Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 40


__ADS_3

"suntuk amat neng mukanya?" goda Maya pada Sarah yang terlihat lesu tak bersemangat, "banyak pikiran May. Ya kuliah ya mikirin orang tua, ya mikirin Zaki dan Pandu", jawab Sarah keceplosan.


"mikirin orang tua maksudnya? Om Teguh sakit?", tanya Maya penasaran, "ah gak kok May" balas Sarah gelagapan, Maya memandang sikap aneh sahabatnya itu. "kamu bohong. Pasti ada yang disembunyikan, ayo ngaku", paksa Maya sambil terus memandangi Sarah, "ya iya nanti aja sekalian kalau ada Hawa, biar aku gak bolak balik cerita", jawab Sarah tak berdaya didepan sahabatnya, lagi pula dia sudah lelah menyembunyikan perjodohan ini.


"loh kok ada Zaki di sini?",tanya Maya heran. "udah yuk sini sini duduk. Ada yang mau aku dan Zaki kasih tau ke kalian berdua", jawab Sarah menyuruh kedua sahabatnya duduk dengan tenang. Tanpa basa basi Zaki mulai cerita dari awal bagaimana dia dan Sarah bisa dijodohkan.


"WHAT??DIJODOHIN?" teriak Hawa dan Maya terkejut,

__ADS_1


"iishh, jangan keras keras dong", pukul Sarah pada kedua sahabatnya. "ya ampun gila gila gila, sia sia kamu susah payah move on dari Zaki don Sar?", ujar Hawa ceplas ceplos. Zaki hanya diam mendengar ucapan Hawa yang dia rasa memang benar, sia sis saja Sarah move on darinya.


"kamu juga Zak, cowok kok cemen. Gak punya nyali buat nembak Sarah lebih dulu waktu itu", omel Maya pada Zaki, "dahlah guys udah terlanjur juga kan, mau nyalahin siapa coba?", ucap Sarah menenangkan suasana yang semakin panas. "terus kalian sekarang saling cinta?", "aku yang masih ada sedikit rasa pada Sarah, tapi entahlah.. Sepertinya Sarah sudah tak ada rasa padaku lagi" jawab Zaki.


"maksudmu sedikit ada rasa?", tanya Sarah mendelik pada Zaki. "iya Sar, aku ada rasa pada Arini", jawab Zaki ragu ragu. "cewek centil arogan itu?", celetuk Maya heran.


"liat tuh senyum senyum sendiri dia, pasti ngebayangin Arini tuh", senggol Maya pada Hawa. "lalu bagaimana perjodohan kalian?" lanjut Maya, "entahlah, aku juga belum sepenuhnya lupain Sarah, san Sarah juga masih dibayangi Abi, meski kini kulihat dia sedang dekat dengan Pandu", jawab Zaki bingung dengan hubungannya dengan Sarah.

__ADS_1


"Pandu? Kenapa jadi ke dia sih Zak?", tanya Sarah terkejut Zaki menyebut nama Pandu. "iya aku lihat sejauh ini kamu sering ketemuan sama kamu tuh", cecar Zaki pada Sarah. Akhirnya Sarah dan Zaki terlibat sedikit adu argumen,


"hey bocil, bisa berhenti gak berantemnya. Ini tempat umum, bisa bisanya berantem", ucap Hawa menghentikan Zaki dan Sarah yang terus adu argumen. "memang ya, kalian lebih cocok jadi teman atau sahabat aja deh. Kalau jadi pasangan sumi istri gak bakal cocok", lanjut Hawa memarahi Sarah dan Zaki.


"pikirin lagi deh buat nerusin jodoh jodohan ini. Si Zaki mending terusin deh sama Arin, dan kamu Sar, buka hati buat si pandu ajah deh", ucap Hawa memberi saran. "udah ah pulang aja kita, pusing melihat cinta segi empat mereka", ajak Maya pada Hawa.


Zaki terdiam mendengar saran Hawa yang terdengar konyol tapi sedikit masuk akal baginya. Sarah memandang Zaki yang sedang diam dan memikirkan sesuatu " kamu mikirin apaan Zak?, ucap Sarah membangunkan lamunan Zaki, "ah nggak bukan apa apa.", jawab Zaki lalu berdiri meninggalkan Sarah sendiri di kafe itu.

__ADS_1


__ADS_2