
Hari ini adalah pertemuan perdana operator sekolah, karena semua masih tahap pengenalan aplikasi acara pertenuannya berjalan lama, jadi ariani pulang sudah sore ketika sampai rumah.
,"Assalamualikum..."
"dini ibu pulang nak, dini dimana, mak .. Mak.."
"pada kemana ya sepi banget"
Ariani segera mencari keberadaan ibu dan anaknya, dicarinya sampai ke belakang rumahnya akan tetapi ibu dan anaknya tetap tidak ada, lalu riani memutuskan mandi dulu dulu baru akan mencari ibu dan anaknya, belum riani selesai ritual mandi sorenya terdengar suara anaknya dari arah luar rumah.
"mbah ibu sudah pulang mbah".
"iya ndok, ibu mu sudah pulang, mana tapi ibu mu, ria.. Ria..."
" iya mak riani dikamar, emak dari mana? Riani pulang kok tidak ada tadi?".
" emak dari warung bik lilis, dini tadi minta jajan".
" dini tadi bangun jam berapa mbah? ".
" jam delapan, tapi siang belum mau tidur mau tidur sama ibu katanya tadi, tapi dia sudah makan, kamu sudah makan belum, kok sampai sore pulangnnya ? ".
" nggeh bu riani mau sholat asar dulu baru makan ya".
" acara pertemuannya memang selesainya sore mak, tadi begitu selesai riani langsung pulang kok mak".
" bagaimana dini rewel tidak, ini ibu belikan sate tadi, ibu suapin ya".
dini yang berada disamping ibunya sangat senang ketika dibelikan makanan kesukaannya itu oleh ibunya.
" tidak cuma tadi pas bangun tidur mencari kamu".
Selesai menyuapi anaknya, riani mengajak dini untuk berjalan - jalan dengan naik sepeda motor di sekeliling rumahnya, yang patut riani syukuri a adalah sudah empat bulan berpisah dengan ayahnya dini tidak pernah menanyakan soal ayahnya, pun dengan ayahnya tidak pernah sekalipun menelfon sekedar menayakan kabar anaknya.
Dini tetap tumbuh menjadi anak yang ceria, apa pun akan riani lakukan demi kebahagiaan anaknya ini, bagi riani dini tidak sekedar sebagai penyemangatnya dalam menjalani kehidupan ini akan tetapi dini adalah segalanya dalam hidup riani.
Selesai melaksanakan kewajibannya, sebagai seorang muslimah, dini terlihat agak rewel, dini minta digendong oleh ibunya.
" kenapa dini tumben kok rewel"
"sepertinya mengantuk dia mak, siang tadi tidur tidak? ".
" tidur tapi cuma sebentar".
__ADS_1
" oh.., pantas jam segini sudah ngantuk".
Dan benar adanya tidak lama berada dalam gendongan ibunya dini sudah terlelap dalam tidurnya.
Di bawanya anaknya ke dalam kamar dan di baringkan di atas ranjangnya ketika dini sudah benar - benar tertidur dengan pulas.
Meskipun dini sudah tertidur pulas riani tidak beranjak dari sampingnya akan tetap berada disamping anaknya, di tatapnya wajah damai dini, diciumnya pipi, dan dahi anaknya.
" maafkan ibu yang sudah memisahkan mu dengan bapakmu nak, ibu janji akan melakukan apa pun untuk kebahagiaan mu, meskipun kita hidup terpisah dengan bapak, ibu janji kamu tidak akan kekurangan kasih sayang nak, tumbuh menjadi anak yang sholehah serta menjadi anak yang kuat, kamu adalah sumber kekuatan ibu saat ini dan nanti".
" mas aldi tidak rindukah kamu sama anakmu sudah empat bulan kami hidup terpisah dari mu akan tetapi tidak sekalipun kamu mendatangi atau menelfon menanyakan anak mu, segitu tidak berartinya kami dalam hidupmu mas".
entah berapa lama riani tertidur tiba - tiba dia merasakan tepukan lembut di wajahnya.
