Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Hasil Keputusan Keluarga.


__ADS_3

Sepeninggal keluarga aldi dari rumah riani nampak riani dan bapak juga emaknya masih duduk diruang tamu, mereka masih mengobrol soal kedatangan keluarga aldi.


" bagaimana ndok apa keputusan mu memang sudah final untuk menolak keinginan aldi rujuk kembali? "


"kalau menurut bapak sama ibu bagaimana? "


" kamu ini lo ditanyain kok malah balik nanya".


" ya bapak sama emak kan sudah tau kalau jawaban riani seperti apa, tapi jika bapak sama emak masih ingin punya menantu seperti aldi, riani bisa mempertimbangkan keinginan bapak sama emak".


" kalau emak sudah ogah punya menantu aldi lagi, yang lain saja ndok, bapak mu itu mungkin masih ingin kembali punya mantu aldi".


" kok bapak, kalau bapak ya terserah riani nya bagaimana, kalau riani mau rujuk bapak dukung kalau tidak ya bapak tetap dukung riani, pokoknya apa pun keputusan riani bapak selalu dukung".


"ya sudah berarti tidak ada lagi yang perlu dibahas karena riani tidak akan menerima keinginan bapaknya dini untuk rujuk kembali"


" akan tetapi ndok sepertinya aldi tidak akan menyerah sebelum melihat kamu menikah, jadi saran bapak segera lah menikah".


"jangan hiraukan soal itu pak, apa bapak lupa dulu kan mas aldi juga pernah mengajak rujuk riani dan dia mengancam akan berusaha untuk meluluhkan hati riani lagi tapi apa? pada kenyataannya dia malah menikah dengan mbak nabila kan"


" iya ibu ingat soal itu, benar juga pak, sudah lah kita lihat dulu bagaimana selanjutnya tindakan aldi".


" iya mak riani mau fokus dulu ke sembilan dini".


" keluarga aldi kok lucu ya emak fikir dia kesini mau tengok ini dini lagi eh ternyata tebakan ku salah".


" makanya jangan suka menebak mak".


" ya sekali - kali bolehlah pak siapa tau tebakan ku benar".


" silahkan bapak sama emak lanjutin ngobrolnya riani mau tengok dini dulu di kamar".


Sementara itu ragil dan keluarganya sedang mengadakan pembicaraan serius soal keinginan ragil yang akan meminang riani.


mbak dan masnya pun sudah datang ke rumahnya untuk membahas persoalan keinginan ragil itu.


" baik lah berhubung semua sudah datang dan berkumpul bapak ingin menyampaikan keinginan adik bungsu kalian"


" apa keinginan bocah tengil ini pak? " mbak ragil yang nomer dua bertanya karena dia memang belum tau soal keinginan ragil yang akan meminang riani, bahakan dia belum tau soal riani.


" memangnya kamu belum tau apa bik, kalau ragil sedang mengincar seorang perempuan untuk dijadikan istri? ".


" belum mbak, mana pernah dia cerita apa pun pada ku, memangnya siapa gil? dan orang mana? ".


" makanya mbak dian itu dengerin dulu bapak bicara jangan asal memotong pembicaraan bapak seperti itu".


" iya maaf, mari silahkan dilanjutkan lagi pak".


" itulah yang menjadi kebiasaan kamu dari dulu dian, selalu memotong pembicaraan orang, dengerin dulu bapak bicara baru kamu berikan pendapat mu".


" iya pak, maaf"


" begini ragil adik bungsu mu itu berniat untuk melamar seorang perempuan bapak minta pendapat kalian sebaiknya bagaimana karena setatus perempuan itu janda punya anak satu, nah silahkan mulai dari leha utarakan pendapat mu".

__ADS_1


" kalau leha sih semua terserah ragil pak, karena dia yang akan menjalaninya, kalau misal kita tentang dia juga tidak bakalan nurut pasti akan tetap berusaha dan berontak".


" baik, kalau menurut mu dian bagaimana? ".


" kalau boleh tau seperti apa sih orangnya, lihat saja belum kok sudah disuruh memberi pendapat kan aneh".


" ish mbak dian ini, nih fotonya lihat benar - benar".


" Ohw, lumayan, sudah pernah kamu kenalin ke bapak dan ibu belum? ".


" belum".


" kok bisa kamu seyakin itu, bagaimana jika dia tidak baik buat kamu dan keluarga kita, misalnya dia cuma sayang sama kamu tapi tidak bisa menerima keluarga kamu".


" mbak kalau riani jangan takut aku yakin dia akan bisa menerima dan meyayangi keluarga ini dengan tulus, ragil berani menjamin itu ".


" kalau memang dia sebaik itu kenapa dia bercerai dengan suaminya dulu, dia menjadi janda karena diceraikan suaminya kan? ".


" bukan mbak tapi dia yang menceraikan suaminya".


" nah malah dia yang menceraikan suaminya, kamu tidak takut hal itu terjadi juga kepadamu gil? ".


" hal itu tidak akan terjadi mbak, kami tidak akan pernah bercerai ".


" susah bicara sama orang yang sedang bucin, ya sudah terserah kamu saja lah, kalau ada apa - apa jangan pernah salahkan mbak atau mbak kamu bawa - bawa".


