Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 38


__ADS_3

"Sar, tunggu!" panggil Zaki pagi itu


Terlihat mata Sarah bengkak, "kenapa?, siapa yang melakukan ini?", tanya Zaki seolah tau bahwa Sarah usai menangis dan ada yang menyakitinya. Sarah diam dan terus berjalan menuju ruangannya,


"TUNGGU DULU!", teriak Zaki menarik pergelangan tangan Sarah. "lihat aku, jawab aku!", ucap Zaki memaksa pada Sarah. Sarah hanya diam dan memandang Zaki, lalau mulai menceritakan kejadian sore kemarin bersama Pandu.


"aku bilang juga apa, gak usah ketemu sama orang psikopat kayak dia Sar, jadi gini kan akibatnya", jawab Zaki memeluk Sarah. "akan ku beri peringatan orang itu Sar, agar berhenti mengganggu mu", ancam Zaki dengan nada bicara agak tinggi. "masuklah ke kelas, tenangkan diri mu!", suruh Zaki pada Sarah yang terlihat tak bersemangat.


***

__ADS_1


Beberapa hari setelah kejadian sore itu, tanpa sengaja Zaki dan Sarah yang sedang jalan jalan di sebuah mall dekat rumah mereka bertemu dengan Pandu.


"Sar, hay", Sapa Pandu yang sengaja menghampiri Sarah yang sedang duduk di food court sendiri. Sarah menengok ke arah Pandu dan langsung berdiri ingin menghindar, "tunggu dulu Sar, aku ingin minta maaf atas kejadian tempo hari", cegah Pandu segera. Mata Sarah melirik tangan Pandu yang kini menggenggam lengannya sedikit kuat, "oh maaf", ucap Pandu tahu bahwa Sarah mengisyaratkan agar ia melepas genggamannya.


Belum juga Sarah berkata apapun Zaki datang dan,


BUK...Zaki memukul Pandu tepat di wajahnya, hingga ada sedikit darah yang keluar dari hidungnya. "astaga, Zaki kamu apa apaan?", ucap Sarah terkejut dengan apa yang dia lihat barusan.


Namun Sarah masih saja melihat Pandu yang masih berusaha berdiri akibat terjatuh saat dihajar Zaki, "kamu ngapain masih liatin dia?biar aja Sar, biar dia tau diri", ucap Zaki pada Sarah.

__ADS_1


Ketika di mobil Sarah menegur Zaki, "gak kayak gitu juga dong Zak caranya. Kenapa mesti mukul sih?", " kamu masih aja kasian sama psikopat itu?," "dia sudah bikin kamu nangis Sar, udah bikin kamu takut dengan sikapnya", balas Zaki dengan nada tinggi. "iya aku tau, tapi kan bicara baik baik bisa Zak", jawab Sarah yang kini menangis. "ya udah maafin aku, aku gegabah, aku tak pikir panjang tentang tadi," ucap Zaki meminta maaf pada Sarah yang kini malah menangis karena ulahnya.


Sampai di rumah, Sarah langsung turun dan tanpa mengucap apapun pada Zaki. Zaki hanya membiarkan Sarah pergi, dia tak tau harus bagaimana bicara pada Sarah, "nanti lah aku minta maaf pada Pandu tentang hari ini", pungkas Zaki dengan melajukan mobilnya.


"kenapa dengan dua orang ini?bisa bisanya bikin aku nangis. Dasar dua orang psikopat", ucap Sarah sambil menatap cermin lemari dengan kesal. "aku harus minta maaf pada Pandu soal Zaki tadi, aku harus bertemu dengannya", ucap Sarah pada dirinya.


"halo Pandu.. Bisa kita ketemu di kafe C?".


***

__ADS_1


Sampailah Pandu di kafe yang di minta oleh Sarah, dia masuk dan mencari keberadaan Sarah tapi dia tak menemukannya. "aku duduk sini dulu lah" ucap Pandu dengan tangannya yang terus memegangi hidungnya. Dia sabar menunggu kedatangan Sarah, "Sar, aku uda di tempat nih, kamu di mana?", tulis pesan Pandu pada Sarah. "tunggu ya, masih di jalan. sepuluh menit lagi sampe," balas Sarah.


__ADS_2