
Andre dan Hans langsung meninggalkan Reyhandra dan Angel sendirian, dan dengan alibi mereka berdua biarkan Reyhandra dan Angel bisa bermesraan. Andre segera berjalan didepan Hans sambil membawa kotak berisi undangan pernikahan yang dikirimkan Stev melalui kurir.
Hans bejalan dengan serampangan sesuai yang sudah dibisikkan oleh Andre tadi padanya. Karena itu untuk membantu Reyhandra, makanya Hans setuju buat berakting dengan Andre.
Kenangan....
"Hans, mau berakting sempurna dengan gue?" Tanya Andre berbisik ditelinga Hans.
"Maksud Tuan Andre apa ya? Apakah saya harus meninggalkan Tuan Reyhandra disini dengan rubah itu?" Hans berbisik juga, namun Hans tidak berbisik di telinga Andre, karena Hans adalah tipe orang yang menjaga jarak.
"Ya, begitulah. Demi akting yang sempurna dan juga, bukankah sangat itu disayangkan. Panggung yang spektakuler saja sudah disiapkan, tinggal dimeriahkan saja. Jadi gunakan kesempatan ini dengan baik Hans." Andre terus melanjutkan kata-katanya untuk menghipnotis Hans agar Hans mau satu kubu dengannya.
"Ayo, ayolah... Cepat setujukan sana. Jika lo setuju ini akan sangat indah buat pertunjukan gue, juga ini merupakan kesempatan emas yang diberikan langit untuk bisa mengerjain Reyhandra habis-habisan." Batin Andre sambil menatap Hans dengan mata yang penuh harapan.
"Tuan Andre memang sangat licik terhadap tuan. Lihat saja ekornya itu, sampai dikibas-kibaskan seperti itu. Seharusnya aku tak hanya menjaga tuan dari rubah betina Angel itu, tapi juga dari tuan Andre yang melebihi dari rubah itu." Batin Hans yang juga begitu waspada pada Andre. Bahkan Hans sendiri sampai membayangkan sosok Andre sekarang yang sangat menunggu-nunggu mangsanya menggigit umpan yang sudah diberikan.
"Tapi...." Hans masih saja ragu dengan niat Andre, dan sepertinya Andre punya rencana yang nggak biasa.
"Nggak usah pake tapi-tapian lagi Hans. Bukankah lo juga ingin menolong tuan yang malang mu itu? Dia begitu kasihan lho? Nggak kah kamu ingin menyelamatkannya dari rubah betina itu? Ya, udah ketebak. Kamu memang mau menyelamatkan tuan mu itu, kan? Maka dari itu, aku butuh lo buat kerja sama dengan gue. Lo hanya perlu percayakan sisanya pada gue, lakukan aja seperti instruksi dari gue, ok?" Andre langsung membisikkan rencananya di telinga Hans, dan Hans hanya bisa mengangguk dengan berat.
"Tapi tuan, itu berbahaya bagi tuan." Kaget Hans sesudah mendengar rencana Andre.
"Nggak apa, Hans. Demi akting yang sempurna. Kadang sedikit pengorbanan itu memang diperlukan, untuk sebuah karya yang seni yang sempurna juga."
"Klo begitu tuan tenang saja. Saya akan mencoba menahan tenaga saya, juga saya akan mencoba untuk menangkap nantinya."
"Klo begitu, gue percayakan diri gue yang rapuh ini pada lo, Hans." Imbuh Andre dengan akting menyedihkan. "Sepertinya sudah setuju, ya?" Batin Andre yang mengintip Hans melalui sebelah matanya, karena dia lagi berakting menangis sedih yang menawan.
"Maaf tuan, baru kali ini saya melanggar perintah tuan. Saya harap tuan mengerti, karena ini demi tuan juga." Batin Hans yang melihat tuannya itu sangat kasihan karena terus diganggu oleh Angel.
"Kalau begitu, mohon kerja samanya Tuan Andre." Kata Hans mengulurkan tangannya kepada Andre, namun Andre tidak menerimanya malah justru menepuk bahu Hans.
"Percayakan saja pada gue Hans. Lo hanya perlu berakting yang sempurna." Tutur Andre tersenyum smirk dan langsung melewati Hans.
Kenangan Berakhir....
