Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Kabar Pernikahan Mantan.


__ADS_3

Lelah dengan semua yang ada riani mencoba memjamkan matanya sepulang dari sekolah, didi anaknya sudah terlelap dalam tidurnya sedari tadi, akan tetapi belum juga riani tertidur hpnya berbunyi ada panggilan masuk dari mbak tiya.


" Assalamualikum mbak ada apa, kan barusan bertemu kenapa sudah nelfon riani kangen ya".


" Walaikum salam ri, kangen jamu enggak banget deh, mbak cuma mau konfitmasi soal gosip yang baru mbak dapat ke kamu".


" haduuh gini ya kalau punya mbak yang suka menggosip, ada saja yang menjadi bahan gosippannya".


" ini gosip bukan sembarang gosip tau, bahkan gosip ini kamu pun ikut terlibat didalamnya".


" apa memangnya gosipnya mbak ku ?".


" na kan kamu juga jadi kepo".


" apa sih siapa juga yang kepo dengan semua gosip ala mbak".


" yakin nih"


" yakin lah".


"meskipun menyangkut soal manatan suami mu alias bapaknya dini".


" ya meskipun tentang dia".


" oke, kamu sudah dengar belum jamu soal aldi yang akan menikah lagi ?".


" belum, kenapa memangnya".


" ya kali aja kamu sudah tau, kabar yang mbak dengar dia akan menikah dengan gadis yang tinggal di dekat tempatnya bekerja".


" bagus lah setidaknya dia sudah mendapatkan ganti yang lebih dari aku mbak, semoga ini memang yang terbaik buat dia".


" terus kamu kapan akan menyusul langkah dia untuk segera menikah ?".


" menikah itu bukan sebuah perlombaan mbak ku jadi selow aja,kalau sudah ada jodohnya bisa jadi besok riani menikah mbak".


" ngawur kamu, menikah dengan yang pacaran bertahun - tahun saja cerai ini mau nikah tanpa pengenalan terlebih dahulu, sudah ah makin ngelantur saja ucapanmu, mbak tutup dulu ya, assalamualaikum".


" waalikum salam mbak".


Hilang sudah rasa kantuk riani gara - gara mendengar kabar dari mbak tiya prihal aldi yang akan menikah kembali, bukannya riani keberatan cuma tumben saja liana tidak memberinya kabar soal ini.


" ah sudah lah, toh semua bukan lagi menjadi urusan ku " lirih riani.

__ADS_1


Riani juga baru sadar kalau akhir - akhir ini liana jarang sekali memberinya kabar, baik lewat telfon atau sms.


" bagaimana jika nanti dini diajak mbah sama tantenya ikut acara pernikahan bapaknya, aku izinkan tidak ya, semoga saja mereka tidak akan turut serta mengajak dini akan tetapi kalau mereka akan membawa dini apa alasan yang akan ku gunakan untuk menolak keinginan mereka" rianibingung sendiri memikirkannya.


Akhirnya riani tertidur juga, baru terlelap tiga puluh menit riani sudah dibangunkan oleh anaknya.


" bu.. bu .. bu.. bangun, ada yang nelfon ibu nih".


" siapa ndok yang nelfon coba angkat dulu".


" kalau yang menelfon om ragil mau dini mengangkatnya ini om radi yang menelfon ibu malas ah dini mengangkatnya, ini hp ibu".


" Assalamualaikum mas, ada apa? ".


" tidak ada memang mas baru boleh nelfon kalau ada apa - apa gitu ya".


" ya enggakn juga, lagi apa kamu mas? ".


" lagi rindu kamu".


" oh".


" kok cuma oh".


" ya memangnya harus gimana? ".


" iya".


" kalau mas boleh tau apa masalah yang sedang kamu hadapi dek? ".


" restu keluarga mas yang menjadi masalah ku".


" kalau itu maafkan mas, yang belum bisa meluluhkan hati kedua orang tua mas".


" mas kalau boleh riani jujur riani sudah merasa lelah dengan semua ini, apa lagi mbak sama ibu mas makin menjadi, riani sadar mang tidak pantas untuk mu mas".


" cukup jangan bahas itu lagi".


" dek mas dengar - dengar bapaknya dini mau menikah lagi ya? ".


" mana riani tau lagian dia mau menikah lagi atau tidak bukan urusan riani lagi, terserah dia mau melakukan apa pun, mas sudah dulu ya ada yang harus riani kerjakan nih".


" iya dek, mas sudah i dulu ya, assalamualaikum".

