Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Ide Riani.


__ADS_3

Mila masih berusaha semampunya untuk meyakinkan hati ragil akan ketulusan cintanya dia tidak perduli akan seratus ragil yang sudah memiliki seorang istri, karena bagi mila jika ragil mau menerimanya kembali maka mudah baginya menyingkirkan istri ragil, dia lupa bagaikan seorang ragil bila sudah menentukan pilihan hati maka tidak akan mudah untuk digoyahkan oleh siapa


"ini ada apa ribut gil, dan kenapa ada mila disini? ".


" eh ada bapak calon mertua, iya mila kesini karena mau mengambil apa yang seharusnya menjadi milik mila dan sudah dicuri oleh jandes itu pak".


" ngomong yang benar jangan berbelit - belit mil dan satu hal lagi siapa yang mau menjadikan perempuan nggak bener seprtimu menjadi menantu, maaf saya sudah punya menantu dan itu bukan kamu".


" jangan seperti itu pak, apa pun kesalahan yang pernah mila lakukan terhadap mas ragil tolong maafkan dan lupakan saja, saat ini mila sengaja datang ke rumah ini untuk meminta maaf dan memulai semuanya dari awal dengan mas ragil, dan soal mas ragil yang sudah menikah bagi mila tidak apa - apa jika harus menikah dengan mas ragil meskipun dengan setatus sudah menjadi duda, karena mila benar - benar mencintai mas ragil pak tolong suruh mas ragil segera menceraikan istrinya yang janda itu yang tidak pantas mendampingi hidup mas ragil pak, mila mohon pak bantu mila dan restui mila untuk menjadi menantu bapak" iba mila terhadap bapak ragil.


" maksud kamu setelah apa yang kamu lakukan terhadap anak saya dan disaat anak saya sudah menikah kamu ingin merusak kehidupan anak saya lagi, mikir nggak kamu mil, dan satu lagi tadi saya ketemu sama ibu kamu sedang mencari mu sana kamu pulang saja dan jangan pernah kembali ke rumah ini" hardik bapak ragil terhadap mila.


" tidak, dengar kan semuanya saya tidak akan pernah pergi dari rumah ini sebelum mas ragil bersedia menikah dengan saya".


" dan itu tidak akan pernah terjadi, saya tidak akan pernah meninggalkan anak dan istri saya" jawab ragil dengan cepat.


" mas anak itu bukan anak kamu, nanti mas hanya akan punya anak yang lahir dari rahim ku, jadi berhentilah seolah - olah mas benar-benar menerima dengan tulus anak itu".


" mila - mila jika pun ragil lebih memilihmu dari pada istrinya maka kami keluarganya yang akan menolak semua itu terjadi" tiba - tiba ibu ragil ikut berbicara.


" bu bukanlah dulu ibu sangat menyayangi ku bu, bahkan ibu sangat menginginkan aku menjadi menantu ibu, kenapa sekarang malah seolah-olah ibi tidak menerima dan mengharapkan mila menjadi menantu ibu lagi" ucap mila sambil menangis seolah-olah dia menjadi korban disini.


" mbak mila maaf nih sebelumnya, saya mau rundingan dulu sama bapak dan ibu juga mas ragil mbak disini dulu sama mbak leha dan mbak dina, mari pak bu, mas kita ke belakang sebentar".


" ada apa sayang, kita selsaikan dulu masalah dengan perempuan g*** ini baru kita ke kamar"


" sudah ikut saja"


Meskipun mereka belum tau apa yang akan riani katakan mereka bertiga segera beranjak dan mengikuti riani meninggalkan ruang tamu sesuai dengan keinginan riani.

__ADS_1


" apa yang ingin kamu katakan ndok" tanya bapak mertua riani.


"kita tidak bisa mencari jalan keluar jika semua dalam kondisi emosi pak bu, yah, kan tadi bapak bilang jika ibu mbak mila sedang mencarinya, apa rumahnya dekat dengan rumah ini".


" iya kami cuma beda RT saja ndok" jawab ibu mertua riani.


" baiklah jika seperti itu, bapak atau ayah yang bapak yang akan pergi ke rumah mbak mila untuk memberi tahu kan keberadaan mbak mila disini dan juga panggil pak RT atau perangkat desa sekalian bila perlu agar permasalahan ini segera terselesaikan "


" biar bapak saja yang pergi ragil biar di rumah mencegah mila pergi sebelum bapak dan yang lainnya datang, sebisa kamu tahan mila agar tetap berada di rumah ini gil".


" tapi saya sudah muak dengan semua drama mila pak".


