
Aldi masih berusaha untuk mengoyahkan keyakinan riani akan tetapi bapak riani tidak akan tingal diam dia tidak mau lagi memiliki menantu aldi.
“ di berhentilah bersikap seolah – olah kamu adalah korban disini, bapak Cuma mau tanya kenapa baru sekarang kamu datang dan mengiba seperti ini kemana kamu beberapa tahun ini, kalau memang kamu peduli dengan dini anakmu kenapa selama ini seolah kamu tidak pernah mau tau segala urusan yang berhubungan dengan dini, kenapa setelah kamu akan bercerai dengan istri baru mu dan Ketika riani pun akan menikah lagi kamu baru datang dan bersikap seperti ini di?”.
“ bukan hanya sekarang pak, sebelum saya menikah pun dengan nabila saya pernah kemari untuk mengajak riani rujuk akan tetapi riani menolaknya, maka akhirnya saya menikahi nabila, dan Ketika saya telah bercerai dengan nabila pun saya datang kemari untuk memointa riani Kembali tetapi ditolak lagi dan sekarang saya benar – benar
tidak mau kehilangan riani dan anak saya dini pak”.
“ di bukankah kamu sudah kehilangan mereka sudah hamper lima tahun, kemana kamu Ketika awal – awal perpisahan kalian kenapa tidak pernah datang ke rumah ini, tidak untuk mengunjungi riani setidaknya kamu datang untuk dini, adakah kamu sekali saja datang dengan niat untuk menjenguk dini di?”.
“ maaf pak saya tau saya salah oleh karena itu beri saya kesempatan untuk menebus kesalahan itu pak saya janji saya akan berubah demi riani”.
“ kalau niat mu berubah demi riani percuma nak, karena apa nanti jika riani membuatmu kecewa maka kamu akan bertindak lebih dari yang dulu – dulu”.
“ tidak pak apa pun yang akan dilakukan riani saya akan menerima nya”.
“ maaf akan tetapi riani saat ini sudah dalam pinangan orang lain di”.
“ kami yang menikah saja bisa dbercerai maka kalau Cuma pinangan kan bisa dibatalkan pak, aldi Mohon pak beri aldi kesempatan”
“ tidak aku tidak mau lagi Kembali padamu mas, kan sudah riani katakana aku tidak mau jatuh kelobang yang sama lagi”.
“ kalau kamu menikah dengan orang kain mas bagaimana dek?”.
“ lho memengnya kenapa, toh selama ini kamu baik -baik saja tanpa aku mas, atau kamu rujuk Kembali saja dengan mbak nabila”
“ tidak aku tidak mau rujuk denganya dia bukan istri yang baik untuk ku dek dia tukang selingkuh”.
“ beri dia kesempatan mas siapa tau berubah”
“tidak aku tidak mau, sama sepertimu aku tidak mau masuk ke lobang yang sama aku tidak mau punya istri tukang selingkuh”
“ nah itu kamu tau, begitu pun dengan ku mas, aku pun tidak mau Kembali punya suami yang tidak bisa ngertiin aku, aku tidak mau lagi punya suami yang tidak bisa menghargai aku, aku maunya punya suami yang bisa menghargaiku, meyayangiku dan anaku, mendukung semua kegiatan ku dan itu bukan kamu, sadarlah as jalan kita saat ini sudah berbeda, keingunan kita juga berbeda, semua yang ada dalam diriku sudah berbeda dari yang dulu mas, aku ingin jadi diriku sendiri tidak hidup tertekan mas “.
“ jadi selama hidup dengan ku kamu merasa hidup tertekan dek”.
“ bisa dikatakan seperti itu, aku selalu berusaha menjadi apa yang kamu mau meskipun tidak pernahnkamu hargai itu”.
“ ya Allah dek kenapa kamu tidak pernah bilang sama mas jika kamu tidak Bahagia selama hidup dengan mas”.
“ tidak mas, maka dari itu tolong hargai keputusan riani ini”.
“ lalu bagaimana dengan dini dek ? apa dia bisa hidup jauh dariku?”.
