Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Keributan Yang Terjadi.


__ADS_3

Sesampai di rumah pak sanusi langsung menginterogasi istri dan anak sulungnya imah.


kali ini pak sanusi benar - benar merasa kecewa akan tindakan istri dan anak sulungnya.


" jawab pertanyaan ayah, apa benar semua keributan yang terjadi dari hasil ulah kalian berdua lagi" tanya pak sanusi langsung tanpa basa - basi.


Mendapat pertanyaan dari kepala rumah tangga bu lastri dan imah hanya diam saja tanpa berani menjawab karena kali ini kesalahan yang merek lakukan sangat berakibat fatal.


" JAWAB.. " teriak pak sanusi sangat marah.


" sudah berapa kali ayah bilang berhenti mengatur hidup radi, apa salah radi terhadap kalian berdua, dan kamu lastri sebagai ibu seharusnya kamu tau apa yang menjadi keinginan anak mu bukan malah anak mu yang harus selalu menuruti semua keinginan mu, setelah kejadian lalu masih juga kalian berdua membuat ulah lagi, apa kurang penderitaan tadi dengan kalian pisahkan dari riani sekarang kalian tambah lagi, tidakkah kamu merasakan betapa menderitanya hidup tadi bu, ayah tau kalau radi itu anak yang kamu kandung selama sembilan bulan, yang kamu asuh dari balita hingga dewasa akan tetapi bukan berarti kamu bisa mengatur hidup radi sesuka hati mu bu, radi berhak menentukan hidupnya, radi berhak menentukan siapa calon pendamping hidupnya nanti, ini terakhir ibu dan imah mengatur segala hidup radi jika kalian berdua mengulanginya lagi ayah sendiri yang akan bertindak atas tingkah kalian berdua ".


" ibu, mbak apa kurang penderitaan tadi setelah kalian memisahkan aku dari riani, sehingga kalian membuat ku harus menanggung malu karena gagal menikah seperti ini, setelah ini apa lagi bu yang ingin ibu lakukan untuk tadi, atau jangan - jangan perkataan soal darah tinggi ibu yang kambuh itu hanya akal - akalan ibu semata agar tadi mau menuruti dan menyetujui perjodohan ini bu, tega ibu sama radi" ucap radi menyesali tindakan ibunya.


" jawab bu jangan hanya diam saja, kemarin - kemarin saja ibu sangat bangga bakal mempunyai menantu seperti diva yang nyatanya sedang hamil anak orang, lain kali pikirkan dan bicarakan dengan keluarga jika ingin mengambil tindakan, ayah merasa sangat tidak berguna di rumah ini"


" I.. ibu.. ibu hanya ingin radi bahagia yah" jawab bu Lastri terbata - bata.


" dengan mengatur semua kehidupan radi dan juga dengan mengikuti semua keinginan gila mu kamu fikir radi bahagia, kamu salah Lastri biarkan radi menentukan jalan hidupnya biarkan dia memilih serta menentukan siapa istrinya kelak jangan selalu kamu atur - atur hidupnya, sudah cukup yang selalu kamu dan imah lakukan selama ini" ucap pak sanusi panjang lebar.

__ADS_1


Sementara itu yana hanya diam melihat keributan yang terjadi begitu pun dengan suami yana yang diam - diam mencibir atas semua yang terjadi.


" dek aku mau istirahat kamu kalau masih mau disini melihat drama ini silahkan" ucap suami yana acuh lalu beranjak menuju kamar yana.


" itu lihat menantu pilihan mu yang selalu kamu banggakan jangan kan empati sopan santun pun tidak punya" pak sanusi kembali menyudutkan sang istri melihat tingkah polah suami yana.


" apa salah bram sih yah? kenapa ayah masih belum bisa menerima bram sebagai menantu kita, kurang apa coba dia, sudah kaya, baik lagi " bela bu lastri.


" baik dari segi apanya apa mata hatimu sudah tertutup oleh kemilau harta keluarganya sehingga kamu tidak bisa melihat orang yang tulus dengan tidak bu, oh jelas tidak bagi ibu kan asal orang kaya semua baik tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan anakmu, apa dosaku dimasa lalu sehingga harus punya istri sepertimu bu? " ucap sesal pak sanusi.


" oh sekarang bapak menyesal mempunyai istri ibu ya, bilang terus terang pak" teriak bu lastri.


" ibu, ayah sudah malu sama tetangga" radi mencoba melerai keributan yang terjadi.


" semua ini terjadi karena ide dari mu kan imah, lain kali kalau mau melakukan sesuatu itu di slidiki dulu dengan jelas kan kita tidak perlu menanggung malu seperti ini jika kamu pintar" ucap bu lastri jengkel terhadap anak pertamanya imah.


" oh jadi ini ide kamu mbak, apa sih mbak salah radi sama mbak dulu mbak sudah memisahkan radi dari riani sekarang membuat ulah lagi sehingga aku harus menanggung malu dan gagal menikah, apa sih mbak mau mu" radi tidak tahan lagi untuk menahan kekesalannya terhadap mbak sulungnya.


" aku hanya ingin kamu bahagian dan itu tidak dengan riani" jawab imah.

__ADS_1


" kenapa mbak dari dulu selalu membenci riani, ada salah apa riani sama mbak? ".


Mendapat pertanyaan dari sang adik imah diam saja dan tidak mau menjawabnya.


" mas kamu kok diam saja sih bantuin aku dong" rengek imah terhadap Wisnu.


" berani berbuat harus berani tanggung jawab, silahkan urus semua nya sendirian aku mau pulang " ucap Wisnu lalu beranjak keluar.


" aku ikut pulang saja lah mas" teriak imah.


" tidak selesaikan dulu permasalahan yang kamu buat" jawab Wisnu sambil berlalu dengan motornya.


Melihat mas iparnya berlalu pulang radi pun ikut berlalu masuk kamarnya, radi terlalu lelah hati dan pikiran jika mengingat semua yang terjadi hari ini di hidupnya. Radi tidak menyangka sejauh ini ibu dan mbaknya tega membuat perjodohan yang berakhir dengan kejadian yang sangat memalukan dalam hidupnya. Radi berbaring di dalam kamarnya seorang diri.


" untung saja pernikahan akibat dari perjodohan ini gagal kalau sampai terjadi mungkin aku akan lebih malu lagi besok lebih baik aku pergi ke kota saja dari pada di rumah selalu saja ibu dan mbak imah bikin ulah" ucap radi lirih.


Sementara itu di luar kamar radi tepatnya di ruangan keluarga masih terjadi keributan, pak sanusi masih juga marah terhadap istri dan anak sulungnya dan bu lastri juga masih saja marah - marah dengan imah, bu lastri sangat kecewa terhadap imah yang menurut bu lastri ceroboh dan bodoh dalam menelusuri semua tentang diva.


" disini yang salah itu kamu sama imah bu jadi jangan lah saling menyalahkan, kalian berdua meminta maaflah kepada radi kalau sampai radi kenapa - napa maka kalian berdua lah yang harus bertanggung jawab" ucap pak sanusi penuh penekanan terhadap istri dan anaknya.

__ADS_1


Mendengar perkataan sang ayah imah hanya duduk terdiam tanpa berani menjawab karena imah sadar dan merasa sangat bersalah atas semua yang terjadi, tetapi bukan imah namanya jika dia akan mengaku bersalah tetap imah menyalahkan diva dan ibunya yang tidak mau berterus terang prihal kehamilan diva.


" awas saja diva dan ibunya, berani mereka membuat ku disalah - salahkan seperti ini" kata imah di dalam hati.


__ADS_2