
Pagi ini imah berencana mulai melancarkan aksinya, sengaja pagi ini dia memasak lauk untuk sarapan dengan porsi lebih banyak dari pagi biasanya, dia berencana akan memberikan sebagian lauk ke rumah diva sebagai langkah awal yang dia gunakan memuluskan rencana perjodohan yang dia rencanakan bersama sang ibu buat radi dan diva.
Selesai memasak dan setelah anaknya berangkat ke sekolah dan suaminya berangkat ke kebun imah segera bersiap pergi ke rumah bulek kinah.
Sesampai di rumah diva terdengar bu kinah sedang memarahi sang anak gadisnya diva.
" seharusnya kamu meminta dia bertanggung jawab bukan malah pulang ke rumah diva, dasar kamu ini gadis b***h" terdengar suara bu kinah sedang memarahi anaknya.
" Assalamualaikum, bulek - bulek, ini imah"
" waalaikumsalam, sebentar" terdengar jawaban dari dalam rumah.
" owh dek imah, mari silahkan masuk dek, tumben ke mari ada apa? "
" terimakasih bulek, ah tidak ini kebetulan pagi ini imah masak agak banyak jadi ini imah sengaja membaginya dengan bulek".
" walah malah merepotkan dek imah ini, terimakasih ya dek, sebentar saya simpan dulu sayurnya"
" iya bulek silahkan"
Tak lama diva keluar membawa minuman untuk imah, dan begitu melihat diva imah pura - pura terkejut.
" lho dek diva kapan nich datang dari kota, kok baru lihat mbak imah dek" imah berasa basi terhadap diva.
" sudah dia hari ini mbak" mbak imah apa kabarnya" jawab diva sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan imah.
" Alhamdulillah mbak kabarnya baik dek, duh dek imah lama di kota pulang - pulang makin cantik dan glowing sekali ya" puji imah terhadap diva.
" ah mbak imah bisa saja".
" serius dek apa sih rahasianya bagi tips nya dong sama mbak biar mbak juga bisa seglowing dek diva"
" tidak ada tips khusus mbak saya cuma rutin perawatan saja"
lama imah imah sengaja bernama - basi dulu dan mengakrabkan diri terhadap diva terlebih dahulu sebelum ke inti tujuannya datang ke rumah diva ini.
"yana apa kabarnya mbak sudah lama saya tidak bertemu dengannya"
" alhamdulillah kalau yana kabarnya baik sudah menikah dia, lha dek diva kapan nih rencana menyusul yana menikah"
__ADS_1
" belum kepikiran mbak siapa juga yang mau dengan diva anak janda miskin lagi"
" ah kamu suka merendah dek, pasti di kota cowok - cowoknya pada ngantri untuk menjadi kekasih dek diva ini wong dek diva cantik seperti ini"
"mbak imah terlalu memuji ku, jadi malu"
" ayo dek imah silahkan di minum tehnya maaf ya cuma ada teh buat dek imah"
" ini lebih dari cukup bulek"
" seru sekali sepertinya obrolan kalian berdua, ngobrolin apa ini? ".
" ini loh bulek dek diva pulang - pulang dari kota kok semakin cantik sudah seperti artis saja dia, kapan nih nikahnya bulek? "
" menikah sama siapa to dek imah calon saja diva belum punya"
"masak sih gadis secantik diva ini belum punya calon bulek? "
" iya dek kalau kamu tidak percaya tanya saja ke pada orangnya".
" eh i... iya mbak saya belum punya calon bagaimana mau menikah" jawab diva terlihat gugup.
" wah dek imah ini apa ya mau adek dek imah menikah dengan anak saya dek suka mengada - ngada dek imah ini"
" ya saya sih terserah dek diva sama bulek kinah saja kalau mau ya siapa tau mereka memang berjodoh kita kan tidak tau"
" tetapi kami mau berembuk dulu dengan keluarga nanti kami kabari bagaimana keputusannya ya dek soalnya ya tau sendiri kan kalau diva sudah tidak punya ayah jadi saya mau meminta pertimbangan keluarga dulu, akan tetapi bagaimana dengan keluarga nak imah sendiri? "
" kalau itu bulek tidak usah khawatir semua aman terkendali pokoknya, baiklah sepertinya saya sudah terlalu lama disini saya permisi dulu ya bulek segera kasih kabar baiknya ke saya, saya tunggu lo kabar baiknya, mari Assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam , mari terima kasih atas kunjungannya dek imah"
" iya bulek sama - sama"
" dek imah sebentar sampek lupa saya dengan wadah sayurnya tadi, ini"
" oh iya ndak apa - apa bulek saya juga lupa, saya permisi dulu ya mari dek diva"
" iya mari mbak"
__ADS_1
Sepeninggal imah dari rumahnya diva segera ditarik ibunya masuk kedalam rumahnya.
" bagaimana menurut mu diva"
" bagaimana apanya bu"
" tawaran imah tadi soal adiknya si radi"
" enggak ah, lagian mbak imah main jodoh - jodohin aku sama adiknya iya kalau adiknya mau kalau tidak malu aku bu"
" terus kamu mau melahirkan anak dalam rahim mu itu tanpa punya suami? "
" ya tidak bu, tapi ya jangan dengan mas radi sih bu kasian dia masak harus menutupi aib ku"
" kamu jadi perempuan jangan terlalu b***h bisa tidak sih, gunakan otak mu untuk berfikir"
" kalau memang radi mau dijodohkan dengan kamu kita langsung meminta supaya dia segera menikahi mu saja agar mereka tidak curiga jika saat ini kamu sudah hamil anak laki - laki b****t itu, sudah mau berbuat eh bukannya tanggung jawab malah kabur, kamu juga b**h banget jadi anak kenapa bisa sampai hamil diluar nikah segala"
" ya diva fikir semua akan aman - aman saja bu, diva lupa jika sudah waktunya suntik kb lagi, jadi ya gini hasilnya, setelah tau diva hamil mas tomas malah kabur entah kemana"
" tapi kamu mau kan menikah dengan radi, demi anak kamu supaya punya ayah ketika lahir nanti"
" apa tidak ada jalan lain bu? "
" ada a***i mau" geram bu kinah terhadap anaknya.
" ya jangan bu soalnya diva.. diva sudah dua kali melakukan a****i bu, diva takut"
" ya Tuhan diva, kamu jauh - jauh kerja di kota kok malah jadi p****r, pulang dari bekerja di kota bukannya bawa uang malah bawa aib kamu ini diva - diva, ingin rasanya ibu r*****n saja kamu biar tidak selalu membuat ibu mu ini menanggung malu"
" sudah mau tidak mau ini keputusan ibu, pokoknya kamu harus segera menikah dengan radi, sebelum perut kamu semakin membesar dan orang - orang pada tau jika kamu hamil bukan anak radi"
" tapi bu diva masih ingin menunggu mas tomas bu, biar bagaimana pun ini anaknya darah dagingnya" ucap diva sambil menangis.
" oke ibu kasih waktu tiga hari kalau dalam waktu tiga hari tomas masih belum bisa kamu hubungi maka kami harus rela menerima keputusan ibu ini"
" iya bu"
Begitu diva menyanggupi syarat yang ibunya berikan bu kinah setidaknya sedikit agak tenang karena permasalahan yang dia hadapi menemukan jalan keluar.
__ADS_1