
Sebulan telah berlalu dini sudah terbiasa dengan kehidupan yang dia jalani, dia mulai terbiasa ketika ada yang menjodoh - jodohkanya dengan duda atau bujangan, bahkan riani juga mulai terbiasa ketika ada nomer baru yang menghubunginya dan bilang " maaf salah sambung", terus berlanjut minta kenalan.
Akan tetapi tidak ada yang riani tanggapi dengan serius, dia tetap hanya ingin fokus ke anaknya dan kerjaanya, apa lagi semenjak resmi menjadi operator sekolah hari - hari riani semakin sibuk.
Beruntungnya ada bapak dan emaknya yang selalu siap sedia ikut menjaga dini gadis kecilnya.
Dan gadis kecilnya tidak pernah sekalipun menanyakan akan prihal bapaknya, seolah - olah kehidupan nya cukup hanya dengan kehadiranya ibu, kakung dan utinya saja, itu membuat riani semakin bersyukur.
Suatu siang sepulang dari mengajar riani terlebih dahulu mampir ke toko yang ada di dekat sekolahnya untuk membeli susu anaknya yang sudah habis.
" mbak tolong susu B******c nya dua kotak ya, yang rasa vanila mbak".
" ini bu, masih ada lagi yang busa dibantu bu ria".
" cukup itu saja mbak, berapa mbak totalnya? ".
" dua kotak susu totalnya Rp. 250.000, bu".
" gabungkan dengan belanjaan saya ini saja mbak".
Dengan reflek riani menoleh kesamping begitu mendengar suara itu, suara yang sudah empat bulan ini tidak pernah dia dengar, dan hari ini mereka bertemu di toko yang tidak disadari kehadirannya oleh riani
"mbah dok, apa kabar, kok bisa sampai disini ? ". Sapa riani serta mencium tangan mantan ibu mertuanya dengan takzim.
"Alhamdulilah, ibu baik ndok, kamu apa kabar, bagai mana kabar dini?, kamu baru pulang dari mengajar ndok, ini ibu pulang dari rumah bude mu mampir kesini eh ketemu anak wedok malahan".
" dini baik - baik saja bu, maaf belum bisa bawa dini silaturrahmi ke rumah mbah dok dan mbah anang, ibu sama siapa ke sininya".
" ibu naik ojek, bapak mu sibuk dikebun adik nu sedang sekokah, jadi nggak ada yang nganter ibu.iya ibu mengerti ndok, kamu ada waktu tidak ? Kalau ada waktu yuk mampir ke rumah sekalian makan siang dengan ibu, ada yang ingin ibu omongin sama kamu".
" maaf ibu, bukannya ria tidak mau akan tetapi kasian dini di rumah pasti sudah nungguin riani dirumah bu, lain waktu riani. Janji akan datang ke rumah bersama dini bu".
" Baik kalau begitu izinkan ibu yang membayar susu untuk cucu ibu ya".
"iya bu, terimakasih".
__ADS_1
Riani tidak kuasa menolak keinginan sang mantan mertua, memang dari dulu riani tidak pernah bisa menolak keinginan ibu mertuanya yang sangat menyayanginya ini, cuma satu kali riani menolak permintaan ibu mertuanya yaitu keinginanannya menceraikan anak sulungnya Aldi.
"ada lagi tidak ndok yang akan dibeli, sebelum ibu bayar".
" tidak bu, cukup itu saja".
"baiklah ini nitip buat cucu ibu ya, sampaikan salam untuk bapak sama emak mu".
" kok banyak sekali bu ini jajannya".
" nggak apa - apa ndok, buat setok dini di rumah"
" ibu pulangnya nau riani antarkan".
" tidak usah ndok, itu mas ojek nya masih menunggu ibu".
" baik lah, sekali lagi terimakasih bu, riani permisi pulang dulu.
" ndok sekali - kali ajaklah dini main ke rumah ibu dan bapak kesepian dirumah cuma berdua, semenjak kamun dan dini pulang ke rumah orang tua mu, Aldi pergi merantau dan tidak pernah pulang selama tiga bulan ini, liana juga sibuk sendiri dengan sekolahnya".
Ucapan mantan ibu mertuanya suskses menghentikan langkah kaki ariani.
"benar ya ndok, ibu tunggu, ndok apa pun yang terjadi kamu tetap anak perempuan ibu". Dengan wajar sendu bu tini mantan ibu mertua riani menjawab.
