Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
POV yana.


__ADS_3

Karena tidak mau ikut menanggung malu atas kegagalan mas ipar nya yang gagal menikah maka malam itu juga suami yana memutuskan pulang saja ke rumahnya dia tidak perduli tehadap apa yang terjadi di rumah mertuanya.


Dan sebenernya yana ingin lebih lama lagi berada di rumah orang tuanya, akan tetapi Bram suaminya tetap kekeh mengajak nya pulang dan yana mana bisa menolak keinginan sang suami karena yana tau jika dia berani menolak keinginan sang suami maka ada resiko yang harus yana tanggung.


Sesampai di rumah nya bram langsung menuju kamarnya sedangkan yana begitu masuk ke dalam rumah harus sudah di suguhkan dengan keadaan rumah yang sangat berantakan.


" kebetulan kamu sudah pulang yan, sana bersihkan dapur dulu ibu capek seharian bersih - bersih" sambut ibu mertua melihat kedatangan yana dan bram.


Ingin rasanya yana menjawab perkataan ibu mertuanya.


" yana masih capek bu sebentar lagi ya"


Tapi apalah daya semua kalimat itu hanya mampu ia ucapkan di dalam hatinya yang terdalam, karena yana tau jika sampai dia mengucapkan kalimat itu maka sudah bisa dipastikan sang ibu mertua yang sedari awal tidak menyukainya akan memakinya dengan kalimat - kalimat yang super pedas dan menyakitkan hati.


Tidak hanya perintah dari ibu mertua yang tidak berani yana bantah, akan tetapi yana pun tidak akan pernah berani membantah apa yang menjadi perintah sang ibu mertua dan seluruh penghuni rumah ini, jika sampai yana membantah perkataan salah satu dari mereka maka siap - siap saja yana merasakan siksaan dari suaminya, karena bagi suaminya keluarganya adalah segalanya meskipun dia harus menyakiti hati dan badan istrinya bram tidak perduli.


Oleh karena itu secapek apapun kondisi badan yana maka yana segera melaksanakan perintah sang ibu mertua, alangkah terkejutnya yana begitu memasuki dapur tampak terlihat suasana dapur yang sangat berantakan, piring kotor nampak menumpuk di wastafel, kuali dengan posisi terbalik diatas kompor dan lebih parahnya lagi sisa sayuran bekas memasak terlihat menumpuk dan mulai membusuk tergeletak diatas lantai dapur, sedangkan kondisi lantai pun terlihat sangat kotor, belum juga yana mulai membersihkan dapur dari semua kekacauan yang ada terlihat ibu mertuanya datang menghampirinya.


" selesai membereskan dapur sekalian cuci tuh baju sudah banyak yang kotor" ucap Ibu mertua yana sambil berlalu.


" iya bu " jawab yana singkat.


Yana hanya mampu diam menerima semua perintah sang ibu mertua karena menolak atau memberikan alasan pun percuma karena yana faham betul bagaimana sifat sang ibu mertua yang memperlakukan dirinya seperti pembantu di rumahnya.


Selesai membersihkan rumah dan mencuci baju yana ingin rasanya beristirahat sebentar akan tetapi baru saja yana selesai mandi sang ibu mertua sudah berteriak memanggil namanya.


" YANAAAA...cepat kesini jangan enak - enak tidur kamu ya" teriak sang ibu mertua.


Yana yang baru selesai mandi sudah mendengar teriakan sang ibu mertua dan yana pun segera keluar dari dalam kamarnya.

__ADS_1


" kamu itu punya O***k tidak sudah tau jam segini malah asik - asikan santai di kamar bukannya melipat baju, dasar menantu tidak berguna" maki sang ibu mertua terhadap menantu perempuannya.


" maaf Bu yana mandi tadi" jawab yana pelan.


" sudah jangan banyak bicara kamu sana cepetan lipat semua baju sekalian baju - baju clara, sebelum selesai semua awas saja sampai kamu berani pergi tidur" ancam ibu mertua yana.


Mendengar perkataan ibu mertuanya yana hanya bisa menghelas nafas sebentar, diliriknya jam dinding sudah pukul 10 malam lewat dan melihat tumpukan baju - baju yana yakin butuh waktu dua jam lebih buatnya menyelesaikan semua lipatan baju itu.


Jika besok pagi yana bangun kesiangan maka yana pun harus mmenerima semua makian dari sang mertua juga suaminya.


