Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Pernikahan Yana.


__ADS_3

satu minggu setelah acara lamaran riani masih ada saja orang yang mengucapkan selamat untuk riani atas acara pertunangannya, dan riani merasa bersyukur masih banyak orang yang peduli dengannya dan mendo'akan dengan hal - hal yang baik.


Hari ini sepulang dari sekolah riani pergi bantu - bantu di rumah yana yang akan mengadakan acara pernikahan yana dengan pria pilihan orang tuanya.


sudah menjadi kebiasaan di desa riani jika ada tetangga yang akan mengadakan acara hajatan maka tetangga di sekitar rumah yang punya hajat dimintai tolong untuk bantu - bantu mempersiapkan acara hajatan.


oleh karena itu disinilah saat ini riani berada, meskipun semenjak kejadian waktu itu riani sengaja menjauh dari keluarga radi akan tetapi ketika orang tua radi datang kerumahnya untuk meminta bantuan tenaganya diacara pernikahan anaknya maka riani dan kedua orang tuanya datang ikut membantu.


ketika diminta oleh ibu - ibu untuk membuat kue bolu riani menolak secara halus, riani lebih memilih membantu membersihkan ayam, karena riani tidak mau bertemu dengan radi.


" eh mbak riani kok ikut membersihkan ayam sih, nanti kotor lo mbak, mbak ikut saja yang bikin bolu tempatnya bersih mbak".


" ah sama saja mbak, disini kita kan niatnya bantu - bantu jadi buat apa riani memilih pekerjaan yang bisa riani lakukan, disini malah sejuk cuacanya mbak, kalau di dalam rumah panas, apa lagi harus duduk di depan oven kue, sumpek mbak".


" benar mbak riani apa lagi belum bau telur yang dicampur sama gula dan mentega amis, bisa membuat perut mual".


" nah itu benar mbak, disini meskipun agak bau tapi kan udaranya segar ya kan mbak".


" tapi bukan berarti mbak menghindari untuk bertemu mas radi kan, kemarin dia pulang lo mbak sudah ketemu belum? ".


" bukan kok mbak, dan kalau mas radi pulang itu pun tidak menjadi urusan saya lagi ".


" kamu bicara apa sih tin, kan mbak riani sudah bertunangan mana mungkin mbak riani mengurangi urusan pria lain ya mbak".


" betul mbak, riani cuma fokus terhadap hidup riani dan pernikahaan riani bulan depan".


" benar banget itu mbak buat apa mengurusi yang belum pasti jika sudah ada yang pasti dalam genggaman ya mbak riani".


" iya bu".


" eh bu denger - denger yana ini menikah dengan pemuda pilihan ibunya ya? ".


" ibu dapat info dari mana? ".


" kan saya tetangga depan rumahnya mbak jadi tau dong apa yang sebenarnya terjadi kasian mbak yana padahal saat itu dia sudah punya tambatan hati eh malah dijodohkan sama orang tuanya, khususnya ibunya yang menjodohkannnya".


" ya kalau mbak yananya mau ya nggak apa - apa sih, dan sepertinya mbak yana asik - asik saja sama tunangangannya tuh".


" apa pun itu ibu - ibu Semoga ini memang yang terbaik buat yana dan keluarganya".


" nah bener itu mbak riani".


Tidak terasa pekerjaan membersihka ayamnya selesai dan banyak ibu - ibu yang hanya duduk - duduk saja sambil mengobrol, tetapi tidak dengan riani dia malah sedang mendapatkan telfon dari tono.


" mbak sedang bantu - bantu di rumahnya yana ton ada apa? ".


" bantu - bantu apa mbak? ".


" memangnya sahabatmu ragil belum kasih tau kalau yana menikah dia hari lagi ton,"


" sudah mbak tapi aku fikir bukan seriusan perkataan ragil, mbak aku bisa minta tolong tidak? ".


" minta tolong apa? ".


" mbak pinjemin aku uang untuk kondangan di yana, dan bilang aku tidak bisa datang semoga dia bahagia dengan pilihan orang tuanya mbak".


" berapa? "


" dua*** saja mbak, Terima kasih ya mbak maaf merepotkan".


" iya sama - sama, posisi kamu dimana sekarng ton".


" aku masih di kota S***** mbak ".

__ADS_1


" kapan pulang ? ".


" belum tau mbak, oh iya mbak, selamat ya buat mbak dan ragil, nggak yangka kalau kalian benar - benar berjodoh".


" Terima kasih ton, kamu kapan menyusul kami? ".


" lagi jomblo ini mbak".


" belum bisa moveon ya dari yana? ".


" sulit mbak, terlalu banyak hal - hal indah yang kami jalani selama ini".


" sabar, mbak do'a in semoga kamu segera mendapatkan pengganti yang lebih dari yana ya".