“ mas mas. Kamu ini ngigau atau mimpi sih selama ini kamu fikir dini hidup dengan siapa, pernah tidak sehari saja selama waktu hamper lima tahun ini dini hidup dengan mu tidak kan jadi tidak usah mengada – ngada kamu”.
“ dek apa keputusanmu untuk menikah dengan pemuda itu memang sudah bulat dan tidak bisa lagi dibatalkan?”
“ sudah dan riani tidak akan membatalkan rencana pernikahan riani ini jadi mas tidak perlu lagi repot – repot untuk mencari cara untuk mengajak riani rujuk Kembali karena semua itu akan sia – sia, sampai kapan pun riani tidak akan mau rujuk Kembali dengan mu”
“ nah kamu sudah mendengar sendiri dari riani kan di apa keputusan riani dan soal dini kamu tidak peru khawatir kami tau apa yang terbaik buat dini, soal kasih sayang pun kamu tidak perlu risau dini tidak akan kekurangan kasih sayang”
“ baik pak dan kamu dek, maaf sudah menganggu waktumu, sekali lagi maafkan mas selama kita menikah dulu
mas sudah menyia – nyiakan mu dan anak kita, salam buat dini semoga kamu Bahagia dengan prnikahanmu nantinya dmas pamit pulang, aldi pamit pak maaf sudah merepotkan dan menganggu waktu bapak,”
“ assalamualaikum” terdengar salam dari luar rumah dan terlihat mbak tiya sudah berdiri didepan pintu masuk.
“ waalaiukum salam” jawab riani dan bapaknya secara bersamaan.
“ eh ada tamu to, sehat di” sapa mbak tiya sambal menyalami bapak dan aldi.
“ alhamdulilah sehat mbak tiya apa kabar?”
“ kabarku sangat baik di, mana istrinya kok tidak diajak?” mbak tiya pura – pura tidak tahu prihal perceraian aldi dan nabila.
“ ah mbak tiya tidak usah pura – pura tidak tau soal perpisahan saya dan nabila”
“ lho mememang saya tidak tau di, kamu mau becerai lagi”
“ iya mbak saya akan menceraikan nabila”
“ terus mau ngajak balikan riani gitu maksudmu”
“ maunya tapi riani tidak mau”
“ pinter riani, siapa juga yang mau jatuh ke lubang yang sama di, ah sudahlah, emak sama dini mana ri, ini mbak ada sedikit makanan buat sicantik”
__ADS_1
“ dini sama mbah utinya lagi ke rumah bude mbak, terima kasih ya sudah merepotkan ini”
“ alah gayamu merepotkan, sudah biasa kali aku kamu repotkan calon mantan jamu”
“ hehehehe maaf”
“ ya sudah kalau begitu tiya pamit pulang pak, soalnya anak – anak tidak ada yang ikut takutnya kalau tiya tinggal lama – lama ribut mereka di rumah”
“ iya terima kasih ya”
“ iya pak sama – sama, assalamualaikum duluan ya di”
“ iya mbak waalaikum salam”
“ walaikum salam hati mbak”
“ pak, dek karena sudah tidak ada lagi yang mau dibahas saya juga mau pamit pulang”
“ iya di silahkan, maafkan kami yang tidak bisa menerima niat baikmu ya”
“ iya pak tidak apa – apa saya memakluminya kok, assalamualaikum”
“ waalaikum salam” jawab bapak dan riani secara bersamaan.
Setelah aldi pergi dari rumahnya riani segera keluar rumah untuk menjemput dini dan mbah putrinya yang sedang berada di rumah budenya, karena sudah sore juga dan dini belum mandi.
“ kok sore banget ri jemputnya?”
“ iya bude tadi ada tamu”
“ siapa ? ragil?”.
“ bukan mas aldi de”.
“ ngapain aldi ke rumah ndok ? tumben banget”.
“ biasa mbah ngajak rujuk apa lagi”.
“ bocah gemblung dulu saja Ketika kamu ada disampingnya kamu dan dini disia – siakan sekarang gikiran kamu
“ nanyain dini tidak dia ri?”
“ awalnya tidak bude, tetapi setelah bapak ingatkan baru dia nanyain dini”
“ kamu mau diajak rujuk sama dia?”
