Dia Bahagiaku Dia Lukaku

Dia Bahagiaku Dia Lukaku
Chapter 59 : Kilas Balik


__ADS_3

Reyhandra membawa Angel ke restoran mewah, dan itu memang plan-nya dari awal. Meskipun bukan Reyhandra sendiri yang mengaturnya, melainkan Hans yang meng-handle segalanya. Segala hal yang bersangkutan dengan Angel pasti akan menjadi tugas Hans untuk mengaturnya. Dan malam ini termasuk juga, hanya saja naskah dan keperluan aktingnya Reyhandra sendiri yang mengaturnya.


Reyhandra yang membawa bunga itu emang ide dari dirinya sendiri, tapi klo bahan itu bisa terwujud itu adalah tugas Hans, meskipun dia harus pulang ke rumah utama untuk memetik bunga yang ada di taman rumah utama, rumah kakeknya Reyhandra.


Reyhandra datang dan Angel sudah marah-marah menggerutu di depan restoran, hotel Dream Roza. Reyhandra tau sebab dan akibat kenapa Angel bisa berakhir seperti ini, hanya saja dia sekarang dalam mode yang datang terlambat tak tau apa-apa dan membawakan pacarnya bunga karena sudah membuat pacarnya itu menunggu lama.


Reyhandra memberikan bunga pada Angel dan meminta maaf padanya, meskipun sebenarnya dia paling benci untuk meminta maaf, apalagi itu kepada Angel yang hanya pionnya juga anak dari musuh bisnisnya. Ayahnya dari Angeline Vogart, Reynold Vogart, adik dari Raymond Vogart, pamannya dari Rosalyn Saputri Vogart.


Mereka merupakan satu silsilah keluarga yang sama, hanya saja mereka tidak akur. Papa Rosa sebagai anak pertama berhasil mewarisi kekayaan yang sangat banyak, karena kekompotennya dulu. Terlebih Raymond menikahi seorang putri Yakuza. Dan mendapatkan hadiah pernikahan berupa sebuah perusahaan dengan syarat istrinya Raymond tidak akan diakui sebagai putrinya Yakuza lagi, melainkan orang biasa.


Karena kesuksesan yang didapatkan oleh Raymond sang kakak, itu menimbulkan kecemburuan pada sang adik, hingga sampai sekarang, sampai mereka mempunyai anak, mereka saling membenci. Begitulah informasi yang didapatkan oleh Reyhandra secara garis besar.


Reyhandra awalnya hanya mau memanfaatkan Angel untuk menyingkirkan ayahnya dari Angel, karena mereka berpotensi untuk menghancurkan kerja sama yang sehat, terlebih mereka pernah sekali merebut tender yang didapat perusahaan Kedrey dengan cara kotor, makanya itu membuat Reyhandra menargetkan perusahaan dari Reynold dengan melalui Angel.


Dan mengenai keluarga Vogart yang satunya lagi, Raymond, yang diketahui oleh Reyhandra sebagai pembunuh ayahnya, juga pemicu ibunya bunuh diri karena tidak sanggup kehilangan suaminya, hingga ibunya menjadi gila dan memperlakukan Reyhandra dan Adel dengan kejam. Apalagi saat itu Adel masihlah anak yang berumur 3 tahun.


Reyhandra tidak membenci ibunya sama sekali karena dia juga paham akan penderitaan ibunya. Namun kebencian dan dendam yang ditanamkan oleh ibunya itu mendarah daging dalam dirinya. Apalagi saat ibunya memperlakukan Adel dengan kasar, itu membuat Reyhandra makin membenci keluarga Raymond.


Reyhandra tetap bertahan dengan bersekolah seperti biasa dan merawat Adel dan ibunya dengan baik. Hingga suatu hari karena melihat kejayaan dari Raymond yang berhasil dengan segala bisnisnya itu, apalagi itu adalah bisnis yang dibangun bersama suaminya, Irish, ibunya Reyhandra nggak sanggup menahan dirinya untuk tidak meledak. Melihat orang yang membunug suaminya itu jaya dalam bisnisnya dan berhasil dalam keluarganya.


Sampai keesokan harinya Reyhandra pulang sekolah seperti biasa, namun dia justru mendapati Adel menangis dengan keras dan tangisannya terdengar sampai keluar. Reyhandra segera berlari dengan cepat, karena dia pikir ibunya kambuh lagi dan menyiksa Adel yang masih kecil itu. Namun saat didapatinya ternyata ibunya sudah tergeletak di lantai dengan bersimbah darah. Irish bunuh diri dengan melompat dafi lantai dua, sedangkan Adel sendirian di kamar yang kekunci dan menangis.


