Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Kunjungan Pertama Ke Rumah Mertua


__ADS_3

Hari ini sesuai dengan kesepakatan kedua keluarga seluruh keluarga riani akan berkunjung ke rumah ragil atau sang mertua riani, sedari pagi sudah nampak kesibukan terjadi di rumah riani, riani sibuk memasak untuk sarapan sedangkan ragil sang suami sibuk mengurus anak gadis kecilnya dini.


" yah mandinya pakai air hangat ya dingin soalnya ".


" iya sayang sebentar ayah siapkan dulu ya air hangat nya, dini duduk dulu disini ayah akan meminta ibu merebus air dulu untuk dini mandi".


" iya yah".


Ragil segera menemui sang istri untuk meminta merebuskan air hangat untuk dini mandi.


" bu ada air panas tidak? ".


" ada ayah mau kopi sekarang ya? "


" bukan buat kopi bu, itu dini minta mandi dengan air hangat".


"apa, mandi dengan air hangat tumben, biasanya sedingin apa pun cuaca dini tetap mandi dengan air dingin yah, makin manja saja dia dengan ayah".


* biarlah bu, sekali - kali manja tidak masalahkan, mumpung belum punya adik, sini mana air panasnya biar ayah yang siapkan buat dini mandi".


" itu didandang sebelah kuali yah, mau ibu ambilkan".


" biar ayah sendiri yang ambil".


" ada apa to ri? " tiba - tiba mbah uti dini muncul di dapur.


" ini lo mbah, tumben - tumbenan dini minta mandi air hangat dengan ayahnya ".


" hahahaa makin manja saja tingkah dini ri, sudah sana kamu siapkan dulu air hangatnya, biar emak yang melanjutkan masak".


" biar dini saya saja mak yang menyiapkan mandinya, biar cepat* jawab ragil.


" ya sudah kalau begitu saya menyapu saja" timpal emak riani.


" ibu minggir dulu ayah mau ambil air panasnya ".


Riani segera benggeser sedikit kesamping untuk memberi ruang buat suaminya mengambil air panas.


" cup, terima kasih sayang" ucap ragil sengaja mencium pipi riani dengan tujuan menggoda riani.


" apaan sih yah kalau bapak sama emak lihat kan malu".


" kenapa harus malu, sini ayah kasih yang lebih".


" ayah sedang membawa air panas lo".


" gampang itu air panasnya ayah taruh dulu dong".


" masih kurang apa yah yang semalam? ".


" akan selalu kurang sayang, mau yuk nambah lagi ".


" ayah serius nih ibu masak tidak akan selesai - selesai kalau ayah masih tetap disini, sana airnya keburu dingin itu".


" iya - iya sayang, tapi lain waktu mau ya kalau suami mu ini minta tambah jatah memproduksi adik dini".


" nanti dibahas lagi, bisa - bisanya ayah membahas hal itu disini ".

__ADS_1


" iya dulu baru ayah mau pergi dari dapur ".


" iya - iya, sudah sana".


" siap sayangku" jawab ragil sambil mentoel dagu riani.


Setelah semua siap mereka sekeluarga besar berangkat menuju kediaman ragil yang berada di kecamatan sebelah, menempuh perjalanan kurang lebih satu jam rombongan keluarga pak sudrajat sudah sampai di kediaman keluarga besannya, dan mereka disambut dengan hangat boleh keluarga ragil yang memang sudah menunggu kedatangan mereka tersebut.


" Assalamualaikum pak besan apa kabar? " bapak riani mengucapkan salam


" waalaikum salam Alhamdulilah baik Pak besan, mari silahkan masuk bapak - bapak, ibu - ibu, maaf tempatnya sempit ya".


" ah tidak pak ini lebih dari cukup, ini maaf jika kedatangan kami merepotkan keluarga besan".


" tidak merepotkan pak justru kami malah sangat senang dengan kedatangan pak sudrajat sekeluarga, mari silahkan diminum dan dinikmati hidangan apa kadarnya ini pak".


" pak darno bisa saja"


serangkaian acara berjalan dengan lancar dan setelah berpamitan keluarga riani mohon diri untuk pulang dan dini ikut ibunya tinggal di rumah mbah barunya.


" sayang sini ayah mau tanya, dini kerasan tidak di rumah ayah ini? ". ucap ragil terhadap anaknya ketika keluarga riani sudah pulang semua .


" kerasan sepertinya yah, tapi bagaimana dengan sekolah dini? dan ibu akan jauh jika pergi ke sekolah".


