
Serangkaian acara pun sudah
dimulai bahkan diva sang pengantin Wanita telah duduk disamping radi, diva terlihat sangat cantik dengan kebayanya akan tetapi kebaya yang dikenakan diva
terlihat agak kebesaran di badan mungil diva dan semua itu tidak luput dari pengamatan mata para ibu – ibu yang duduk di sekeliling pengantin.
“ kok kebayanya terlihat kedodoran ya, tidak pas di badan pengantin”
“ iya benar, tapi kok pinggang pengantinnya tidak terlihat ramping ya padahal badanya tidak terlalu gemuk, seperti..” ucap salah satu ibu – ibu menggantung.
“ hust jangan mengada – ngada mbak yu kedengaran si imah malah jadi ribut nanti”
“ ya lagian cukup kita aja yang
menggosip mbak nggak bakalan dengar juga si imah” jawabnya sambil nyengir.
“ kalau pun iya terjadi sesuatu wajar pernikahannya saja terkesan buru – buru, mereka kan lamaranya baru dua minggu yang lalu kok sekarang sudah menikah pasti ada apa -apanya kan ini”
timpal yang lainya semakin melebar.
“ baiklah hadirin saya mohon untuk tenang sebentar lagi kita akan meyaksikan acara sakral ijab qobul
antara mas radi dan mbak diva” ucap seseorang yang bertugas menjadi MC dalam acara tersebut.
Sedangkan radi selalu mencuri – curi pandang bukan terhadap calon istrinya diva akan tetapi selalu mencuri pandang kea rah riani yang secara kebetulan duduk lurus berada di depan radi.
“ mas radi sudah siapkan “ tanya pak petugas KUA yang mengagetkan radi yang sedang focus memandang riani dari jauh.
“ su..sudah pak” jawab radi
gugup karena kaget.
“ jangan gugup begitu mas santai saja, baiklah bagaimana kedua saksi sudah siap belum?”
“ sudah pak” jawan kedua
saksi pernikahan radi dan diva secara bersamaan.
“ baiklah sebelum acara dimulai terlebih dahulu saya ingin menanyakan apakah saudari diva terpaksa menerima pernikahan ini?” petugas KUA bertanya kepada diva sebagai pengantin Wanita.
Mendapat pertanyaan tersebut diva terlihat diam sesaat sambil menunduk.
“ seandainya aku bisa berkata jujur sebenarnya aku terpaksa menerima pernikahan ini, seandainya aku boleh memilih lebih baik aku mengurus sendiri anak dalam kandungan ku ini
seorang diri” diva larut dalam lamunannya.
“ mbak diva, mbak tidak apa
– apa kan, apa mbak diva terpaksa menerima pernikahan ini?” petugas KUA Kembali mengulang pertanyaannya terhadap sang pengantin Wanita.
“ ti..tidak pak” jawab diva lirih.
“mas radi apa mas radi merasa terpaksa menerima pernikahan ini?”
Sama halnya dengan diva radi
pun sama tidak langsung menjawab pertanyaan dari petugas KUA tersebut.
“ bagaimana mas radi apa
mas radi keberatan atau terpaksa menerima pernikahan ini?”
“ tidak pak” jawab radi pada akhirnya.
“ karena kedua mempelai sama
– sama ikhlas menerima pernikahan ini mari kita mulai acara ini dengan kita secara Bersama – sama membaca bacaan syahadat, sholawat, dan istighfar secara Bersama – sama lalu nanti di sambung oleh sang pengantin secara bergantian dimulai dari mas radi sebagai pengantin laki – laki lalu di lanjutkan oleh mbak diva selaku sebagai pengantin Wanita sudah faham kan” sang petugas memberikan pengarahan.
“ sudah pak” jawab semua yang hadir.
Lalu secara Bersama – sama
hadirin yang hadir di acara tersebut membaca syahadat, sholawat dan istighfar secara Bersama – sama lalu dilanjutkan oleh radi seorang diri dan selanjutnya oleh diva.
“ mas radi sudah hafal belum bacaan ijabnya?”
