
Pak salim segera berdiri
untuk menanyakan apa maksud dan tujuan pemuda yang barusan datang dan menghentikan acara
ijab qobul yang akan dibacakan oleh radi.
“ maaf sebelumnya kamu
siapa anak muda ? dan apa maksud anda menghentikan
acara kami?” tanya pakde diva terhadap tamu yang tak
diundang tersebut.
" diva apa maksudnya ini dek, kamu menikah dengan orang lain? bukannya menjawab pertanyaan pak salim pemuda tersebut malah memberikan pertanyaan ke pada diva sang pengantin wanita.
" mas maafkan aku, aku terpaksa melakukan pernikahan ini" jawab diva lirih.
" setelah apa yang kita lalui dan yang terjadi diantara kita dek? tidak - tidak mas tidak akan merelakan kamu menjadi milik orang lain, terlebih anak ku, aku tidak mau anakku menjadi anak orang lain" seru sang pemuda yang barusan datang.
" anak.., hamil, maksudnya apa ini" terdengar suara - suara penuh dengan rasa penasaran dengan apa yang merek lihat dan dengar.
" maaf anak muda ini apa maksudnya ya? dan kamu siapa?" karena merasa pertanyaannya belum terjawab terpaksa pak salim mengulang kembali pertanyaannya.
" oh maaf pak, perkenalkan saya tomas ayah kandung janin yang ada di dalam perut diva" ucap pemuda yang bernama tomas tersebut dengan lantang dan cukup membuat para hadirin yang hadir tercengang.
" apa maksud perkataan pemuda itu diva, dan janin.. kamu sedang hamil diva? dan dia ayah kandung dari anak yang kamu kandung sekarang?" tanya bu lastri kepada diva secara langsung setelah mendengar pengakuan tomas.
" maafkan diva bu, dan semua yang dikatakan mas tomas adalah benar" ucap diva pada akhirnya.
" maksud kamu, kamu hamil dengan dia terus adik ku yang kamu suruh tanggung jawab begitu, dasar perempuan m*****n kamu diva" teriak imah tidak terima karen merasa ditipu oleh diva.
" dan kamu kisah sudah tau kalau anak mu sedang hamil kenapa tidak bilang kepada ku dari awal" todong bu lastri terhadap ibu diva.
" memangnya mbak yu ada pertanyaan soal itu kepada saya ketika menawarkan perjodohan ini, dari awal kan imah yang sudah menawarkan perjodohan ini dan aku yakin itu pun atas keinginan mu mbak yu,dan soal saya tidak memberitahu soal kehamilan diva ya bukan salah saya dong kan situ tidak bertanya" jawab bu kinah enteng tanpa beban.
__ADS_1
" dasar emak sama anak sama - sama perempuan g*** dan m****, menyesal aku sudah menjodohkan anak laki - laki ku untuk anak mu yang ternyata sudah hamil anak orang" teriak bu lastri tak mau disalahkan.
" dan kamu tomas, kenapa kamu malah kabur ketika tau diva hamil anak mu? " tanya bu kinah terhadap tomas.
" maaf bu anak saya bukannya kabur tapi dia pulang kampung untuk menjemput saya dan bapak ya untuk melamar anak situ, eh begitu kami sampai kontrakan mereka diva sudah tidak ada untung tomas tau alamat rumah ini, dan alangkah terkejutnya kami begitu sampai sini malah si diva mau menikah dengan orang lain, tau sudah ada orang yang mau tanggung jawab atas kehamilan diva mendingan kami di rumah saja tidak perlu datang kemari" jawab ibu tomas tidak terima anaknya dituduh tidak bertanggung jawab.
" waow apa lagi ini, benarkan apa kata saya, masih ada kejadian mencengangkan dan apa ini pengantin wanita dalam kondisi hamil dan hamil anak orang lain lagi, kok bisa ya bu lastri kecolongan seperti ini, kalau saja kejadian ini dialami oleh orang lain wah bisa - bisa selama tiga bulan masih sibuk menggosip imah sama ibunya" terdengar ada seorang ibu berkata dengan keras
sehingga semua yang hadir bisa mendengar dengan jelas.
" mbak yu jangan keras - keras kalau bicara nanti kedengaran sama imah dan bu lastri lo" bisik ibu yang duduk disebelahnya.
" memang itu tujuan ku supaya mereka dengar, biar tau rasa dia, sepertinya ini karma imah dan ibunya yang suka menggunjing para tetangganya" bukannya berhenti sang ibu tersebut malah semakin semangat mencela apa lagi ketika melihat imah sudah memandangnya dengan melotot.
Radi hanya bisa terdiam menerima kenyataan jika diva sang calon istri sedang dalam kondisi hamil, radi bersyukur belum sempat selesai mengucapkan ijab qobul buat diva.
" kenapa kamu tega sama aku dek" ucap tomas kembali membuat para pengunjung semakin memanaskan suasana.
