
Radi menatap nanar hpnya, dia tidak menyangka jika riani Wanita yang disayanginya dengan tulus tega menghianatinya parahnya lagi riani berhianat dengan orang yang dikenalnya dengan baik.
“ Apa salahku padamu dek, aku hanya meminta mu setia dan lebih bersabar sedikit saja, aku hanya perlu
mendapatkan restu dari keluarga ku, akan tetapi kamu malah tega menghianati ku dengan ragil” batin radi dia sangat kecewa dengan keputusan riani yang mengambil keputusan secara sepihak.
Radi keluar dari kamarnya dan dilihatnya sang adik naya yang sedang memainkan hpnya.
“ dek ibu kemana?”
“nggak tau mas tadi sih perginya sama mbak imah, coba mas telfon mbak imah kemana tadi pagi pergi sama ibu”.
“nggak ah, ,as Cuma mau bilang kalau mas mau ke rumah diki, nanti kalau ibu tanya bilang saja, mungkin mas agak lama nanti di sana”.
“ oh, iya mas nanti naya sampaikan ke pada ibu”.
Radi segera pergi ke rumah diki sahabatnya, entah lah dia hanya ingin menenangkan suasana hatinya yang
sedang kecewa, akan tetapi Ketika sampai di rumah diki rumahnya tertutup rapat, tandanya sang penghuni rumah sedang tidak ada, di tunggunya diki sebentar akan tetapi tetap tidak ada lalu radi memutar balik motornya untuk pulang saja, akan tetapi memang nasib lagi sial di pertengahan perjalanan pulang motor yang dikendarainya mogok, akhirnya radi dorong sampai di bengkel terdekat.
“ kenapa mas motornya” tanya pemilik bengkel.
“ tidak tau mas, tiba – tiba mati, tolong perbaiki ya mas”.
“ iya mas, tapi maaf tidak bisa selesai hari ini karena mas lihat pasien motor saya sedang banyak mas,
jadi kalau mas mau mungkin lusa baru bisa saya tangan I, tapi kalau mas tidak mau atau ingin cepat – cepat jadi motornya bisa mas bawa ke bengkel lain mas”.
“ biar di sini saja mas, tidak apa – apa agak lama yang penting jadi motor saya,”.
radi terpaksa meningalkan motornya di bengkel dan berjalan kaki pulangnya, untungnya baru beberapa meter
berjalan kaki ada pengendara motor yang lewat dan menawarkan tumpangan kepada radi.
Sesampai di rumah, suasana rumah terlihat sepi naya adiknya pun tidak terlihat, dan ibunya juga belum
kelihatan, sedangkan bapaknya memang dari pagi sudah ke rumah mbaknya entah apa yang dilakukannya disana, tidak mau ambil pusing tentang suasana rumahnya yang sepi radi segera memasukki kamarnya dan mengunci pintunya dia bermaksud inngin tidur saja, mungkin dengan tertidur dia bisa melupakan semua masalahnya. akan
tetapi belum juga radi tertidur terdengar suara ibu nya memangil naya adiknya.
“ naya .. naya.., pada kemana sih kok sepi coba kamu telfon nay amah tanya kemana dia kok rumah sepi sekali radi juga tidak terlihat”.
“ iya bu sebentar imah telfon naya dulu”.
Baru saja imah mengeluarkan hp dari dalam tasnya naya sudah terlihat keluar dari arah belakang.
“ dari mana kamu nay” tanya mbak imah kepada adiknya.
“ dari belakangn mbak, ada papa?”.
“ kemana mas mu radi, kok tidak terlihat” tanya ibu lastri kepada anak gadisnya.
“ tadi katanya ke rumah mas diki bu, memangnya ibu sama mbak imah tadi kemana sih kok lama sekali perginya
__ADS_1
mana pulang tidak bawa apa - apa”.