" ibu.., ibu.., adek mau pipis panggil anaknya"
" dini mau pipis, sini sama ibu ke kamar mandinya nak".
Ketika melewati dapur terlihat ibunya duduk termenung seorang diri.
"ada apa mak, apa ada yang mengganggu fikiran emak"
"tidak ada apa - apa ndok".
" terus kenapa emak termenung seorang diri di dapur, bahkan riani panggil emak tidak dengar tadi, katakan mak ada apa".
" emak jangan fikirkan akan hal itu, mak kan tau bagaimana perceraian masih dianggap hal memalukan di desa kita mak, apa lagi dengan setatus janda mak, sudah ya riani pasti mampu melewati semua ini, kalau capek mereka akan berhenti sendiri membicarakan perceraian riani, dan soal pekerjaan riani selagi tidak ada peringatan atau teguran dari pihak sekolah, riani akan tetap mengajar seperti biasanya, oh ya bapak kemana kok sepi mak?".
" bapak mu masih di masjid ada rapat".
" ya sudah riani ke kamar dulu mak, kasian dini".
" iya, sudah sholat isya belum ? ".
" sudah mak, tadi setelah azan terdengar riani langsung sholat, kalau ada apa - apa emak panggil riani dikamar saja ada yang mau riani kerjakan".
" apa kamu tidak capek to ndok, tadi sudah seharian kamu kerja ini di rumah kok kerja lagi, istirahat dulu kamu itu".
" sebenrat kok bu cuma input data saja, selesai riani langsung tidur kok".
" ya sudah terserah kamu, emak mau nonton tv sambil menunggu bapak mu pulang".
" iya mak".
__ADS_1
Riani lalu masuk dalam kamarnya, setelah menidurkan anaknya, terlihat ada panggioan masuk di hpnya.
" Assalamualaikum, ada apa dek? ".
" waalikum salam, mbak ria tadi ke kecamatan ya? ".
" iya, kok tau? ".
" tau lah tadi kawan liana ada yang kasih tau, kenapa tidak mampir ke rumah mbak ?, mbak jadi operator sekolah kata dia apa benar? ".
" iya benar, mbak jadi operator sekolah dek, maaf tadi mbak selesainya sore jadi tidak sempat mampir, ibu sama bapak sehat kan ?".
" Alhamdulilah sehat, kata mereka kapan mbak sama dini ke rumah lagi".
" bilang sama ibu belum tau soalnya mbak sibuk banget".
" mbak misalnya dini saya yang jemput pas saya libur sekolah boleh tidak".
" kalau dininya mau boleh to dek".
" beneran mbak".
" lagian kamu kan tantenya boleh lah".
" dek maaf sudah dulu ya mbak banyak kerjaan ini".
" iya mbak, terima kasih ya".
" iya sama - sama, assalmualaikum dek".
" waalikum salam mbak".
Setelah panggilan berakhir riani segera mengambil laptop dan menghidupkannya, dia mulai mengerjakan pekerjaannya supaya segera selesai, menginput data anak satu sekolah membuatnya harus benar - benar berhati - hati dia tidak mau ada kesalahan dalam menginput data anak, bisa berakibat fatal nantinya.
Sebenarnya riani tidak begitu mahir dalam mengoprasikan laptop tetapi riani akan selalu belajar dan belajar lebih giat lagi soal laptop.
Tidak terasa sudah dua jam riani mengerjakan kerjaannya bahkan, sudah banyak siswa yang selsai dia input ke aplikasi, rasa lelah semakin membuatnya mengantuk saja, dan jam dinding di kamarnya sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
Diambilnya hpnya lalu Iseng - iseng mengiri sms kepada mbak tiya.
"mbak".
" teman i riani dong".
__ADS_1
" pasti sudah tidur mbak tiya ini, tidak membalas sms ku, salah ku juga jam segini kirim sms ke dia".
Setelah meyimpan data siswanya riani lalu mematikan laptop dan menyimpannya, dia lalu bersiap untuk tidur, sebelum tertidur diciumnya kening ananknya, mimpi indah sayang.