" memangnya mbak barang bisa dibawa - bawa, tenang saja semua hal yang mbak dian takutkan tidak akan terjadi ".


" ibu kok tidak dimintai pendapat pak? ".


" ibu mu ikut apa kata bapak mu".


" iya Pak, lanjutkan".


" ragil dari segi usia kamu memang sudah cukup umur untuk menikah, akan tetapi kenapa harus dengan janda, bapak hanya takut nanti kamu menyesal nak".


" sampai kapan pun jawaban ragil akan tetap sama pak, ragil tidak akan menyesal, ragil akan menyesal seumur hidup ragil jika tidak bisa menikah i riani pak".


" misalnya kamu boleh meminta apa pun dengan bapak asal kamu mengurungkan niatmu memikah i riani bagaimana? "


" tidak, apa pun yang bapak tawarkan tidak akan menggoyahkan keinginan ku pak".


" meskipun bapak belikan kamu motor besar baru".


" jangankan motor besar pak, bapak belikan mobil pun ragil tidak akan bisa merubah keputusan ragil".


" baiklah jika itu keputusan mu kapan kita pergi ke rumah riani untuk melamarnya".


" minggu depan saja pak, kalau minggu ini dini masih kurang sehat ".


" siapa lagi dini gil? "


" calon anak ragil dian".

__ADS_1


" kok mbak bisa tau? "


" tau lah wong ragil sudah banyak cerita soal riani ke mbak".


" kebiasaan kami gil apa - apa selalu mbak leha yang paling duluan tau soal kamu".


" hehe soalnya ragil tau kalau mbak leha sudah setuju maka mbak dian pasti ngikut setuju".


" pantas tadi mbak leha langsung bilang setuju".


" sudah - sudah, jangan ribut, sekarang fikirkan apa saja yang akan kita bawa untuk keluarga ariani, dan kamu gil riani sudah tau belum kalau minggu depan kita mau datang ke rumahnya untuk melamar dia? ".


" belum bu".


" kamu ini kok aneh sih gil, orang mau melamar itu setidaknya sudah ada kesempakatan antara kamu dan orang yang mau kamu lamar, atau jangan - jangan kamu sama riani belum jadian lagi".


" ya mbak dian benar kali ini, aku sama riani emang belum jadian, dan kami tidak pacaran ".


" maksud kamu, bagaimana sih dek? ".


" ya aku sama mbak riani tidak ada hubungan apa pun, pacaran pun belum".


" terus kamu bagaimana bisa minta kami datang untuk mrlamarnya dodol, bagaiman jika kamu nanti ditolak, bukan hanya kamu yang malu kami pun akan ikutan malu, ogah ah mbak ikutan pergi melamar jika ceritanya seperti ini".


" mbak jangan berlebihan deh, meskipun kami belum pacaran tapi kami sudah ada kesepakatan mbak ku yang cantik, dan montok, kami akan menjalani masa pacaran nanti setelah menikah".


" ini ni jika orang kebanyakan menghayal, yang bertahun - tahun pacaran saja bisa cerai gil apa lagi kalian yang belum pacaran, apa tadi kamu bilang pacaran setelah menikah, ini kita hidup di dunia nyata lo gil bukan di sinetron, jadi berhentilah menghayal".


" terserah apa kata mbak yang pasti minggu depan kita sekeluarga akan datang ke rumah riani untuk melamarnya dan menentukan hari pernikahan kami, titik tidak pakai koma".


" sudah lah dian kamu tidak akan menang melawan ragil kalau bahas soal riani, kita ikut i saja apa mau dia, dan bapak putuskan minggu depan kita akan datang melamarnya, dan kamu ragil saat ini kami semua percaya akan keputusan mu saat ini jika nanti terjadi sesuatu jangan pernah salahkan kami".


" baik Pak, bu dan mbak - mbak ku Terima kasih atas dukungannya, dan besok siapa yang akan ikut ragil ke pasar untuk membeli perlengkapan untuk lamaran? ".


" ini seriusan ya sumpah mbak leha aku kok seperti mimpi ya"


" iya dian ini beneran dan kamu besok yang bertugas ikut ragil ke pasar membeli semua kebutuhan untuk lamaran, tidak ada bantahan ".


" giliran yang sengsara aku yang dapat jatah, mbak leha saja lah malas aku pergi ke pasar sama ragil".


" kan sudah mbak bilang tadi tidak ada bantahan".


" dian besok sama ibu juga kok perginya, kita cuma cari beberapa saja soalnya yang barang yang lain sudah dibelikan ragil sendiri kemarin sepulang dari ikut jagain dini yang dirawat di puskesmas ".


" Waowww ternyata seg Recep itu ya kamu gil, oke lah besok pagi - pagi jemput mbak, kalau sudah tidak ada yang dibahas dian mau pulang dulu ya bu, tadi pamit cuma sebentar soalnya".


" iya, itu ada jajan dikulkas buat zahra"


" iya bu, dian pulang dulu, Assalamualaikum ".


" Waalaikumsalam "


Setelah dian tak lama leha pun ikutan pulang ke rumahnya, dan ragil segera menuju ke rumah tono untuk memberikan kabar baik soal rencana lamarannya kepada riani.

__ADS_1


__ADS_2