Hans yang berjalan dibelakang Andre dengan segerakan menabrak Andre dengan akting sempurna tanpa sengaja tertabrak, dan Andre akan pura-pura terjatuh dan kejadian selanjutnya tergantung bagaimana lawan menanggapi.
Karena Hans adalah seorang taekwondo, jadi Hans tetap nggak bisa untuk mengontrol tenaganya yang berlebihan itu bagi Andre. Kaki beneran terpeleset dan akan berakibat fatal jika dia jatuh ke lantai keramik ubin yang keras.
"S*it. Matilah masa depan enak gue klo gue jatuh disini. Siapa pun, tolong selamatkan pangeran yang malang ini!!!!" Raung suara hati Andre meminta tolong.
"Andre!!!" Reyhandra bangun dari kursinya dan segera berlari ke arah Andre untuk membantu menariknya. "Sial, sepertinya ini nggak keburu." Upat Reyhandra berlari ke arah Andre.
Angel juga berlari ke arah yang sama dengan Reyhandra. Dia bukan bermaksud untuk membantu, dia hanya ingin mengekori Reyhandra saja. Karena Angel beranggapan klo dia pura-pura peduli sama orang sekitar Reyhandra, maka peluangnya untuk menjadi Nyonya Kedrey yang di incarnya akan semakin mudah.
"Kak Andre, hati-hati......" Pekik Angel yang suaranya bahkan memekakkan pendengaran siapapun yang mendengarnya.
Karena suara Angel itu, Reyhandra jadi berhenti berlari ke arah Andre dan menutup telinganya itu.
Andre terpeleset dan tubuhnya mengambang setengah di udara. Andre sudah hilang semua harapan, karena suara Angel itu Reyhandra jadi berdiri karena demi menjaga telinganya itu. Juga Andre nggak bisa terlalu berharap pada orang seperti Hans yang kurang reaksi terhadap orang sekitarnya, kecuali buat Reyhandra.
"Semoga aja ngga sakitnya nanti saat jatuhnya." Batin Andre yang masih berharap. "Cuih, dasar Andrea begok. Apa otak lo itu udah dimakan anjing apa?! Mana mungkin nggak sakit saat jatuh!" Maki Andre lagi terhadap dirinya. "Tapi..., gue masih berharap gue akan baik-baik saja. Siapapun..., tolongin gue!!!" Andre memejamkan matanya sebelum dia benar-benar jatuh di lantai yang keras itu.
__ADS_1
Melihat Andre yang udah setengah melayang akibat ditabrak olehnya, Hans langsung sigap mengulur tangannya, dan berhasil menangkap Andre ala pengantin mengangkat bride-nya menuku kamar pengantin.
Andre maaih saja merem dan nggak berani membuka matanya. "Kenapa nggak sakit? Apa gue udah di surga, ya?" Batin Andre yang masih saja merem-merem berharap.
"Tuan Andre. Tuan, Anda baik-baik saja?" Panggil Hans menyadarkan Andre dan dekapannya itu.
"Hah?" Andre membuka matanya dan langsung berhadapan dengan wanah Hans. "Apa gue benar-benar selamat?" Tanya Andre kepada Hans.
"Ya, tuan." Jawab Hans pendek.
"Lo yang nyelamatin gue."
"Iya, tuan."
"Syukurlah gue selamat." Andre menghela nafas lega, dan masih betah dan dekapan Hans itu.
Kotak yang dibawa oleh Andre tadi juga terbang melayang. Undangan jatuh melayang di udara di atas Andre dan Hans, itu sudah seperti kelopak bunga yang berjatuhan yang ada di resepsi pernikahan ala barat itu. Dan untuk sesaat Andre merasa terlena dengan pemandangan itu, namun sesaat kemudian dia langsung sadar dan dengan wajah memerah Andre langsung melompat turun dari dekapan Hans.
Hans yang bigung dengan sikap Andre begitu yang langsung memalingkan wajahnya darinya yang telah menyelamatkan Andre menjadi bingung.
Reyhandra dan Angel akhirnya menyusul juga didekat Andre adan Hans. Reyhandra langsung menanyakan kabar Andre dengan panik.
"Kamu nggak papa kan, Dre? Kamu nggak apa kan?"
