Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Pulang


__ADS_3

Dengan selesainya masalah yang tercipta oleh obsesi mila, dengan mila harus menikah dengan ayah janin yang dia kandung, riani berharap tidak ada lagi kejadian yang serupa kedepannya dalam rumah tangga yang dia bina bersama ragil, dan setelah beberapa hari berada di rumah mertuanya kini tiba saatnya riani beserta sang suami dan anaknya untuk kembali pulang ke rumah riani, ada banyak barang bawaan yang sudah disiapkan kedua mertuanya untuk riani bawa pulang ke desanya.


" bu kok banyak banget sih barangnya" protes ragil terhadap ibunya yang terlihat sibuk menata sesuatu di dalam kardus.


" kamu tidak usah banyak komentar gil bawa saja apa yang ibu siapkan" jawab ibunya.


" tetapi tidak sebanyak ini juga bu, bagaimana kami mau bawanya kalau sebanyak ini".


" tinggal taruh didepan kan aman dini di bonceng dibelakang sama riani".


" bu sarapannya sudah siap" riani muncul memberitahukan jika sarapannya sudah siap.


" iya sebentar sedikit lagi selesai ini"


" ini barang banyak banget bu, harus dibawa semua ya".


" iya lah masak ditinggal, nah sudah selsai ayo kita sarapan dulu, bapak ku mana gil panggil sana kota sarapan bareng"


" itu bapak sedang di teras bu, sebentar ragil panggil ya"


Selesai sarapan riani segera bersiap untuk pulang sebelum berangkat pulang terlebih dahulu riani menghubungi emaknya.


" Assalamualaikum mak"


" waalaikumsalam, jadi pulang hari ini kamu ndok? ".


" iya jadi mak, ini sedang bersiap mau berangkat pulang".


" ya sudah hati - hati, semoga perjalan lancar dan tidak turun hujan".


" amiin, bapak mana mak? ".


" itu sedang sarapan, dini sudah sarapan belum".


" sudah mak ya sudah riani tutup dulu kami berangkat sekarang mak, assalamualaikum "


" iya, Waalaikumsalam".


Riani mematikan panggilannya terhadap ibunya, dan terlihat ragil memasuki kamar mereka.

__ADS_1


" bu baju - baju ayah yang di lemari masukkan kedalam tas sekalian biar ayah tidak bolak - balik ambil baju kemari".


" semua atau sebagian yah? ".


" sebagian saja biar kalau kemari tidak perlu bawa baju ganti ayah".


" ok, segini cukup" kata riani sambil menunjukan beberapa helai baju kepada suaminya.


" tambah lagi bu masih muat kan tasnya, bawa semua tasnya sajalah bu".


" iya"


" ayah ke depan dulu ibu menata baju - baju ini sendirian tidak apa - apa kan, ayah mau menata barang bawaan di motor".


" iya tidak apa - apa"


Setelah selesai bersiap mereka pun segera berpamitan terhadap keluarga ragil dan segera berangkat pulang menuju desa tempat tinggal riani.


Ketika sedang berhenti di sebuah toko untuk membeli air mineral karena dini haus, terlihat aldi sedang ada disana dan tampak sedang mengisi bensin pada motornya.


"bu itu seperti radi bu, mau kemana dia".


" coba ayah sapa dia, dan tanyakan mau kemana"


" oh kamu gil, ini mau ke rumah teman, kamu mau pulang "


" iya nih mas, sudah lama juga kami berada di desa ku kasian anak gadis kalau lama izin sekolahnya"


" iya juga sih" ucap tadi sambil melirik riani.


" jalan bagus ya mas" ucap ragil yang membuat radi mengalihkan lirikannya kepada riani.


" bagus kok gil, ya sudah saya duluan ya, permisi mari ri, gil". pamit radi terhadapap riani dan ragil.


" iya mas mari" ragil yang menjawab sedangkan riani diam saja.


" sepertinya masih ada rasa ya bu ragil sama ibu? "


" setidaknya tidak seanarkis mila yah" jawab riani sambil tersenyum.

__ADS_1


Mendengar jawaban istrinya ragil hanya terseyum kecut, dia yang awalnya agak cemburu melihat istrinya dilirik oleh mantannya langsung diam mendengar jawaban atas sindiran yang dia ungkapkan kepada istrinya tadi.


