
Ketika malam menjelang riani dan emaknya baru selesai beres - beres rumahnya, selesai mandi dan makan malam riani masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat, akan tetapi sebelum riani menutup pintu kamar nya terdengar bapak memanggil namanya.
" ndok sini dulu bapak mau bicara sebentar sama kamu".
Riani segera berjalan mendekat ke arah bapaknya, lalu duduk disamping sang bapak.
" ada apa ya pak? ".
" bapak minta maaf jika sudah membuatmu kecewa, karena sudah mengambil keputusan tanpa memberi tahu mu terlebih dahulu ".
" tidak apa - apa pak, mungkin ini memang sudah jalan jodoh riani, riani ikhlas menerimanya pak".
" beneran ndok ? baiklah kalau begitu, kamu boleh kembali ke kamar mu".
" maaf sebelumnya pak, kalau boleh riani tau, sejak kapan rencana lamaran tadi bapak rembuk kan dengan ragil? ".
" sebenarnya bapak sudah ada omongan dengan ragil semenjak dini di rawat waktu itu, terus kami matangkan seminggu yang lalu, maaf tidak memberi tahu mu dulu soal rencana kami".
" iya Pak, riani kan sudah berjanji dengan bapak apa pun keputusan bapak akan riani terima".
" kamu memang anak terbaik bapak ndok".
" ya karena anak bapak kan memang cuma riani".
" is kamu ini, dini sudah tidur ya? ".
" sudah pak makanya riani mau masuk kamar capek juga rasanya badan riani pak".
"baiklah silahkan lanjutkan istirahat nya".
" kalau begitu riani permisi ke kamar dulu ya pak"
" iya".
Sesampai di dalam kamar riani melihat hpnya menyala lalu riani mengambil hpnya dan ada banyak SMS masuk dan ada beberapa panggilan tak terjawab, bahkan ada notifikasi dari akun media sosialnya, riani penasaran siapa yang menandainya dalam postingan tersebut, nampak akun media mbak tiya yang menandainya dan akun ragil pun ikut ditandai dalam postingan mbak tiya.
Ternyata mbak tiya memposting acara lamaran di rumahnya tadi, ada banyak fotonya bersama ragil tadi, dan yang membuat riani tertawa adalah caption dari postingan mbak tiya " Alhamdulilah berjalan lancar acaranya, di rumah Calon mantan Jamu, selamat ya adik ku semoga diberikan kelancaran sampai hari H".
Dan postingan tersebut mendapatkan banyak like dan coment do'a dan ucapan selamat.
" kok mbak tiya bisa menandai ragil juga sejak kapan mbak tiya berteman dengan ragil?, ah aku telfon mbak tiya saja untuk minta penjelasan ".
Belum juga riani menelfon tiya, ragil lebih dulu menelfon nya.
" Assalamualaikum gil, ada apa? ".
" Waalaikumsalam, kok gil lagi bu, tadi siang kan sudah bener panggilnya ayah".
" maaf belum terbiasa".
" biasakan dong tinggal satu bulan lagi lo kita menikah, masak masih memanggil ku ragil"
" iya, maaf ada apa? ".
" tidak aka, cuma mau tau saja calon istriku ini sedang apa? ".
" lagi mau istirahat, baru selesai beres - beres, sampai rumah jam berapa? ".
" jam lima lewat, capek banget ya, kasian sini ayah pijitin".
" tidak terimakasih ".
" maaf ya sudah mengambil keputusan secara sepihak secara mendadak, jujur ayah takut jika ibu kembali rujuk dengan mantan ibu".
" kok bisa tau soal itu ".
" bapak yang memeberi tahu ayah, jadi ya ayah mengambil gerak cepat, eh siapa mbak tiya yang sudah memposting duluan acara lamaran kita tadi, duh my Princess cantik banget pas duduk dipangkuan ayah tadi, jadi kangen lagi ayah".
" kawan ngajar sekaligus mbak angkat riani, iya dini terlihat bagus pas difoto itu ".
" ibu sudah makan? ".
__ADS_1
" sudah, kalau ka.. ayah"
" sudah juga, mana dini kok sepi".
" ada ini sudah tidur ".
" dapat undangan tidak dari naya, dia akan menikah minggu depan? ".
" tidak, mana mungkin ayah dapat undangan secara ayah kan teman dekat tono".
" oh ya kenapa kemarin tono tidak diajak, nomernya juga tidak aktif lagi? ".
" sudah tiga minggu ini dia pergi ke kota J*****, ya semenjak Naya memutuskan menerima pinangan pria lain dia langsung pergi".
" kasian dia".
" iya tapi mau gimana lagi, jodoh kan tidak ada yang tau, seperti kita".
" iya, sepertinya riani belum bercaya kalau kita sudah tunangan".
" ya harus percaya dong, kan itu kenyataannya, jadi nggak sabar nunggu sebulan lagi".
" maunya".
" nanti kalau kita menikah ibu minta mas kawin apa? ".
" terserah papa pun itu akan riani Terima".
" baiklah, sudah malam ibu istirahatlah, besok berangkat sekolah kan? ".
" iya sekolah dong kan belum libur".
" ok selamat istirahat calon bidadari surga ayah, jangan lupa mimpiin ayah ya, ayah sayang ibu, assalamualaikum ".
" Waalaikumsalam, mimpi indah juga".
riani hampir saja meletakkan hpnya ketika aa SMS masuk dari aldi bapaknya dini.
" dek mas baru saja lihat postingan mbak tiya, bisa jelaskan tidak apa maksudnya? ".
"jadi serius kamu sudah dilamar orang? ".
" ya"
" kenapa tidak bilang sama mas dek".