Andre dengan cepat mengatasi wajahnya memerah itu akibat malu dengan tingkahnya itu yang berada dalam pelukan Hans yang seharusnya itu adalah untuk istri masa depannya Hans nanti, walaupun itu serasa mustahil bagi Hans. Tapi Andre tetap malu karena dia tidak menyangka klo kejadiannya itu akan seperti itu, bahkan dia sempat terlena sebentar saat undangan-undangan pernikahan Reyhandra itu berjatuhan.
"Tuan Andre, Anda baik-baik saja, kan? Apakah Anda terkejut, tuan?" Tanya Hans yang juga khawatir. "Maaf tua, saya menabraknya terlalu keras karena nggak bisa mengatur tenaga saya tuan."
"Kamu baik-baik aja kan, bro?" Tanya Reyhandra juga pada Andre.
"Seperti yang lo liat, gue masih seger bugar kok. Tapi..., lo khawatir ya sama gue?"
"Mana ada. Aku hanya khawatir klo nanti orang suruhan aku tiba-tiba aja harus masuk rumah sakit, akibat ketergangguan mental, akibat hampir jatuh di ruangan aku." Jawab Reyhandra dengan kejam.
"What the f*ck, Reyhandra Kedrey. Padahal gue lakuin ini juga buat lo."
"Buat lo apaan? Malahan hampir membunuh gue, tau?" Reyhandra meninggikan suaranya tak kalah dari suara Andre.
"Lo...." Andre menunjuk telat di depan mata Reyhandra.
"Apa?!" Tanya Reyhandra tak mau kalah juga.
"Lo ya..."
Kata-kata Andre terputus bigitu saja saat suara Angel mulai berbicara.
"Rey, kamu akan menikah?" Tanya Angel nggak percaya saat memungut undangan yang ada di lantai dan membacanya.
"Angel...."
"Rey jawab. Kenapa diam aja, huh? Kenapa aku nggak tau ini? Kenapa kamu nyembunyiin ini semua dari aku, huh? Kenapa? Kenapa harus dia lagi?" Teriak Angel yang nggak terima klo Reyhandra akan menikah, apalagi disitu tertera tinggal beberapa hari lagi.
"Peran gue udah selesai disini. Sisanya lo atur sendiri. Gue balik kerja dulu." Kata Andre menepuk bahu Reyhandra dan langsung berjalan keluar. "Hans, lo disini aja sama bos lo, ada yang harus lo atur selesain bentar lagi, tuh."
__ADS_1
Andre benar-benar pergi dan akhirnya dia pun lenyap di balik pintu dan melanjutkan pekerjaannya itu.
Suasana dalam ruangan menjadi begitu sensasional. Angel yang mulai menangis mempertanyakan semua yang akan terjadi empat hari kemudiannya itu pada Reyhandra. Sedangkan Reyhandra yang masih tenang-tenang aja.
"Rey, kenapa nggak berani jawab, huh? Ternyata ini benar, ya? Tega kamu, Rey. Kamu kejam."
"Berlagak menjadi korban, ya?" Bati Reyhandra yang muak dengan segala yang dilakukan Angel, dengan berakting seperti itu.
"Aku emang udah dari awal curiga klo aku melihat undangan yang ada di kotak atas meja kamu. Namun aku masih mau percaya sama kamu, karena aku pikir itu bisa jadi undangan dari mitra kerja kamu. Tapi aku nyangka, ternyata kamu begini, ya? Tega kamu, Rey. Apalagi Rosa itu adalah orang yang paling aku benci. Bukankah aku juga sudah bilang, sudah cerita sama kamu." Angel terus merepet bahkan Reyhandra pun menjadi malas mendengarnya, namun dia tetap mencoba untuk menahan diri.
"Sayang, kamu dengerin aku dulu." Ucap Reyhandra memegang kedua bahu Angel.
"Aku nggak mau denger apa-apa dari kamu sekarang." Marah Angel dan melepaskan tangan Reyhandra dengan kasar dari bahunya.
"Klo begitu, kenapa masih disini juga. Kenapa nggak keluar aja dari tadi klo kamu udah tau. Buat apa juga marah-marah didepan aku. Kamu itu hanya mau main tarik ulur aja, kan? Kau pikir aku nggak paham dengan trik murahan ini, huh?" Batin Reyhandra yang jengkel dengan Angel. "Sayang, kamu dengerin aku dulu. Sebenarnya aku punya suatu dendam dengan keluarga Vogart itu. Dan aku hanya mau menggunakan Rosalyn untuk membuat segalanya lancar." Jelas Reyhandra yang emang dia jujur.