Reyhandra tak menangis sama sekali saat melihat ibunya itu tergeletak bersimbah darah di depannya. Dia sudah mati rasa akan perasaan yang mengguncang dan luka yang dia dapatkan. Tiap kali ibunya mengamuk, maka Reyhandra akan selalu menjadi pelampiasan ibunya. Jadi dia sudah mati perasaan akan semua itu sekarang.


Reyhandra menelpon kakeknya dan memberi tahu klo ibunya bunuh diri. Sesudah segala pemakaman Irish sudah selesai, Reyhandra dan Adel dengan otomatis berada dibawah asuhan kakeknya. Reyhandra sudah bertekad semenjak saat itu, klo dia akan kuliah dengan sungguh-sungguh, karena dia harus cepat-cepat mewarisi perusahaan kakeknya itu membalaskan dendamnya.


Reyhandra menyelesaikan S1-nya dalam kurung waktu 3 tahun dan langsung bekerja dibawah asuhan kakeknya, menjadi seorang asisten kakeknya. Sambil Reyhandra bekerja dengan kakeknya itu, Reyhandra juga melanjutkan studi S2-nya dan dalam kurng waktu 2 tahun kemudian, karena kakeknya itu pun sudah tua, Reyhandra diangkat menjadi CEO kepercayaan kakeknya itu dan diberikan Hans sebagai sekretaris pribadinya.


Dan mengenai Andre Rocher anak dari Adam Rocher yang bekerja untuk kakeknya, dia menjadi teman Reyhandra dari awal Reyhandra pindah ke rumah kakeknya dan kuliah di universitas yang sama. Hanya saja Andre orangnya berisik, itu sebabnya Reyhandra kurang suka dan dia memilih untuk menghindari Andre. Karena bagi Reyhandra itu juga akan menghambat ambisinya.


Namun lambat laun dalam waktu 3 tahun, ternyata Andre juga lulus bersamaan dengan Reyhandra, dan itu membuktikan Andre adalah orang yang bisa diandalkan. Dalam waktu 3 tahun itu sudah cukup bagi mereka untuk memupuk rasa persahabatan meskipun Reyhandra yang hanya ingin memanfaatkan mereka yang berguna baginya untuk balas dendam.


Andre adalah si jenius bagian teknologi, dan dia juga bisa membuat orang disekitarnya menjadi care dengannya Andre adalah tipe orang yang easy going dalam hal berteman. Dan dia juga seorang peretas yang ahli yang hanya diketahui oleh beberapa orang. Makanya setelah Reyhandra menjabat sebagai CEO Andre menjadi orangnya yang diposisikan sebagai manajer personalia, karena mengingat Andre yang easy going orangnya.


Sebenarnya tidak ada yang membuat Reyhandra pusing dengan Andre mengingat bakatnya itu yang sangat berguna, Reyhandra hanya nggak habis pikir dengan hobi Andre yang tukang mabuk dan juga playboy handal. Selain dari itu, semuanya perfect pada diri seorang Andrea Rocher.


Dan mengenai soal Adel, dia tumbuh menjadi gadis liar yang jarang dan hampir nggak pernah pulang ke rumah. Dia lebih memilih tinggal di keluarga Rocher dengan adiknya Andre, Dian Rocher yang terpaut 3 tahun beda usianya.


Oleh karena adiknya yang nggak hampir nggak pernah pulang ke rumah itu juga karena kesibukan Reyhandra yang sekarang menjadi CEO, dia hampir nggak pernah bertemu dengan Adel. Klo pun bertemu dan berjumpa satu sama lain, mereka tak lebih hanya sekedar seperti orang asing saja.


Reyhandra tak mempermasalahkan hal itu sama sekali, dia juga nggak memerahi adiknya untuk pulang ke rumah, karena dia juga nggak bisa memberikan kehangatan seperti yang Adel dapatkan dari keluarga Rocher yang lengkap dan hangat. Ada orang yang memasak untuk Adel dan ada orang yang menyanyanginya seperti anak sendiri,


Reyhandra merasa sangat berterima kasih pada keluarga Rocher. Dan untuk mengetahui kabar Adel, Reyhandra hanya bisa bertanya pada Andre dan Reyhandra cukup senang karena adiknya mendapatkan masa remaja bahagianya di keluarga itu, tak seperti dirinya yang hancur dan penuh dendam.


