
kejadian di rumah luna, sudah di ceritakan emak kepada riani dan bapaknya, riani sangat kecewa dan emosi mendengar penuturan emaknya, dan dia semakin yakin untuk mengakhiri hubungannya dengan radi, akan tetapi riani belum memiliki momen yang pas untuk memutuskan hubungan denga radi.
“ sudah kejadian seperti ini masih ingin kamu pertahankan ria, seperti tidak ada laki – laki lain saja” geram sang bapak.
“ tidak pak, akan riani fikirkan cara untuk mengakhiri hubungan riani dengan mas radi”.
Kalau Cuma dirinya saja yang menjadi bulan – bulanan keluarga radi riani masih bisa mentoleransinya akan tetapi Ketika mereka sudah mengusik keluarganya maka riani tidak bisa lagi menahanya.
Pagi hari di hari minggu, sudah menjadi kebiasaan riani jika hari minggu tiba dia akan bebersih rumah dan
sekelilingnya, seperti pagi minggu ini berhubung beberapa minggu ini dia sibuk oleh tugas tambahannya sebagai operator sekolah dia hampir tidak ada waktuumtuk membersihkan sekeliling rumahnya, oleh karena itu pagi ini dengan dibantu sang anaknya selesai membersihkan rumahnya riani segera membersihkan halaman rumahnya yang sudah banyak daun – daun kering yang berserakan di halaman rumahnya. Belum lama riani menyapu terdengar sayup - sayup ada yang mengucapkan salam dari arah pintu rumahnya, karena terdengar emaknya menjawab salamdan membuka pintu rumahnya, maka riani tetap melanjutkan acara bersih - bersihnya di halaman rumahnya,
“ Assalamualaikum..:.
“ walaikum salam eh bulek lastri sama imah mari masuk ”.
“ iya, terima kasih mbak”.
“sebentar saya tinggal dulu ya”.
“ enggak usah repot repot mbak, saya sama anak saya tidak lama kok cuma ada oerlu sedikit sama mbak dan anak mbak ariani, ada tidak arianinya”.
“ada kok arianinya, sebentar saya panggilkan dulu ya”.
Bergegas bu sumi meningalkan tamunya untuk membuatkan minuman dan memberitahu riani kalau ada ibunya radi
Bersama dengan mbaknya datang kerumah.
“ria itu di rumah ada ibunya radi dengan mbaknya imah”.
“ mau apa mereka kemari emak, apa ada hubungannya dengan kejadian kemarin dan kenapa riani tidak tau kalau mereka datang, padahal riani sama dini dari tadi ada du halaman ini ?”.
“mana emak tau sana temui, ada perlu sama kamu katanya”.
“ iya mak, riani tak cuci tangan dulu ya, ayo sayang sudah dulu bersih – bersihnya ibu ada tamu, nanti setalah cuci tangan dini tunggu ibu di kamar saja ya”. Riani mengajak anaknya untuk berhenti dulu membersihkan halaman rumahnya.
“ eh ada mbak imah sama ibu, tumben”. riani tetap bersikap ramah meskipun dalam hatinya jengkel setengah mati dengan imah mbak radi.
“ iya, kami ada perlu dengan kamu, kamu sedang sibuk tidak ?, imah mbak radi berkata kepada riani.
“ tidak mbak ada apa memangnya ?, sepertinya penting sekali sehingga mbak sama ibu sampai datang ke rumah riani ?”.
“ iya penting banget malahan ini demi masa depan adik saya radi”.
“ begini riani, saya langsung saja tidak perlu berbasa – basi karena waktu saya juga tidak banyak, beberapa hari yang lalu anak saya radi meminta restu untuk yang kesekian kalinya kepada kami, dan kami menolaknya, akan tetapi radi ngotot akan melakukan apa pun demi bisa menikah dengan mu, akan tetapi kami pun tetap menolak keinginannya, dan sepertinya radi tidak akan berhenti berusaha untuk memohon restu daru kami keluarganya , jadi
saya mionta tolong sama kamu untuk menjauhi anak saya radi karena kamu tidak pantas untuk anak saya, anak saya berhak mendapatkan istri yang masih gadis dan bukan janda punya anak sepertin kamu”. Panjang dan lebar perkataan ibu radi membuat riani terdiam.