“ sudah pak “ jawab radi
__ADS_1
“ bagus nanti Ketika pak
salim selaku wali nikah dari mbak diva mengucapkan kata tunai mas radi langsung mengucapakan kalimat ijabnya ya, mau dicoba dulu apa langsung saja ini mas”
“ langsung saja pak” jawab radi mantab.
“ wah sepertinya pengantin laki – laki sudah tidak sabar untuk menghalalkan mbak diva ini, baiklah kalau begitu mari pak salim saya persilahkan”
Ketika pak salim selaku wali nikah diva mengucapkan kata tunai maka dengan sangat lancar tegas, dan lantang radi mengucapkan kalimat ijabnya.
“ Saya terima nikah dan kawinya riani binti sudrajat dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai” ucap radi dengan tegas dan lancar tanpa ada keraguan sama sekali.
Kalimat ijab yang baru saja
diucapkan oleh radi membuat geger para hadirin yang hadir dan menyaksikan jalanya pernikahan tersebut, bahkan kalimat yang diucapkan radi mendapat
beberapa tanggapan dari orang – orang yang hadir, sedangkan sang punya nama yang disebutkan radi dalam kalimat ijab qobul nya hanya duduk terbengong.
“ sebentar – sebentar nama
penggantinya kan diva binti heru kan kenapa yang diucapkan pengantin laki – laki menjadi riani binti sudrajat, mantannya ya mas “ ucap pak petugas KUA tersebut.
Kontan pertanyaan petugas
KUA tersebut semakin membuat suasana yang tadinya hikmad menjadi riuh.
“ benar itu pak “ jawab seseorang dengan lantang dan langsung mendapat tatapan tajam dari bu lastri.
“ kamu ini bagaimana sih di
calon istri mu itu diva bukan riani” geram bu lastri terhadap sang anak.
Sedangkan radi sang pembuat
onar malah terlihat tersenyum sambil memandang riani.
“ setidaknya aku sudah
pernah mengucapkan kalimat sakral ini untuk mu dek, meskipun aku tau itu tidak akan bisa merubah semuanya menjadi nyata” radi berkata dalam hati sambil tersenyum.
“ apa bu riani mantan mas radi ya? sepertinya mas radi masih sangat mencintai bu riani” kata diva dalam
“ ya ampun radi, bisa tidak
sih tidak membuat malu keluarga,di acara pernikahannya sendiri” geram imah setelah melihat diva yang seolah – olah meminta penjelasan kepadanya.
“ sepertinya mas radi benar – benar belum bisa melupakan bu riani ya sampai – sampai dia salah sebut Ketika mengucapkan kalimat ijabnya mana lengkap dengan bintinya lagi tadi pengucapannya” seseorang yang duduk dengan wisnu memberikan komentar.
“ iya tidak menjaga perasaan mas ragil dan calon istrinya banget sih” timpal yang lainnya.
“ kalau aku jadi suami bu riani sudah tak bejek – bejek radi” ucap salah satu pemuda.
Sedangkan ragil cuma tersenyum mendengar dan melihat keonaran yang diciptakan radi barusan, ragil
sadar sebenarnya radi memang sengaja mengucapkan kalimat sakral itu buat istrinya.
“ sayangnya kalimat itu sudah telat kamu ucapkan radi, riani sudah menjadi milikku seribu kali pun
kalimat itu kamu ucapkan tidak akan merubah kenyataan bahwa riani hanya milik ragil seorang” ucap ragil lirih penuh kemenangan.
Sementara imah dengan sengaja segera mencubit pinggang radi dengan penuh emosi berharap bisa segera menyadarkan sang adik yang telah membuat keributan, imah benar - benar emosi mendengar kalimat yang radi ucapkan barusan.
“ dasar tidak punya otak
kamu di, bikin malu saja” ucap imah penuh penekanan terhadap sang adik.
“ sekarang ayah semakin yakin nak jika pernikahan ini bukan atas keinginan mu nak, ayah semakin merasa bersalah karena tidak bisa membantumu memperjuangkan cintamu untuk riani, maafkan ayah nak” ucapnya pak sanusi nanar.
