
Diacara pernikahan yana riani tidak mau terlalu fokus, riani hanya datang ikut bantu - bantu ketika sudah pulang dari sekolah, begitupun ketika hari H pernikahan yana, riani hanya datang setengah hari saja kebetulan ketika hari H disekolah ada banyak pekerjaan yang harus riani kerjakan maka riani tidak mungkin meminta izin kepada kepala sekolah.
" dek hebat banget sih kamu masih juga mau ikut bantu - bantu di rumah radi, enggak empet ya kamu lihat ibunya radi dan imah? ".
" nggak".
P" yakin? ".
" yakinlah".
" masa? ".
" nggak percaya banget sih mbak tiya ini".
" oke mbak percaya, setidaknya kamu benar - benar sudah menerima brondong itu ya dalam hatimu".
" setidaknya dia yang benar - benar serius dengan riani".
" dan tulus juga sepertinya".
" harus dong".
" dek radi pulang kan? dan kamu ketemu sama dia".
" ketemu dan sempat ngobrol juga".
" waow, ngobrolin apa? ".
" masa lalu yang sudah usai dan soal kesempatan".
" ngajak balikan pasti dia? ".
" seratus buat mbak tiya ".
" terus kamu mau gitu? ".
" mbak fikir aku sudah gila apa, kalau aku mau, ragil mau dikemanain? ".
" tumben waras".
" mbak kira riani gila apa? ".
" ya kamu memang sudah gila sama ragil sang brondong ".
" belum sih sebenarnya".
" ya semua memang perlu proses, tapi kok kamu lembur si cantik tidak kelihatan ".
" tadi dia dijemput mbah kakungnya mbak, terus kenapa mbak belum pulang? ".
" dasar adik nggak punya ahlak ditemani ngelmbur malah ngusir".
__ADS_1
" oh mau menemani riani lembur toh bilang, kirain cuma mau ngrecokin riani saja".
" sembarang, meskipun mbak tidak faham soal laptop, mbak tidak akan nganggu kerja kamu, masih lama nggak sih kerjaan kamu ini? ".
" nggak tinggal ngirim saja kalau mbak mau pulang, pulang saja, tidak apa - apa riani sendirian juga beraninkan sudah biasa".
" sebentar lagi kan sudah tidak sendirian ".
" hemz".
" kok cuma hemz".
" jadi riani harus njawab apa, tapi Terima kasih sudah ditemani lo mbak, mbak memang terbaik dech ".
" nggak usah merayu gitu, nggak mempan".
" riani beneran jujur lo dan tidak ada niat untuk merayu"
Setelah selesai pekerjaannya riani dan mbak tiya segera pulang dari sekolah, ketika riani sampai di rumah terlihat aldi sedang duduk dengan bapaknya.
" Assalamualaikum ".
" Waalaikumsalam, baru pulang dek, kok sore sekali? ".
" ya ada hal yang harus riani kerjakan, riani permisi dulu ya silahkan lanjutkan ngobrolnya sama bapak ".
" ndok aldi kemari mau bicara penting sama kamu, jadi kamu jangan lama - lama ganti bajunya".
" Iya Pak, riani tidak akan lama dan akan segera kembali"
" ada apa mas, sepertinya ada hal penting yang mau kamu sampaikan ".
" Langsung saja dek mas ingin bertanya secara langsung kepadamu".
"soal apa ya? ".
" mas dengar dari orang - orang kalau kamu sudah dilamar ya dengan pemuda itu, apa itu benar? ".
" kalau cuma mau tanya akan hal itu kenapa kamu tidak tanya dengan bapak saja, toh jawabannya akan sama mas, tidak perlu menunggu ku pulang dari sekolah".
"ya mas mau dengar langsung dari kamu".
" dengar dari bapak atau riani sama saja mas, riani memang sudah bertunangan dan dua minggu lagi kami akan menikah, bagaimana sudah jelas belum jawaban riani? ".
" jadi benar adanya jika kamu akan menikah dek, setega itu kamu sama mas? ".
" lho maksudnya apa ya perkataan mu? ".
" ya kamu tega memilih orang lain dari pada mas".
" terus semua itu menurutmu ini semua salah riani begitu? ".
__ADS_1
" iya karena kamu tidak memikirkan perasaan dini anak kita, mas yakin dini akan lebih memilih hidup bersama ku bapak kandungnya dari pada hidup dengan bapak tiri yang belum tentu bisa menyayanginya dengan tulus, mas yakin pemuda pilihan mu nanti hanya akan meyayangi mu saja, mas yakin akan hal itu".
" seyakin apa kamu soal calon ayah barunya dini, dan kenapa kamu bisa mengambil kesimpulan seperti itu? ".