" sampai kapan hamba mampu melewati semua ini ya Allah" ucap yana lirih.


" seandainya dulu aku tetap menolak perjodohan ini maka aku tidak akan mengalami semua ini, ibu seandainya kamu tau apa yang aku alami disini adalah rasa iba mu untuk anak perempuan mu ini, yana tidak ingin punya suami kaya akan tetapi tidak bisa menghargai istrinya bu, yana hanya ingin hidup bahagia seperti yang lainnya" ucap yana lirih sambil meneteskan air matanya.


Yana yang terpaksa mengikuti keinginan sang ibu menikah dengan laki - laki pilihan ibunya yang terobsesi memiliki menantu dari keluarga kaya bukan bahagia yang dia dapatkan akan tetapi dia selalu di anggap remeh dan selalu diperlakukan seperti pembantu di rumah mertuanya.


Bahkan bu lastri sampai pura - pura akan bunuh diri jika yana tidak mau mengikuti keinginannya dan memutuskan hubungan dengan tono yang saat itu menjadi kekasih yana.


" kamu itu pura - pura tuli atau beneran tuli yana? " teriak bram terhadap yana yang jengkel karena beberapa kali manggil yana tidak menyahut.


" maaf mas yana beneran tidak mendengar mas panggil, ada apa ya mas? "


" buatkan saya kopi, punya istri sudah miskin, tidak berguna, bisanya cuma nyusahin tuli lagi" ucap geram bram terhadap yana.


" iya mas sebentar yana buatkan kopinya" jawab yana.


Sakit hati tentu saja, istri mana yang tidak sakit hati jika suami yang seharusnya menyayanginya dan memperlakukan dia dengan baik malah selalu menghina dan menyalahkan apa pun yang yana lakukan.


" kalau sudah selesai antarkan kedepan jangan lama - lama" ucap bram sambil berlalu.

__ADS_1


" ibu fikir kamu mau menginap lagi di sana bram". tanya sang ibu.


" malas ah bu lama - lama berasa di sekitaran perkumpulan orang - orang kurang waras seperti mereka" jawab bram santai.


" kenapa memang nya? ada masalah? " tanya sang ibu penasaran.


" yah seperti biasa bu selalu saja ada masalah dalam keluarga itu, kemarin itu pernikahan tadi di batalkan"


" kok bisa kenapa? "


" ya karena mempelai wanita sudah hamil dengan pacarnya dan ibu tadi dan mbak nya main jodoh - jodohkan tadi tanpa mencari tau seperti apa wanita itu"


" aneh - aneh saja lastri itu selalu njodoh - jodohkan anaknya"


" ya mau bagaimana lagi bu orang sematre mereka pasti selalu mengurus i dan mengatur kehidupan anaknya, lihat yana meskipun bram tidak pernah cinta sama dia ibu nya tidak perduli sama sekali dengan dia"" ucap bram.


" setidaknya ibu punya pembantu gratisan kan" jawab sang ibu


" ya dan bram punya pelampiasan buat kebutuhan biologis bram" jawab bram santai.


Tanpa mereka berdua sadari sedari tadi yana yanga


akan mengantarkan kopi bram berdiri tak jauh dari tempat mereka mengobrol dan mendengar semua pembicaraan bram dan ibunya.


Yana hanya bisa menangis mendengar semua pembicaraan ibu dan anak tersebut serendah itu keluarga mertuanya memandang rendah dirinya, seandainya bisa yana memutar waktu apa pun yang terjadi yana tidak akan pernah menerima dan menyetujui perjodohan yang ibu dan mbaknya buat untuk dirinya.


" ini mas kopinya" ucap yana dengan nada serak habis menangis.


" kenapa lama sekali kamu sengaja membuat ku lama menunggu ya, punya istri satu saja tidak berguna, apa perlu aku cari istri lagi bu" tawar bram terhadap ibunya.

__ADS_1


" terserah kamu bram asal kamu bahagia ibu mendukung mu, tapi cari istri nya yang sepadan dengan kita, biar tidak malu - maluin jangan seperti yana yang berasal dari keluarga miskin itu" jawab ibunya.


Sakit tentu saja akan tetapi semua sudah terjadi yana hanya bisa menahan rasa sakit hatinya seorang diri, mau mengadu kepada ibunya sudah pasti sang ibu bukannya membelanya malah akan menyalahkannya dan sudah pasti akan memintanya untuk mengalah.


__ADS_2