
Sudah satu bulan ini semenjak kejadian di rumah mertuanya yana tinggal kembali bersama dengan orang tuanya, setelah mendapatkan talak tiga dari suaminya yana ikut ayahnya pulang.
Tidak banyak yang dapat yana lakukan di rumah ini ibunya masih suka marah - marah kepadanya karena bagi yang bu lastri menganggap perceraian yana merendahkan martabat keluarganya sebagai seorang ibu bu lastri bukannya memberikan dukungan kepada sang anak akan tetapi malah mementingkan martabat keluarganya dari pada perasaan sang anak bungsunya.
Karena tidak tahan dengan sikap sang ibu yana memutuskan pergi merantau menyusul sang kakak radi.
Sementara itu riani sangat meikmati masa - masa kehamilannya, dan benar setelah melakukan USG riani benar - benar mengandung janin kembar, bukan main bahagianya riani dan ragil mengetahui hal itu, riani benar - benar dimanjakan oleh sang suami.
Riani sudah mengajukan cuti dari sekolah tempat mengajarnya karena riani akan menjalani oprasi cesar beberapa hari ke depan.
Dan pagi ini rencananya riani dan suami akan pergi ke rumah sakit yang berada di kota karena menurut dokter yang memeriksa kehamilan riani minggu ini jadwal riani melakukan oprasi sesar.
" jangan lupa semua barang si kembar di bawa semua ri, dan baju ganti mu dan ragil juga jangan tertinggal" ucap mak riani mengingatkan.
" iya mbah ini sudah saya siapkan dari semalam " jawab ragil.
" princes ayah tidak boleh nakal ya, selama ayah dan ibu tinggal, do'a supaya proses kelahiran dedek kembarnya lancar" nasihat ragil terhadap dini.
" iya yah, nanti kalau dedek kembar sudah keluar segera bawa pulang ya yah" pinta dini sambil duduk di samping sang ayah.
" pasti sayang" jawab ragil.
" mau berangkat sekarang apa nanti gil" . tanya pak sudrajat kepada menantunya ragil.
" sebentar lagi mbah, menunggu travelnya datang" jawab ragil
Tak lama berselang travel yang akan membawa riani dan ragil ke rumah sakit datang dan segera saja riani dan ragil masuk ke dalam travel setelah berpamitan kepada mbk kung dan mbah juga sang anak dini mereka pun berangkat menuju rumah sakit.
" kami berangkat mbah smeoga semua diberikan kelancaran" pamit ragil terhadap bapak mertuanya.
" Amiin, segera memberikan kabar jika sudah sampai rumah sakit" jawab pak sudrajat.
Selama dalam perjalanan riani memilih tidur untuk menghemat tenaga menghadapi oprasi dia hari ke depan yang sudah dijadwalkan oleh dokter yang menanganinya.
Setelah satu jam perjalanan sampailah mereka di rumah sakit tersebut, ragil segera mengurus segala keperluan riani sehingga sang istri tidak terlalu lama menunggu dan segera menempati ruang rapatnya.
" ayah keluar sebentar mencari makan ibu di sini dengan mbah Putri tidak apa - apa kan? " pamit ragil terhadap sang istri.
" iya yah, jangan lupa membeli minum juga cemilan ya sekalian makan siang buat emak" jawab rinai.
" iya bu, mak ragil keluar sebentar ya".
" iya kamu sekalian makan saja gil"
" iya mak, nanti mak ragil makan sekalian di sana, emak nanti mau dibelikan nasi lauk apa? "
" terserah kamu, lauk apa saja emak mau"
" baik, assalamualaikum, nitip riani ya mak" ucap ragil lalu segera keluar dari ruangan inap sang istri.
"mertua mu sudah kamu beri tahu ndok, kalau hari ini kamu sudah masuk rumah sakit? ".
" sudah mbah semalam riani telfon memberi kabar mereka"
" kamu siap kan dia hari lagi menjalani operasi nya? "
" IsyAllah siap mbah, mbah uti jangan terlalu memikirkannya, berdo'a saja semoga oprasinya berjalan lancar ".
" oh ya bu sebentar riani mau menelfon mbah kung dulu memberi kabar jika kota sudah sampai"
__ADS_1
" iya emak juga sampai lupa belum memberi kabar sama bapak mu"
" Assalamualaikum pak, ini riani mau memberi tahu bapak jika kami sudah sampai rumah sakit"
" Walaikumsalam ndok, bagaimana perjalanan lancar kan? , kamu sama emakmu tidak mabuk kendaraan kan? ".
" Alhamdulilah lancar pak, dan tidak ada yang mabuk perjalanan kok, bapak sedang apa? ".
" ini di rumah pakde mu sambil menunggu dini nanti pulang sekolah"
" salam buat pakde dan bude, minta do'anya semoga oprasinya diberikan kelancaran"
" Aamiin iya ndok nanti bapak sampaikan ".
" ya sudah kalau begitu ya pak nanti riani hubungi lagi, Assalamualaikum "
" Walaikum salam, iya ndok".
Tak lama berselang HP riani kembali berbunyi terlihat nama mbak tiya di layar hpnya.
" Assalamu'alaikum mbak"
" kamu dimana? apa sudah berangkat ke rumah sakit? mbak ke rumah mu kok sepi tidak ada orang".
" jawab dulu kalau ada orang mengucapkan salam mbak keboasaa".
