
Sesampai di rumah dan setelah anaknya tidur Wisnu suami imah masih membahas tentang permasalahan imah yang mendatangi rumah riani.
" dek apa sih yang menjadi penyebab kamu sama ibu kok sampai nekat mendatangi rumah riani apa kamu tidak malu dengan keluarganya? ".
" mau bagaimana lagi mas aku sama ibu sudah tidak punya pilihan lain soalnya radi selalu mendesak ibi untuk merestui dan segera melamar riani"
" ya tinggal kasih restu terus lamar kan beres"
" tidak segampang itu mas, soalnya ibu malu jika punya menari perempuan satu - satunya dalam keluarga kami seorang janda"
" aneh juga ibu itu, kenapa harus malu coba, malu itu jika punya menantu punya anak tetapi tidak pernah punya suami baru malu, lha ini jelas lo ya riani janda cerai hidup dan semua orang tau kenapa dia nekat menceraikan suaminya siapa itu namanya? ".
" aldi"
" nah aldi, semua orang tau bagaimana aldi memperlakukan riani dan mungkin memang jodoh dia cukup sampai disini kan kita juga tidak tau mungkin dengan keputusan bercerai itu akan lebih baik buat mereka berdua dari pada tetap bersatu tapi saling menyakiti"
" kenapa sih mas kamu kok selalu belain si riani itu?, atau sebenarnya kamu naksir jiga sama dia? ".
" kalau mikir itu pakai otak dek jangan pakai dengkul, bisa - bisanya kamu punya pemikiran seperti itu "
" ya siapa tau isi hati mu mas, secara dari tadi di rumah ibu kamu selalu saja membela riani"
" terus kenapa kamu benci banget sama riani? "
" deg" imah sangat terkejut dengan pertanyaan sang suami.
" siapa juga yang membenci riani mas, aneh - aneh saja kamu" imah mencoba bersikap biasa saja dihadapan sang suami.
" kalau kamu tidak membencinya kenapa kamu harus mau bersusah payah memisahkan riani dengan radi coba, pakai acara datang ke rumahnya segala bikin malu saja"
" kenapa harus malu semua aku lakukan demi adik laki - laki ku mas, tau apa mas soal ini"
" ya mana mas tau soal kegilaanmu sama ibu dek, wong kamu tidak ada sedikitpun cerita masalah ini sama mas"
" buat apa juga cerita sama mas, memangnya mas mau bantu aku untuk memisahkan riani sama radi tidak kan? ".
" ya jelas pasti mas tidak akan mau mengikuti kegilaanmu sama ibu kayak kurang kerjaan saja, mendingan aku membersihkan kebun sawit saja dari pada mengikuti rencana mu sama ibu"
" nah betulkan apa kata ku, jadi sekarang jangan ikutan seperti ayah dong bisanya cuma menyalahkan aku sama ibu saja"
__ADS_1
" inilah sifat kamu dari dulu buang sulit berubah dek kamu selalu beranggapan jika apa pun yang ibu mu lakukan itu benar dan ayah mu selalu kamu anggap salah, kalau menurut mas sih memang tindakan kamu sama ibu itu salah dek, jadi ayah memang sangat benar kali ini "
" terserah apa kata mu lah mas ngantuk aku mau tidur saja, lagian apa untungnya sih buat kamu belain si riani yang sok cantik dan sok hebat itu "
" lho disini mas bukannya semata - mata membela riani lo ya, mas cuma membela yang menurut mas benar itu saja"
" ya dengan menyalahkan istrimu gitu, aku lo mas yang selalu ada buat kamu, selalu ada disamping mu disaat kamu butuhkan bukan riani, kok kamu malah belain dia terus "
" mas tidak mengerti dengan jalan berfikir mu itu dek, sudah lah sana kamu tidur duluan saja aku mau merokok sambil nonton bola dulu "
" sekalian mas minta ditemani sama riani"
" kok gitu bicara mu dek, makin ngelantur saja kamu"
" imah yang sedang jengkel dengan suaminya yang selalu membela riani memilih meninggalkan suaminya sendirian menonton televisi sedangkan imah menuju kamar tidur nya.
" asal kamu tau mas kebencian ku kepada riani bukan semata - mata karena radi menyukainya akan tetapi kebencian ku ini sudah ada sedari kami masih sama - sama bersekolah dulu di SMA" lirih imah sambil berbaring dikamar nya seorang diri.
Masih segar dalam ingatan imah bagaimana dulu dia dan aldi bersahabat dengan begitu dekat selama dua tahun semenjak mereka kelas satu SMA, bahkan tidak sedikit yang mengira mereka berdua bukan hanya bersahabat akan tetapi memiliki hubungan khusus alias berpacaran.
