Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Mulai Menjalankan Rencana. 2


__ADS_3

Sepulang dari rumah bulek kinah, imah segera menghubungi ibunya.


" bu ada kabar gembira"


" kabar apa? "


" barusan imah pulang dari rumahnya bulek kinah dan sepertinya mereka setuju dengan rencana perjodohan yang kita rencanakan"


" Alhamdulillah, ibu senang mendengarnya, terus apa jawaban mereka? "


" mereka sih minta waktu untuk berembuk dengan keluarganya bu jadi ibu sabar saja dulu ya, ibu coba dekati radi pelan - pelan"


" iya akan ibu usahakan, tapi beneran kan kabar yang kamu sampaikan ini, kalau sampai beneran mereka berjodoh dan menikah akan ibu pamerkan menantu cantik ibu ke depan riani jika radi bisa mendapatkan istri yang masih gadis dan lebih segalanya dari pada dia"


" iya bu, biar tidak makin sok si riani mantan janda buluk itu"


" iya memangnya siapa dia berani membuat anak laki - laki ku sampai seperti itu "


" bener bu pokoknya imah akan selalu mendukung ibu"


" eh sudah dulu imah ayah mu pulang itu, nanti kalau kepergok ayah mu bisa rusak rencana kita, assalamualaikum "


" Waalaikumsalam bu"


" semoga saja diva dan ibunya mau menerima tawaran perjodohan yang aku berikan tadi, yah kalau mereka mau setidaknya radi akan punya istri yang lebih baik dari riani dalam segala hal" ucap imah setelah menelfon ibunya.


Dua hari telah berlalu semenjak imah menawarkan perjodohan terhadap diva dan ibunya dan sudah dua hari pula diva belum berhasil menghubungi tomas, diva makin kalut karena sampai detik ini tomas masih belum bisa dia hubungi.


" kemana kamu mas, apa iya aku harus menerima tawaran perjodohan ini, kan yang aku kandung anakmu mas, aku maunya kamu yang bertanggung jawab dengan anak ini bukan orang lain apa lagi radi,


bahkan sampai menjelang malam nomer HP tomas masih belum bisa dihubungi.


" bagaimana diva, waktu yang ibu berikan akan segera berakhir kamu sudah bisa menghubungi laki - laki pengecut itu belum? " tanya sang ibu


" belum bu, kalau memang sampai besok pagi mas tomas masih belum bisa diva hubungi maka diva ikut saja bagaiman keputusan ibu"


" ya memang harus seperti itu, lagian kalau kamu tetap mau menunggu tomas sampai kapan dia akan datang sampai kamu lahiran tanpa suami"


" tapi bu bagaimana jika mas tomas saat ini sedang mencari ku si kosan kami, soalnya ketika diva pulang kampung kemarin mas tomas sedang tidak berada di kosan"


" kalau memang dia mencari mu saat ini dia sudah berada disini, sudah kejadian seperti ini saja kamu baru mengaku sama ibu jika kamu tinggal satu kosan sama laki - laki, kalau membunuh itu tidak berdosa dan tidak ada hukum pidananya ibu sendiri yang akan m*****h mu dari pada ibu harus menanggung malu"

__ADS_1


mendengar ucapan ibunya diva hanya bisa berdiam diri, diva sadar jika dia sudah membuat ibunya kecewa, maka dia memilih mengikuti apa yang ibunya sarankan.


" kalau kamu sudah setuju besok pagi ibu akan menemui imah untuk menyampaikan kalau kita setuju dengan penawarannya kemarin dan soal radi setuju apa tidak kan bukan menjadi urusan kita, kalau memang rencana perjodohan ini terlaksana ibu mau kamu secepatnya menikah saja sebelum perut kamu terlihat semakin membesar"


" terserah ibu diva ikut saja" ucap diva lesu.


Keputusan yang telah diambil bu kinah seolah memberi jalan mulus rencana imah dan ibunya untuk mencarikan jodoh buat radi.


Sementara di malam yang sama ibu radi tampak sedang mencoba mendekati sang anak laki - lakinya yang tampak sedang duduk sendirian di depan televisi.


" itu televisi yang melihat kamu apa kamu yang melihat televisi di" bu lastri mulai membuka percakapan.


