Dia Bahagiaku Dia Lukaku

Dia Bahagiaku Dia Lukaku
Chapter 39 : Nggak Ganggu Kalian Bermesraan


__ADS_3

Reyhandra POV


Hal yang tanpa di duga kembali lagi terjadi di pagi tang cerah nan ceria ini. Pagi dimana burung-burung berkicau dan bernyanyi riang. Namun tidak seriang hatiku, karena aku dari bad mood, berubah jadi super bad mood dan sekarang kembali lagi menjadi super duper bad mood. And why that is happened? Yah, of course, tamu tak diundang ku kembali datang.


Tiba-tiba saja Angel datang sambil teriak-teriak nggak jelas. Udah masuk sambil menggebrak pintu orang, malah pake teriak nggak guna lagi. Mana suaranya cempreng udah kayak piringan drum musik, masih mendingan suara itu malahan.


Ok lah klo itu bisa di toleransikan, tapi dia malah ambruk dalam pelukan ku, yang membuat ku sangat risih. Ditambah lagi dengan dia yang mencium ku dengan sembarangan. Ingin sekali aku menghapus air liur, ralat, lipstik tebalnya itu entah berapa centi itu dari pipiku. Namun aku tetap mencoba menahan diri untuk tak langsung menyambar kotak tisu yang ada di depanku.


Sebenarnya aku sangat ingin mendorongnya dari pelukanku, namun aku nggak bisa melakukan itu meskipun wangi parfumnya itu udah kayak bau bunga bangkai, tetap aku harus menahannya. Karena meski aku menganggapnya sebagai ekor yang merepotkan, dia tetap berguna bagiku yang mengincar perusahaan papanya itu.


Andre begitu menikmati melihat keadaan ku yang sekarat dengan emosi yang ku pendam gara-gara Angel, ditambah lagi tadi Andre juga begitu puas menertawai ku.


Hans masuk tak lama kemudian setelah Angel masuk. Sepertinya Angel masuk dengan cara menerobos pengawasan Hans dan juga para satpam.


"Mungkin, apa lain kali aku buat sebuah sistem kayak pemograman gitu ya buat Angel. Namanya sistem pemograman anti Angel." Pikirku saat melihat Hans yang terengah-engah karena ulah Angel dan juga meminta maaf padaku karena dia tidak bisa menahan Angel dengan baik.


Namun belum juga aku menjawab supaya Hans nggak terlalu menyalahkan diri, malam Angel yang menjawab dengan sarkasnya memaki Hans dan pegawai lainnya. Padahal aku sendiri aja nggak pernah memarahi Hans sama sekali. Karena Hans bukanlah tipe orang yang melalaikan tugasnya, kecuali klo itu adalah Angel. Selain aku membiarkan Angel dan sedikit memberi hak istimewa, tapi Hans juga nggak melakukan kekerasan karena Angel adalah seorang perempuan.


Padahal klo Hans mau, bisa saja Hans menggunakan taekwondonya itu. Dan Hans nggak mungkin kalah dalam hal ini. Karena aku di kursi sekolah menengah ke atas aja, Hans sudah memegangi sabuk hitam taekwondo. Jadi itu hal kecil bagi Hans, hanya saja Hans punya prinsipnya sendiri. Yaitu Hans nggak menggunakan ilmu taekwondonya itu pada anak-anak kecil, wanita juga orang tua. Tapi selebih dari itu, Hans akan menjadi orang yang kejam tanpa ampun pada orang yang memenuhi kriteria untuk di hajarnya.


"Sayang, kamu gimana sih? Kok Hans sekretaris seperti dia aja, kenapa kamu masih mempertahankan dia. Padahal kamu kan bisa saja memperkerjakan aku disini, sebagai sekretaris kamu. Gini-gini aku lulusan administrasi ekonomi luar negeri." Tutur Angel dengan nada manja.


Itu membuat ku sangat jijik, apalagi dia masih bergelanyut di leher ku. Namun aku akan menggunakan kesempatan ini untuk memenangkan dia. Menjawab perkataannya itu dengan sopan dan mendorongnya sedikit demi sedikit dari leherku juga dari pangkuan ini.

__ADS_1


"Sayang, kamu ini jangan membuang tenaga kamu dengan bekerja disini sebagai sekretaris aku. Ini nggak cocok dengan tamatan studi mu itu." Jawabku memujinya dan mendorongnya sedikit demi sedikit dari pangkuan ku.


"Kamu kok gitu sih sayang. Aku kan ingin membantu pekerjaan kamu juga, supaya pekerjaan mu itu cepat selesai dan kita pun jadi punya lebih banyak waktu bersama." Kata Angel yang nggak masih aja keras kepala. Dan malah menyambar tanganku untuk dipegangnya dan mengelus-elus punggung tanganku.


Meskipun Angel terlihat serius dan juga tulus ingin membantuku, namun aku tetap aja nggak suka. Karena dia hanya ingin lebih banyak waktu untuk terus berada di dekat ku, dan itu mengganggu ku.


Aku masih saja nggak menjawabnya dan berpikir keras berpura-pura mempertimbangkannya. Tapi dia malah makin merengek seperti bocah kecil dan terus menarik tanganku.


"Sayang, kok kamu diam aja sih? Jawab dong. Bolehkan klo aku kerja di samping kamu? Sebagai sekretaris kamu."


