Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku

Di Fb Ku Temukan Jodoh Ku
Pertemuan.


__ADS_3

Jam pertama di kelas riani adalah jam olahraga jadi riani tidak masuk kelas, pak baron yang mengisi kelasnya, oleh karena itu riani fokus ke aplikasi operatornya masih banyak yang belum terselesaikan.


" sibuk banget ya pagi - pagi sudah asik dengan laptopnya?". Mbak tiya yang juga berada di ruang guru karena kelasnya yang masuk adalah guru agama.


" iya nih mbak, sudah beberapa malam saya lembur akan tetapi belum juga selesai, bapak kepala sekolah sudaj datang belum ya mbak?, mau tanya soal keadaan W* sekolah mau di buat yang sebenarnya apa tidak?".


" sudah beliau ada di ruangannya, coba lihat".


" iya mbak sebentar".


Belum sempat riani beranjak dari duduknya terlihat bapak kepala sekolah keluar dark ruangannya.


" ada apa bu riani, saya dengar tadi ada yang mau ditanyakan".


" iya pak ini soal W* sekolah mau dibuag bagaimana keadaannya, kalau di buat sesuai dengan kondisinya kemungkinan besar sekolah kita akan mendapafkan bangunan baru atau setidaknya rehap pak".


" ya dibuat yang sebenarnya saja bu, memang keadaannga sudah parah seperti itu, dan semoga sekolah kita mendapatkan bantuan, entah itu bangunan baru atau rehap bangunan yang ada bu".


" siap pak".


" ada lagi yang mau ditanyakan bu? ".


* ada pak soal buku paket yang ada di kelas - kelas, sebagian besar kondisinya sudah yang mulai sobek- sobek jadi saya bikin rusak dua puluh lersen pak".


" iya bu buat semuanya sesuai dengan keadaan sekolah ya".


" iya pak".


" bu kalau ada pertanyaan ibu sewaktu - waktu bisa menghubungi saya, hp saya aktif dua puluh empat jam pokoknya supaya pekerjaan ibu riani segera selesai ".


" iya pak, terima kasih atas informasinya, nanti kalau saya perlu data kembali dan sedang tidak di sekolah saya akan menghubungi bapak".


" iya bu , kalau begitu saya permisi dulu, sampaikan kepada guru - guru yang lain kalau saya ada rapat kepala sekolah jam sepuluh nanti".


" mari silahkan pak, nanti saya sampaikan pesan bapak" .


Karena kondisi batrai laptop sudah hampir habis riani menghentikan pekerjannya, tak lama berselang hpnya di dalam tas berbunyi, dan terlihat nama tono di nomer pemanggil.


"Assalamualaikum mbak sedang mengajar ya?".


" waalikum salam tidak ton, pagi ini kelas mbak jam olahraga, ada apa ya?".


" nanti pulangnya tungguin tono ya mbak, ini tono mau berangkat ke desa mbak".


" mau ngapain kamu kesini ton?".


" main ke rumah yana mbak sudah lama saya tidak kesana".


" oh.. Ya, tapi mbak pulangnya jam satu siang lo ton, kalau kamu berangkat sekarang kelamaan nanti nungguin mbaknya".


" nggak apa - apa mbak, sudah dulu ya, assalamualaikum".

__ADS_1


" waalikum salam".


" tumben mau main ke rumah yana saja nelfon saya" riani berguman lirih.


"hayo tono siapa, calon ayahnya dini ya?".


" sembarangan mbak tiya ni, bukan tono itu dulu pernah bantuin bapak di kebun selama beberapa hari dan sudah saya anggap sebagai adik saya mbak, usia kami lo jauh mbak".


" brondong nih".


" bukan dia mau ke rumah kekasinya, kebetulan rumah kekasihnya itu dekat dengan rumah saya, ya biasanya dia suka mampir ke rumah kalau lagi ke sini mbak".


" memang rumah nya dimana? ".


" di sebrang mbak".


" terus kamu masih dekat dengan tetanggamu itu".


" masih mbak".


" dan keluarganya juga masih tidak suka sama kamu".