“Akankah semua berakhirsekarang, kesempatan ini bisa saya gunakan sebaik - baiknya” batin riani.
“baik, sebelum ibu dan mbak imah berkata lebih banyak lagi dan nanti akan menimbulkan hal – hal yang tidak
dinginkan, akan saya penuhi keinginan saya, akan tetapi kalau ada apa – apatentang mas radi tolong jangan libatkan saya lagi, saya permisi sebentar”.
“mau kemana kamu, jangan coba – coba memberitahu radi kalau kami kesini, saya tidak mau anak saya makin
marah dengan saya”.
“saya tidak akan memberitahu anak ibu, saya Cuma akan mengambil hp saya sebentar saja “.
Riani segera mengambil hpnya, dia berpapasan dengan ibunya yang baru selesai membuat minuman untuk tamunya.
“ mau kemana kamu ria, kok tamunya kamu tinggal”.
“ riani ambil hp sebentar mak “.
“iya, jangan lam -lama”.
Riani memasukki kamarnya terlihat dini sedang mengambar di meja belajarnya. Memang tadi setelah mencuci
tangan riani meminta dini masuk kamar karena riani yakin ibu dan mbaknya radi ke rumahnya pasti ada sesuatu yang penting akan di sampaikan dan riani tidak mau anaknya melihat semua itu.
“ sedang apa cantik ibu, waduh sedang menggambar ya, dilanjutin menggambarnya ibu keluar sebnetar dini
di kamar saja ya. Nanti kalau ibu sudah selesai ibu akan ke kamar lagi buat nemenin dini gambar”.
__ADS_1
“ iya bu”.
Lalu riani keluar dari kamarnya sambal membawa hpnya. Belum juga riani menghubungi radi, terlihat radi sudah menghubunginya.
“ dek, lagi apa? Tanya radi lewat hp.
“ sedang santai dihari libur” jawab riani sengaja berbohong karena melihat ibu dan mbak radi memberinya kode agar tidak memberitahu radi soal kedatangannya.
“dek kemarin mas sudah meminta restu Kembali kedapa bapak dan ibu mas, dan jawabanya masih sama dek,
kamu yang sabar ya mas mohon kita berjuang sama – sama” .
Riani sengaja meng louspeker panggilannya agar mbak dan ibu radi dan emaknya bisa mendengar apa yang dibicarakan oleh radi.
“ sampai kapan mas riani harus sabar dan bersabar terus?”.
“ ya sampai mas mendapatkan restu untuk menikahi mu dek”.
“ kalau tetap tidak mendapatkan restu bagaiman ? pancing riani terhadap radi”.
“ kita kawin lari saja yuk dek, mas pusing tidak tau lagi harus bagaiman supaya kuluarga mas merestui kita”.
Perkataan radi sontak membuat ibu dan mbaknya melotot bahkan emak riani sampai geleng – geleng kepala
mendengar ide gila radi.
“kabur, sudah gila kamu mas, tidak riani tidak mau kamu ajak kabur, kalau riani punya ide apa mas mau mendengarkannya”.
“ apa ide mu dek, coba katakana”.
“ dari dapa mas pusing – pusing memikirkan soal restu, lebih baik kita akhiri saja semua mas, anggap kita hanya teman sperti sebelumnya, jangan pernah hubungi riaini dalam bentuk telfon maupun sms, bagaiman bisa?”.
“ kamu sudah janji lo dek, untuk tidak meninggalkan mas, kok sekarang ngomongnya gitu kamu”.
“ maaf mas janji itu sekarang terpaksa riani ingkari, mari kita akhiri semunya, agar semua berjalan dengan lebih mudah”.