“memangnya kami pulang mau bawa apa naya, wong kami dari rumah riani si janda gatal kesayangan mas mu itu”
dengan sengit imah menjawab pertanyaan naya.
dan jawaban imah membuat radi yang berada di dalam kamarnya sangat terkejut akan tetapi dia masih
terdiam di dalam kamarnya malah dia mengheningkan suara ponselnya takut ada yang menghubunginya dan suara ponselnya dterdengar sampai ke ruang tamu yang ada disebelah kamanya itu
“ ibu sama mbak imah ke rumah riani mengapa atau jangan – jangan ini ada hubungannya dengan keputusan
yang riani ambil tadi”
“ memangnya ada apa mbak sama ibu ke rumah mbak riani?” pertanyaan naya seolah mewakili pertanyaan radi
dalam hati tadi.
“ bukan urusan mu, anak kecil tidak usah ikut campur urusan orang tua” jawab imah.
“ mbak naya sudah besar ya”.
“ ya bahkan sudah berani berpacaran sayangnya dengan orang yang tidak jelas” imah memang kurang menyukai
naya berhubungan dengan nano.
“sudah – sudah jangan rebut, ibu sama mbak mu tadi ke rumah riani untuk memintanya melepaskan mas mu,
dan dia bersedia dengan permintaan ibu, ibu fikir akan susah untuk menekan dia supaya mau pisah dengan mas mu ternyata mudah, Cuma ibu kasian dengan teman mu ragil ikut terlibat dalam hal ini”.
“ bisa wong riani mengaku dengan mas mu solah – olah dia sudah selingkuh dengan ragil, kalau riani tidak
beralasan selingkuh mana mau mas mu melepaskan janda beranak satu itu nay, kamu seperti tidak tau betapa mas mu cinta mati kepada riani”.
“ sudah tau mas radi cinta mati sama mbak riani kenapa ibu sama mbak tega memisahkan mereka?”.
“ibu tidak mau punya menatu janda punya anak lagi, malu ibu sama tetangga juga saudara – saudara naya”.
“ hanya karena malu ibu sama mbak tega memisahkan meraka, apa sudah ibu fikirkan bagaiman persaan anak
ibu, pantas saja tadi mas radi terlihat sedih dan kecewa pas bilang ma uke rumah mas diki, tega ibu sam mbak”.
“ sudahlah setidaknya ibu sudah lega karena sekarang mereka sudah berpisah, dan kamu imah kamu berhutang
penjelasan dengan ibu soal kejadian di rumah ibunya luna”.
“e..e..e.. itu bu kemarin imah pas pulang dari toko memebli gula melihat dini sedang bermain dengan luna,
lalu imah mendengat dan bilang ke ibunya luna kok boleh luna bermain dengan dini, dini kan anak yang tidak punya bapak, eh belum selesai imah bercakap – cakap dengan ibunya luna tiba – tiba datang bude sumi sambil marah – marah”.
“ wajar kalau beliau marah mbak, memang mbak tidak ada otak kalau berbicara” geram radi sudah tidak tahan mendengar pembicaraan mereka dari dalam kamarnya.
Perkataan radi sontak membuat semua yang ada di ruang tamu terkejut, ibunya dan imah ibunya bahkan wajahnya langsung terpucat melihat radi sudah ada di hadapan mereka dengan tiba – tiba degan muka merah menahan amarah.
__ADS_1
“ nak sejak kapan kamu di rumah” tanya ibunya dengan wajah pucat dan suara bergetar.
“ sebelum ibu, sama mbak imah datang radi sudah ada di kamar” jawab radi masih dengan muka merah padam.
“ ada yang mau dijelaskan sama radi bu, mbak imah, kenapa ibu sama mbak imah begitu tega sama radi ? apa
salah radi dan riani dengan ibu dan mbak imah ? apa kurang selama ini bakti radi terhadap keluarga ini ? selama ini radi tidak pernah meminta atau menuntut apa pun kepada ibu, bahkan kepada keluarga hanya satu pinta radi restui hubungan radi denga riani itu saja” mohon radi sambal berlinang air mata.
Selama ini tidak pernah sekali pun radi menangis dihadapan ibunya akan tetapi kali ini dia tidak bisa menahan kesedihan yang disebabkan oleh ibu danmbaknya, orang yang begitu radi hormati tega bertindak diuar nalar radi”.