Sambil menunduk riani mengangguk.


" kasian dia kalau saya tinggalin lagi mbak".


" kamu itu dekat dengan dia karena sayang atau kasihan ?".


" bagaimana respon dini sama dia".


" cuek".


" nah bertanda itu dini saja cuek kok masih bertahan, setidaknya cari yang dini merasa nyaman dengan orangnya, bukan yang cuek seperti itu".


" begitu ya mbak, terus apa alasan ku untuk meninggakkan dia".


" wah wah gara - gara keseringan menghadapi laptop ini otak mu jadi encer, gunakan ketidak sukaan keluarganya padamu sebagai alasan to selesai semua, selama ini dia pernah main ke rumahmu belum?".


" kami hanya lewat hp mbak dekat ini rumahnya".


" nggak bener ini, menurut pendapat mbak ya , sepertinya dia tidak benar - benar serius deh dengan kamu, ke rumah saja tidak pernah".


" aku mbak yang melarangnya datang ke rumah, takutnya keluarganya makin membenci ku sampai detik ininkeluarganya belum bisa menerima ku".


" yang model kayak gitu masih kamu pertahanin, apa yang kamu harapkan riani, coba fikirkan perkataan mbak tadi, jangan buang sia - sia waktumu dengan hal - hal yang tidak pasti".


" iya mbak terima kasih atas sarannya, mbak memang yang terbaik pokoknya".


Waktu cepat berlalu tidak terasa sudah waktunya pulang, bahkan dini sudah menyusul ibunya di ruangan guru.


" ayi sayang pulang, tasnya jangan ketinggalan".

__ADS_1


" iya bu".


Riani mengirim sms terlebih dahulu ke tono mengabarkan bahwa dirinya akan segera pulang.


" ton, sudah sampai mana? Mbak sudah mau pulang".


" aku sudah di warung simpang dekat sekolah mbak".


" owh ya sudah mbak kesitu".


" ok".


Riani lalu menghidupkan motornya dan bergegas pulang, tetapi ketika sampai simpang terlihat tono sudah menunggunya akan tetapi tono tidak sendiri dia bersama temannya, yang membuat riani terkejut temannya adalah ragil.


" sudah dari tadi ton?".


" baru saja kok mbak, ini ragil yang sudah tidak sabar menunggu mbak".


" hai ragil apa kabar, kapan pulang dari L*****nya, kemarin katanya masih disana kok tiba - tiba sudah nyampai sini".


" kemarin mbak sampainya". Ragil menjawab dengan gugup dan canggung.


" dan hari ini langsung kesini, waow".


" dari kemarin dia sudah mengajak kesini mbak" tono menimpali perkataan riani


" ini kamu mau langsung ke rumah mbak atau ke rumah yana ton?".


" ke rumah naya dulu mbak".


" oh ya sudah ayo".


Dari mulai bertemu sampai saat dalam perjalanan pulang tak henti - hentinya ragil selalu menatap ke arah riani.


" ini ragil apa tidak pernah lihat orang apa, dari tadi liati aku terus" kata riani dalam hati.


Lain lagi apa yang ada dalam fikiran ragil, " anak menggemaskan dan semanis itu di usia sekecil itu sudah hidup terpisah dengan bapaknya, dan mbak riani terlihat lebih cantik aslinya dari pada fotonya".


Suatu kebetulan yang tidak di rencanakan, ketika riani dan tono sampai di depan rumah naya, terlihat radi sedang duduk di teras rumahnya, dia tampak terkejut ada ragil bersama tono.


" mbak tidak ikut mampir sekalian ke rumah mas radi".


" nggak, mbak langsung pulang saja ton, jangan lupa nanti mampir ke rumah".


" pasti mbak", jawab ragil.


" yang di ajak bicara mbak riani itu aku gil bukan kamu, semangat banget jawabnya".


" sudah - sudah begitu saja kok kamu ributkan ton, mbak duluan ya".


" iya mbak hati - hati" jawab ragil kembali.

__ADS_1


Dan interaksi antra riani, ragil dan tono selalu diawasi radi dari teras rumahnya.


__ADS_2