" eh iya maaf, Walaikum salam, nah sekarang jawab pertanyaan mbak"
" gitu kan enak, iya ini riani sudah di rumah sakit, rumah sepi karena bapak ke rumah pakde"
" yah telat dong mbak, mana tadi tidak izin lagi ke sekolah jika datang telat, sampai rumah mu malah sudah tidak ada orang, ya wes lah mbak kesekolah duludulu, kabar i kalau baby twins dan keluar "
" awas kalau tidak, assalamualaikum "
" Walaikumsalam ".
Terlihat ragil memasukki ruangan inap riani bersama seorang dokter dan perawat.
" lo yah kok kembali lagi" tanya riani.
" iya ibu mau diperiksa dulu sama dokternya"
" mari dok silahkan " ragil mempersilahkan dokter masuk ruangan riani.
" selamat pagi menjelang siang bu, kita periksa dan pasang infus dulu ya" sapa sang dokter ramah.
" iya dok silahkan"
" ibu sudah makan pagi belum? "
" sudah dok"
" ingat jaga kesehatan jangan terlalu tegang siap kan diri dua hari lagi ibu akan menjalani proses oprasi ya bu"
" iya dok, insyAllah saya siap dok"
" bagus, ada keluhan tidak bu, misalnya pusing atau ibu merasakan apa gitu "
" tidak dok"
__ADS_1
" coba tarik napas dulu bu, lalu hembuskan,
" semua terlihat normal ya bu semoga kondisi ibu tetap seperti ini sampai waktu oprasi nanti, nah selesai saya periksa nanti biar infusnya dipasang ya bu,".
"Amiin, iya dok" jawab riani.
Setelah selesai memeriksa dan memasangkan infus di tangan rinai dokter dan perawat tersebut segera berlalu dari ruangan inap tiani.
" gimana masih sakit sayang " tanya terhadap sang istri ragil sambil mengelus lengan riani, rasanya ragil tidak tega melihat jarum infus yang menancap di punggung tangan riani.
Dua hari telah berlalu siang ini adalah jadwal riani akan menjalani oprasi bahkan ibu dan ayah mertuanya sudah tiba di rumah sakit dari tadi pagi mereka datang bersama mbah kung dan dini juga tidak ketinggalan mbak tiya sengaja meminta izin dari sekolah untuk ikut mendampingi riani.
Saat ini riani sudah berada di ruangan oprasi, semua keluarga menunggu di depan pintu oprasi, terlihat ragil berjalan mondar - mandir karena tegang memikirkan kondisi sang istri yang menjalani oprasi cesar.
"kenapa lama sekali sih oprasinya" gimana ragil tidak sabar.
" gil kamu itu jangan mondar - mandir terus dong, mbak melihatnya jadi semakin tegang ini" tegur mbak tiya yang tidak tahan melihat tingkah ragil.
" iya kak, benar apa kata bu tiya sini kamu duduk disamping ibu, lebih baik kamu berdo'a buat kelancaran oprasi istrimu" nasihat ibu ragil terhadap anaknya.
Tak lama berselang terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan oprasi dengan keras tak lama terkdengar kembali suara tangisan bayi terdengar lebih keras lagi.
"Alhamdulilah" teriak sepontan keluarga riani mendengar suara tangisan ke dua bayi tersebut, lalu pintu oprasi terbuka.
" Alhamdulilah bapak ibu oprasinya berjalan lancar, dan dedek bayinya sehat, kembar perempuan semua, mari suami bu riani silahkan masuk" ucap sang suster dari pintu masuk ruangan oprasi.
Ragil segera memasukki ruangan oprasi dan mengadzan kan kedua anaknya.
Setelah semua prose oprasinya lancar riani segera dipindahkan kembali ke ruangan perawatannya. dan baby twins masih berada di ruangan bayi.
Semua sudah duduk berkumpul di dalam ruangan rawat riani tak lama berselang terlihat dia suster memasukki ruangan riani smakin mendorong dia boks bayi.
" MasyaAllah gemoy nya si twins, sekali lagi selamat ya riani semoga baby twins menjadi anak yang sholehah" mbak tiya langsung berdiri menyambut kedatangan anak - anak riani.
" Amiin, Terima kasih bude tiya" jawab riani.
Terlihat dini mendekati boks dua adik bayinya.
" Hai dek ini ayuk dini" ucap dini sambil mengusap pipi gembul sang adik secara bergantian.
" bu kapan adek bisa pulang" tanya dini kepada ibu nya.
" sabar ayuk, nanti kalau ibu sudah kembali sehat pasti adek bisa pulang " jawab mbah Putri ya.
" sepertinya ayuknya sudah tidak sabar untuk membawa pulang adiknya ya ri" ucap mertua riani sambil memeluk dini lembut.
" iya bu, sudah tidak sabar mau main dengan adik ya yuk"
" hehehe iya bu" jawab dini malu - malu.
Ragil masuk ke ruangan rawat riani sambil membawa bungkusan.
" pak ini ari - ari si kembar" ucap ragil terhadap bapak mertuanya.
" sini simpan dulu disini nanti sore biar bapak bawa pulang" jawab pak sudrajat.
" iya pak"
Setelah menyimpan kedua ari - ari anaknya diwadah yang mertuanya siapkan ragil segera duduk disamping ranjang pasien sang istri.
__ADS_1