
Hari demi hari berlalu, tinggal beberapa minggu lagi pernikahan Sarah dan Pandu akan berlangsung. Semua sibuk menyiapkan pernikahan begitu juga dengan Sarah dan Pandu yang makin sering berselisih mengenai beberapa hal, tapi Pandu banyak mengalah demi kebaikan semuanya. "aku capek Ndu. Persiapan ini itu bikin pusing" ucap Sarah pada Pandu "aku juga Sar, tapi inilah ujian kita. Apa harus batak pernikahan ini?" jawab Pandu "bukan itu maksudku Ndu. Pingin sejenak keluar dari persiapan ini sehari aja" lanjut Sarah "kalau gitu ayo kita jalan jalan ke pantai. kita menginap semalam disana" ucap Pandu menawarkan liburan pada Sarah.
"tapi.. minggu depan kita sudah menikah, apa baik kita keluyuran dalam waktu dekat ini?" jawab Sarah agak sedikit ragu "terus. Kamu maunya apa non cantik?" lanjut Pandu menghela nafas panjang "ah gak tau lah Ndu. pulang yuk mau tidur aja di rumah" lanjut Sarah menolak ajakan Pandu "baiklah nyonya muda" goda Pandu pada Sarah yang cemberut. Akhirnya Pandu mengantar Sarah pulang di perjalanan Sarah banyak diam dan melamun tiba tiba dia teringat Abi, langsung saat itu juga dia meminta ijin Pandu untuk ziarah ke makam Abi
__ADS_1
"Ndu, boleh kita ziarah ke makam Abi sekarang? Kita sudah lama gak ke sana" ucap Sarah "hmmm. Iya boleh, tapi tadi katanya capek? Apa besok saja?" jawab Pandu "sekarang aja deh. Besok kita banyak acara" lanjut Sarah "ok lah, sebentar aja ya. Uda mau malam Sar" pungkas Pandu menawar, Sarah mengangguk. Akhirnya mereka menuju makam Abi yang sudah cukup lama mereka tidak berziarah ke sana.
Sarah berdiri disamping pusara Abi yang kini mulai kering, Sarah termenung memandangi pusara mantan Kekasihnya itu mengingat kenangan yang dulu pernah terukir bersama Abi. Setelah itu Sarah dan Pandu mulai duduk dan membaca doa untuk Abi, dengan khusyu' Sarah dan Pandu memanjatkan doa untuk Abi. Setelah selesai mendoakan Abi, Pandu bersimpuh di samping makam Abi,
__ADS_1
Pandu berdiri dan melihat air mata Sarah menetes di pipinya "Sar, menangislah. teringat masa lalu itu manusiawi, tapi berjanjilah ini yang terakhir, berjanjilah ini air mata terakhirmu untuk Abi" ujar Pandu memeluk Sarah. Sarah menangis sejadi jadinya sore itu dia teringat Abi, betapa bersalahnya dia atas apa yang telah dia lakukan terhadap Abi, betapa tak adilnya dia membiarkan ketulusan cinta Abi terbuang sia sia.
"yuk pulang Ndu. Aku sudah lega hari ini. Bebanku sudah hilang Ndu. Aku akan mengubur segala kenangan tentang Abi di sini. Kini aku hanya akan hidup bersamamu Ndu" ujar Sarah menatap dalam mata Pandu, "baiklah. mari pulang sudah mau malam" pungkas Pandu menggandeng tangan Sarah berjalan meninggalkan makam Abi.
__ADS_1
"Abhimanyu Maheswara kenangan kita akan ku tutup hari ini. Semoga kau tenang disana. Terima kasih sudah mengirim Pandu untuk menggantikan mu".