“ apa karena sudah ada penganti mas dek sehingga kamu mau kita berpisah Kembali?”.
“ iya, maafkan riani mas yang harus meninggalkan kan mas lagi, terima kasih atas semua perhatian dan kebaikan mas selama kiuta Bersama, semoga mas mendapatka yang lebih baik lagi dari riani seperti yang keluarga mas harapakan”.
“ siapa orangnya dek kalau mas boleh tau, apa dia ragil ?’.
kepada ragil soal ini.
“kenapa harus ragil dek,baik kalau itu keputusanmu dek mas terima. Semoga kamu Bahagia dengan keputusanmu ini soal bagaimana mas jangan kamu fikirkan”.
terdengar jawaban dengan suara parau dari radi, riani tau pasti saat ini radi pasti sedang menangis.
“ baik mas terima kasih ata pengertianmu, maafkan atas semua kesalahan riani ya, assalamualaikum”.
Riani langsung mematikan panggilannya, lalu memandang kea rah ibu dan mbak imah dengan mata berkaca -kaca.
“ bagaimana sudah puas kah ibu dan mbak, keinginan kalian sudah riani kabulkan jadi mulai sekarang jangan pernah lagi mengusik kehidupan riani dan keluarga riani seperti yang kalian lakukan selama ini”.
Tidak ada jawaban dari mereka berdua, mereka sama – sama membisu beberapa saat lamanya, dan ibu riani
pun ikut terdiam tidak tau harus bersikap bagaimana, emak riani hanya duduk sambal meng elus – elus punggung riani emak riani berharap riani bisa tenang dalam menghadapi masalah ini.
“tapi dek kalau mbak boleh tau soal ragil apa benar kalian ada hubungan?”.
“ tidak, meskipun janda riani tipe perempuan yang cukup setia mbak, dan selama ini mas radi suka cemburuan dengan ragil, jadi riani jadikan ragil sebagai alas an supaya mas radi bisa menerima keputusan riani mbak”.
“ baik terima kasih riani”
“ seperti ucapan riani tadi, kalau nanti ada apa – apa dengan anak ibu jangan salahkan riani dan keluarga riani lagi. Dan saat ini saya dengan anak ibu sudah tidak ada hubungan apa – apa lagi jadi jangan libatkan apa pun riani dalam masalah kalian, dan semoga ini memang yang terbaik bagi semuanya, satu hal lagi tolong jangan sampaikan kepada mas radi soal kebenaran ragil yang saya jadikan alasan tadi, biarlah mas radi membenciku dan menganggap riani tidak setia asalkan kami bisa berpisah seperti keinginan keluarganya , dan soal ragil nanti akan mejadi urusan saya untuk menyampaikanya kepadanya”.
“ iya, kami akan selalu mengingat perkataan mu riani”
“ sebentar bu, mbak imah apa tidak ada yang ingin mbak katakan sesuatu tentang kejadian kemaren mbak” sengaja riani menanyakan kejadian kemarin karena terlihat imah sama sekali tidak ada inisiatif untuk meminta maaf.
“ kejadian apay a riani kalau ibu boleh tau” tanya bu lastri kepada riani.
“ memangnya anak ibu tidak cerita apa pun ?”.
Sedangkan imah hanya duduk terdiam sambil menunduk, dia tidak mengatakan apapun.
__ADS_1
“ perlu riani yang menjelaskan kepada ibu mu mbak, atau mbak cerita sendiri kepada ibumu”.
“ tidak perlu riani nanti mbak sendiri yang akan menceritakanya kepada ibu ku, dan mbak minta maaf kepadamu dan keluarga mu ya, maaf atas khilaf mbak, mbak janji tidak akan mengulanginya lagi, emak sumi maafkan kelakuan saya terhadap dini kemarin ya”.
Riani tidak tau tulus apa tidak permintaan maaf imah terhadap keluarganya itu.