Tapi saat Reyhandra mengambil alih perusahaan dan sedang naik daunnya karena mendapatkan tender yang menguntungkan dan menggiurkan sekaligus menjadi tombak baru bagi perusahaannya itu, tender itu malah direbut oleh perusahaan ayahnya Angel, Reynold dengan cara yang kotor, karena Reynold juga merupakan salah satu dari anggota bawah, makanya berhasil direbut.


Dikarenakan hal itu membuat Reyhandra menaruh dendam dan berjanji akan memporak-porandakan perusahaan Reynold. Terlebih Reyhandra berpikir jika dia yang nggak memporak-porandakan perusahaan Reynold maka dia yang akan membuat Reyhandra menjadi hancur. Makanya langkah yang diambil Reyhandra adalah melalui putrinya, Angel, yang cinta buta dengannya. Dikarenakan hal itu, Reyhandra memanfaatkan kesempatan dengan baik dengan cara memacari Angel dan mendapatkan informasi perusahaan Reynold melalui putrinya itu.


Dan mengenai dendam dengan keluarga Raymond, Reyhandra rencananya mau memporak-porandakan perusahaannya, karena dulu ayahnya terbunuh gara-gara perusahaan juga. Namun terlebih dahulu Reyhandra harus lebih kuat untuk dapat menginjak perusahaan Raymond dibawah kakinya.


Namun siapa sangka klo ternyata Reyhandra punya janji perjodohan dengan putri bungsunya keluarga Raymond, putri emas yang dijaga bak berlian. Dan itu membuat Reyhandra mengubah haluan untuk menghancurkan keluarga Raymond melalui Rosa. Menghancurkan Rosa maka sama dengan menghancurkan keluarga itu, karena Rosa begitu penting untuk keluarga itu.


Dan mengenai Angel, makanya dia berada disini sekarang, menghancurkan mereka sekaligus. Lagipula Reyhandra pikir itu menyenangkan untuk menghancurkan kedua keluarga bersaudara itu. Itu sama artinya dengan membunuh dua burung dengan satu batu. Kemudian, Reyhandra juga nggak perlu menunggu waktu lama hingga dirinya bisa sukses besar untuk bisa menghancurkan keluarga itu. Dia bisa melakukannya melalui Rosa. Dia bisa memperbudak Rosa dan memberi Rosa pelajaran melalui tangan Angel. Terlebih Reyhandra juga memegang kelemahan Rosa sekarang, jadi dia bisa membuat Rosa patuh dengan sendirinya tanpa bisa memberontak, tak bisa lepas dari genggamannya, kecuali Reyhandra sendiri yang mau melepaskannya.


"Itupun jika aku nggak menginginkannya lagi." Batin Reyhandra bermonolog.


Reyhandra memberikan bunga lada Angel sebagai permintaan maaf dan diterima dengan baik oleh Angel, meskipun pada awalnya Reyhandra harus mendengar gerutuan nggak jelas dari Angel.


Reyhandra tau klo itu adalah ulah Rosa, karena dia melihat semuanya, bahkan begitu menikmatinya. Namun sayang, karena Reyhandra nggak bisa mendengar dan menyaksikannya dari jarak yang dekat.


Reyhandra dan Angel naik ke lantai dua melalui lift dengan dipandu oleh pelayan, karena Reyhandra juga merupakan salah satu anggota VIP. Si pelayan membawa dan menunjukkan Reyhandra meja yang agak jauh dari Rosa, hingga itu membuatnya nggak bisa mendengar apa yang diomongin oleh Rosa dan Alan.


Reyhandra berniat untuk duduk, dan menarik kursinya. Namun kursi itu malah dengan cepat diduduki oleh Angel.


"Makasih darling. You are so kind to me, sampai-sampai kamu menarik aku kursi untuk ku duduki. Kamu emang the best, pacar aku paaaliing baik, sayang." Ucap Angel sambil mencium pipi Reyhandra.


Reyhandra membelalakkan matanya saat Angel mencium pipinya, dan Reyhandra hanya bisa merespon dengan tersenyum di permukaan. "Iya, sama-sama, sayang. Ini emang tugas aku." Jawab Reyhandra di permukaan. Reyhandra menoleh kearah lain dan langsung menghapus pipinya yang barusan dicium oleh Angel.


