinah"
__ADS_1
" baiklah kalau begitu saya permisi dulu dek"
" kok terburu - buru bulek ini cemilannya belum bulek cicipi lo"
" sudah kok dek, saya permisi dulu ya mau ke pasar sebentar, bumbu dapur sudah banyak yang abis, mari dek saya permisi dulu ya, assalamualaikum "
" Assalamu'alaikum , iya bulek mari.
Sepeninggal bulek kinah dari rumahnya imah segera menghubungi sang ibu
" Assalamualaikum bu, ibu sedang dimana? "
" Assalamu'alaikum, ibu sedang di rumah kenapa memangnya? "
" sendirian atau sama siapa bu? "
" ada apa sih imah sendirian ibu ini, ayah mu dan radi sedang pergi ke kebun manen, ada apa memangnya"
" Alhamdulilah bu, bulek kinah setuju dengan rencana kita bu"
" serius kamu nak? "
" serius ibu, ini bulek kinah baru saja pulang dari rumah imah bu, rencana pertama kita sukses bu, tinggal melaksanakan rencana ke dua"
" Alhamdulilah ibu seneng dengarnya, iya ndok semoga rencana ke dua kita semulus rencana pertama ini ya "
" rencana ke dua semua tergantung ibu bisa tidak meyakinkan radi untuk menerima perjodohan ini"
" kalau soal itu kamu tenang saja kali ini ibu akan melakukan segala cara agar radi mau mengikuti apa yang ibu inginkan, tapi ibu membutuhkan bantuan mu"
" apa bu, katakan, asal radi mau menerima perjodohan ini akan imah lakukan"
" bantu ibu membuat ayah mu pergi dari rumah beberapa saat supaya ibu bisa membuat radi menurut "
" kapan itu bu"
" nanti ibu beri tahu waktunya "
" kalau imah boleh usul ibu melaksanakan rencana ini pas hari pasaran saja jadi imah punya alasan membuat ayah tidak berada di rumah ketika ibu melaksanakan rencana ibu"
" itu ide bagus"
" ya sudah kalau begitu imah tutup dulu telfonnya, assalamualaikum ibu"
" Wa'alaikum salam,terima kasih ya sudah mau bantuin ibu"
" iya ibuku sayang, semua akan imah lakukan asal ibu bahagia, dan radi tidak menikah dengan riani" lanjut imah dalam hati.
Akankah rencana perjodohan ini terlaksana, simak terus ya, jangan lupa like dan komen pembaca setia novel ku
__ADS_1