“ ya sudah mbak imah jangan terlalu difikirkan kami sudah memafkan mbak sala mbak tidak akan mengulanginya
lagi” emak dini menjawab permintaan maaf imah.
“ dan kalau sampai saya mendengar atau melihat mbak memperlakukan dini atau keluarga ku maka saya tidak
akan tinggal diam, anak saya dini bukannya tidak punya bapak, dia punya bapak akan tetapi dia hidup terpisah dengan bapaknya. ini baru peringatan terhadap mbak” riani ikut menimpali perkataan emaknya.
“ imah sebenarnya ada apa to ini, sepertinya serius sekali apa yang sudah kamu lakukan?”.
“ sudah bu imah janji nanti di rumah akan imah ceritakan kejadian kemarin, sekarang mari kita pulang saja, urusan ibu sudah selesai kan, kami permisi dulu bude sumi, imah maaf sudah merepotkan”
“ silahkan, tidak merepotann kok”
“ Assalamualaikum”
“ waalikum salam” jawab riani dan emaknya.
Sepeninggal ibu dan mbaknya radi emak sama riani masih duduk di ruang tamu berdua.
“ apa yang akan kamu lakukan setelah ini ndok ?.yang sabar ya ndok, semua pasti ada hikmahnya”.
“ belum tau mak, iya nggak apa – apa mak riani sudah kebal kalau Cuma seperti itu, riani ke kamar dulu ya mak kasian dini sendirian, dan soal kejadian tadi mak saja yang menceritakan kepada bapak”.
“ iya ndok, nanti emak saja yang akan membocarakannya sama bapak mu”.
Sesampai di kamarnya terlihat dini yang sudah tertidur, sambal memeluk guling kesayangannya.
Air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya jatuh tak tertahankan lagi.
“ maafkan riani mas, sungguh semua ini juga berat bagi riani”. Tangis riani dalam diam.
“ apa seorang janda selalu mengalami nasib seperti ku, dianggap sampah, memalukan dan ditendahakan,”.
“ Akan ku buktikan kalau aku riani bisa hidup Bahagia tanpa seorang radi” tekat riani berjanji dalam hatinya.
Dari pada menangisi hal yang menyakitkan perhatian riani teralihkan dengan mebuka akun media sosialnya yang beberapa hari ini tidak dia lihat, iseng – iseng dia membuat setatus.
“janda pun bisa Bahagia, dan jomblo pun tidak terasa hampa”. Tulis riani dalam berandanya. Dan baru beberapa detik dia unggah terlihat ragil sudah like dan berkomentar.
“ tenang ada sebuah hati yang selalu menantimu” tulis ragil dalam kolom komentar yang membuat riani tersenyum.
“ oya, hati siapa?”. Balas riani
“ aka nada waktunya semua akan terjawab dengan jelas”. Balas ragil lagi.
“ maaf sudah Lelah menunggu jadi maunya yang pasti – pasti saja”.
Tidak ada lagi balasan komentar dari ragil akan tetapi ada sms dari ragil yang masuk.
“ kenapa mbak setatusnya galau banget?”.
“ nggak iseng aja karena lagi nggak ada kerjaan aja gil”?.
“ oh kirain putus dengan radi?”.
“ sotoy kamu”.
“ bukan sotoy mbak nebak aja kali bener”.
Belum riani membalas sms radi terlihat ada sms masuk dari radi.
“ maaf mas masih mengirimi kamu sms dek, mas cuma mau pamit, kalau besok mas mau pergi saja dari desa ini,
mas nggak sanggup melihat mu bersama dengan ragil” tulis radi dalam smsnya.
“ iya mas, maafkan riani sudah menyakitimu lagi”.
“ tidak perlu meminta maaf dek, mungkin ini memang takdir kita yang harus kita jalani, jaga diri baik – baik ya, maaf jika mas ada salah selama ini”
__ADS_1
“ tidak mas riani yang meminta maaf karena sudah menyakiti mas, dan juga sudah menduakan mas” bohong
riani