" untuk apa".
ya mas biar tau".
" kalau sudah tau, mau kamu gagal ini gitu? "
" ya mas ini masih bapaknya dini, dan. mas masih sangat mencintai mu dek, izin dulu sama mas supaya mas tidak terus berharap sama kamu".
" pas kamu mau menikah dulu sama nabila ada tidak kamu memberi tahu dini? ".
" tidak"
" tidakkan terus kenapa sekarang saya harus minta izin mu jika saya dilamar orang "
" jadi mas memang sudah tidak mempunyai kesempatan lagi dek".
" dari semenjak kita bercerai kesempatan itu memang sudah tidak ada lagi, jadi berhentilah menganggu kehidupan ku bersama anakk ku, seperti yang kamu lakukan selama ini, hidup kami jauh lebih tentram tanpa Adan hadir mu kembali".
"sampai segitunya kamu membenci mas dek"
" tidak aku tidak pernah membenci mu jangan salah faham".
" baiklah dek maaf sudah menganggu waktumu".
riani tidak berminat lagi membalas SMS aldi, dibiarkan saja SMS tersebut, riani merasa benar - benar lelah, dia memilih tidur saja dari pada menanggapi SMS tidak jelas dari aldi.
__ADS_1
Masih banyak SMS masuk ke HP riani tetapi belum riani tanggapi, rata - rata teman - teman riani mengirimi ucapan selamat atas pertunangan riani tadi dan mereka semua tau dari setatus yang mbak tiya unggah barusan.
Riani mereka sangat lelah, lalu riani memilih untuk istrhat, sebelum benar - benar tertidur riani kembali memikirkan apakah benar langkah yang dia ambil, menikah tanpa pacaran atau pengenalan terlebih dahulu, bagaimana jika nanti rumah tangga mereka gagal lagi.
Sedangkan ditempat lain ragil nampak sedang menghubungi teman dekatnya tono untuk menyampaikan kabar
bahagianya.
" sedang apa kamu ton? ".
" duduk - duduk saja gil, kamu apa kabar? "
" kabar ku sangat baik ton, kamu apa kabar sudah bisa move on belum dari Naya? ".
" belum gil, tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk melupakan Naya gil".
" sabar bro pasti ada hikmahnya dibalik semua ini, ton aku ada kabar baik lo".
" apa gil? ".
" tadi sore aku sudah resmi melamar ibunya dini, dan sebulan lagi kami akan menikah kamu bisa pulangkan paks aku menikah nanti".
" wah selamat ya bro, aku tidak berani berjanji pada mu gil aku bisa pulang atau tidak, meskipun nanti aku tidak pulang yakinlah do'a tulus ku selalu menyertai kamu sama mbak riani, semoga dipermudahkan segala urusan mu sampai di hari H ya, do'ain aku segera bisa melupakan Naya gil".
" Terima kasih kamu memang sahabat terbaik ki ton, masih sebulan lagi ton masak kamu tidak bisa pulang".
" entah lah gil, oh ya kamu sudah dapat kabar belum kapan Naya menikah? ".
" tadi ibunya dini bilang kalau Naya akan menikah minggu depan ton".
" baguslah semakin cepat dia menikah maka akan semakin baik juga".
" kamu tidak apa - apa kan, jangan melakukan hal yang nekat lho "
" kamu fikir aku anak kecil apa".
" ya siapa tau ton, masih banyak perempuan diluar sana yang lebih baik dari Naya yang bisa menerima kamu apa adanya ton, tetap semangat kawan ".
" kamu enak bicaranya karena satu bulan lagi menikah lha aku".
" tenang bro, kalau sudah datang jodohmu tidak akan kemana jadi bersabarlah".
" kok gaya bicara mu sekarang seperti mbak riani sih gil shok bijak kamu".
" mau bagaimana lagi ton, kami kan memang jodoh dunia akhirat jadi kami memiliki banyak kesamaan tentunya".
" haduh gil semakin aku bicara sama kamu semakin pusing aku mendengar kebucinan mu sama mbak riani, aku heran mbak riani beneran menerima lamaran mu dengan ikhlas atau dengan paksaan sih".
" sembarangan pastinya dengan ikhlas dong, siapa sih yanga bisa menolak pesona seorang ragil pamungkas, dini saja langsung sayang sama ayahnya ini".
" apa? serius dini memanggil mu dengan sebutan ayah? ".
" serius dong, entah kenapa aku sayang banget dengan my Princess dini ton ".
" ya harus dong, awas saja jika kamu berani menyakiti mbak riani atau dini kamu langsung berhadapan dengan ku gil".
" okay, aku tidak akan pernah menyakiti mereka sampai kapanpun ".
" ini ceritanya aku harus memanggilmu dengan sebutan mas dong".
" oh.. sudah tentu dek tono".
" sialan kamu, ogah ah aku panggil kamu mas".
" kamu memanggil calon istri ku dengan panggilan mbak maka kamu juga harus manggil ku dengan panggilan mas dong, nggak adil kalau kamu memanggil istri ku mbak sedangkan memanggil ku dengan sebutan nama saja kualat kamu, mau kamu makin jauh dengan jodohmu".
" amit - amit ragil jahat banget sih".
" iya - iya nanti aku panggil kangmas ragil jika kamu sudah benar - benar menikah dengan mbak riani oke ".
" biasakan dari mulai sekarang dong. biar kamu tidak canggung nantinya ".
__ADS_1
" maunya".
Pembicaraan mereka berlanjut hingga lama dan ragil tidak henti - hentinya menggoda tono yang masih belum bisa move on dari Naya yang sebentar lagi akan menikah dengan pemuda pilihan orang tuanya.