"Sialan, f*ck! Cewek gatel minta dihajar, berani-beraninya dia mencium ku! Apakah dia tidak sayang dengan nyawanya lagi. Padahal awalnya aku berencana mengampuni nyawanya, tapi berani-beraninya dia melewati batas itu." Batin Reyhandra dengan benci. Reyhandra menarik kursinya san duduk didepan Angel, namun dia tetap masih memasang senyumnya itu. Seolah-olah dia nggak apa-apa akan itu.


Angel membalas senyum Reyhandra dengan kaku, meskipun dia tersenyum sebenarnya Angel sedang menutupi sesuatu. Mencegah Reyhandra melihat Rosa, karena dia nggak mau momen yang begitu langka baginya akan terganggu.


"Sial, aku nggak boleh membiarkan Reyhandra melihat si j*l*ng itu. Bisa-bisanya Reyhandra nanti malah mengundang mereka kesini dan mengganggu dinner aku dengan Reyhandra. Tapi untunglah Reyhandra nggak melihatnya. Klo sampai itu terjadi, benar-benar..., aku nggak tau lagi. Padahal tadi saat masuk aja dia sudah mempermalukan aku yang bersekolah di luar negeri ini didepan umum. Dan gimana klo Reyhandra melihatnya, dan malah mengundangnya, itu benar-benar akan membuatku kehilangan nafsu makan. Walaupun sebenarnya bagus juga membongkar hubungan kami di depannya, tapi bisa-bisanya Reyhandra akan marah nanti dan malah memutusin aku. Aku nggak mau itu semua terjadi. Mau gimana pun, Reyhandra harus tetap menjadi milikku, nggak seorang pun bisa memilikinya, nggak seorang pun bisa menyandang gelar Nyonya Reyhandra Kedrey. Gelar itu harus menjadi milikku, hanya milikku. Nggak Rosa, nggak orang lain, pokoknya hanya aku!" Batin Angel yang terus bermonolog sambil memperhatikan Rosa yang ada dibelakang Reyhandra dan menggigit bibirnya karena rasa gugupnya.


"Mencoba menutupi, ya? Kau pikir aku nggak tau apa yang sedang kau tutupi itu dan apa yang sedang kau pikirkan itu? Semuanya jelas di wajahmu? Mau gimanapun kau menutupinya?" Smirk Reyhandra sambil membaca buku menunya itu. "Sayang, kamu lagi liat apaan sih? Kok mata kamu terus tertuju ke belakang aku?" Tanya Reyhandra berpura-pura dan melihat kebelakang, namun Angel dengan segera mencegahnya dengan heboh.

__ADS_1


"Ahhhh, nggak ada apa-apa, kok. Nggak ada apa-apa, kita liat menunya aja, ya! Kita belum pesan ni."


"Emmm, ya udah terserah kamu aja. Emang kamu mau mesen apa?" Tanya Reyhandra dengan senang. Karena momen barusan membangkitkan gairahnya untuk terus berakting.


"Ya, udah. Klo gitu aku aja yang pesen, ya! Kamu mau disamain dengan aku, kan?" Tanya Angel sambil melihat buku menunya.


"Iya boleh, disamain aja." Jawab Reyhandra yang nggak peduli dia mau apapun itu. Reyhandra menoleh ke belakang, tempat Rosa dan Alan duduk, meraka ternyata sedang berbicara dengan seorang pelayan yang mendorong troll makanan.


"Sebenarnya mereka lagi ngapain sih? Bicara apa mereka? Ahhh, penasarannya. Apa aku dekatin pelayan disini aja ya, buat meletakkan perekam seara tersembunyi. Tapi mana ada perekam suara tersembunyi disini sekarang, cause l'm not spy. Lagipula ini bukan film." Batin Reyhandra yang langsung duduk tegak kembali.


"Ok, saya pesan ini, ini, ini dan ini, ya. Dan minumannya yang ini untuk pacar saya, dan ini untuk saya. Untuk porsi makanannya masing-masing dua, ok? Itu saja." Kata Angel memesan makanan dan si pelayan langsung mencatatnya dengan telaten.


"Baik, mohon ditunggu sebentar, ya." Kata si pelayan dan langsung pergi menyerah catatan resep itu pada koki.


Angel sudah memesan semuanya, namun saat dia memperhatikan Reyhandra, malah justru sedang celingak-celinguk memperhatikan sekitarannya. Padahal Reyhandra nggak punya kebiasaan seperti itu, Reyhandra yang Angel kenal adalah orang dingin yang berkelas.