Ya memang sedari awal perkenalan mereka imah memang sudah jatuh hati kepada aldi, akan tetapi aldi selalu menganggap imah teman baik saja sama seperti teman - teman lainnya, bahkan imah pernah mengutarakan isi hatinya kepada aldi akan tetapi aldi menolaknya.
" tapi di aku benar - benar mencintai mu di, aku ingin selalu berada disisimu dalam suka dan duka mu"
" kita akan selalu bisa bersama akan tetapi sebagai teman, maaf ya "
" baiklah jika seperti itu keputusan mu, asal bisa berada di dekatmu aku sudah bahagia di, dan izinkan aku tetap menyimpan cinta ini untuk mu"
" soal itu terserah kamu dan aku pun tidak bisa melarang siapa pun untuk mencintai ku karena itu hak pribadi orang tersebut, termasuk kamu imah"
" terima kasih aldi, sampai kapan pun aku akan selalu mencintai ku meskipun kamu hanya menganggap ku sebagai teman saja, bagiku sudah lebih dari cukup"
" terserah kamu " ucap aldi sambil berlalu dari hadapan imah.
Dan mulai saat itu imah selalu menyimpan rasa untuk aldi tanpa mendapatkan balasan perasaan yang sama dari aldi, bagi imah dengan selalu berada disisi aldi yang selalu menganggapnya sebagai teman sudah cukup bagi imah toh selama ini juga aldi tidak pernah dekat dengan cewek manapun kecuali dengannya jadi imah beranggapan masih ada kesempatan untuk meluluhkan dan men dapatkan cinta dari aldi.
Dan semua itu berjalan hingga awal pembelajaran baru dan ada seorang siwali baru di sekolah SMA nya yang menarik perhatian aldi, gadis mungil dengan mata jernih dan memiliki tatapan mata yang tajam mampu menggetarkan relung hati aldi untuk yang pertama kalinya, ya siswi baru itu adalah riani.
" imah kamu nanti sepulang sekolah bareng yuk" ucap aldi ketika mereka baru saja istrahat jam pertma siang itu.
__ADS_1
" tumben ada apa? jawab imah malu - malu.
" ada yang mau aku curhatin sama kamu"
" apa"
" ada dech, nanti kamu juga bakal tau, aku ke kantin dulunya" pamit aldi
Dan benar saja ketika pulang sekolah aldi sudah menunggu imah di pintu gerbang sekolah, lalu mereka berjalan kaki menuju rumah mereka yang memang letaknya berdekatan karena imah selama sekolah SMA tinggal di rumah neneknya yang merupakan tetangga rumah aldi.
" ada apa di" tanya imah tanpa bertele - tele.
" im kamu tau tidak aku sedang jatuh cinta im, begini ya rasanya kalau melihat dia tersenyum aku seperti terkena serangan jantung dag dig dug banget rasanya jantung ku im"
Imah sangat kaget mendengar perkataan aldi, secepat inilah dia berhasil meluluhkan hati aldi, tentu saja imah merasa sangat bahagia mendengar perkataan aldi barusan
" O ya" jawab imah berbunga - bunga.
" bagaimana ya im cara ku mengungkapkan isi hati ku ini padanya, apa seperti ini ya" ucap aldi sambil memegang kedua tangan imah.
" dek aku sangat mencintaimu " ucap aldi dengan kedua mata berbinar - binar.
" maukah kamu menjadi kekasih hati ku"
" mau" jawab imah mantan dan jelas.
" gitu ya im, apa dia juga akan menjawab sama seperti mu barusan? "
" dia juga maksud mu apa di? ".
" ya apa mungkin riani adik kelas kita yang mungil dan memiliki pandangan tajam yang mampu menggetarkan hatiku juga akan memberikan jawaban yang sama seperti mu barusan"
" riani siswi baru dari desa sebelah ya?"
" iya itu"
" jadi ungkapan cintamu tadi bukan untuk ku di" ucap imah lesu
" iya bukan dong, ungkapan cinta ku tadi buat riani, kalau kamu kan sahabat baik aku selamanya imah" ucap aldi tanpa memikirkan bagaimana hancurnya perasaan imah, dan semenjak saat itulah imah sangat membenci sosok riani hingga detik ini dan hanya dia seorang yang tau akan kebencian dihatinya yang dia simpan rapat - rapat.
__ADS_1
Rasa benci imah semakin menjadi terhadap riani ketika aldi dan riani benar - benar menikah waktu itu dan imah menjadi orang yang pertama kalai merasa bahagia mendengar perceraian riani dan aldi, kisah masa lalu itu lah yang menjadi asal muasal kebencian imah terhadap riani sampai saat ini.