Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Aku Cemburu Dek.


__ADS_3

Riani segera berlalu dari depan rumah radi, dari tatapan radi riani tau kalau radi tidak suka riani dekat dengan ragil. Akan tetapi bagi riani hanay menganggap ragil teman.


Benar dugaan riani baru saja dia sampai rumah hpnya sudah berbunyi radi sudah menelfonnya.


" sudah sampai rumah dek?".


" sudah mas baru saja".


" mas boleh tanya?".


" boleh ada apa?".


" kamu janjian sama ragil ya kok bisa barengan tadi".


" nggak, bahkan riani tidak tau kalau ragil mau kesini mas, kemarin bahkan tono pun tidak bilang kalau mau kesini dengan ragil".


" beneran".


" kalau tidak percaya tanya sajabke orangnya masih dirumah mas kan? ".


" iya katanya nanti mau ke rumahmu dek".


" iya tadi sudah bilang dia, mas keberatan kalau dia main ke rumah riani".


" tidak asal kamu bisa jaga hati saja".


" masih belum bisa percaya sama riani mas? ".


" bukannya begitu dek, mas kurang suka melihat cara dia menatapmu".


" biasa saja kok cara dia mentap ku".


" beda dek dan itu membuat mas cemburu dek, mas saja tidak bisa sedekat itu sama kamu, dia yang orang baru kenapa bisa sedekat itu dengan kamu".


" terus siapa yang salah riani? ".


" tidak dek, mas yang salah, yang belum bisa meluluhkan hati keluargaku".


" dan seperti biasa riani harus bersabar kan?".


" iya dek, maaf".


" do'ain saja setok rasa sabar riani masih seluas samudra sehingga masih bisa bersabar menunggu mas".


" kok gitu ngomongnya dek? "


" lha harus bagaimana mas, sudah dulu ya riani mau gantiin baju dini dulu, Assalamualaikum".


Belum juga radi menjawab sudah dimatikan sepihak panggilannya oleh riani.


" apa benar yang dikatakan mbak tiya, aku hanya membuang waktu sia - sia demi sesuatu yang tidak pasti"


" apa harus aku akhiri saja semuanya, kakau iya pasti ragil akan terkena dampaknya"Semakin ruwet saja fikiran riani.


Riani lalu mengambilkan baju ganti anaknya, dan dia pun perganti seragam lalu sholat dzuhur dulu baru makan siang bareng dengan anaknya.

__ADS_1


Selesai membersihkan sisa - sisa makan siang mereka berdua riani mengajak dini istirahat dulu di kamarnya.


" bu tadi itubom ragil ya?".


" kok dini tau?".


" iya waktu itu dini pernah di telfon om ragil bu maaf tidak bilang ibu".


" kapan nak?".


" sudah agak lama bu, waktu itu hl ibu berbunyi dan ibu tidak ada di rumah jadi dini angkat, om ragil baik ya bu?".


" kan dini baru pertama kali ketemu om ragilnya kok bilang baik nak".


" pokonya baik bu, beda sam om radi".


" Hah" riani bengong mendengar perkataan anaknya, bagaimana bisa anak kelas dua SD membandingkan dua orang dewasa hanya dengan penganatannya yang sekilas lalu.


" mbak tiya, jangan - jangan...".


" tidak boleh bicara seperti itu nak semua orang itu baik, sudah ayo sini dini tidur siang dulu ya".


Kebiasan dini sedari kecil ketika mau tidur minta dipeluk dan di elus - elus dahinya, dan benar saja tidak lama terlihat dini sudah terlelap dengan tidurnya.


Setelah dini tertidur ariani keluar dari kamar untuk mencari emaknya, sedari dia pulang tadi bapak sama emaknya belum terlihat sama sekali.


Riani sudah mencari sampai ke belakang rumahnya akan tetapi bapak sama emaknya belum terlihat, lalu riani kembali ke kamarnya untuk mengambil hpnya untuk menghubingi bapaknya.Tak lama panggilannya pun tersambung.


