Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Kunjungan.


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu semenjak kejadian memalukan yang dialami oleh radi dan keluarganya, bahkan radi memutuskan pergi dari desanya sehari setelah kegagalan pernikahannya dengan diva.


Sedangkan lastri sudah dua bulan ini juga didiamkan oleh suaminya, pagi ini pak sanusi berencana mengunjungi anak bungsunya yana di rumah mertuanya, pak sanusi sengaja datang dengan diam - diam juga tanpa memberi tahu istrinya.


Setelah selesai bersiap pak sanusi segera mengeluarkan motor nya lalu segera berangkat menuju desa sebelah tempat yana tinggal.


Pak sanusi berniat memberikan kejutan untuk anak bungsunya itu makanya pak sanusi tidak memberi tahu yana soal kedatangannya, sebelum sampai do rumah snag besan pak sanusi mampir dulu ke pasar untuk membeli oleh - oleh untuk yana dan besannya.


Sesaat sebelum mengetuk pintu dan memgucapakan salam pak sanusi yang dibuat terkejut karena mendengar obrolan yang berasal dari dalam rumah.


" makanya bu bram mau menikah lagi, malu bram punya istri tidak berguna seperti yana sudah dari keluarga miskin banyak masalah lagi bu" terdengar suara bram dari luar rumah yang cukup terdengar jelas ditelinga pak sanusi yang akan mengucapkan salam.


Karena mendengar pembicaraan yang kurang enak di dengar pak sanusi mengurungkan niatnya untuk mengucapkan salam dia lebih memilih mendengarkan semua pembicaraan menantu dan besannya tersebut dari arah samping pintu dan tak lupa merekam semua pembicaraan mereka.


" kalau ibu terserah kamu bram, kan kamu yang menjalaninya, tapi kamu jangan sampai menceraikan yana, kalau yana sampai kamu ceraikan dia siapa yang akan membereskan rumah ini, ibu tidak mau ya kalau harus membayar pembantu kan dengan adanya yana disini kita sudah punya pembantu gtarisan" ucap ibu bram yang membuat pak sanusi yang menguping pembicaraan mereka dengan posisi merekam pembicaraan mereka berdua hanya bisa menahan geram.


" mudah soal itu bu, yana tidak akan berani macam - macam sama bram, apa lagi sampai berani menjadi dengan keluarga gilanya itu "


" ya ibu tau itu, terus kapan rencana pernikahan keduanya bram? ".


" dua minggu lagi setelah lamaran kemarin bu"


" apa tidak terlalu cepat? "


" tidak bu, kalau terlalu lama nanti keburu besar kehamilan diah bu"


"tapii... " belum juga ibu bram selesai mengucapkan kalimatnya pak sanusi yang sudah geram dan tidak lagi bisa menahan emosi sudah masuk kedalam rumahabil bertepul tangan.


" prok.. prok.. prok... "


" hebat.. hebat.. kurang ajar kamu bram" ucap pak sanusi sambil langsung melayangkan bogem mentah ke wajahnya bram yang tidak terlalu tampan tapi sok tampan tersebut.

__ADS_1


Terlihat darah mengalir dari hidup bram akibat dari bogem mentah ayah mertuanya.


" cukup jangan sakiti anak saya kamu fikir kamu siapa berani menyakiti anak saya" teriak ibu bram membela anaknya.


Yana datang tergopoh - gopoh mendengar teriakan suara yang sangat dia kenali.


" a.. ayah " ucap tana lirih.


" kenapa bram apa salah yana anak saya padamu, jika kamu memang sudah tidaknya menginginkan dia menjadi istri mu kembalikan dia padaku jangan pernah kau sakiti anak ku" ucap pal sanusi sambil menarik kerah baju menantunya yang sudah mengeluarkan darah dari hidupnya itu.


" jadi selama ini anakku cuma kalian anggap sebagai pembantu gratisan iya" teriak pak sanusi terhadap bram dengan emosi.


Terkejut tentu saja bram tidak menyangka akan kedatangan ayah mertuanya ke rumahnya dan mendengar semua pembicaraan bram dengan ibu nya.


" ayah sudah jangan kotori tangan ayah dengan memukul mas bram " ucap yana memelas terhadap sang ayah.


" ma.. mari kita bicarakan baik - baik pak" tawar ibu bram terbata.


" sekarang jelaskan apa maksud dari pembicaraan mu tadi bram" tanya pal sanusi masih dengan muka merah padam menahan amarah.