" yuk yah berangkat lagi mumpung masih pagi dan matahari belum terasa panas ini, kasian dini jika terlalu lama disini nanti kepanasan dia"


" ibu apa dini yang takut kepanasan ya sayang" jawab ragil meledek istrinya.


Sementara itu semenjak riani menikah kembali dengan ragil aldi sang mantan suami pun berusaha untuk ikhlas menerima semua keputusan mantan istrinya, meskipun dihatinya masih selalu diliputi rasa penyesalan yang teramat sangat, saat ini dia hanya bisa berandai - andai saja.


Sore ini setelah pulang dari bekerja dia sedang duduk melamun di teras kontrakannya yang dia tinggali bersama dengan temannya.


" seandainya saja dulu aku lebih bisa menghargai istri ku riani mungkin saat ini kami sedang berbahagia,ana sekarang riani terlihat jauh lebih cantik semenjak kami berpisah" lamun aldi.


" kenapa sore - sore melamun di, masih belum bisa move on dari mantan istri ya bro" tanya ruli teman satu kontrakan aldi.


" iya rul, seandainya saja waktu bisa diputar, aku akan memperlakukan istriku dengan sangat baik".


" istri yang mana dulu nih, soalnya mantan istrimu kan ada dua" ledek ruli terhadap aldi.


" kalau yang kedua aku tidak pernah menyesal meninggalkannya rul, aku malah bersyukur bisa perpisahan dengan nabila rul tidak ada gunanya mempertahankan istri tukang selingkuh seperti dia rul"


" owh jadi istri pertama to yang membuat kamu menyesal, tapi kok aneh ya kalau memang kamu menyesal perpisahan dengannya kenapa kamu bisa menikah lagi di, seharusnya kalau memang menyesal kamu cukup memperjuangkan perasaan menyesal mu bukannya malah menikah lagi di, aneh kamu itu ".


" entahlah ruli, dulu aku sangat kecewa dengan penolakan riani terhadap ajakan rujukku, aku fikir dengan melihat aku menikah lagi riani akan menyesal karena aku sudah mempunyai pengantinya, ternyata aku salah, meskipun aku sudah menikah dan bercerai dengan nabila, riani tetap tidak mau rujuk kembali kepada ku"


" dulu apa sih yang menjadi penyebab perceraian kalian, kalau aku boleh tau sih kalau tidak ya aku tidak memaksa"


" dulu aku tidak pernah perhatian kepada riani juga anak kami, aku juga selalu bersikap kasar terhadap istriku riani, sedikit saja dia melakukan kesalahan maka aku sudah sangat marah padanya dan akan berkata - kata dengan kalimat kasar kepadanya, dan sekarang semua itu membuat ku sangat menyesali nya"


" wajar jika dia tidak mau kembali padamu di, sikap mu tidak mencerminkan seorang suami yang baik, kalau dengan istri ke dua mu apa kamu juga bersikap seperti itu? ".


" jangankan aku berlaku kasar, sedikit saja ku bentak nabila sudah mengamuk pada ku rul".


" kasian, sudah lah toh saat ini anak dan mantan istrimu itu sudah hidup bahagia kan dengan suami barunya, jadi kamu jangan pernah berusaha untuk merusak kebahagiaan mereka".


" iya rul, aku cukup tau diri untuk tidak melakukan hal itu, jangan kan merusak kebahagiaan mereka untuk bertemu menjenguk anakku saja aku sudah sangat malu".


" sudah lah terima semua dengan ikhlas, kedepannya jika punya jodoh lagi perlakukan istrimu dengan baik, jangan lagi bertindak sesuka hati mu, sudah hampir magrib ayo masuk, nanti makan malam cari di luar saja ya, sekali - kali makan di luar biar otak kita segeran dikit".


" iya ayo, lagian otaknya sangat butuh refreshing saat ini, kalau boleh jujur aku sangat rindu dengan anak perempuan ku"

__ADS_1


" nanti kalau sudah punya banyak uang baru kamu pulang kampung dan menengok anak mu"


Mereka pun segera masuk ke dalam kontrakan mereka dan bersiap untuk mencari makan malam.


__ADS_2