Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Ketika Masa Cuti Telah Berakhir.


__ADS_3

Malam hari ketika selesai belajar ada yang aneh dari dini, tiba - tiba dia tidak mau tidur bersama sang ibu, dan riani sudah membujuknya dini tetap tidak mau dan ketika ditanya dini mau tidur dengan mbah kakung dan mbh uti.


" sayang ayo tidur sudah malam ini besok kan dini harus sekolah, jangan lupa gosok gigi dulu ya" ucap riani sambil memberikan buku - buku dini setelah dini belajar malam ini.


" iya bu, tapi boleh ya mulai malam ini dini tidurnya tidak sama ibu dan ayah? "


" kok tumben terus dini mau tidur sama mbah? ".


" iya dini mau tidur sama mbah kakung dan mbah uti".


" kenapa sayang, sudah nggak sayang sama ayah ya? " timpal ragil.


" bukan yah kata bude leha dini kalau kepingin punya adek bayi kalau tidur tidak boleh sama ibu dan ayah gitu ".


" iss mbk leha ini ada - ada saja" batin ragil.


" tidak sayang bude leha bohong sama dini, sudah ayo ayah temani dini tidur".


" nggak yah dini sama mbh uti saja, ayo mbah kita tidur di kamar mbah" ajak dini terhadap mbh utinya.


" sayang" katanya riani sambil berkaca, karena selama ini riani selalu tidur bersama dengan dini.


" sudah ri mungkin dini kangen sama mbah utinya, besok dia pasti kembali tidur bersama mu" bapak riani ikut menimpali.


" baiklah tapi malam ini saja lo ya" akhirnya riani memberi izin dini tidur dengan mbahnya.


" asiik, tapi kalau nyaman tidur dengan mbh uti ya dini terus tidur dengan mbh uti nya bu" jawab dini sambil berlalu masuk ke kamar mbahnya.


" lho kok gitu" protes riani.


dan perkataan riani tidak mendapatkan jawaban dari sang anak yang sudah masuk ke dalam kamar.


" gosok gigi dulu nak"


" sudah tadi sama ayah" ragil yang menjawab perkataan riani.


" bu ini HP ibu bunyi, bu lilis yang telfon" kata ragil ke pada riani sambil menyerahkan HP riani yang berbunyi.


" Terima kasih yah, sebentar ibu terima telfon mbak tiya dulu".


" iya ayah tunggu di kamar saja ya".


" assalamualaikum mbak tumben nelfon ada apa? ".


" tumben kamu bilang kamu itu yang semenjak punya suami seperti melupakan ku"


" jawab dulu salam riani apa mbak".


" owh iya lupa, waalaikum salam riani mantan janda yang cantik".


" mulai dech, ada apa mbak? ".


" besok kamu sudah mulai sekolah kan? ".


" iya bener ada apa memangnya? ".


" tidak ada sih mbak cuma sekedar mengingat kan kalau malam ini jangan kerja lembur takutnya besok tidak jadi sekolah karena ngantuk atau kecapekan, hehehehee... ".


" ya ampun mbak usil banget sih, nelfon cuma mau ngusilin aku saja, sudah ah kirain ada apa, assalamu'alaikum "


Riani segera mematikan panggilannya, dan menyusul suaminya ke kamar.


" bu mbak leha kok ada - ada saja ya, ayah kok jadi takut kalau anak gadis tidak mau lagi tidur bersama kita".

__ADS_1


" entah lah yah, kita lihat saja besok bagaimana"


" dan ibu merasa tidak pas kita ketemu sama radi tadi kok dia kelihatan kurus ya bu".


" ibu tidak terlalu memperhatikan dia yah".


" apa yang terjadi sama dia ya bu, apa dia sakit? ".


" mana ibu tau yah, lagian kenapa sih malah bahas dia bahas yang lai saja lah".


" baiklah bahas kapan kita buat adik bagi dini ya"


" kalau itu mah mau ayah"


" yah besok kan ibu sudah mulai beraktifitas kembali ke sekolah, ayah besok rencananya mau kemana? ".


" besok setelah mengantar ibu dan dini ke sekolah ayah mau ke kebun sama bapak bu, jadi besok kalau ibu mau pulang sekolah ibu kabar I ayah ya".


" iya, mudah kalau soal itu"


Malam segera berlalu selesai memasak riani belum melihat dini anaknya bangun dari tidur.


" dini belum bangun ya mak? " tanya riani ke emaknya.


" sudah dari tadi subuh bangunnya, cuma sekarang masih minta dikelonin sama mbah kalungnya ".


" tumben, sebentar riani panggil dini dulu mak sudah waktunya dini mandi".


" lho kok malah masih tidur sih nak usah siang ini".


" sebentar lagi bu mumpung libur ini".


" siapa bilang libur, hari ini dini sudah mulai masuk sekolah lo liburnya udah abis"


" iya lah, sana mandi"


Dengan berlari dini menju makar mandi untuk mandi pagi.


" ibu mana seragam dini" tanya ragil ke istrinya yang sedang menyiapkan menu sarapan buat mereka sekeluarga.


