
Sedangkan riani, emak dan dini sudah sampai di rumahnya, dan sedang menata belanjaan mereka di dalam kulkas
" cucu kakung sudah pulang beli apa saja tadi di pasar?".
" beli ini kung, banyak kan".
"wah, tas baru juga ya ndok".
"iya kung, kung tadi dini di pasar ketemu sama mbah dok lo kung, dini di ajak ikut sama mbah dok tetapi dini nggak mau".
" mbah dok,ketemu mbah anang jiga tidak ?, kenapa nggak mau, kan mbah dok mbah nya dini juga sama seperti mbah uti ndok".
" nggak cuma mbah dok saja".
" nggak ah nggak enak ikut mbah dok".
" tidak bolej seperti itu ndok, salim nggak tadi ? ".
" salim kok kong, kong lihat ini dini dibelikan buku gambar juga sama ibu".
" ya sudah simpan dulu dikamar, nanti kotor lo".
" iya kong, dini ke kamar dulu".
Sepeninggal dini ke kamar pak sudrajat menemui ariani di dapur yang sedang memasak untuk makan siang.
" ria, tadi di pasar kalian bertemu dengan mantan mertua mu ya?"
"iya pak, di toko peralatan sekolah dini".
" tidak bicara yang macam - macam kan sama kamu? ".
" tidak, sekedar menanyakan kabar saja, dan tadi juga bilang mau ajak dini, akan tetapi dininya tidak mau, itu saja".
" ketemu sama emak mu juga tidak ? ".
" enggak cuma ketemu sama riani dan dini saja pak".
" owh, ya sudah lanjutkan masak mu bapak sudah lapar".
__ADS_1
" iya pak".
Sementara itu di rumah pak surat mantan bapak mertua riani, terlihat pak suray sedang duduk termenung sepulang dari mengantarkan istri ke pasar.
" seandainya tadi aku lebih cepat datang ke toko peralatan sekolah tadi, aku pasti ketemu dengan cucu ku, sudah hampir setahun lebih aku tidak melihatnya, mau datang ke rumah mantan besan aku masih enggan". Lamun pak surat di teras rumahnya.
" Seandainya aldi dan riani tidak berpisah aku pun tidak akan terpisah seperti ino dengan cucu ku".
" ada pak ? Kenapa siang - siang malah melamum di teras, ibu panggil - panggil dari tadi tidak dengar, itu hp bapak bunyi terus ada yang nelfon kayaknya".
" masak bu, kok bapak tidak dengar ibu panggil".
" bagaiman mau dengar bapak melamum gitu, ada apa to".
" Seandainya riani sama aldi tidak berpisah, kita masih berkumpul dengan dini ya bu, rumah ini pun tidak akan sepi seperti sekarang ini".
" mau gimana lagi pak, semua sudah terjadi, ego mereka sama - sama tinggi ya beginilah akhirnya".
" bapak juga kenapa masih merasa malu kalau ibu ajak silaturrahmi ke rumah pak sudrajat untuk menengok cucu, apa bapak tidak rindu dengan dini?".
" bapak masih malu bu, sama pak sudrajat, gara - gara terlalu membela aldi, bapak sempat berkata kasar kepada beliau".
" ambilkan hpnya bu, bapak tunggu di sini saja".
Bu lilis berlalu masuk ke rumah untuk mengambil hp di atslas meja, terlihat nama aldi tertera di layar hp.
" Assalmualaikum le, apa kabar?".
" Alhamdulilah bu kabar aldi baik, bapak sama ibu apa kabar?".
" kabar kami di katakan baik ya baik dikatakan tidak ya tidak".
" kok begitu bu".
" iya, kami rindu sama dini di, sudah setahun ini riani tidak lagi pernah datang berkunjung".
"iya bapak sama ibu saja yang kesana berkunjung".
" bapak mu masih malu sama mantan mertuamu, kamu biacara saja sama bapak mu, nih orang nya".
__ADS_1
"Assalamualaikum pak, sehat?".
"waalaikum salam, bapak sehat le, kamu apa kabar e?".
" Alhamdulilah kabar aldi baik pak, bapak kenapa ? Tadi ibu bilang bapak dan ibu rindu dengan dini?".
" iya le, sedah setahun lebih riani tidak pernah lagi datang berkunjung ke rumah membawa dini le, bapak mau ke rumahnya masih malu atas kejadian dulu".
" pak, mbah kakungnya dini itu orang baik, kalau bapak sama ibu datang dengan baik - baik pasti mereka terima bapak dan ibu dengan baik juga".
" bapak punya nomer hp ariani tidak, nomer yang aldi punya sudah tidak aktif lagi pak, kalau punya tolong aldi kirimi ya pak".
" bapak tidak punya le, coba minta sama adek mu".
" iya , nanti aldi minta sama liana pak".
" kenapa to le le kamu kok dulu bercerai dengan riani, seandainya kalian tidak bercerai pasti bapak sama ibu tidka akan kesepian seperti ini, kamu pergi merantau jauh, adek mu juga ikut suaminya".
" kami sudah tidak berjodoh pak, pak sebenarnya aldi mau memberi kabar ke bapak kalau aldi mau menikah lagi".
" kapan dan sama siapa".
" orang sini pak, bulan depan aldi akan pulang menjemput bapak sama ibu untuk melamar gadis itu".
" sudah beraoa lama kalian kenal".
" dua bulan ini kami sudah pacaran pak".
" bapak belum lihat anaknya kok sudah mau lamaran to di, kamu harus bener - bener memikirkannya jadikan kegagalan mu sebagai pelajaran, kamu sama riani pacaran bertahun - tahun saja masih bercerai ini baru krnal beberapa bulan mau nikah saja".
" orangnya baik pak, tidak seperti riani".
" kurang baik dan nurut apa riani sama kamu".
" pokoknya yang ini beda pak, aldi benar - benar mantab menjadikan dia ibu sambung dini".
" sejak kapan kamu ingat soal dini, pernah tidak kamu memberikan nafkah untuk dini, pernah kamu menelfon riani sekedar menanyakan kabar dini".
pak surat mematikan poanggilan aldi secara sepihak, emosi pak surat naik mendengar kata - kata aldi anakkl sulungnya, karena pak surat fahan selama berpisah dengan riani tidak sekalipun aldi atang menjenguk anaknya.
__ADS_1