Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Bertemu mantan mertua di pasar.


__ADS_3

Betapa kagetnya riani ketika membalikkan badanya, terlihat mantan ibu mertunya berdiri tidak jauh darinya.


wanita paruh baya menggunakan jilbab warna maron dan terlihat lebih kurus dari pertemuan terkahir mereka tahun lalu.


Sudah satu tahun ini memang riani benar - benar memjauh dengan keluarga mantan suaminya itu, bahkan dengan mantan suami pun tidak pernah lagi bertukar kabar, bahkan manatan suaminya juga tidak pernah menghubunginya sekedar bertanya kabar sang anak.


"ibu apa kabar". Sapa riani sambil mendekat dan bersalaman dengan takzim ke mantan ibu mertuanya.


"ayo sayang, salim sama mbah".


Dini pun mendekat untuk bersalaman dengan neneknya.


" dini sudah besar ya sekarang, kenapa tidak pernah ke rumah mbh ndok, mbah dok sama mbah anang kangen sama dini".


" dini sudah sekolah, kelas berapa sekarang? ".


" kelas satu mbah".


" riani meskipun kamu sudah berpisah dengan aldi, tolong jangan pisah kan dini dengan kami juga".


" tidak ada yang memisahkan dini dengan ibu, maaf selama ini kami tidak pernah lagi berkunjung ke rumah ibu".


" maafkan mbah anang dan mbah dok, yang tidak pernah mengunjungi dini ya".


" tapi bapak mu sering berkunjung kan?".


" tidak bu, bahkan menelfon pun tidak pernah".


Riani menjawab jujur pertanyaan mantan ibu mertuanya itu, toh memang selama ini aldi mantan suaminya tidak pernah berkunjung atau menelfo menanyakan dini.

__ADS_1


" dasar bocah gemblung, sudah tidak usah bahas dia, dini mau beli apa ini? ".


" mau beli pensil mbah".


" sini beli sama mbah dok saja ya ndok, nanti pulang ikut mbah dok ke rumah nanti sore biar diantakan mbah anang mu pulang ke rumah ibu mu".


" enggak mbah, dini sama ibu saja".


Dini menolak permintaan mbahnya, karena memang selama empat tahun ini mbah dari bapaknya iti juga tidak pernah datang berkunjung untuk melepas rindu terhadap sang cucu, jadi wajar jika dini kurang nyaman berda di dekat mbah doknya.


" kenapa tidak mau, apa dini tidak rindu dengan mbah anak dan mbah dok ndok".


Dini diam tidak menjawab pertanyaan mbahnya.


" bu ayo bu masuk ke tokonya nanti mbah uti lama nungguinnya".


" owh iya mari permisi mbah, kami masuk dulu nggeh".


" bu kalau mbah dok rindu kenapa tidak datang ke rumah saja ya".


" ibu tidak tau sayang, sudah ah ayo pilih mana pensil yang mau dini beli".


Sedangkan bu lilis mantan mertua riani, sepeninggal riani dan cucunya bergegas mencari suaminya untuk mengabarkan bahwa dia barusan bertemu dengan sang cucu.


" pak,, bapak,, ".


" ada apa to bu kok teriak - teriak, malu tau".


" bapak tau tidak ibu habis bertemu dengan siapa?".

__ADS_1


" ya mana bapak tau wong ibu belum cerita". Sewot sang suami


"ibu habis bertemu dengan riani juga dini cucu kita pak" bu lilis menjawab dengan sendu pertanyaan suaminya.


"Apa bi, dimana?".


" di tokonya neng nita pak".


" kenapa dini tidak ibu ajak kesini, bapak juga kangen sama dini bu".


" dininya tidak maunpak".


" pasti riani sudah mengajari dini hal - hal yang tidak benar supaya dini tidak mau sama kita bu".


" tidak pak, spertinya dini memang kurang nyaman dengan kita, ini juga salah kita pak bukan salah ariani".


" semejak aldi sama riani berpisah pernahkah kita menengok cucu kita, tidak kan".


" jadi jangan salahkan riani kalau cucu kita tidak mau dekat dengan kita".


" sudah - sudah jangan saling menyalahkan, ayo antar bapak le toko yang dini datang i bu, kangen bapak sama dini, siapa tau setelah bertemu mbah anangnya dini mau ikut kita pulang".


" ayo pak".


Akan tetapi ketika mereka sampai di toko yang mereka tuju riani dan dini sudah tidak ada.


"mereka sudah pulang sepertinya bu".


" iya pak, apa kita cari dulu di dalam pasar ya pak, siapa tau mereka belum pulang".

__ADS_1


" ayo bu".


Mereka berdua lalu berjalan menuju pasar, dan berharap bisa bertemu dengan cucunya.


__ADS_2