"Kamu serius???" Tanya Angel yang langsung berhenti menangis. "Kamu menikah sama Rosa itu bukan karena cinta, kan? Tapi karena balas dendam, kan?"
"Iya. Hanya untuk balas dendam. Lagipula aku cintanya sama kamu. Oh ya, bukannya kamu juga sangat membencinya, kan? Nanti biar sekalian juga aku membalas dendammu juga. Bagaimana?"
"Tapi aku tetap nggak mau kamu menikah dengan si j*l*ng itu. Dia itu siluman rubah nggak tau diri." Tambah Angel yang memeluk Reyhandra dengan manja.
"Sialan, bau menjijikkan itu menempel di jasku." Batin Reyhandra yang menayangkan jasnya, tapi Reyhandra tetap nggak menolak Angel dan malah menepuk-nepuk kepala Angel, supaya Angel tetap percaya pada dirinya dan masih bisa dikendalikan.
"Iya sayang, aku tau kok. Ini juga bukan keinginanku. Tapi apa boleh buat kan, dendam juga penting. Dan aku juga berencana untuk mengambil alih perusahaan papanya itu."
"Tapi aku tetap nggak mau kamu akan sering menghabiskan waktu dengan j*l*ng itu." Tutur Angel yang masih aja mendekap Reyhandra.
"Kamu tenang aja itu. Pokoknya cinta aku itu hanya untuk kamu."
"Kamu janji, ya. Apapun itu, aku tetaplah prioritas pertama kamu."
"Iya, iya. You are my number one, ok?" Kata Reyhandra asal, yang penting Angel segera melepaskannya dan pergi dari ruangannya ini.
"Baiklah, aku minta tebusan. Malam ini kamu harus nemanin aku makan malam romantis, ok? Eiiittttt..., aku nggak menerima penolakan." Tutur Angel menghentikan Reyhandra yang ingin menolaknya.
"F*ck. Dia sangat seenaknya sendiri. Awa aja klo kamu udah nggak guna lagi. Akan ku buat kamu menyesal karena udah membuatku seperti ini. Emang ini niat kamu dari awal, kan?" Batin Reyhandra dengan dendam yang membara juga. "Ya udah. Kamu yang atur tempatnya juga kapan. Biar aku luangin waktu aku."
"Ok, baiklah klo begitu. Kamu tetaplah yang terbaik, sayang. Klo begitu aku pamit dulu, sayang. Don't forget to miss me, ok? Bye, darling." Angel mengecup pipi Reyhandra lalu segera pergi ke arah pintu.
"Iya, hati-hati sayang. Jangan terlalu merindukanmu juga, ya?"
Angel langsung pergi dan menghilang jhga di balik pintu. Reyhandra segera melepaskan jasnya dan memberikan kepada Hans. Lalu segera menuju ke meja kerjanya dan mengambil tisu menghapus bekas ciuman dj pipi oleh Angel.
Reyhandra membau dirinya sendiri dan bau Angel masih aja tetap mempel, walaupun sudah di hapus dengan tisu. Bahkan hampir habis sati kotak.
"Sial, benar-benar harus mandi. Bau ini masih aja sangat menyengat. J*l*ng, ya? Mengatakan orang lain j*l*ng, dasar nggak sadar akan level sendiri." Ledek Reyhandra tersenyum sendiri saat memikirkannya kembali.
Hans masih aja tetap dengan sabar berdiri di tempat berdirinya menunggu tugas selanjutnya dari tuannya, Reyhandra. Karena biasanya akan banyak hal yang harus diurus klo udah ada kejadian seperti ini.
"Hans, aku mau mandi dulu. Bawakan aku pakaian baru, dan juga cuci itu di laundry sampai bersih, pokoknya hilang bau busuk itu. Oh ya, satu lagi. Pungut semua undangan itu dan kirimkan untuk orang terdekat kita juga beberapa mitra bisnis." Perintah Reyhandra kepada Hans.
"Baik, tuan." Hans segera mundur mengerjakan segala yang diperintahkan oleh Reyhandra padanya barusan. Sedangkan Reyhandra langsung masuk ke kamar yang ada di ruangannya itu untuk mandi. Menghilangkan bau yang nggak enak, juga nasib sial hari ini.
__ADS_1