"Reyhandra lagi liatin apa, sih?" Angel bertanya-tanya sambil memperhatikan kemana arah mata Reyhandra mengarah. "Nggak mungkin kan dia sudah melihat si j*l*ng itu sedang makan disini, kan?" Batin Angel lagi yang merasa was-was.


"Sayang, kamu liatin apa sih dari tadi?" Tanya Angel untuk mengalihkan Reyhandra kepada dirinya.


"Ah, nggak apa-apa kok. Hanya merhatiin dekorasi disini doang kok. Bagus sekali mereka mendekornya, dan emang pantas menjadi hotel nomor satu di Jakarta ini." Jawab Reyhandra beralasan, tapi itu terkesan murni. Karena dekorasinya emang bagus dan bukan main main.


"Kamu kok bilangnya gitu, sih? Kamu kan udah pernah liat. Ini pasti bukan satu dua kalinya lagi kamu kesini, kan?"


"Ya, itu emang benar. Tapi mau diperhatikan gimana pun, ini tetap saja menarik. Tapi, by the way, kamu senang nggak aku ngajak kesini?" Tanya Reyhandra mengalihkan pembicaraan, karena Reyhandra rasa pembicaraan tentang dekorasi itu takn akan menarik. Apalagi Reyhandra hanya mencari alasan begitu saja tadi, karena dia sedang memperhatikan Rosa dan Alan tadi.


"Ya, aku seneng dong. Apalagi itu bareng kamu. Aku mau restoran mana pun itu aku tetap senang, asalkan aku dengan kamu." Jawab Angel tersenyum kepada Reyhandra, yang itu membuat Reyhandra menambah jijik. Karena Reyhandra sama sekali nggak ada rasa dengan Angel, apalagi Angel orangnya sok asik dan sok memiliki dirinya.


"Yang intinya klo kamu ku ajak ke jajanan pinggir jalan nggak mau kan itu?" Batin Reyhandra yang langsung bisa nangkep maksud dari Angel.


Reyhandra memasang senyum terbaiknya dan menjawab Angel. "Aku juga senang dapat dinner begini dengan kamu. Sangat disayangkan, karena aku punya banyak pekerjaan, jadi aku nggak dapat banyak ngeluangin waktu untuk kamu, apalagi buat kita berduaan." "Jadi lebih baik kita nggak usah bertemu lagi." Batin Reyhandra yang berlawanan dengan perkataan di mulutnya itu. "Aku hanya bisa menemani kamu sesekali seperti ini. Itupun harus dibayar dengan lembur beberapa malam sebagai bayaran aku free malam ini buat nemanin kamu. Tapi nggak apalah, semua itu sebanding klo itu untuk kamu." Lanjut Reyhandra lagi yang seakan-akan menyayangkan waktunya yang sedikit dengan Angel.


"Apakah kamu sesibuk itu, ya? Haruskah aku datang ke perusahaan mu untuk membantu juga. Kamu kan juga tau klo aku lulusan luar negeri jurusan bisnis. Pasti untuk laporan kecil aku pasti bisa menyelesaikannya dengan sempurna." Umbar Angel membangga-banggakan klo dirinya adalah lulusan kuliah luar negeri.


"Sialan ini cewek!" Maki Reyhandra dalam hatinya saat mendengar itu dari mulut Angel, walaupun itu emang benar adanya. Tapi rumor yang didapatkan Reyhandra di perusahaan Reynold, Angel nggak pernah bekerja dengan baik, selalu saja membuat masalah.


"Nggak apa kok sayang, aku bisa menyelesaikan semuanya itu. Nggak perlu kamu yang mengurus laporan kecil itu untuk perusahaan ku. Aku bisa melakukannya semua sendiri." Sindir Reyhandra secara halus. Entah Angel bisa menangkap maksud Reyhandra, tapi Reyhandra tetap memasang senyumnya itu.


"Baiklah klo begitu. Kita makan aja sekarang, itu makanannya sudah sampai." Tutur Angel memegang tangan Reyhandra.


Pelayan datang mendorong troll makanannya menuju meja Reyhandra dan Angel. Si pelayan meletakkan makanannya dan sesudah semuanya tertata, si pelayan langsung pamit dan tak lupa dengan service agar Reyhandra dan Angel menikmati makanannya.