" Aaminn"


" pasti lagi smsan sama tunangannya ya mbak riani".


" eh bukan mbak ini dari temennya".


" oh kirain sama tunangannya, tunangan mbak riani apa yang di puskesmas itu ya yang saya pas jenguk dini ada pemuda asing itu? ".


" iya mbak".


" wah pantas pas ketemu waktu itu dia terlihat sayang banget sama dini, semoga seterusnya bisa sayang terus sama dini dan seluruh sama keluarga mbak riani".


" terus sama mvak riani nya nggam gitu maksudmu mbak? "


" kalau sama mvak riani sudah otomatis pastu sayang to mbak, gimana sih".


" ah ibu ada - ada saja"


Tanpa sepengetahuan mereka ternyata ada radi yang menyimak pembicaraan mereka dari tadi.


tak lama serlah radi berlalu ada seorang gadis mendekat ke arah riani, setelah dekat gadis itu membisikkan sesuatu terhadap riani.


"mbak riani dipanggil mbak yana sebentar".


" ada apa mangnya dek"


" tidak tau mbak, katanya ada hal penting yang akan disampaikan kepada mbak riani".


" baiklah katakan kepada yana mbak akan segera menemuinya, dia ada dimana sekarang".


" di kamarnya mbak, mbak langsung kesana saja".


" baiklah sebentar lagi mbak akan ke kamar yana".


" ok, kalau begitu saya memberi tahukan mbak yana soal pesan mbak tadi".


" iya ".


" ada apa mvak riani kok pakai acara bisik - bisik segala".


" oh tidak mvak ini yana minta bantuan saya untuk menata tempat amplop untuk para tamu nanti, saya permisi ke dalam rumah dulu ya mbak"


" iya mbak silahkan".


Riani pun segera menuju ke dalam rumah, dan sesampainya riani di dalam rumah riani bertemu dengan radi, riani pun memilih menghindar i radi untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan, tak lama riani pun bertemu dengan gadis yang tadi menemuinya tadi maka riani segera mendekat kearah gadis itu.


" ini kamar yana dek".


" iya mbak, silahkan masuk saja mbak yana sudah menunggu mbak"

__ADS_1


" baiklah saya masuk dulu ya, atau kamu mau ikut masuk? ".


" tidak mbak, soalnya tadi mbak yana berpesan sama saya kalau mbak riani saja yang masuk ".


" oh.., begitu ya sudah, saya permisi masuk dulu ya, mari ".


" silahkan mbak ".


tok... tok.. tok..


" yana ini mbak riani, apa mbak boleh masuk? ".


" ya mbak masuk saja pintunya tidak yana kunci".


lalu yana memasukki kamar pengantin yang bernuansa dengan warna biru dan putih itu.


" waow keren sekali kamar pengabtinnya dek".


" biasa saja mbak, mari silahkan duduk sini" yana mempersilahkan riani untuk duduk diranjang pengantinnya.


" ada apa kok kamu menyuruh mabk kemari? ".


" yana butuh teman mbak".


" kenapa tidak memanggil mbak imah saja dek? ".


" nggak mbak, yana juga kepingin ngobrol sama mbak, kan sudah lama kita tidak mengobrol ".


" ah kamu, mbak fikir tadi ada apa".


" mbak".


" ya dek ada dek? ".


" mbak apa benar mbak sudah bertunangan dengan mas ragil? ".


" iya itu benar kami bertunangan satu minggu yang lalu".


" apa mbak sudah melupakan mas radi mbak ? ".


" hay kita hidup bertetangga mana mungkin mbak bisa melupakan tetangga mbak".


" oh sekarang mbak cuma menganggap mas radi tetangga ya mbak".


"bak cuma menuruti keinginan ibu dan mbak imah saja dek".


" mereka memang keterlaluan mbak, bukan hanya mbak dan mas radi yang mereka pisahkan aku dan sama tono pun dipisahkan oleh mereka".


" maksudmu dek".


" mbak apa memang mas radi tidak lagi memiliki kesempatan untuk memperjuangkan hubungan kalian mbak? ".


" dek hubungan kami memang lebih baik seperti ini, jika kami memaksakan kehendak kami maka akhirnya tidak akan baik buat kita semua".


" mbak sudah ketemu sama mas radi? ".


" sudah tadi pas mau ke kamarmu mbak ketemu sama mas mu, ada apa memangnya? ".


" apa mbak memperhatikan perubahan mas radi mbak ? ".


" tidak, mbak hanya sekilas saja melihatnya tadi".


Riani bingung apa sebenarnya yang akan disampaikan oleh yana adik radi ini, kenapa dari tadi cuma membahas soal radi saja.

__ADS_1


__ADS_2