" ya radi yang melihat televisi to bu"


" kalau kamu yang melihat televisi kenapa sambil melamun? ".


" tidak ah bu, siapa yang melamun" ucap radi sambil mengambil hpnya.


" nak, ibu tau ibu salah telah memisahkan kamu sama riani, ibu minta maaf soal itu, jika ibu tau kamu sedalam ini mencintai riani maka ibu tidak akan menghalangi cinta kalian"


" ibu ini bicara apa sih kan radi sudah bilang jika radi sudah memaafkan ibu"


" kalau kamu memang sudah memaafkan ibu maka kamu tidak akan bersikap seperti ini nak, jujur ibu sangat tersiksa melihat mu begini"


" tidak nak ibu sangat merasakan perubahan sikap kamu, apa lagi semenjak riani menikah, apa perlu ibu datang kembali ke rumahnya untuk meminta riani bercerai saja dengan suaminya lalu kamu bisa menikahinya nak, jika itu bisa membuatmu bahagia maka akan ibu lakukan" ucap bu lastri sambil menitikkan air mata mencari simpati radi.


" tidak bu jangan, melihat riani bahagia seperti ini saja sudah cukup bagi radi bu, jangan lakukan apa pun terhadap riani, radi mohon"


" terus sampai kapan kamu akan seperti ini nak, ibu sangat sedih nak, maafkan ibu "


" entahlah bu saat ini radi masih nyaman seperti ini"


" apa kamu tidak ada rencana mau menikah nak? "


" adalah bu tapi nanti, belum menemukan yang mengena di hati"


" tapi ibu sudah ingin melihat mu membina rumah tangga nak sebelum ibu di panggil yang Kuasa"


" ibu bicara apa sih"


" soal batas usia kita siapa yang tau nak, segera lah menikah nak selagi ibu mu ini masih hidup"

__ADS_1


" usia ibu masih lama percaya sama radi bu"


" ibu mu ini sudah tua nak, dan ibu tidak tau sampai kapan ibu akan hidup di dunia ini sebelum ajal datang menjemput ibu, ibu sangat ingin melihat mu sudah menikah nak"


" InsyAllah bu kalau memang sudah ada jodoh buat radi, radi pasti akan segera menikah bu"


" kapan nak hal bahagia itu akan terlaksana nak"


" ibu sabar dulu ya"


" sampai kapan ibu mu yang tua ini harus bersabar, sedangkan kamu sendiri seolah tidak ada tindakan untuk mencari istri"


" memangnya ibu fikir mencari istri semudah mencari baju di pasar apa"


" ya setidaknya kamu berusaha untuk mencarinya nak bukan berdiam diri di rumah seperti ini"


" beri radi waktu bu"


" sampai kapan? apa kamu belum bisa melupakan riani nak? "


" iya bu, sampai detik ini radi belum bisa melupakan riani"


" bukanlah hati mu buat yang lain nak maka kamu akan bisa melupakan riani"


" sulit bu" jawab radi sendi.


"jangan katakan sulit selagi kamu belum mencobanya nak"


" entahlah bu"


" masih banyak di luaran sana gadis - gadis yang baik buat kamu nak"


" tetapi tidak ada yang seperti riani bu"


" ya memang tidak ada di, suka aneh kamu"


" sudah pikirkan apa yang ibu ucapkan tadi, belajarlah menerima kenyataan yang ada dan bukalah hati untuk yang lain nak, ibu mau ke depan dulu menemani ayah mu"


" iya bu"


" setidaknya malam ini kamu sudah mau berbicara banyak dengan ibu nak" ucap sang ibu lirih sambil berjalan menjauh dari sang anak.

__ADS_1


Sepeninggal ibunya radi membuka galeri foto di hpnya, di lihatnya foto riani yang masih tersimpan di galeri hpnya.


" ingin aku bisa mengikuti apa kata ibu ku, akan tetapi aku belum mampu untuk melupakan mu dek, tidak mudah melupakan mu dan semua kenangan kita, dengan melihat mu bahagia bersama ragil sudah cukup bagi ku untuk turut merasa bahagia" ucap radi lirih


__ADS_2