"Sayang, aaaaa...." Kata Angel yang menyuapi Reyhandra. Dan tentu saja Reyhandra keberatan dengan hal itu dan hanya menjauhkan wajahnya dari sendok Angel. Melihat itu Angel pun sedikit kesal, namun dia tetap menahannya. "Ayolah darling, aaaa.... Kamu tuh harus makan yang banyak supaya kamu nggak sakit nanti, apalagi kamu sekarang ini sering lembur juga, kan? Ayo sini, aaaa...."


Angel terus menaruh sendok didepan mulut Reyhandra, dan mau tak mau Reyhandra harus memakannya, walaupun itu berat. Tapi itulah yang harus tetap dia lakukan, demi akting yang sempurnanya. "Ahh, anggap aja aku sewa baby sister gratis buat nyuapin aku hari ini." Batin Reyhandra yang berpositif thinking, dia nggak mau ambil pusing dan masa bodoh akan itu.


"Gimana? Enak, kan?"


"Ya, ini sangat enak." Jawab Reyhandra mengunyah sambil tersenyum kepada Angel.


"Hmm, klo gitu ini lagi. Ayo! Aaaaa, inj lagi...." Angel kembali menyuapi Reyhandra, dan tentu saja, Reyhandra tetap menolak.


"Nggak, Angel. Angel sayang, kamu makan aja sendiri." Ujar Reyhandra yang dengan sangat baik menahan emosinya supaya tidak meledak


"Ayolah sayang... Nggak apa, kamu makan yang banyak supaya kamu nggak sakit nanti. Aku khawatir lho sama kamu." Kata Angel yang tetap kekeh untuk menyuapi Reyhandra.


Reyhandra nggak tau mau berbuat, Angel benar-benar sudah melewati batasnya Reyhandra. "Sialan! F*ck with this b*tch." Maki Reyhandra dalam hatinya. Reyhandra mengambil alih sendok Angel dan menyuapi untuk dirinya sendiri. "Gimana? Enak, kan?" Tanya Reyhandra sedikit kesal namun tidak dia nampakkan pada Angel, melainkan melalui aksinya yang dengan kasar meletakkan sendok di piringnya Angel.


"Emmm, enak banget sayang. Ini benar-benar layak jadi hotel bintang lima, sayang. Makasih lho sayang, udah ngajakin aku kesini. Aku jadi makin cinta deh sama kamu."


"Iya, aku juga cinta. Udah kamu cepat makan, ya. Nanti klo udah dingin nggak enak lagi." Kata Reyhandra yang sebenarnya dia ingin Angel buat diam saja.


Reyhandra segera memakan makanannya dalam diam, tanpa bersuara sedikit pun. Yang terdengar hanyalah dentingan tabrakan antara garpu dan piringnya. Namun, itu tidak berlaku bagi Angel, dia terus saja mengajak Reyhandra untuk berbicara dengannya.


"Sayang, kamu kesini pernah bawa si Rosa itu nggak, sih?"


"Nggak, aku nggak pernah ngajak dia kesini, kok. Cuma kamu satu-satunya yang aku ajak kesini."


"Ohhh, gitu ya, sayang. Kirainnya..." Angel langsung menghentikan kata-katanya, karena dia sadar dia nggak mau mendengar apapun itu tentang Rosa, namun malah dirinya yang mengungkit tentang Rosa duluan dengan Reyhandra. "Reyhandra nggak pernah bawa j*l*ng itu kesini, jadi kenapa dia bisa masuk bahkan merupakan anggota VIP? Apa mungkin Reyhandra yang memberikan kartu VIP itu padanya. Tapi sepengetahuan ku, karena VIP itu hanya ada satu kartu untuk satu orang. Jadi darimana dia mendapatkannya? Apa itu dari papanya? Nggak, nggak mungkin banget, ayahku saja yang ada bekerja di dunia bawah, tapi dia nggak memiliki kartu VIP ini. Klo emang ada, aku pasti akan memintanya dan akan datang kesini tiap hari." Pikir Angel dengan pikiran yang campur aduk.


"Sayang, kamu tau nggak, klo aku bilang sama temen-temen aku klo aku pernah dinner bareng kamu disini, mereka pasti iri banget sama aku, kan? Yah, maklum sih mereka iri, kan restoran itu nggak dibuka buat sembarangan orang. Mau ditempat biasa aja, juga harus reservasi dulu, ya kan gitu. Sayang, kamu..."


