
Pandu terdiam dan tiba tiba meraih pergelangan tangan kanan Sarah "Sar, untuk sekali lagi aku mau bilang aku cinta kamu, aku sungguh sungguh dengan perasaanku ke kamu. Kamu mau jadi pacarku?" ucap Pandu penuh harap agar Sarah bisa menerima perasaannya. Sarah menatap dalam mata Pandu, kali ini dia merasakan bahwa Pandu memang sungguh sungguh padanya.
"lupakan aku Ndu, pergilah. Tunjukkan baktimu pada orang tuamu. Jadilah sukses dan bahagia", jawab Sarah melepas genggaman Pandu.
Kali ini Pandu pasrah dengan jawaban Sarah, "baiklah Sar, aku pergi. maafkan aku yang selama ini terus mengusik hidupmu", "aku pamit Sar, terima kasih untuk setahun ini sudah meladeni psikopat sepertiku. Jaga dirimu dan sampaikan maaf ku pada Zaki karena tak bisa menjagamu", pamit Pandu sambil menyalami tangan Sarah.
Setelah itu Pandu beranjak pergi meninggalkan Sarah sendiri yang kini perasaannya tak karuan, Sarah merasa perasaannya tak ingin Pandu pergi, tapi apalah daya ego Sarah lebih besar sehingga menutupi perasaannya pada Pandu. "kenapa aku jadi sedih ditinggal Pandu? Bukankan dia bukan siapa siapaku?" gumam Sarah yang kini tak sadar meneteskan air mata.
***
__ADS_1
Sarah merebahkan tubuhnya pada rumput di taman belakang rumahnya sambil melihat rembulan malam itu, "sungguh indah malam ini", gumam Sarah sendiri. Dia merasa sendiri kali ini, dia memejamkan mata mengingat apa yang sudah ia lalui beberapa tahun terkahir. sungguh tidak mudah melalui itu semua, namun nyatanya ia bisa melaluinya hingga sampai di titik saat ini.
"Pandu? Kenapa dia yang muncul?" batin Sarah.
"sayang, ada Zaki nih.. Mau ketemu kamu" teriak Nadia memanggil Sarah, "iya ma.. Sarah di taman belakang. Suruh masuk aja", jawab Sarah setengah berteriak.
"ngapain kamu kemari?", "ada masalah sama Arin?" cerocos Sarah pada Zaki. "kamu yang ada apa?Pandu mau ke luar negeri. Kamu tau?", Sarah hanya mengangguk pelan. "dasar cewek..egomu beneran tinggi ya Sar?" ucap Zaki, "maksudmu?" balas Sarah melotot pada Zaki. "kamu tau, Pandu cerita padaku sambil menahan tangis, dia bilang kalau kamu nolak dia." lanjut Zaki.
"coba pikirkan dengan tenang, jangan sampai egomu mengendalikan mu. Lihat Pandu, dia rela menunda keberangkatannya yang harusnya tahun ini dia berangkat, tapi karena dia ingin mencoba untuk meluluhkan hatimu dia tunda keberangkatannya" lanjut Zaki yang sekarang semakin emosi.
__ADS_1
Sarah terkejut mendengar ucapan Zaki, "Sar, tolong mumpung masih ada waktu pikirkan lagi. Jangan sampai kamu nyesel", ucap Zaki sambil berlalu meninggalkan Sarah. "Satu lagi Sar, kalau cowok udah sampai nangis itu artinya perasaannya gak main main".
Sarah masih merasa kesal dengan ucapan Zaki yang menyebutnya memiliki ego tinggi, Sarah diam menatap langit gelap malam itu dia berteriak dalam hati merasa sesak dalam dadanya yang tak tau berasal dari mana rasa sakit yang ia rasakan malam itu. Apakah karena masa lalunya bersama Abi, ataukan karena ucapan Zaki, atau karena egonya yang tinggi membuat Pandu menangis.
***
Sehari menjelang keberangkatan Pandu, berniat ingin menemui Pandu untuk minta maaf karena sikapnya selama ini yang ia rasa keterlaluan. "Sarah?ada apa?"jawab Pandu melalui telpon.
"aku mau minta maaf atas kesalahanku selama ini pada mu Ndu, aku keterlaluan padamu." ujar Sarah menyesali sikapnya selama ini. "lupakan Sar, kamu gak salah, aku nya aja yang gak tau diri ngejar kamu terus. Udah ya aku mau packing, mau prepare buat berangkat besok pagi" pungkas Pandu mengakhiri telponnya.
__ADS_1
DEG..."besok?" gumam Sarah tiba tiba sangat sedih mendengar itu.