“ yan gak lah mak”
“ nggak bakalan dia mau diajak rujuk sama sia aldi bik, soalnya hatinya sudah terpaut oleh ragil ya ri”
“ ah bude bisa aja, rumah kok sepi de, pada kemana?”
“ pade mu sedang keluar dan mbak mu menginap di rumah mertuanya , mau ada acara disana besok bude dan pak
de ma uke rumah besan ikut bantu – bantu”
“ memangnya mau ada acara apa di rumah besan mbak?”
“ syukuran katanya bik, dua hari lalu besan ke sini”
“ ya sudah mak ayo pulang sudah sore ini, kemana lagi dini tadi”
“ ndok ayo pulang sudah sore ini nanti dini terlambat pergi mengajinya”.
“ sebentar lagi bu, tanggung ini, dini sedang menang main kelerengnya”
“ kalau pulangnya nanti dini mau tertinggal dengan teman – teman dini berangkat mengajinya?”
“ iya juga ya bu, ya sudah dini pulang dulu ya mbak, kapan – kapan kita main lagi”.
Dengan berbonceng motor bertiga riani pulang ke rumahya yang tidak begitu jauh dari rumah pakdenya.
Sementara itu aldi yang baru sampai ke rumahnya sudah ditunggui oleh orang tuanya, mereka ingin tau apa keputusan riani dan keluarganya.
“ pak itu aldi sudah datang, kok mukanya lesu pa kapa riani menolak lagi ajakan rujuk aldi pak”
“ sudahlah bu biarkan aldi masuk dan mandi dulu baru kita menanyakan bagaimana keputusan riani, melihat wajah aldi yang lesu sebenarnya bapak yakin kalau riani menolak keinginan anak kita, akan tetapi kita juga tidak bisa menyalahkan riani dan keluarganya bu, semua memang salah anak kita, dan ibu jangan tanya yang macam – macam dulu sama aldi biarkan dia berecrita dengan sendirinya”.
__ADS_1
“ iya pak ibu akan memaskan sayur dulu siapa tau aldi mau makan”.
“ iya sana nanti buatkan bapak kopi ya, dan telfon anak gadsi mu kemana perginya sudah sore kok belum pulang”
“ tadi liana pamit ke ibu mauke rumah temannya pak, mungkin sebentar lagi dia pulang”.
“ lo kamu sudah mandi di,terus mau kemana kok sudah rapi?”
“ sudah bu dan aldi tidak akan kemana – mana mau cari angin bu sumpek fikiran aldi”.
“ ada apa to di ? apa keputusan riani” seo;ah lupa akan perkataan suaminya, ibu aldi langsung
menanyakan soal keputusan riani begitu melihat aldi sudah terlihat rapi mau keluar rumah lagi.
“ seperti yang sudah – sudah bu, riani tetap menolak ajakan rujuk aldi, bua pa kesalahan aldi terhadap riani memang tidak dapat dimaafkan ya sehingga riani selalu menolak ajakan rujuk dari aldi, padahal semua ini aldi lakukan semata – mata demi kebahagian dini dan riani bu, aldi takut jika riani menikah lagi dengan orang lain bapak
sambung dini tidak menyayangi dini dengan telud bu, apa salah jika aldi mengajak dini untuk rujuk Kembali ?”
“ tidak salah nak mungkin memang kalian berdua sudah tidak ada jodohnya, jadi mau kamu berusaha sekeras
apa pun tidak akan bisa merubah takdir jodoh buat kalian berdua, saran ibu ikhlaskan riani untuk yang lain dan kamu focus menata hidupmu Kembali. Oh ya tadi ada surat dari pengadilan agama buat kamu, ibu simpan diatas meja dikamarmu, sudah kamu lihat belum ?”
“ belum bun nanti saja, bua pa memang tidak ada lagi kesempatan buat aldi menebus kesalahan aldi terhadap riani dan dini bu?”
“ kesempatan selalu ada nak, akan tetapi meskipun kamu dan riani tidak bisa Bersatu Kembali masih banyak kok kesempatan buatmu membuktikan bahwa kamu sudah berubah, dini masih anak kamu nak jadi kamu bisa membuktikan kesriusanmu dengan memperlakukan dini degan lebih baik lagi, lakukan tanggung jawab mu sebagai seorang bapak dengan baik”.