" tahan rasa muak mu sampai bapak datang, atau kamu memang mau kembali kepada perempuan nggak bener itu gil" sewot sang ibu terhadap anaknya.


" g*** apa ragil mau kembali pada mila bu, riani saja mau menjadi istri ragil, ragil sudah sangat bersyukur bu"


" iya yah benar kata bapak dan ibu sebisa kita harus tetap menahan mbak mila tetap berada di rumah ini sampai bapak kembali, ya sudah kita ke depan lagi saja supaya mbak mila tidak curiga dan bapak maaf jika bapak harus lewat pintu belakang saja perginya karena jika lewat depan mbak mila akan curiga ".


" baik bapak akan pergi sekarang"


setelah bapan ragil pergi, ragil seperti ibu dan istrinya segera ke luar kembali untuk memulai peran menahan kepergian mila.


" bagaimana mas hasil musyawarah nya, kamu tetap memilihku kan seperti dulu ? aku tau kamu tidak akan bisa menolak pesona seorang mila sama seperti dulu mas aku makin sayang sama kamu karena meskipun kamu sudah menikah kamu tidak pernah berubah tetap memprioritaskan aku mas" ucap mila sambil akan menghambur ke puluhan ragil yang dengan reflek ragil segera menghindar maka yang mila peluk bukannya ragil tetapi ibunya ragil yang berjalan tepat beras dibelakang ragil, dan hal itu membuat ke dua mbak ragil tertawa terbahak-bahak.


" sayang kenapa kamu menghindari ku sih akun kan kepingin peluk kamu rindu tau " ucap manja mila yang membuat ragil merasa jengah dan riani malah tersenyum melihat ekpresi sang suami.


" jangan senyum - senyum seperti itu sayang, jangan membuat ayah makin gemas sama kamu" ucap ragil melihat senyuman dikulum oleh riani.


" apa mas kamu panggil aku sayang, uuh Terima kasih sayang ku " ucap mila salah faham.

__ADS_1


" heh dodol yang dipanggil ragil sayang itu istrinya bukan kamu, kalau kamu mah ke laut saja sana" jawab mbak leha.


" mas mbak leha jahat, mbak denger ya awas saja kalau nanti mila sudah menjadi adik ipar mbak, mila tidak akan membiarkan suami ku nanti untuk berbaik hati sama mbak leha, kan mbak sudah jahat sama mila ya kan sayang".


" mbak mial silahkan duduk dulu mari kua rundingkan bagaimana baiknya dari permasalahan ini".


" siapa kamu berani - beraninya menyuruh saya calon istri mas ragil, kamu itu jauh - jauh sana sama calon suamiku, jangan dekat - dekat dengan mas ragil tidak menjaga banget sama perasaan ku calon istri mas ragil"


" sudah lah mil sini kamu duduk sama ibu saja" ucap ibu ragil pura - pura lembut terhadap mila dan mendapatkan pelototan dari kedua anak perempuannya yang terkejut melihat perubahan sikap sang ibu terhadap mila, dan riani segera duduk disamping suaminya yang memilih duduk di dekat mbak dian.


" ibu kenapa ri kok bisa tiba - tiba berubah gitu " bisik mbak dian terhadap riani.


" ibu hanya pura - pura, kita tunggu bapak pulang saja mbak sambil kita menahan mbak mila tetap pergi dari sini".


" entah apa rencananya mu ri, baik mbak akan mengikutinya ". jawab mbak dian berbisik juga.


Sementara itu bapak ragil sudah sampai di rumah mila akan tetapi ibu mila tidak ada di rumah kata tetangganya ibu mila sedang keluar rumah bersama dengan tamu nya, dan bapak ragil bertemu dengan ibu mila di perjalanan menuju ke rumah pak RT.


"maaf Bu bisa bicara sebentar" ucap bapak ragil.


" owh iya bisa ada apa ya pak? ".


" begini bu, tadi waktu kita ketemu ibu bilang sedang mencari mila anak ibu kan, nah setelah saya pulang tadi ternyata mila ada di rumah saya dan sedang membuat keributan disana, jadi sudi kiranya ibu untuk ikut dengan saya untuk datang ke rumah saya bu".


" dari tadi pak bilang kalau anak gadis saya ada di rumah bapak, tidak usah bertele - tele begitu, ayo segera kita ke sana jangan sampai terjadi sesuatu terhadap anak saya".


" ya sudah mari"


Mereka berempat segera menuju rumah ragil secara bersama - sama.

__ADS_1


__ADS_2