" mas ibu yang membuat ku menerima perjodohan ini, aku sama ibu tidak punya pilihan mas, bukankah mas menghilang begitu tau aku mengandung anak mu dan nomer HP mu pun tidak aktif mas" ucap diva membela diri.
" terus bagaimana dengan pernikahan ini" tiba - tiba Wisnu berkata dan langsung mendapat respon kurang baik dari ibu mertua dan istrinya yang terlihat sudah merah padam mukanya memendam amarah.
" maaf sebelumnya, sebaiknya semua masalah ini kita bicarakan baik - baik dulu, supaya ada jalan tengahnya" petugas KUA memberikan usul.
"kalau saya boleh usul pak bagaimana jika pernikahan saya dan diva dibatalkan saja toh saya juga tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan diva, dan sudah ada yang lebih bertanggung jawab kan disini yaitu ayah kandung anak yang ada di kandungan diva" ucap radi tanpa keraguan.
" tapi nak kita sekeluarga akan menanggung malu jika kamu batal menikah" sang ibu mengingat kan anaknya.
" ibu pilih malu karena aku gagal menikah apa malu ketika aku tetap menikahi diva dengan kondisi sedang mengandung anak laki - laki lain" radi mencoba memberikan pengarahan terhadap sang ibu.
" aku setuju jika radi adik ku tidak jadi menikah dengan wanita m****n seperti diva, sudah tau hamil masih saja mau menerima perjodohan dari orang lain" ucap imah membela sang adik.
" jadi benarkan pernikahan radi karena ulahmu sama ibu lagi dek, bagus banget ya kamu, tidak ada kapok - kapoknya selalu bikin ulah" ucap Wisnu penuh penekanan.
" bukan seperti itu mas kamu salah faham" kata imah membela diri.
__ADS_1
" kita selesaikan semuanya di rumah nanti" ucap Wisnu terhadap sang istri.
" maaf sebelumnya apa sebaiknya kami pulang saja ya, supaya keluarga bisa bermusyawarah dengan tenang" usul ragil karena mulai jengah seolah - olah permasalahan ini tidak ada jalan keluarnya.
" jangan dong, kita di sini saja kan kami juga penasaran siapa yang bakal jadi menikah dengan diva, mas radi atau ayah kandung anak yang diva kandung " bu lima keberatan jika harus pulang karena dia dan yang lainnya penasaran akan hasil akhir dari permasalahan ini.
" sepertinya itu usul yang cukup bagus mas ragil" ucap pakde diva.
" tidak perlu bermusyawarah lagi pak, disini saya sebagai calon pengantin laki - laki mundur dari pernikahan ini" ucap radi mantab.
"tapi nak" ucap bu lastri.
"maafkan radi bu, karena radi tidak bisa menerima diva dalam kondisi hamil seperti ini, bagi radi lebih baik menikahi janda dengan status yang jelas dari pada menikahi gadis dengan status hamil anak laki - laki lain, radi lebih baik menanggung malu karena gagal menikah dari pada harus memisahkan anak dari ayah kandungnya bu" radi memberikan keputusan yang final dan tidak bisa diganggu gugat lagi.
" SETUJU" teriak para pengiring pengantin laki - laki.
" baik kalau begitu saya selalu ayah dari radi mohon maaf sebesar - besarnya, karena tidak bisa melanjutkan acara pernikahan ini dan kami serombongan mohon undur diri" ucap ayah radi sebagai perwakilan keluarganya.
" tidak bisa begitu dong yah, kinah dan diva harus mengembalikan apa yang sudah kita kasih ke mereka baik yang berupa barang atau uang tunai" bu lilis berteriak dengan lantang.
" baik bu, akan tetapi saya mohon beri kami waktu untuk mengembalikan semua pemberian ibu dan mas radi buat diva" jawab diva.
" baik saya beri waktu tiga hari semua harus sudah kamu kembalikan, enak saja kalau semua kamu nikmati tanpa ada tanggung jawab" balas bu lastri sengit.
"sudah kan bu lastri, jika sudah maka saya persilahkan untuk pulang, karena saya akan melangsungkan pernikahan putri saya dengan pria yang lebih tepat" usir bu kinah.
" ya nikahkan saja anak mu dengan laki - laki yang sudah menghamilinya, dan bukan dengan anak ku" jawab bu lastri penuh amarah.
Lalu segera saja radi dan keluarganya dan seluruh pengiring pengantin berdiri dan berjalan pulang.
Sepanjang perjalanan pulang tidak henti - hentinya bu lastri menangis karena malu mendapati semua kenyataan yang ada.
Sedangkan radi bukannya merasa bersedih karena telah gagal menikah akan tetapi merasa sangat bahagia dengan kegagalannya menikah dengan diva.
" Allah memang Maha Adil" ucap radi lirih sambil tersenyum.
__ADS_1