Angel terus saja bercerocos yang bagi Reyhandra itu adalah omong kosong semua. Hanya cangkang kosong. Angel mau memamerkan sesuatu, tapi itu bukan miliknya. Padahal Reyhandra mengajak Angel kesini untuk menghiburnya terlebih dahulu karena bakal ada kejutan besar yang menunggunya beberapa menit lagi.


"Ini cewek bebek angsa atau apa sih? Berisik banget! Orang mau makan aja nggak tenang dibuatnya. Bisa-bisanya keluar dari sini, aku akan mengalami masalah pencernaan ini." Gerutu Reyhandra kesal pada dirinya sendiri. Angel terus bercerocos, dan Reyhandra hanya menanggapinya dengan senyuman simple, ataupun hanya mengangguk saja dan mengiyakan segala omongan Angel.

__ADS_1


"Sebenarnya, Rosa ini kapan pulangnya, sih? Kapan dia akan menyerahkan undangannya pada Alan. Aku nggak boleh kehilangan momen saat dia sendiri memutuskan cinta masa remajanya. Cinta yang membuat dia tergila-gila dulunya." Tanya batin Reyhandra sambil mencuri lihat kebelakang karena Angel yang sibuk dengan makanannya.


Reyhandra melihat Rosa bangun dari kursinya, sambil melihat jam tangannya dan Rosa segerakan meninggalkan Alan sendirian yang sedikit syok ditempat.


"Sepertinya dia sudah menyerahkannya, ya?" Senyum smirk Reyhandra terpampang di wajah tampannya itu. Dia begitu senang. Meskipun Reyhandra tidak tau bagaimana Rosa menyerahkan undangan itu, tapi memikirkannya saja membuat Reyhandra senang.


Reyhandra melihat Rosa meninggalkan restoran dengan sangat cepat, dan Reyhandra pikir dia juga harus mengejarnya. Adegan tiba-tiba saja bertemu seperti takdir yang sudah ditentukan oleh langit itu harus terjadi antara dirinya.


"Berarti sekarang adalah giliran aku." Batin Reyhandra berpikir klo dia harus segera menyerahkan undangan pernikahan itu kepada Angel juga, dan mengejar Rosa.


Tapi, sudah beberapa menit sesudah kepergian Rosa, Reyhandra masih belum bisa menyerahkan undangan itu pada Angel. Karena Reyhandra nggak bisa menyerahkan undangan itu seperti mantan pacar, tapi harus seperti pengorbanan pacar. Makanya Reyhandra terus mencari waktu yang tepat, tapi waktu yang tepat itu tak kunjung datang.


"F*ck! Kenapa ini cewek nggak berhenti ngomongnya, sih? Kenapa dia sanggup buat terus bercerocos seperti itu. Sialan, bisa-bisanya Rosa bakal pergi duluan." Batin Reyhandra marah.


Drrrrttt... Drrrrttt... Drrrrttt...


Nada getar ponsel Reyhandra berbunyi, dan itu adalah si tukang omong kosong, Andrea Rocher menelpon Reyhandra.


"Angel, sebentar, ya. Aku jawab telepon dari Andre dulu."


"Iya, nggak apa kok sayang. Jawab aja disini, aku nggak keberatan kok."


"Kamu nggak keberatan, tapi aku keberatan, dan ingin segera minggat daru sini." Batin Reyhandra yang berbanding terbalik dengan wajahnya yang menampilkan senyum manis. "Iya, klo gitu aku jawab dulu, ya." "Harus silent ini, nggak boleh loudspeaker ini, atur dulu, supaya nggak kedengeran sama Angel." Pikir Reyhandra lagi.


"Haloo..." Sapa Reyhandra kepada orang dibalik telepon itu.


"Widiiih, yang makan sama pacar. Jadi gimana bro, dinner romantis kalian, enak nggak? Lo nggak mengalami masalah pencernaan, kan? Hahahaha..." Tawa gelak Andre dibalik telepon yang membuat Reyhandra jika Andre ada didepannya, pasti akan langsung di sleding.


"Sialan, ini si Andrea Rocher, berani-beraninya menertawakan aku. Awas aja kamu!" Batin Reyhandra yang menaruh dendam. Namun, sesaat kemudian Reyhandra punya ide, klo dia bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Andre ini. "Karena lo ngebantu gue kali ini, jadi gue bisa mempertimbangkan untuk melepaskan mu kali ini."


Maka, dengan segera Reyhandra masuk kedalam mode aktingnya. "Apa??! Apa kamu bilang, Andre. Kok bisa-bisanya terjadi masalah seperti itu, sih? Kamu ini gimana sih kerjanya? Nggak becus banget jadi orang! Sia-sia aku menggaji kamu tinggi-tinggi!" Teriak Reyhandra menghayati perannya itu.