"Akting harus sempurna Reyhandra. Tunjukkan bakat akting mu itu. Bukankah selama ini kamu sudah bertahan cukup baik? Ayo, mari lakukan lagi." Motivasi ku dalam hatiku sendiri. "Sayang..., bukannya kamu nggak boleh kerja di perusahaan aku sebagai sekretaris aku. Tapi bagaimana nanti tanggapan papa kamu jika dia tau nanti. Bukankah papa kamu itu akan murka. Aku nggak mau lhoh. Klo kamu harus terluka, walau itu sedikit saja. Karena aku saja nggak tega buat nyakitin kamu. Hemmm?" Aku berakting tak kalah bagusnya dari Angel. Bahkan aku berinisiatif untuk mengambil tangannya dan menepuk-nepuk punggung tangannya untuk membuatnya percaya.


"Tapi, papa pasti akan mengerti klo aku jelaskan nanti padanya." Tambah Angel lagi, dan kini dia berdiri dibelakang ku dan malah memeluk leherku dari belakang.


Aku memberi sinyal kepada Andre untuk membantuku melalui mataku. Namun Andre tetap menggelengkan kepalanya, dia tetap nggak mau. Mungkin menikmati kesusahan ku ini laksanakan sebuah pertunjukan.


Aku memberi kode lagi kepada Andre. Dan akhirnya Andre setuju jika aku memberinya uang seperti biasa melalui isyarat tangannya itu. Aku nggak punya pilihan lain selain menyetujui permintaannya itu, asalkan Angel segera pergi dari sini.


Andre segera bergerak melakukan aksinya itu. Tapi kenapa dia malah membawa kotak yang berisi undangan yang dikirimkan oleh Stev itu. Apa dia gila?? Sebenarnya apa sih rencananya itu??! Kenapa aku punya firasat klo ini akan menambah masalah lagi, dan akan semakin runyam jadinya.


"Bro, gue minggat dulu. Nggak sanggup gue yang sebagai jomblo abadi ini melihat kalian terus bermesra-mesraan kayak gitu didepan gue."


"Oh, thanks Kak Andre kamu memang sangat pengertian." Kata Angel dengan ramah pada Andre karena seperti emang ini yang diharapkan dari tadi oleh gadis bau busuk ini. "Kamu juga, ngapain masih disini. Sadar diri kek. Kamu itu hanya ngeganggu aku sama Rey aja tau, nggak?" Bentak Angel kepada Hans.

__ADS_1


Hans tetap berdiri di tempat meskipun dia dicaci begitu oleh Angel. Karena bagi Hans, tuannya hanya satu, yaitu aku. Dan dia hanya akan mendengar perintah dari ku, kemudian orang setelah lu, tangan kanan ku yang lain. Seorang Andrea Rocher.


"Udah Hans, kita langsung cabot dari sini. Jangan ganggu orang yang sedang pacaran, ok?" Kata Andre menarik lengan Hans. Dan tentunya Andre tidak lupa membawa kotak berisi undangan itu.


"Tapi..." Hans masih tetap ragu untuk meninggalkan aku hanya berduaan dengan Angel.


"Hans, kamu emang yang terbaik." Batinku yang terharu dengan kesetiaan Hana. Nggak sama dengan teman lacknut yang satu itu.


"Udah Hans, nggak usah banyak tapi-tapian. Biarkan mereka menikmati dunia mereka sendiri, dan kita disini tidak ada gunanya, hanya akan jadi obat nyamuk saja." Desak Andre yang terus membujuk Hans. Namun Hans masih belum setuju untuk pergi, hingga akhirnya Andre membisikkan sesuatu pada Hans, dan Hans mengangguk apa yang dibilang Andre barusan.


"Apakah kamu hanya akan setuju aja, Hans?" Telepati ku dengan Hans dengan mata yang memohon. Tidak, ralat. Bukan memohon, nggak ada istilah memohon dalam kamus aku, lagipula aku yang menjadi bosnya disini. "Sialan, aku nggak tau, sebenarnya apa sih yang dibilangin sama Andre barusan pada Hans. Hingga Hans langsung terpengaruh."


"Maaf, tuan. Seperti kehadiran saya disini tidak dibutuhkan lagi, jadi saya akan melanjutkan pekerjaan saya kembali. Tidak mengganggu kesenangan tuan lagi. Klo gitu saya permisi tuan, nona." Hans mundur beberapa langkah dan langsung berbalik menuju pintu.


"Jadi, kamu benar-benar akan meninggalkan aku sendirian disini Hans?" Batinku lagi tak percaya, baru ini kali pertama Hans melawan kehendak ku.


"Ok, silakan dilanjutkan kalian berdua. Tidak mengganggu lagi, bye-bye Angel manis, beauty, sweety." Kata Andre kepada Andre, bahkan dia mengedipkan sebelah matanya kepada Angel.


Aku melihat ke arah Angel, dia akan bereaksi seperti apa. Dan ternyata dia tersenyum senang karena Andre memperlakukannya begitu. Memang benar seperti dugaan ku, dia haus akan pujian dari lawan jenis, karena dia akan berpikir klo orang itu juga mencintainya.


"Dasar menjijikkan. Yang satunya gatal sedangkan satunya lagi genit mata keranjang." Batinku lagi memijitkan kening ku. "Mereka bahkan lebih buruk dari Rosa yang memutuskan telepon secara sepihak." Batinku saat memikirkan Rosa yang lebih mending ketimbang Angel yang notabenenya sebagai sepupuan.


Dan kenapa aku bisa tau klo mereka adalah sepupuan? Tentu saja, karena aku ada seorang informasi hacker jenius di sampingku, walaupun dia rada sedikit kurang waras. Selain itu, dari segi nama belakang mereka yang sama itu juga mencurigakan, maka dari investigasi itu, aku mendapatkan begitu banyak informasi hingga sampailah pada diriku yang saat ini.

__ADS_1


__ADS_2