__ADS_1


" waalaikum salam mas".


Dua orang sudah yang bilang ke riani soal pernikahan aldi kepada riani tapu semua bukan menjadi urusan riani lagi.


" masak apa sore ini mak", tanya riani terhadap ibunya yang terlihat sedang duduk di belakang rumahnya.


" masak urap saja gimana, sudah lama kita tidak bikin urap".


" iya juga sebentar riani ke kebun belakang dulu metik sayurannya, kalau dini mencari riani suruh menysul riani ke belakang saja mak".


" iya, memangnya kemana dia".


" tadi sih pamitnya mau mau ke rumahnya luna mak, coba mqk lihat masih disana apa tidak dininya".


" iya mak kesana dulu melihat dini, kamu ambil sayurannya agak banyak nanti kita bagi urapnya sama bude mu".


" iya mak, riani ke kebun dulu ya".


Sedangkan emak riani lalu berjalan menuju rumah luna teman dini, akan tetapi sesampai di rumah luna alangkah terkejut bu sumi melihat dini sedang menangis dan terdengar perkataan imah mbak dari radi yang tidak pantas diucapkan kepada seorang anak.


" kok boleh sih anak kamu luna berteman dengan dini anak tidak punya bapak ini sih mbak, kalau anak ku pasti sudah tak larang main sama dini ".


" apa salahnya mbak imah kalau anakku luna berteman dengan dini, dini anak yang baik lo".


" ya tapi dia tidak punya bapak belum lagi mamaknya suka deketin adek saya".


" terus hubungannya dengan saya juga anak saya apa mbak imah".


" cukup ya mbak imah, meskipun dini tidak punya bapak akan tetapi saya sebagai mbahnya berani menjamin kehidupan dini cucu saya akan lebih bahagia dari anak mbak imah yang punya bapak, lagian apa salah cucu saya sama mbak imah, sehingga mbak imah tega mengucapkan kalimat kepada anak sekecil dini, dimana letak fikiran mbak". Murka mak sumi emak riani terhadap imah mbak radi.


" salahnya cuma satu, karena emaknya dini si ariani selalu mendekati adik saya radi dan kami sebagai keluarganya tidak rela bila adik kami menikah dengan seorang janda punya anak lagi, gadis saja masih banyak kenapa harus dengan janda" cibir imah terhdap emak riani.


" sakit rasanya hati mak sumi melihat cucunya diperlakukan seperti itu, soal adik mbak imah yang ada hubungan dengan riani tidak bisa mbak jadikam alasan untuk memperlakukan cucu saya seperti ini, ini baru peringatan terhadap mbak imah, kalau lain kali mbak berulah kembali seperti ini maka jangan salahkan saya bila saya melakukan kekerasan terhadap mbak imah, ingat itu".


setelah berkata seperti itu emak riani segera menggendong cucunya yang masih menangis itu.


"sudah tidak usah dengarkan perkataan bulek imah ya ndok cup.. cup.. cup.. Anak cantik tidak boleh menangis lagi, dini kan anak hebat, saya permisi pulang dulu ya ibunya luna". Pamit mak sumi terhadap ibunya luna yang terlihat tidak enak hati atas kejadian yang barusan terjadi di rumahnya.


" iya mari bulek, maaf atas kejadian barusan ya, saya juga tidak tau kalau mbak imah datang dan berkata seperti itu terhadap dini", tampak ibunya luna ikut menyesali perbuatan mbak imah terhadap dini.


" iya mbak, mbak tidak salah kok, saya yang minta maaf tadi sudah berbicara kasar di depan anak - anak, saya tidak bisa menahan emosi tadi, ketika mendengar cucu saya diperlakilukan seperti itu oleh imah".


" iya bulek, saya faham kok, saya pun akan melakukan hal yang sama jika anak saya diperlakukan seperti dini tadi, tapi maag kalau boleh saya berkata, apa tidak sebaiknya riani mengakhiri saja hubungannya denga radi dari pada hal seperti tadi terulang kembali bulek, karena saya faham betul sifat keluarga radi seperti apa, saya sih cuma mengasih saran bulek semua terserah kepada riani cuma kasina dini jika diperlakukan seperti tadi dilain waktu".

__ADS_1


" iya, terima kasin sarannya, nanti akan saya sampaikan kejadian tadi kepada riani supaya riani bisa mengambil tindakan, saya permisi kalau begitu ya mbak".


" iya bulek silahkan".


__ADS_2