" ya sudah banyak kejadiannya jika bapak tiri tidak pernah sayang kepada anak tirinya, kalau kamu tidak mau menggagalkan pernikahanmu dengan pemuda itu jangan salahkan mas jika nanti apa yang mas katakan benar adanya dan kamu jangan pernah menyesal".
" aldi keputusan riani untuk menerima nak ragil menjadi ayah sambung dini itu merupakan keputusan bapak dan pakde nya riani, sedangkan riani hanya mengikuti keinginan bapak saja selalu orang tuanya".
" jadi semua ini karena bapak? ".
" iya, bapak yang memilihkan nak ragil buat riani".
" nah apa lagi semua ini bukan keinginan mu sendiri dek, makin ragu mas sama keputusan mu yang mendadak ini".
" kamu mau tau kenapa riani mau bapak yang memilihkan suami baru buat riani? ".
" ya kenapa dek? ".
" karena riani tidak mau salah lagi dalam memilih pendamping hidup, cukup satu kali riani keliru memilih suami yaitu kamu jadi untuk suami kedua riani maka riani memang menginginkan bapak dan emak yang memilihnya faham".
" kenapa seperti itu? bagaimana kamu bisa memutuskan menikah tapi bukan kamu sendiri yang memutuskan ".
" kan sudah riani bilang riani tidak mau salah melilih suami lagi".
" itu bukan alasan dek? ".
" terserah riani lagian kenapa kamu kok yang tidak Terima kalau riani menikah lagi? ".
" karena mas masih sangat menyayangimu dek".
" kamu ingat tidak ketika kamu akan menikah lagi dengan nabila, eh salah mbak nabila, ada tidak riani meributkan nya atau berusaha menggagalkan pernikahanmu, tidak kan, terus kenapa ketika kamu mendengar aku akan menikah kamu bisa seheboh ini, ingat mas KITA BERDUA SUDAH MANTAN, jadi bersikaplah selayaknya seorang mantan suami jangan terlalu mengatur atau ingin tahu soal hidupku faham".
" tapi dek mas tidak ingin kehilangan kamu dan dini".
" kamu kok lucu sih, kamu itu sudah kehilangan kami semenjak aku dan dini keluar dari rumah orang tua mu empat tahun lebih yang lalu terus kenapa baru sekarang kamu merasa kehilangan kami, kemarin - kemarin kemana kamu? sibuk mengejar mbak nabila iya, dan kamu ingat selama kita bercerai pernah tidak kamu ingat akan dini? tidak kan".
" iya mas tau mas salah oleh karena itu izinkan mas untuk menebus semua kesalahan mas, beri mas kesempatan kedua dek, mas janji akan berubah dan akan lebih memperhatikan kamu dan dini".
" semua sudah terlambat di, dua minggu lagi riani akan menikah, kamu tidak lihat bapak saja sudah mulai mempersiapkan lingkungan rumah ini, dan bapak lihat dari kamu datang sampai sekarang kamu kok bapak tidak sekalipun mendengar kamu menanyakan dini ya, apa kamu tidak ingin tau bagaimana kondisi dan kabar dini? dari tadi bapak hanya mendengar kamu sibuk menanyakan soal pernikahan riani, sebegitu lupanya kamu sama anakmu dini, ingat di ada mantan istri tetapi tidak ada yang namanya mantan anak".
" oh iya ya kok dini dari tadi tidak kelihatan kemana dia dek mas kangen sama dia".
" jadi dari kamu datang sampai sekarang kamu tidak ingat akan anakmu mas, kelewatan kamu ".
" maaf mas lupa karena terlalu terbebani dengan berita pernikahanmu".
" riani yang mau menikah kok jadi kamu di yang terbebani? ".
" Iya Pak karena sangking sayangnya saya sama anak bapak, semenjak mendengar riani menerima lamaran pria lain semenjak itu pula aldi kalau malam tidak bisa tidur, dan makan pun tidak berselera, makanya hari ini aldi langsung kesini karena sudah tidak tahan menanggung semuanya pak, aldi masih berharap kami bisa rujuk kembali ".
" maaf ya aldi bapak sebagai bapak kandung riani pun merasa keberatan jika kalian rujuk kembali, apa kurang setelah semua yang kamu lakukan kepada anak bapak dulu, sehingga kamu memintanya menerima ajakan rujuk mu kembali, dan apa kamu tidak malu setiap mengajak rujuk selalu riani tolak? ".
__ADS_1
" tidak pak apapun akan aldi blaku kan asal bisa hidup bersama lagi dengan riani".
Riani dan bapaknya hanya bisa geleng - geleng kepala mendengar perkataan aldi, riani heran kenapa dulu bisa jatuh hati dan menikah dengan orang seperti aldi.