Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 1


__ADS_3

"Sar.. Sarah ayo bangun sudah jam berapa ini", terdengar suara wanita dibalik pintu, ya itu suara Nadia, ibu Sarah. Wanita cantik dengan tubuh agak berisi itu membangunkan anak perempuannya. "Astaghfirullohal'adzhim, ini anak dibangunin bolak balik juga. G bangun bangun." Teriak wanita itu lagi.


Sedangkan didalam kamar ada gadis yang sejak semalam terjaga menatap layar laptop. Yaa dia Sarah Maharani gadis cantik dengan rambut panjang sedikit bergelombang. "yes, alhamdulillah keterima", teriak Sarah dengan keras serta berjoget dengan gembira. "eeh.. Udah jam segini aku belum mandi" gumam Sarah menghentikan jogetannya.

__ADS_1


"Ma..Pa Sarah berangkat dulu ya.. Sarapannya enak. Makasih Ma assalamu'alaikum", teriak Sarah tergopoh gopoh sambil mengunyah makanan yang tersisa dimulutnya. "Wa'alaikumsalam, iya.. Ati ati, jangan klayapan kalo sudah pulang sekolah!." Jawab Nadia setengah berteriak, "Dasar anak itu hmm..." ucap Teguh Prawira ayah Sarah.


Dengan kecepatan agak tinggi Sarah menaiki motornya hingga sampai di depan gerbang sebuah SMA yang nyaris tetutup. "eh eh pak pak tunggulah sebentar. Mau kemana sih?" cegah Sarah pada satpam sekolahnya sambil nyengir dari atas motornya. "Ya Allah gusti,.. Mau lulus masih saja telat mbak mbak". Seru pak Agus pada Sarah sambil membuka sedikit agak lebar pintu gerbangnya.

__ADS_1


"he hehe, makasih ya pak agus yang cakep". Pak agus hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum dan kembali menutup pintu gerbang.


"ih, ada Zaki", gumam Sarah dalam hati. Entahlah setiap ada Zaki hati sarah selalu berdegup kencang seperti saat ini. Sarah dan Zaki sebenarnya sudah saling kenal dari kecil karena rumah mereka berdekatan, dan bahkan papa Sarah dan papa Zaki berteman sejak kecil, karena memang papa Sarah dan Papa Zaki satu sekolah. Sebenarnya Sarah sudah naksir Zaki sejak SMP hingga saat ini akan lulus SMA, tapi Sarah tak pernah menceritakan hal ini pada siapapun kecuali Maya dan Hawa, sahabatnya sejak SMP itu.

__ADS_1


Pemuda itu berjalan pergi meninggalkan parkiran sambil menutup ponselnya. "eh Sarah.. Telat lagi kamu?", tanya Zaki saat berpapasan dengaan Sarah di depan tempat parkir. Sarah hanya mengangguk pelan, tak mampu berkata kata lagi. "Allahuakbar mimpi apa semalam papasan sama Zaki setelah beberapa hari dia ngilang gak tau kemana", gumam Sarah kegirangan. Tergambar jelas raut muka bahagia , senyum sumringahnya tak dapat disembunyikan.


Di dalam kelas Hawa terus melihat jam dari ponselnya, "ngapain sih Haw liatin jam mulu?" tanya Maya. Namun Hawa hanya melirik Maya dengan wajah kesal. "Nah tuh dia Sarah. Woy Sar, emang bener bener kamu yaa. Udah mau lulus masih aja telat". Teriak Hawa lega sambil ngomel pada Sarah. Namun Sarah hanya senyum senyum dan menaruh tasnya diatas meja. "kenapa kamu Sar? Kesambet dimana? Kok senyum senyum", tanya Hawa heran. "kayak, kamu gak tau aja sih Haw, abis ketemu Zaki pasti tuh", jawab Maya Sambil memindahkan bangkunya kesamping meja Sarah Dan Hawa.

__ADS_1


__ADS_2