“ sepertinya pengantin prianya sedang gugup mari kita ulang saja acara ijab qobul nya, mas pengantin ingat jangan lagi salah sebut nama ya”
“ gugup sih wajar pak akan
tetapi jangan salah sebut nama istri orang begitu dong kan kesannya gimana gitu, kan nggak sama bu riani dan suaminya pak ” teman radi yang ikut hadir
yang mengetahui kisah perjalanan cinta radi dan riani memberikan komentar.
“ entahlah apa itu yang pasti mari kita ulang acara ijab qabulnya, mas radi bisa fokus kan apa perlu
__ADS_1
nama istri dan ayahnya sama tuliskan ?”
“ tidak pak “ jawab radi
“ kalau tidak perlu awas jangan sampai keliru lagi ya”
“ iya pak maaf” ucap radi
“ silahkan pak salim” sang petugas KUA mempersilahkan wali dari pengantin wanita untuk memulai kembali acara ijab qobulnya.
‘ sebentar pak saya boleh izin sebentar tidak ya” tiba – tiba terdengar diva menyela.
“ ya mbak silahkan serambi
menunggu mas radi juga biar fokus Kembali”
“ oalah kok yo ada – ada saja, tadi pengantin prianya yang bikin ulah sekarang pengantin wanitanya yang minta izin, ini pernikahan atau dagelan sih” tiba – tiba ada ibu – ibu yang hadir berujar dengan nada jengkel.
“ iya ya mbak yu setelah ini apa lagi ya, baru kali ini aku menghadiri pernikahan yang aneh seperti ini
kesannya seperti permainan saja tidak serius sama sekali” bisik ibu
disampingnya.
Imah yang sudah sangat geram lalu berdiri dan berkata
“ bagi yang merasa tidak berkenan ikut hadir pernikahan adik saya radi silahkan pulang saja” ucap imah dengan penuh amarah.
Kontan saja tingkah imah langsung mendapatkan reaksi dari wisnu suaminya yang merasa malu atas apa yang dilakukan imah barusan.
“ kamu ini apa sih dek bikin malu saja” ucap wisnu sambil menarik tangan imah supaya segera duduk Kembali.
“ aku jengkel dari tadi bisanya cuma menghakimi radi terus” sungut imah.
“ ya ajar mereka berkomentar pedas adik mu itu salahnya sendiri bikin ulah” jawab wisnu jengkel
dengan tingkah sang istri.
“ kok mas belain mereka sih?”
“ terus maksudmu mas harus
belain siapa adik mu yang jelas – jelas sudah buat ulah dihari pernikahannya sendiri, mau viral atau membuat malu diri sendiri radi itu, dan kamu diam dan
jangan bikin ulah lagi”ancam wisnu terhadap sang istri.
“ nah ini pengantin wanitanya sudah Kembali ayo segera kita mulai lagi acaranya” ucap petugas KUA sambil tersenyum.
“ benar pak segera mulai
saja biar tidak bikin drama lagi pak penggantinya” jawab seorang bapak – bapak.
“ iya pak, mati semuanya kita mulai dari awal lagi ya dengan membaca syahadat, sholawat, dan istighfar
seperti tadi”.
Setelah pembacaan syahadat,
sholawat, dan istighfar maka tiba lah di acara inti pengucapan kalimat ijabnya.
“ saudara radi bin sanusi aku nikahkan engkau dengan anak saya diva binti heru dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai” ucap pak salim selaku wali nikah diva dengan lantang dan tegas.
“ saya terima nikah dan kawinnya diva binti heru dengan..”
“ SETOP, hentikan pernikahan ini” belum juga radi menyelesaikan kalimat ijab qobul nya sudah
terpotong dengan kedatangan seseorang yang menghentikan pernikahan tersebut.
Terlihat seorang pemuda dan
beberapa orang pria dan Wanita datang menghentikan pernikahan radi dan diva tersebut
“ ini ada apa lagi sih” keluh para hadirin.
“ iya kok aneh – aneh saja dari tadi terus yang baru datang ini siapa lagi” ucap mereka penasaran
Sedangkan diva antara
__ADS_1
terkejut dan senang melihat siapa yang datang karena hanya dia seorang yang mengenal bahkan sangat mengenal siapa orang yang baru datang dan mengacaukan
acara pernikahannya.