" ada di lemari pink yah yang gambarnya hello kitty itu lo".


" yang bagian atas" ucap riani lagi sebelum ragil beranjak jauh.


selesai sarapan dan bersiap riani segera menuju ke sekolah tempat dia mengajar dengan di antar oleh suaminya.


" cie.. yang sudah punya suami sekolah saja minta dianterin" ledek mbak tiya begitu melihat riani datang ke sekolah diantar oleh ragil.


" biar semua orang tau kalau riani punya suami" jawab riani sambil tertawa.


Setelah bersalaman dengan suaminya riani segera menuju kantor, ketika jam pertama telah dimulai riani segera menuju kelasnya, dan alangkah terkejutnya riani begitu masuk kelas anak - anak didiknya telah menyiapkan sebuah kejutan untuknya.


" Selamat datang bu riani, kami rindu dengan ibu" ucap anak didik riani dengan serempak sambil memberikan beberapa bingkisan buat riani.


" selamat menempuh hidup baru bu maaf kami tidak bisa hadir di acara ibu" ketua kelas mewakili teman - temannya untuk berbicara.


" iya sayang tidak apa - apa terimakasih untuk semuanya ya" ucap riani dengan terharu.


Setelah selesai acara sambutan ala anak - anak riani segera memulai materi hari ini.


" baiklah untuk memulai pelajaran pagi ini, anak berdo'a terlebih dahulu ya".


" baik bu"

__ADS_1


Ketua kelas segera memimpin membaca do'a sebelum memulai materi yang pertama ini.


Sementara itu ragil telah berada di kebun sawit.


" itu buah sakitnya sudah terlihat siap pengen pak, kapan kita panennya? ".


" besok hari minggu, kamu bisa belum mendodos sawit gil? ".


" belum sih pak, nanti tolong ajari ya? ".


" mudah kalau soal itu, sementara kamu yang ngaku buah sakitnya saja, biar bapak sama mas mu yang memanen".


" iya pak, ini kira - kira satu tandan berapa pak beratnya? ".


" rata - rata satu tandan sekitar tiga puluh sampai empat puluh kilo gram gil"


" wah lumayan berat ya pak".


" beberapa tahun ke depan bisa lima puluh kilo satu tandannya gil dan ketika satu tandanya sampai lima puluh kilo saat ibu bapak sudah tidak kuat lagi memanen maka tinggal kamu yang mengurusi kebun sawit ini, bapak tinggal santai di rumah momong cucu".


" boleh pak, bapak sama emak tinggal di rumah saja momong" jawab ragil.


" ngomong - ngomong soal cucu kapan nih kamu sama riani kasih cucu bapak lagi? ".


" nanti pak kalau dini sudah kelas enam".


" ya masih lama itu gil, kenapa memangnya? ".


" maaf sebelumnya pak, kan selama ini dini kurang mendapat kasih sayang dari bapaknka dungnya, jadi menurut ragil biar dini puas dulu menikmati kasih sayang kami sebelum terbagi dengan adiknya pak"


" sebenarnya kalau bapak sama emak sih terserah kalian berdua gil, kalau menurut kamu sama riani mau seperti itu ya bapak sama emak manut saja"


" iya pak terima kasih, ini dananya disusun dimana pak? ".


" coba kamu perhatikan lorongan tanaman sawit ini, di jalur kita berdiri ini terlihat bersih dari pelepah sawit kan dan di jalur sebelahnya terdapat tumpukan pelepah sawit ".


" iya ya pak, memang sengaja bapak buat seperti ini ya".


" iya biar mudah dalam kita memetik dan mengangkut buah sawitnya, biar aman lah gari pelepah sawit yang banyak dirinya".


" oalah seperti itu to pak, selama ini bapak memanen sawit sendirian"


" tidak bapak dibantu boleh mas mu anaknya pakde, kalau misalnya riani tidak sibuk ya riani bantuin mengangkut buah sawit pakai motor".


" masak sih pak riani istri ku mau mengangkut buah sawit? ".


" kalau kamu tidak percaya tanyakan kepada warga sekitar gil"


" wah wah wah makin salut aku sama istri ku pak, tapi mulai saat ini dan seterusnya tidak akan ragil biarkan dia mengakut biah sawit lagi, cukup sekolah dan di rumah saja lah kasian pak".


" bapak juga sebenarnya tidak tega gil, tapi dia yang ngotot mau bantuin bapak".


" mungkin dia juga tidak tega melihat bapak setelah memanen buah sawit masih harus mengangkut buahnya juga"


" iya sih akan tetapi tidak tiap manen riani selalu bantuin bapak, cuma pas mas mu tidak bisa bantuin bapak baru riani yang turun tangan bantuin bapak".


" oh saya kira bantuin tiap manen pak, ini sudah selesai pak, terus kita mengerjakan apa lagi pak? ".


" ya pulang to kalau sudah selesai, lagian kamu kan harus jemput riani dan dini kan, nanti malah kesiangan jemputnya".


" ayo kalau begitu pak"


Selesai membersihkan pelepah sawit ragil dan bapak mertuanya segera pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2