“ ada ap aini kenapa kamu berteriak di depan ibumu radi?” tiba – tiba bapak muncul di depan pintu masuk rumah”.
“ tanya kan kepada istri dan anak sulung bapak ini kenapa metreka berdua tega memisahkan radi dan riani”.
“ apa yang terjadi bu, imah?”.
Dengan takut – takut bu lastri menjelaskan semuanya kejadian di rumah riani tadi kepada suaminya.
“ apa ibu sama imah berfikir bahwa Tindakan kalian benar, tidakah kalian bisa menghargai radi sedikit saja”.
Selama ini bapak radi diam bukan berarti tidak peduli akan masalah yanh sedang dihadapi oleh anak laki – lakinya, akan tetapi menahan semuanya di dalam hati, bahkan beliau sebenarnya mendukung hubungan radi dan riani, beliau tidak pernah berfikir bahwa istri dan anak sukungnya akan bertindak gegabah seperti tadi.
“ apa sekarang yang akan kita lakukan, jujur bapak merasa malu dengan keluarga riani kenapa ibu tidak meminta saran dulu dengan bapak, radi apa perlu bapak ke rumah riani untuk meminta maaf atas Tindakan ibu dan mbak mu?”.
“ tidak pak. Radi sudah memutuskan lebih baik radi pergi saja dari rumah\, radi akan pergi ke kota B***** siapa tau disana dengan suasana baru dan jauh dari riani radi bisa melupakan riani pak\, supaya ibu dan mbak imah puas sudah berhasil memisahkan radi dengan riani juga sudah menuduh riani tidak setia”.
“ jangan tinggalkan ibu radi, apa yang ibu lakukan sama mbak mu itu memang yang terbaik buatmu nak” mohon sang ibu terhadap riadi.
“ baik buat ibu dan imah belum tentu baik bagi radi” bentak bapak ke pada istrinya.
“ memnangnya kamu mau pergi kemana mas?” tanya nama ke pada masnya.
“ belum tau, yang penting mas pergi dari rumah ini”
“ jangan nak, jangan pergi dari rumah, ibu tidak mau jauh dari kamu, dan bagaimana dengan usaha kamu kalau kamu pergi?”
“ada bapak yang akan meneruskan usaha radi”
“ berapa lama kamu akan pergi?”
“ belum tau pak, sampai hidup radi terasa tenang”.
“maafkan kesalahan ibu dan mbak mu nak, ibu tau apa yang ibu lakukan salah, akan tetapi semua sudah terjadi”.
“ makanya bu lain kali fikirkan dulu sebelum bertindak, setidaknya musyawarahkan dulu dengan keluarga, jangan bertindak gdengan gegabah, runysmksn akhirnya”
“ bu, mbak kalau radi boleh tau apa alasan ibu sama mbak sangat membenci riani, apa karena dia janda atau apa?”
“salah satu alasan ibu membencinya karena dia tidak pantas buat mu, juga karena dia janda” jawab ibu lastri lirih.
Radi memilih meninggalkan ruang tamu dan masuk Kembali ke kamarnya, dia sangat kecewa denga napa yang
sudah ibu dan kakaknya lakukan, dan dia juga merasa bersalah kepada riani karena sudah berburuk sangka ke pada riani, wajar jika riani menambil keputusan berpisah dengannya karena apa yang dilakukan mbak dan ibunya sudah kelewat batas.
__ADS_1
“ dengan siapapun nanti kamu menikah semoga kebahagian selalu menyertaimu dek, maaf tidak bisa memperjuangkan cinta kita supaya kisah kita berakhir dengan indah”.
keesok paginya radi benar - benar pergi ke kota B***** dengan membawa rasa kecewa yang begitu besar terhadap ibu dan mbaknya\, dia tidak tau kapan akan kembali pulang kedesanya. yang pasti dia ingin benar - benar bisa melupakan riani dan segala kisah tentang mereka.