
" dari mana bu, bapak cariin dari tadi kok tidak ada".
" bapak sudah pulang dari tadi ya, ibu baru pulang dari rumah mbk dina, bapak tau nggak tadi ibu habis ketemu sama siapa? ".
" ya mana bapak tau ibu belum cerita, memangnya ibu habis ketemu siapa kelihatan seneng gitu"
" ibu memang lagi seneng pak, karena tadi ibu ketemu sama anak perempuan ibu riani".
" ibu ketemu dimana ? Kenapa tidak diajak pulang ? ".
" ibu ketemu dia ditoko dekat sekolah tempatnya mengajar pak, semakin terlihat cantik dan lebih berisi dia pak".
" wajar bu diakan lebih hidup bahagia bersama dengan dini dari pada hidup dengan anakmu".
" dan yang lebih membuat ibu senang pas hari libu nanti riani mau main kesini bersama dengan dini cucu kita".
__ADS_1
" Alhamdulilah kalau riani masih mau main kesini setelah apa yang dilakukan anak mu padanya bu".
" sudah tiga bulan aldi merantau kenapa sekalipun tidak pernah dia memberi kabar kita, apa sudah lupa kalau masih punya orang tua disininya bu".
" entah pak kemaren ibu tanya sama dio, apa pernah masnya kasih kabar kata dio tidak pernah bahkan nomer hpnya juga tidak bisa dihubungi".
" bapak sebenarnya tidak setuju dia pergi merantau bu, kalau cuma mau menenagkan dirinkan bisa pergi ke rumah mbahnya atau ke rumah saudara - saudara yang lainnta, setidaknya kita masih bisa memantaunya, lha kalau kayak gini bagaimana kita mau memantaunya bu, kabar saja tidak ada, diman tempatnya bekerja juga kita tidak tau".
Adap pun Aldi yang berada di tempat perantauan sudah tiga bulan lamanya dia pergi merantau ke kota timah bukannya ketenangan yang dia dapatkan akan tetapi dia semakin merasa bersalah dengan mantan istrinya juga rindu terhdap anaknya.
Hanya bisa memandang foto yang ada di galeri hpnya yang bisa dilakukan aldi ketika rindi dengan anaknya dan juga mantan istrinya.
" seandainya ketika itu mas bisa lebih mengontrol emosi mas, semua ini tidak akan terjdi kita masih hidup bersama membesarkan anak kita berdua dek, baru mas sadari betapa berartinya kehadiranmu di hidup mas, sekarang tidak ada lagi yang marah - marah ketika mas telat makan, ketika mas belum sholat, kenapa dulunmas begitu muak dengan semua perhatian mu dek, sekarang mas benar - benar menyesal dek.".
" Hoi di, jangan melamun terus lihat itu pekerjaan mu belum kamu selesaikan sama sekali, mau di marah lagi sama bos, ada apa lagi kamu itu, kangen mantan istri dan anak lagi ? ".
__ADS_1
" iya bang, menurut abang saya harus bagaimana bang, apa saya pulang saja ya bang pun saya disini tetap tidak bisa melupakan anak dan mantan istri ku bang".
" kau mau kembali ke desamu, terus rujuk lagi sama mantan istrimu, betulkah ? Memangnya mantan istrimu sudah gila mau kau ajak rujuk mikir aldi mana ada perempuan yang mau kembali dengan suami yang tidak bisa menghargainya, dan suka main tangan seperti mu ini".
" tetapi saya akan berubah bang, tidak akan seperti itu lagi".
" baiklah sekarang aku mau tanya, semenjak talak yang kau berikan ke mantan istri mu itu ada kau kasih kabar ke dia baiknlewat telfon atau sms barangkali menanyakan kabar anak mu, jangankan kau kasih nafkah kabar pun tak pernah kau tanyakan? ".
Hanya menggeleng sebai jawaban aldi atas pertanyaan dari teman bekerjanya itu ya semenjak kata talak waktu itu tidak pernah sekali pun Aldi menghubungi mantan istrinya.
"aldi - aldi kok aku jadi heran ada modelan laki - laki sepertimu ini, gajian dapat duit bukannya ingat akan tanggung jawab terhadap anak ini kau habiskan sendiri, kau tau tidak meskipun kau sudah berpisah dengan ibunya akan tetapi kau masih berkewajiban kasih nafkah ke anak mu"
Aldi trdiam mendengar perkataan temannya,
"apa masih layak aku di sebut sebagai seorang ayah sedangkan aku tidak pernah memberilan nafkah kepada anakku".
__ADS_1