“ mendengar riani akan menikah Kembali saja aldi sudah merasa sakit dan cemburu bu, bagaimana nanti nikah melihat riani Bersama dengan suami barunya apa aldi sanggup?”
“ ibu yakin kamu sanggup nak, apa kamu lupa riani saja bisa melihatmu dengan nabila waktu itu kan terus kenapa sekarang kamu seperti ini, sudah semua kan berjalan dengan baik – baik saja”.
“ bu tadi riani sempat berkata jika jalan kami sudah berbeda, kalimat itu yang membebani fikiran aldi bu, seolah – olah memang sudah tidak ada kesempatan lagi buat aldi memprjuangkan Kembali ariani bu”.
“ riani benar nak apa lagi saat ini posisi riani memang sudah menjadi tunangan orang lain, dan riani harus bisa mnejaga perasaan tunanganya dan juga keluarganya, coba kamu fikirkan jika saat ini kamu yang menjadi tuangan riani lalu tiba - tiba ada pemuda atau manatan pacar riani yang mengajak riani balikan dan menyuruh membatalkan
pertunangan kalian, apa yang kamu lakukan?”.
“ ya aldi tidak akan terima bu, sebisa mungkin aldi akan mempertahankan riani”.
“ begitupun dengan tunagan riani nak, dia pun akanmelakukan hal yang sama dengan yang akan kamu lakukan,
jadi berhentilah mengharapkan riani Kembali nak karena semua akan sia – sia dan memang saat ini jalan yang kalian tempuh sudah berbeda, kamu anak ibu yang kuat jadi kamu harus bisa melewati semua ini”
“ Amin semoga saja bu, aldi pamit keluar sebentar ya”
“ ini sudah sore lo di, di rumah saja dan tadi kamu bilang kalau fikiran kamu sedang kalut kalau kamu
keluar rumah dan membawa motor malah kurang focus nantinya, ibu tidak mau terjadi apa – apa sama kamu. Sana temani bapak mu ngobrol di teras saja, ibun mau mebuatkan kopi bapak mu, kamu tidak makan dulu ?”
“ tidak bu nati saja, aldi kedepan dulu kalau begitu”
“ iya, kamu mau ibu buatkan kopi juga tidak”
“ mau bu”
Melihat aldi datang bapaknya yang sedari tadi mencuri dengar percakapan aldi dan ibunya berpura – pura seolah – olah tidak mendengar apa pun, bapak aldi tetap focus dengan tanaman bonsainya.
“ pak”.
“ ya ada apa di?”
“ maafkan aldi tidak bisa lagi membuat riani menjadi menatu kesayangan bapak sama ibu lagi, aldi sudah berusaha pak akan tetapi riani tetap menolak keinginan rujuk aldi”
“ iya sudah mau bagaimana lagi kita harus bisa menghormati keputusan riani dan keluarganya”.
“ iya pak, dan untuk sementara aldi akan focus dulu ke perceraian ladi dengan nabila tadi ibu bilang sudah ada surat pangilan sidang perceraian aldi dengan nabila”.
“ iya tadi ibumu yang menyimpannya”
“ ibu simpan di kamar aldi akan tetapi belum aldi buka nanti saja, semoga perceraian aldi dan nabila bisa berjalan lancar ya pak, aldi sudah capek dengan semua kejadian akhir – akhoir ini yang menimpa aldi, semoga kedepanya tidak ada lagi musibah yang menimpa aldi”.
“ aamiin kamu yang sabar selalu ada hikmah dibalik semua kejadian tinggal bagaimana kita menyikapinya nak”.
“ do’akan aldi bisa melewati semua ini pak”.
“ tanpa kamu minta pun bapak sama ibumu selalu mendo’akan yang terbaik buat anak – anaknya”.
Aldi hanya bisa mengaminkan perkataan bapaknya, dia hanya bisa menyesali apa yang telah dia lakukan terhadap riani tempo dulu Ketika mereka masih hidup Bersama sebagai pasangan suami istri.
__ADS_1