" ya dini tetap sekolah dong kita disini kan cuma beberapa hari tidak lama sayang, tapi dini kerasan kan? ".


" asal dengan ayah sama ibu dimanapun dini kerasan yah".


" anak pintar, ayo sini dini ayah kenalin dengan mbak dini yang ada disini" ajak ragil terhadap anaknya


" ayo yah supaya dini ada temannya juga bu dini ikut sama ayah ya".


" ya sudah kalau begitu, nanti bangun tidur boleh ya bu, biar dini punya kawan disini".


" iya, nanti juga mbak ke sini sayang setelah bangun tidur".


" dini mau tidur sekarang atau nanti? kalau masih nanti sini sama mbah dok dulu " ucap ibu ragil terhadap dini.


" sekarang saja mbah, supaya nanti bangunnya tidak kesiangan".


" ya sudah kalau begitu ".


" sayang jangan lupa sholat dzuhur dulu ya sebelum tidur ".


" iya bu, ayo yah antar dini ambil wudhu dulu".


" ayo sayang".


" begitulah mbak kalau lagi sama ayahnya apa - apa nak ayah itulah dini".


" malah bagus kan ri, dini bisa dekat dengan ayahnya".


" iya mbak, ini piringnya ditaruh dimana ya mbak? ".


" di meja dekat lemari itu saja ri nanti biar dekat kalau menyimpannya dilemari".


" iya mbak, riani letakkan dulu ya piring - piring ini".

__ADS_1


" iya, setelah itu istirahat lah kamu dek, nanti kita lanjutkan lagi beres - beresnya".


" kita selesaikan saja dulu mbak baru istirahat, tinggal sedikit lagi ini".


" ya sudah kalau begitu, mbak akan membersihkan ruang tamu dulu bantuin dian ya".


" iya mbak"


riani segera memebreskan semua yang berantakan di dapur mertuanya, masih ada beberapa lagi yang harus dia cuci, sementara mbak iparnya membantu ipar satunya membereskan ruang tamu, ketika riani sedang menyelesaikan mencuci di sumur ragil datang mendekat.


" sini biar ayah saja yang memgambilkan ibu air untuk mencucinya, biar ibu tidak terlalu capek".


" lho kok ayah disini, dini sudah tidur? "


" mana mungkin tidur dia, anak mbak leha datang ya asik bermain sekarang, biarlah bu biar tidak kesepian dini disini nanti malam malah cepat tidurnya dan kita... "


" jangan mulai lagi deh, tidak lihat tempat banget".


" hehehe harap maklum dong pengantin baru gitu lo".


" yah, dini boleh ikut mbak zahra bermain tidak? ".


" kemana memeng mainnya? "


" tidak tau dini yah"


" mbak zahra mau mengajak adek dini main kemana memangnya".


" ke rumah tante olif om, boleh ya? "


" owh iya boleh hati - hati tapi ya"


" iya om, tante adek sama zahra main dulu ya".


" iya sayang hati - hati jangan lari - lari ya"


" iya te, ayo dek"


riani melanjutkan mencuci peralatan memasak dibantu oleh suaminya.


" cie... cie... pengantin baru nyuci kuali saja dibantuin modus banget jangan saja nanti setelah menjadi pengantin lama ogah bantuin pekerjaan istri, kalau sampai itu terjadi jangan segan - segan beri tahu mbak ri nanti biar mbak yang memberi pelajaran ke pada suami mu ini"


" semoga selamanya seperti ini mbak, dan riani siap melapor jika ayahnya dini berubah "


" iya ri nanti biar mbak yang kasih dia pelajaran".


" hehe siap mbak, mbak dian mana mbak kok tidak kelihatan? ".


" ada sedang menyuapin anaknya makan tadi, ini sudah selesai kamu istirahat dulu sana dan kamu ragil jangan lupa angkat semua cucian peralatan masak ini ke dapur biar mbak yang menyusunnya nanti".


" kok jadi aku yang angkat mbak saja kenapa"


" lha ada tenaga laki - laki ya dimanfaatkan dong, ayo ri biar ragil saja yang mengangkat semua ini"


setelah semua pekerjaannya selesai riani segera melaksanakan kewajiban sholat dzuhurnya, tak lama setalah riani selesai melaksanakan sholat terdengar suara salam dari luar rumah mertuanya.


" assalamualaikum" terdengar suara perempuan yang mengucapakan salam.

__ADS_1


kira - kira siapa yang datang ya, ikuti bab selanjutnya.


__ADS_2