
Sekarang tinggal Sarah dan Pandu berdua duduk diatas mobil Sarah. "Sar, mumpung masih di kampus boleh gak aku minta kamu buat ngajak aku ke danau rahasiamu bersama Abi dulu" pinta Pandu
DEG... "pasti Abi yang cerita" gumam Sarah terkejut mendengar permintaan Pandu
"mau apa kesana?kayak gak ada tempat lain aja" tanya Sarah mencoba menolak, "aku ingin saja melihat bagaimana 'surga' yang dibuat Abi untukmu" jawab Pandu. "kenapa jadi bahas Abi sih. Udah masa lalu kan Ndu. Please lah!" jawab Sarah sedikit kesal, "sekali saja Sar!" pinta Pandu memaksa. Dengan berat hati Sarah mengajak Pandu untuk ke danau rahasia itu.
__ADS_1
Mereka berjalan beriringan dengan Sarah berada di depan Pandu sebagai penunjuk jalan "usah sampai" ucap Sarah yang berdiri dibawah pohon. Pandu berjalan melihat sekeliling danau yang kini masih saja indah seperti waktu pertama kali Abi mengajak Sarah ketempat itu. "sungguh indah. Selera Abi gak pernah gagal. Kamu suka tempat ini?" tanya Pandu pada Sarah yang sejak tadi perasaannya tak enak karena harus kembali ketempat itu bersama Pandu "heem. Tempatnya indah" jawab Sarah singkat.
"jutek amat buk?kangen Abi?" tanya Pandu sambil memegang dagu Sarah, "gak tuh. Udah masa lalu" jawab Sarah lagi, "yakin udah move on?" goda Pandu lagi. "kamu kenapa tanya tanya itu? Aku gak suka ya. Alu berusaha move on buat kamu, sekarang aku udah ada kamu, perasaanku dan masa depanku cuma ada kamu Ndu" ujar Sarah marah pada Pandu.
"Abimanyu Maheswara, sahabatku. Terima kasih sudah mempertemukan aku dengan wanitamu yang kini akan selamanya menjadi wanitaku. Aku tak berdaya saat kamu terus menceritakannya padaku, mohon maafkan aku." "aku janji akan ku jaga wanitaku ini dengan segenap hati, dengan penuh cinta bahkan lebih dari cintamu untuknya dulu. Sekali lagi aku berterima kasih padamu Abimanyu Maheswara. Semoga kamu tenang disana". ucap Pandu sambil berlutut di tepi danau.
__ADS_1
"Sarah, terima kasih sudah memberiku kesempatan ini, aku mencintaimu lebih dari apapun, percaya itu Sar" lanjut Pandu yang kini memeluk erat tubuh Sarah.
Mereka berjalan pergi meninggalkan danau itu "Bi. Terima kasih atas segalanya, dan selamat tinggal untukmu dan segala kenangan kita" batin Sarah sambil pergi meninggalkan danau itu bersama masa depannya yaitu Pandu. "yuk pulang!" ajak Sarah, Pandu mengangguk dan menggandeng Sarah untuk pulang. "Sar, kamu yang nyetir gak apa apa kan?Aku masih agak jetlag. Takutnya gak fokus" pinta Pandu "baiklah. Kamu tidur aja dimobil nanti" balas Sarah sambil membuka pintu mobil dan segera menjalankannya.
Dalam perjalanan Pandu terus memandangi Sarah yang kini fokus menyetir mobil "Ndu, kenapa liatin alu terus sih? Jadi gak fokus nyetir" "ya gak kenapa kenapa. Gak boleh liatin cewek sendiri yang ternyata cantik juga kalau nyetir gini" rayu Pandu, "ini cantik karena makeup wisuda ku Ndu. Kalau gak makeup ya pasti kamu gak mau liatin aku kayak gini" balas Sarah sedikit malu malu. "siapa bilang? Aku sering liatin kamu diam diam dulu. Setiap kita ketemu aku selalu mandangin wajah kamu yang natural itu Sar" balas Pandu menyangkal perkataan Sarah. "dah ah, yuk lanjut pulang ke rumahku. Nanti kamu istirahat saja dulu di sana. Ok", Pandu Mengangguk dan kini mencoba untuk sejenak memejamkan mata dalam mobil.
__ADS_1