
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah di semester kedua. Dini benar - benar menepati perkataanya waktu itu bangun pagi - pagi lalu pergi sekolah lebih awal.
Ketika mereka sampai di sekolah, terlihat belum banyak siswa yang datang, ariani terlebih dulu mengantarkan dinin ke dalam kelasnya.
" ibu tinggal ke kantor dulu ya, kalau ada apa - apa lapor kepada ibu guru, jangan jajan sembarangan dan tidak boleh... ".
" nakal" jawad dini meneruskan perkataan ibunya
" anak pintar, salim dulu dong".
" Nanti kalau sudah pulang susul ibu di kelas ya ".
" iya bu"
Waktu segera berlalu telah tiba saatnya bagi riani dan anaknya pulang ke rumah, ketika sampai di rumah terlihat ada sebuah motor terparkir di halan rumahnya.
" mbah sepertinya ada tamu, kita lewat pintu belakang saja ya ndok", kata riani kepada anaknya.
" lewat depan saja bu, muter kalau lewat belakang".
" nggak apa - apa muter sedikit ini".
" sini ibu tasnya dini ibu saja yang bawa".
Belum juga riani dan dini beranjak dari dekat motornya terlihat mbah uti dini dari keluar rumah.
" mau kenama mbah, dan siapa tamunya yang datang".
" emak mau mencari bapak mu, tadi pamit cari rokok belum kembali, dan soal tamunya kamu lihat sensiri sana, dan tolong temani dulu sambil nunggu bapak mu pulang".
" siapa to mak, kok motornya juga riani tidak pernah lihat? ".
" bapaknya dini sama mbah anangnya, sudah masuk sana ibu pergi dulu".
__ADS_1
" mau ngapain mereka ke sini mak?".
" emak tidak tau kamu tanya saja sana sama aldi, kenapa tiba - tiba kemari, sudah ah emak pergi mencari bapakmu dulu". Pamit sang emak kepada ariani.
" bapak kemari bu, ada apa? " tanya dini terhadap ibunya.
" ibu juga tidak tau ndok, sudah ayo masuk rumah, lewat pintu depan saja ".
Dengan menahan rasa penasaran perlahan riani mununtun dini untuk memasukki rumahnya.
" Assalualaikum.. Eh ada mbah anang sama mas aldi, apa kabar mbah , mas". Sapa ariani berbasa - basi sambil bersalaman dengan mantan mertua dan mantan suaminya itu.
" Walaikum salam ", balas aldi dan bapaknya
Melihat sosok kecil disamping riani berdiri sontak aldi berjalan mendekat kepada sang anak, terlihat kedua matanya berkaca - kaca ketika melihat sang anak yang sudah empat tahun lamanya tidak dia temui telah tumbuh menjadi gadis kecil yang menggemaskan dengan kedua pipi yang tembem.
" dini ini bapak nak, sini bapak pengen peluk dan gendong dini".
"ini bapak ndok, atau dini mau sama mbah anang?".
Dini menggeleng dan lebih memilih memeluk ibunya.
" maaf atas respon yang diberikan dini mungkin dia terkejut melihat mu tiba - tiba ada di sini mas, saya sama dini permisi sebentar mau ganti baju, ayo ndok".
" pak kenapa anak ku tidak mau sama saya, apa dia sudah lupa sama saya?". Tanya aldi kepada bapaknya.
" kalau pun lupa wajar, sudah lama dia tidak melihat mu, atau dini kaget saja melihat mu di, sabar saja".
" Assalamualaikum, eh ada tamu dari jauh to, sudah dari tadi pak", terdengar salam dari arah pintu, ternyata pak sudrajat dan ibu sumi yang datang.
" Waalikum salam, belum lama kok pak, bapak sehat"jawab aldi.
" riani dan dini kemana mak, kok ada tamu dibiarkan sendirian".
__ADS_1
" tadi riani sama dini ijin mau berganti baju dulu pak".
" owh, sudah ketemu sama mereka".
" sudah pak"
" gimana kabarnya pak surat sudah lama tidak bertemu, semakin makmur ini sepertinya,sepertinya ada hal penting ya pak, sehingga pak surat dan aldi datang ke rumah ini ". Bapak ariani membuka pembicaraan.
" Alhamdulilah pak baik, kangen pak sama cucu dan selain itu saya mengantarkan aldi mau ada perlu sama ariani juga kangen sama anaknya".
" setelah empat tahun baru kangen sekarang ya di" sindir pak sudrajat terhadap mantan menantunya.
" maaf, aldi baru pulang dari merantau pak".
Sedangkan di kamar riani tampak riani sedang menasehati dini.
" ndok tidak boleh bersikap seperti tadi terhadap mbah anang dan bapak, kalaupun dini tidak mau di gendong bapak setidak ya dini salim dulu, faham mau bagaimana pun bapak tetap bapak mu ndok".
Dini terdiam mendengar perkataan ibunya.
" maaf bu, dini takut di bawa bapak sama mbah anang, dini takut jauh dari ibu".
" tidak sayang, tidak ada yang akan membawa dini dari ibu, dan tidak ada yang akan memisahkan dini dari ibu sampai kapan pun, faham".
dini hanya menggannguk mendengar perkataan ibunya
" ya sudah ayo keluar, kita temua bapak dan mbah anang dini, nanti dini mau ya duduk didekat bapak".
Lalu riani mengahak dini kekuar dari kamarnya.
" nah itu riani sama dini, sini ndok bapak mu kangen nich".
karena sudah diberikan nasehat - nasehat oleh ibunya dikamar tadi dini mau mendekat kepada bapak dan mbah anangnya.
__ADS_1