"semua yang ayah dengar memang benar adanya, bram mau menikah lagi dengan gadis pujaan bram" ucap bram tegas tanpa beban.


" apa mas menikah lagi, terus aku mau kamu kemanakan mas" tanya yana kaget mendengar ucapan suaminya.


" kamu tenang saja yana kamu tidak akan aku ceraikan karena ibu masih membutuhkan pembantu gratisan" jawab bram enteng.


" dan kamu fikir saya sebagai ayah yana akan diam saja anak saya kamu perlalukan semena - mena seperti ini bram, tidak kamu salah jika kamu memang mau menikah lagi silahkan tapi ceraikan dulu anak saya" potong pak sanusi menjawab terhadap perkataan bram.


" tidak saya tidak akan menceraikan yana, karena yana akan tetap tinggal di rumah ini untuk menemani ibu sekaligus menjadi pembantu ibu, bukankah selama ini kamu sudah cukup bahagia dan nyaman tinggal di rumah mewah ini yana, dan semua itu sesuai dengan keinginan ibu mu yang matre itu ".


perkataan bram membuat harga diri pak sanusi terasa diinjak - injak oleh menantunya.

__ADS_1


" saya sebagai ayah yana tidak akan pernah mengizinkan kamu dan ibu mu menyakiti anak ku lebih lama lagi, dan sepertinya pembahasan ini tidak perlu diperpanjang, yana bereskan semua barang - barang mu detik ini juga mari kamu pulang ke rumah ayah " putus pak sanusi pada akhirnya.


"tidak bisa seperti itu yana tetap disini dan bisa pergi kemana pun tanpa izin dari saya suamimya" tolak bram.


" benar itu pak yana akan tetap disini menemani saya di rumah ini, karena setelah menikah lagi bram akan tinggal bersama istri barunya" ibu bram ikut menimpali perkataan anaknya.


" tetap tinggal disini sebagai pembantu gratisan maaf, saya sebagai ayah yana tidak akan mengizinkan yana melakukan itu " tolak pak sanusi.


" kita tanyakan dulu kepada yana, karena saya yakin yana akan memilih tetap tinggal di rumah mewah ini dengan segala kenyamanan yang ada ketimbang mengikuti ayah pulang ke rumahnya yang kumuh" ucap bram penuh dengan kesombongan.


" baik, semua keputusan ada di tangan yana kalau yana memilih akan tetap di rumah ini maka saya yang akan mengalah begitu pun sebaliknya jika yana memilih ikut saya pulang ke rumahnya maka kalian berdua tidak boleh mencegahnya faham" putus pak sanusi.


" baik, sayang kamu tetap memilih mas dan tetap tinggal di rumah ini bersama ibu kan?, mas janji meskipun nanti mas sudah menikah lagi mas akan berlaku adil terhadap kalian berdua " ucap bram manis terhadap yana.


Yana yang sudah merasa muak tinggal di rumah mertuanya ini seolah mendapatkan angin segar untuk bisa segera pergi dari rumah mewah akan tetapi seperti tinggal di neraka dunia ini.


" baik izinkan yana mengambil keputusan ini murni keputusan yana sendiri jadi jangan pernah ada yang mencoba menghalangi keputusan yana ini"


" iya sayang katakan mas akan menuruti semua keinginan mu" ucap bram lembut.


" yana putuskan bahwa yana akan ikut ayah pulang " ucap yana jelas dan tegas.


Bram dan ibunya kaget mendengar perkataan yana yang di luar perkiraan mereka.


" ka.. kamu yakin sayang, kamu bisa hidup miskin lagi setelah beberapa tahun ini hidup dengan segala kemewahan yang ada" bram mencoba menggoyahkan keinginan yana.


" ya yana sangat yakin, lebih baik hidup dengan kemiskinan tetapi diperlakukan seperti manusia dari pada hidup dengan kemewahan tetapi diperlakukan seperti hewan yang tidak punya perasaan" ucap yana yakin.


" kamu dengar kan bram apa keputusan yana, jadi jangan halangi langkah yana untuk pulang ke rumah orang tuanya" ucap pak sanusi penuh kemenangan.


" ayo sayang segra bereskan barang - barang kamu kita pulang sekarang juga" ucap pak sanusi sendu.

__ADS_1


Bohong jika pak sanusi saat ini hatinya merasa baik - baik saja, melihat anaknya diperlakukan secara tidak manusiawi dan dianggap pembantu di rumah mertuanya bahkan suami yang seharusnya menjaga dan melindungi istrinya malah dengan tega akan menikah lagi.


__ADS_2