"Bro, kamu ngomong apaan, sih?" Tanya Andre pada Reyhandra karena pembicaraan mereka itu nggak nyambung banget.


"Ok, klo gitu aku ke sana sekarang, kamu tunggu aja dulu. Jangan lakuin apa-apa dulu, biar aku ke sana. Ok, klo gitu aku langsung tutup."


"..."


"Ok, ok. Aku ngerti."


"..."


"Ya."


Reyhandra segera menutup sambungan teleponnya, sesudah dia berakting sendiri. Reyhandra nggak mau ambil pusing klo Andre itu bingung akan sikapnya itu, yang penting dia harus segera keluar dari sini dan mengejar Rosa. Karena Rosa juga merupakan elemen pentingnya.


"Angel, maaf. Aku harus segera pergi. Soalnya terjadi masalah di perusahaan." Tutur Reyhandra yang berpura-pura panik.


"Emang ada apa, sih? Kok begitu dadakan seperti ini."


"Iya, aku juga nggak tau. Pokoknya sebagai atasan aku harus berada di sana." Tambah Reyhandra lagi.


"Tapi... Ah, ya sudahlah. Aku ikut, ya?" Angel bangun dari kursinya dan mengambil tasnya.


"Ahhh, nggak usah sayang. Aku nggak ingin merepotkan kamu dengan masalah urusan perkantoran aku. Kamu disini aja dulu, habisi makanan kamu, kan jarang-jarang bisa makan disini, kan?" Kata Reyhandra mendudukkan Angel kembali, dan Angel juga dengan patuh duduk lagi. "Kamu nggak bisa ikut, kan klk kamu ikut rencana aku bakal gagal." Pikir Reyhandra lagi.


"Tapi, kamu..."


"Sayang, dengerin aku, ya! Aku harus benar-benar pergi sekarang. Aku nggak bisa nemanin kamu lebih lama lagi. Perusahaan sedang membutuhkan aku. Oh, ya. Ini undangan pernikahan aku. Kamu jangan lupa datang, ya." Kata Reyhandra menyerahkan undangannya pada Angel yang disimpan dalam saku kemejanya. "Ok, klo gitu aku pergi dulu. Bye!" Reyhandra segera berjalan dengan cepat setengah berlari menuju lift untuk mengejar Rosa, tanpa memperdulikan teriakan Angel.


"Sayang...! Reyhandra!!!" Panggil Angel, namun Reyhandra tetap tidak menoleh ke belakang dan akhirnya hilang dibalik lift. "Sialan, kamu. Berani-beraninya dia meninggalkan aku disini. Awas saja kamu Rosa. Liat aja gimana jadinya karena berani memperebutkan Reyhandra denganku!" Geram Angel meremas hancur undangan pernikahan Reyhandra dan Rosa.


.


.


.


Reyhandra sampai di lantai bawah dan dengan segera menuju pintu keluar, namun dia malah langsung di cegah oleh si penjaga di sana, karena security get sudah berbunyi.


"Maaf, tuan. Anda belum bayar. Silakan lakukan pembayaran terlebih dahulu di meja kasir kami." Kata si pelayan mengarahkan Reyhandra ke meja kasir.


"Oh, ya. Saya lupa. Maaf, soalnya saya sedang terburu-buru." Jawab Reyhandra yang tersenyum, namun dalam hatinya dia sudah bersumpah serapah pada Angel yang terus saja mencegahnya untuk pergi.


"Ini, silakan." Kata Reyhandra menyerahkan kartu ATM-nya.

__ADS_1


Pelayan kasir langsung menggesek kartu Reyhandra dan mengembalikannya sesudah melakukan pembayaran, juga struk yang keluar sebagai bukti pembayaran. "Terima kasih tuan, karena sudah berlangganan. Lain kali silakan mampir lagi." Ucap pelayan kasir tersenyum ramah, namun Reyhandra nggak mau peduli dan langsung keluar mengejar Rosa. Tapi satu hal yang Reyhandra peduli, pengeluarannya itu terlalu banyak, 20 juta lebih. Dan dia hanya bisa menyalahkan Angel yang memesan berlebihan, juga kesalahan dirinya yang membiarkan Angel untuk memesan.


Kilas balik Reyhandra yang kelam pun berakhir....


__ADS_2