Riani melangkah mendekati mantan ibu mertuanya, dipeluknya wanita paruh baya yang sudah tiga tahun menjadi mertuanya itu, dan sekarang menjadi mantan mertua.
" iya ibu, riani janji akan main ke rumah ibu nanti kalau ada waktu".
" baik kabari liana saja kalau mau datang ke rumah ya, kami menunggu kedatangan mu dengan dini, terimakasi ndok, maafkan kami yang tidak bisa mencegah perceraian mu dengan aldi, maafkan juga semua kesalahan aldi, dia cukup menyesal setelah berpisah dari mu, bisik mantan ibu mertua riani dalam pelukan riani.
" semua sudah takdirnya seperti ini ibu, semoga semua ada hikmahnya dan ibu akan mendapatkan menantu yang lebih segalanya dari riani, maafkan juga riani yang belum bisa menjadi menantu yang membanggakan bagi ibu dan keluarga".
" tidak ndok, kamu sudah menjadi menantu kebanggaan ibu dan bapak, juga mbak yang luar baisa bagi liana, dasar aldinya saja yang kurang bersyukur".
" tidak bu, riani yang tidak bisa mewujudkan semua keinginan mas aldi, sehingga mas aldi hilang kesabarannya, kita jadikan semua ini sebagai pelajaran ya bu".
__ADS_1
" ibu do'akan kamu mendapatkan suami pengganti yang lebih segalanya di bandingkan aldi, kamu berhak bahagia ndok, sepeti perkataan ibi dan bapak waktu itu kami akan selalu mendukung apa pun keputusanmu, maaf ibu dan bapak bel pergi menengok kamu dan dini di rumah bapak mu ndok".
" tidak apa - apa bu, kalau begitu riani permisi pulang dulu ya, assalamualaikum bu, mari".
" iya ndok, hati - hati ya bawa motornya, jangan ngebut".
" iya bu".
Riani bergegas keluar dari dalam toko, dia sudah tidak tahan untuk menahan lagi air mata yang berlomba untuk jatuh dari kedua pelupuk matanya.
" maafkan riani bu, riani tau semua ini sangat berat bagi ibu, riani sudah melukai ibu, ibu tetap baik memeperlakukan riani setelah apa yang riani lakukan terhadap ibu, semoga ibu mendapatkan menantu pengganti yang lebih baik lagi dari riani".
" lagi - lagi aku menyakiti orang - orang yang tulus menyayanginku, Ya Allah apa memang keputusan yang ku ambil ini salah, terlalu banyak hati yang terluka karena keputusan ku ini, apa yang harus aku lakukan".
Tanpa terasa riani sudah sampai di rumahnya, dan seperti biasa dini anaknya sudah menunggu kedatangannya dengan duduk di depan rumah di bawah pohon mangga di temani mbah utinya.
"Assalmualaikum gadis ibu, lihat ibu bawa apa nih? ".
" waalikum salam, tumben pulangnya telat ndok, tidak terjadi apa - apa kan? ". Emak riani bertanya prihal keterlambatan riani pulanh dari sekolah.
" tidak mak, tadi riani mampir dulu ke toko mencari susu buat dini, eh malah ketemu sama mbah doknya dini, ya ngobrol dulu tadi sebentar".
" ketemu dimana kok bisa".
" di toko dekat sekolah riani, mbah doknya dari rumah bude tadi lalu mampir juga ke toko tempat riani beli susu dini".
" ngobrol apa saja kamu sama mantan mertua mu itu? ".
" mbahnya dini minta kami main ke rumanhya, itu saja intinya mak".
" kamu mau main ke rumahnya, sudah siap ketemu aldi? ".
" memangnya kenapa kalau ketemu sama mas aldi mak ?, meskipum bertemu dia riani tidak akan rujuk kembali dengan dia mak".
" lagian tadi kata mbah dok dini, mas aldi sudah tiga bulan ini pergi merantau mak, jadi meskipun kami ke rumahnya tidak akan bertemu dengan dia".
__ADS_1
" bagus kalau seperti itu, emak tidak perlu khawatir kalau kamu ke rumahnya".?
Riani berlalu masuk ke dalama rumah sambil menggeleng - gelengkan kepalanya mendengar perkataan emaknya.