" Assalamualaikum pak, sedang dimana riani cari - cari kok tidak ada".


"ini bapak sama emakmu sedang di rumah pakde mu, emak mu sedang bantuin budemu memasak, kamu kalau sudah pulang menyusul kesini saja".


" siapa tamunya?".


" tono pak".


" kapan dia sampai ya sudah bapak tak pulang dulu kalau ada tono di rumah".


" iya pak assalamualaikum".


" kebiasaan bapak ini dikasih salam bukannya di jawab malah di matikan panggilan telfonnya".


" Assalamualaikum mbak riani, tidur ya".


" waalikum salam, sembrono mana ada orang tidur jawab salam, masuk ton gil".


" pak de kemana mbak kok sepi".


" bapak sebentar lagi sampai ton, beliau sedang ke rumah pakde mbak".


" dininya kemana mbak kok tidak terlihat, ini saya ada sedikit oleh - oleh buat dia" kata ragil sambil menyerahkan sebuah bingkisan ke pada riani.


" modus ya kamu gil, kok aku tidak lihat kamu bawa oleh - oleh gil, dan kenapa aku yang rumahnya dekat dengan mu tidak dapat oleh - oleh apa pun dari kamu, wah benar - benar kelewatan kamu ini gil".


" kamu beda, dikasih rokok saja sudah senang"

__ADS_1


" sudhah ah sebentar mbak tinggal dulu ya".


Riani berlalu dari hadapan duo sahabat yang menurut riani unik itu, riani membuatkan kopi dan mengambil cemilan untuk merek.


Ketikan riani keluar menuju ruang tamu nampaj bapaknya sedang ngobrol denag ragil dan tono, di letakkanhya kopi dan cemilan di atas meja lalu riani memilih duduk disamping bapaknya.


" emak tidak ikut pulang pak".


" nanti sore katanya".


Riani lalu duduk diam memperhatikan bapaknya ngobrol dengan tono dan ragil.


" kamu satu desa sam tono ya nak".


" iya pak, rumah saya tidak jauh dari rumah tono".


"Kalau rumah tono bapak tau bahkan pernah menginap di sana ya ton".


" iya pakde, kapan menginap lagi di rumah tono pakde?".


" wah belum tau ton, pakde sibuk di kebun sekarang ini".


" kalau ragil boleh tau memangnya kebunnya ditanam i apa pak? ".


" sawit nak, kalau di desa mu dan tono masih menanam padi ya, kalau disini sudah jarang ada yang menanam padi".


" kenapa pak?".


" kalah dengan hamanya".


" owh".


Riani heran denga respon bapaknya terhadap ragil kenapa terlihat begitu akrap dalam mengobrol, pertanda apa lagi ini.


Hp riani yang didalam saku celananya bergetar, lalu diambilnya dan radi terlihat mengirim sms


" tono dan ragil masih dirumah mu dek".


" iya".


" kamu sendirian di rumah".


" sama bapaj dan dini".


" awas jangan aneh - aneh, jaga jarak dengan ragil".


" iya, lagian mas itu aneh - aneh, tidak percaya amat dengan riani mas".


" mas percaya sama kamu akan terapi mas takut saja kamu terpesona dengan ragil".


" ya Allah mas, kamu fikir riani itu apan sih, meskipun janda riani bisa jaga diri". Benar - benar tidak habis fikir riani dengan jalan fikiran radi.


" cemburu boleh mas asal jangan berlebiham, dari pada mas fokus dengan rasa cemburu mas yang tidak berujung lebih baik mas fokus terhadap restu yang belum mas peroleh jangan biarkan riani merasa lelah dengan semua ini". Tulis riani dalam smsnya untuk radi.


" ndok ada tamu kok malah main hp sendiri to". Bapak menegur riani yang sedang berbalas pesan dengan radi.

__ADS_1


" iya pak maaf".


" tidak apa mbak" ragil menjawab perkataan riani dan mendapatkan satu cubitan dari tono.


__ADS_2