Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 10


__ADS_3

Di jalan menuju rumah, Sarah tak henti hentinya berdendang dan sesekali menggerakkan bahu nya ke kanan dan ke kiri, tak sabar sampai rumah dan bertemu Zaki. Dan akhirnya sampailah Sarah di rumah dia lantas berlari masuk kamar langsung melempar tasnya ke atas kasur dan segera mandi lalu bersiap untuk menyambut Zaki dan keluarganya.


"Sarah turun nak, ini om Ardi udah datang!", perintah Nadia pada Sarah. "ah apa? Udah datang. Ya ampun apa aku udah cantik? Apa aku udah wangi? Aduh aduh giman ini apa yang harus kulakukan untuk pertama kali bertemu ayang Zaki setelah sekian purnama", ucap Sarah mondar mandir di dalam kamar, dia gugup sekali sore itu.


***


"akhirnya sampai juga kamu Ar, udah kangen banget sama kalian", sambut Teguh pada keluarga Ardi, sahabatnya itu. Mereka berdua berpelukan cukup lama karena berbulan bulan tak bertemu. "pa.. kangen kangen nya dilanjut di dalam aja gak sih? Kasian Ardi capek dari perjalanan jauh", ucap Nadia meminta suaminya melepas pelukannya untuk Ardi. kedua keluarga itu tertawa bersama.

__ADS_1


"Subhanallah nak Sarah? Makin cantik kamu nak," ucap Dewi, mama Zaki. "Zaki kemana Ar?", tanya Teguh. Tak lama datang pemuda tampan dengan tatapan mata yang tajam masuk ke rumah keluarga Sarah. "oh my god, masyaallah subhanallah astaghfirullah. Zaki Sarfaraz?", teriak Sarah dalam hati. "kenapa? Kenapa? Kenapa dia makin tampan dan sekali ya Rabb?", gumam Sarah meyakinkan diri bahawa dihadapannya adalah pemuda yang selama ini dia taksir.


"om, tante, apa kabar?", sapa Zaki pada orang tua Sarah. "baik nak Zaki, wah kamu makin tampan daan gagah sekali nak", puji Teguh pada Zaki sambil menepuk lengan berotot Zaki. Kedua keluarga itu langsung berbincang dengan hangat bercanda dan tertawa bersama tak terkecuali Zaki dan Sarah Mereka menikmati suasana sore itu.


***


Ditempat lain di rumah Sarah, Zaki tengah duduk dan ngobrol dengan Sarah yang kini perasaannya tak karuan bahagianya, hingga wajahnya sangat terlihat segar dan ceria. "Sar, mukamu kok?", ucap Zaki memulai obrolan. "eh, kenapa mukaku?", rab Sarah pada mukanya, " hahahahha panik amat neng? mukamu ceria banget keliatannya", kekeh Zaki menggoda Sarah yang panik. " dih kamu Zak, gak berubah ya kelakuannya, masih suka ngusilin aku", timpal Sarah sambil melempar bantal kemuka Zaki yang sedang tertawa puas menggoda Sarah.

__ADS_1


"Sar, jujur ya kamu makin cantik. Apa kabar kamu di kampus? Masih suka telat?", ejek Zaki lagi. "ah masa si zak aku makin cantik? Tapi tapi, kenapa yang diingat buruknya aku sih Zak?, jawab Sarah bahagia atas Pujian Zaki padannya, ya.. walau sedikit kesal karena Zaki masih mengungkit masa lalunya yang sering telat ke sekolah.


Sungguh sore itu terasa berbeda, bagi Zaki dan Sarah. Mereka banyak ngobrol dan bercanda dengan lepas. mereka saling melepas rindu yang sudah menggunung. Hingga makan malam pun tiba, mereka masih tetap seru ngobrol hingga larut malam.


"Guh, apa saatnya ya kita bicarakan rencana kita ke Zaki dan Sarah?", tanya Ardi pada Teguh, papa Sarah. " jangan dulu Ar, tunggu sampai Sarah lulus kuliah." jawab Teguh menolak permintaan sahabatnya itu.


Ya.. Zaki dan Sarah sebenarnya sudah dijodohkan sejak kecil oleh kedua orang tua mereka. Namun mereka tidak saling tahu rencana orang tua mereka.

__ADS_1


__ADS_2